Wednesday 24th May 2017,

SukaKamu

Ξ Leave a comment

Aulia Hanum Arifin, Kegagalan Yang Berbuah Kesuksesan

posted by Octavia
Aulia Hanum Arifin, Kegagalan Yang Berbuah Kesuksesan

Nama:  Aulia Hanum Arifin

TTL:  Surabaya, 22 Februari 1991

Nama Ortu:  M. Arifin (bapak), Amiati (mama)

Pendidikan: TK Khadijah 3 Surabaya, SDN Jakasetia IV Bekasi, SMPN 1 Bekasi, SMK Analis Kimia Caraka Nusantara Jakarta, Universitas Airlangga jurusan Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL)

Prestasi: AIESEC exchange participant to the Philippines, 50 finalis putri hijab Indonesia 2012

Hobby:  Traveling, baca, nulis, dengerin musik, nonton

Cita-cita:  Jadi Orang Yang Bermanfaat

Hal yang disuka: Tantangan, menemukan hal yang baru dalam hidup

Hal yang tidak disuka: Menunggu hal yang tidak pasti

Quote favorit: “Work hard and pray hard, something big will happen. Tetap sabar dan tetap tersenyum :)”

Setelah sekilas membaca biografi gadis manis berkerudung ini pasti kamu semua bertanya-tanya, sebenarnya siapa sih Aulia Hanum Arifin ini? nah, daripada tambah penasaran, yuk langsung simak cerita dari dara kelahiran Surabaya yang menetap di Jakarta ini.

“Putranya ganteng ya bu, umur berapa sekarang?”

Apabila sekilas melihat sosok gadis yang akrab disapa Hanum ini, maka kesan awal yang kita dapatkan adalah gadis ini merupakan gadis yang feminin dan lembut. Saat berbincang-bincang dengannya pun, kesan ini juga masih terlihat jelas di segala gerak tubuh dan attitudenya. Tapi, siapa sangka ternyata Hanum kecil memiliki sosok dan penampilan yang sangat berbeda dengan sosoknya saat ini. Usut punya usut, ternyata dirinya dimasa kecil merupakan anak perempuan yang sangat tomboy. Teman-teman sang mama pun kerap kali salah mengenali Hanum kecil sebagai anak laki-laki.

“Saking cowoknya penampilan aku, dulu temen-temen mama sering mengira aku cowok, sampe ada yang tanya: putranya ganteng ya bu, umur berapa sekarang?,” paparnya.

Tetapi ternyata, penampilan bukanlah satu-satunya hal yang membuat Hanum kecil disangka laki-laki oleh banyak orang. Selain ‘tampilan’ luar yang seperti cowok, ternyata Hanum kecil juga memiliki tingkat kenakalan yang lebih tinggi dari anak-anak lain. “Tapi mungkin karena melihat tingkah laku yang ngga kayak anak cewek kali ya, makanya mereka sampai mengira aku anak cowok,” tambahnya.

Hanum dan Cita-Cita

Saat ditanya mengenai cita-cita, gadis yang satu ini menjawab dengan sangat humble. Cita-citanya sangatlah sederhana: Ingin menjadi orang yang berguna bagi banyak orang, that’s it!. Dirinya juga mengaku bahwa sekian lama mengalami kegagalan membuat dirinya sangat down dan sempat minder.

“Keluarga aku semuanya termasuk kedalam kategori orang yang cukup cerdas, mulai bapak, mama, kakak-kakak, semuanya selalu bisa dapat apa yang mereka inginkan. Sering banget merasa minder karena cuma aku yang sering gagal. Dari kegagalan-kegagalan yang lalu ini aku akhirnya ngga mau muluk-muluk sih nentuin targetan, pinginnya bisa berguna buat banyak orang itu udah cukup,” urainya.

Tetapi ternyata, siapa yang sangka dibalik semua kegagalannya di masa lalu, dirinya tumbuh menjadi gadis yang kuat dan tidak mudah putus asa. Hal ini terbukti dari terpilihnya dia menjadi wakil dari sebuah organisasi pemuda untuk menjalankan misi kemanusiaan di Filipina, mengagumkan bukan?.

Cerita di Filipina

“Filipina ngajarin aku berbagai macam pelajaran yang sebelumnya belum pernah aku dapetin, apalagi ini pengalaman pertama aku keluar negeri,” akunya. Ternyata, cerita saat di Filipina jauh dari kesan manis nan indah. Awalnya orangtua dari gadis ini tidak menyetujui keberangkatannya ke luar negeri karena tujuan awal keberangkatan anak mereka bukanlah untuk belajar, tetapi menjalankan misi kemanusiaan. Tetapi karena kehendak Tuhan telah berkata, maka jadilah dirinya berangkat ke negeri tersebut.

Saat di Filipina, dirinya dipertemukan dengan teman-teman dari negara lain yang juga mengemban misi yang sama dengannya, mereka diharuskan untuk bekerja sama dan bahu-membahu antara satu dan yang lainnya. Saat tiba masa-masa sulit, dirinya mengakui bahwa orang-orang dari negara lain ternyata (maaf) mempunyai watak yang sangat berbeda dan terkadang cenderung kasar dari bangsa Indonesia. Untuk hal yang satu ini, dirinya sangat bersyukur telah dilahirkan di Bumi Pertiwi, dikelilingi oleh orang-orang yang ramah dan baik hati. Dirinya juga berkata bahwa justru di negeri orang, nasionalisme itu tumbuh dan mengakar kuat.

“Entah kenapa, saat disana aku bener-bener merasa kalau aku bangga jadi orang Indonesia. Ternyata banyak banget barang-barang komoditi kayak coklat, kopi, dan teh yang mereka datengin dari Indonesia. Selain itu, aku lebih memilih jalan-jalan ketempat bersejarah di Filipina dibandingkan jalan-jalan ke pantai atau gunung di Filipina, karena aku yakin keindahan alam Indonesia masih jauh diatas mereka (Filipina),” ujarnya.

Well, pepatah yang mengatakan bahwa ‘nasionalisme itu baru akan terlihat kuat saat kita mengunjungi negara orang lain’ ternyata benar adanya.

Finalis Putri Hijab Indonesia 2012

Ada yang lucu saat Hanum ditanya mengenai keikutsertaannya dalam lomba ini. Dia mengaku bahwa awalnya dia tidak memiliki niatan untuk ikut lomba ini, tetapi karena didesak untuk menepati janji kepada salah satu temannya, akhirnya dirinya pun berangkat dan memberanikan diri untuk mendaftar.

Tidak seperti sebelumnya, ternyata sang mama merespon dengan baik saat dimintai restu mengenai keikutsertaannya dalam lomba ini. Hanum bercerita bahwa mamanya sangat senang dan bangga sekali akhirnya anak yang dulu dikira banyak orang sebagai lelaki kini tumbuh dengan sangat feminin.

“Aku ikut lomba ini juga buat mama. Sama seperti pas kepilih ke Filipina itu, lomba ini sebenernya buat kado ulang tahun mama. Untungnya, mama seneng pas tau aku mau ikutan lomba ini, ngga kayak pas mau ke Filipina dulu,” ujarnya.

Sebenarