Judi BlackBerry BB10: Bikin Sukses atau Jual BBM Untuk Umum

7 months ago by in Avante Talks Tagged: , , , , ,

OK, menyambung bagian pertama artikel ini, ke depan kita akan kupas lebih dalam tentang BB10.

Kiprah RIM ini saya sebut judi, karena RIM mati-matian mengorbankan segalanya untuk senjata dan harapan terakhir mereka ini. Sampai-sampai rela memecat ribuan karyawannya. Bila BB10 sukses dan diterima dunia, mereka bakal tersenyum sembari mengeluarkan handset-handset baru. Kalau gagal? Bisa jadi terpaksa menjual BBM untuk umum, untuk pesaingnya bila perlu, demi seonggok duit asal tak menderita kerugian lebih dalam lagi…

BB10 mulai dipamerkan dengan penuh rasa percaya diri RIM lewat BlackBerry Alpha, handset yang diplot sebagai prototype, calon generasi BlackBerry berikutnya. Sesuai dugaan, BB10 mengandalkan fitur full touchscreen, demi menyaingi pesaing dan ikuti tren dunia. Dan ya, OS baru ini merupakan derivat dari Playbook OS yang menggunakan sistem QNX. Di satu sisi, Playbook OS dikenal jauh lebih stabil, cepat, memiliki fitur Android Player untuk menjalankan aplikasi Android, dan memiliki banyak input gesture/gerakan. Sepertinya, semua sifat itu pun akan menurun di BB10.

CEO RIM (Research in Motion), Thorsten Heins, tetap optimis BB10 dan handset-handset baru pendukungnya akan tersedia kuartal pertama tahun depan. Itu artinya paling lama bulan Maret 2012. Siapkan dompet Anda, kalau berpikiran untuk mengikuti perubahan besar BlackBerry… Untuk sementara, RIM digadang-gadang bakal merilis 2 handset, seri L (London) dan seri N (Nevada). Namun makin dekat waktu rilis, gosip pun bertambah dengan nama BlackBerry Aristo yang disebut-sebut bakal mengusung spesifikasi kelas atas. Misalnya prosesor quad-core Krait, layar OLED 4.65 inchi, memori RAM 2GB, memori flash internal 16GB, MicroSD, HDMI slot, dan lain-lain. Cukup menggiurkan. Yang muncul dalam gambar ini adalah seri L (London) berbentuk full touchscreen dan seri N (Nevada) yang mirip dengan bentuk Bold 9900.

Sekilas, tampilan menu BB10 tidak terlalu asing, kalau kita biasa melihat Android atau iOS. Layar Home-nya dijejali aplikasi utama yang di minimize, atau semacam widget pada Android. Sedangkan drawer (meminjam istilah Android) aplikasinya berpenampilan mirip Android dan iOS. Berupa deretan ikon-ikon mengotak semua aplikasi yang terinstalasi. RIM bahkan mempertahankan gaya ikon khas BlackBerry lama.

Keunikan BB10 terletak pada gesture. Sebagai pembuka, Anda hanya perlu mengusap jari dari bezel handset ke arah layar, untuk meng-unlock ponsel. Sehingga BB10 praktis tidak memerlukan tombol apapun di wajah ponsel, persis seperti Playbook. Untuk me-minimize aplikasi dan melakukan multitasking, juga menggunakan swipe jari pada layar. Mendorong ke arah atas layar. Melakukan swipe dari bezel kiri ke kanan, akan membawa Anda ke layar drawer aplikasi. Terlepas dari manapun Anda melakukan hal itu. Seperti Android, di bagian bawah layar akan muncul bar default yang berisi ikon telepon, search, dan kamera. Tentu saja gunanya sebagai shortcut.

Kunci khas dari BB10 adalah Flow dan Peek. Artinya, akan banyak gerakan mengusap yang Anda lakukan di handset BB10. Dimulai dari unlock ponsel, sampai multitasking. Bila Anda mengusap sisi kanan ke dalam misalnya, juga akan memunculkan menu tambahan, atau menu unified yang sifatnya tergantung pada aplikasi atau kapan saat Anda melakukannya. Fitur Peek, atau mengintip juga unik. Anda dapat mengintip aplikasi-aplikasi di belakang yang Anda kerjakan saat ini, sambil mengusap perlahan layar yang aktif sekarang. Bentuknya nanti akan mirip kartu-kartu yang teratur menumpuk. RIM menyebutnya Cascade. Fungsinya menarik memang, sesuai namanya, mengintip. Andaikan Anda sedang menulis email lalu tiba-tiba ada BBM masuk, Anda tidak perlu langsung berubah aplikasi. Cukup menggeser secukupnya untuk mengintip, siapa sih pengirim BBM. Kalau tidak penting, Anda cukup melepas jari dan kembali mengetik email. Sesi mengintip akan bounce back ke sisi kiri layar.

BB10 juga memperkenalkan dua model pemakaian, Personal dan Work. Ini unik, berguna, namun kok rasanya bakal bikin bingung kebanyakan orang. Intinya, ketika berada dalam model Personal, Anda bebas melakukan kegiatan seperti biasanya, dan data aplikasi akan disimpan dalam partisi yang berbeda dengan ketika Anda bekerja di model Work. Bedanya, dalam model Work, data Anda bisa di-lock bila dibutuhkan, bahkan secara remote melalui BlackBerry Protect. Agak rumit, mirip mengoperasikan komputer, membedakan memori internal ke dalam dua partisi segala.

BlackBerry App World juga terkenal kalah manis dibanding toko aplikasi online platform lain. Dan ini juga dibenahi oleh RIM, meski hasilnya tak juga maksimal. Namun App World yang baru sekarang lebih mudah untuk dibaca. Pembagian kategori, atau layar utama yang dijejali aplikasi rekomendasi tampak rapi. Mirip Google Play.

Nah, yang paling ditunggu orang pasti mengenai keyboard. Karena keyboard di touchscreen itu hal sensitif. Mesti benar-benar nyaman agar bisa menandingi keyboard fisik. Dan di sisi inilah semua BlackBerry touchscreen hingga kini gagal total. Nah, BB10 memperkenalkan keyboard yang baru. Pertama, ia bisa diaktifkan dan dimatikan dengan mudah, cukup dengan mengusap layar ke atas dan ke bawah. Lalu layout tombol virtual yang dipakai memang diperbesar. Gayanya sekilas mirip dengan keyboard milik keluarga Bold, karena RIM menyematkan pembatas antar baris tombolnya. Mereka juga menyematkan kata-kata umum dan singkat yang paling sering digunakan di atas tombol huruf, yang secara cerdas, hanya muncul sesuai dengan ketikan Anda saat ini. Misalnya, Anda sedang mengetik pesan “I’m driving…” maka di atas huruf C akan muncul kata Car. Sayangnya, beribu sayang, besar kemungkinannya bila fitur ini hanya mendukung bahasa Inggris saja.

RIM juga memperkenalkan BlackBerry Hub, sebagai sebuah pusat informasi di handset Anda. Gabungan dari semacam Notification Center dan sedikit Social Feeds. Kemudian mereka juga punya tambahan fitur unik di kamera, semacam mesin waktu, yaitu bila Anda menjepret beberapa kali, dan ada satu pose paling bagus, namun Anda kurang cocok dengan mimik obyek Anda, cukup memilih history yang ada. BB10 akan semacam “menempel” wajah terbaik pilihan Anda ke foto dengan pose yang sebelumnya Anda tentukan. Entah, sebuah fitur masa depan, atau sekedar sampah yang tidak bakal terpakai nantinya…

Di luar pamer BB10, RIM juga sesumbar bila handset generasi terbaru mereka akan mendukung standar terkini, termasuk memiliki layar LCD lebar yang punya PPI lebih tinggi bahkan dibandingkan Retina Display milik iPhone 5. Yah, semuanya akan terbukti nanti, maksimal 6 bulanan lagi sejak Anda membaca artikel ini. Menurut saya, meskipun BB10 sukses mengekspor OS BlackBerry ke era full touchscreen, nantinya akan kembali lagi ke pasar dan pengguna. Dan sepertinya, mayoritas masih lebih menyukai kehadiran keyboard fisik. Entah mengapa, saya kok lebih suka kalau RIM memutuskan mundur saja dari industri produsen handset. Sebagai gantinya, mencoba cari untung dengan menjual lisensi BBM mereka ke platform lain. Lebih fokus pada software dan layanan jasa server BBM-nya. Saya kok jadi teringat dengan mundurnya Sega dari industri video game dan memilih fokus membuat software ketimbang hardware. Akhirnya mereka sukses selamat hingga kini.

Well, RIM boleh saja mencoba. Itu hak mereka. Tapi bila saya diminta memberi opini, rasanya hidup RIM ke depan akan makin berat. BB10 sepertinya akan susah merebut simpati lagi dari garangnya taring Android, iOS, dan Windows Phone… (Erwind Prasetyo)

 

The author didnt add any Information to his profile yet

  • Published: 47 posts
  • faris

    Mudah2an harganya sesuai gak menguras dompet hahahahha

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)
  • Pingback: BlackBerry Sayang, BlackBerry Malang…Hidup & Matimu | Kusuka Gadget

  • http://twitter.com/radit_per radityo permadi

    IMHO, keypad BB msh juara. saking kecanduannya, eyke pny onyx msh kepake hanya utk telp/sms (males langganan BBM) :P

    VA:F [1.9.22_1171]
    Rating: 0 (from 0 votes)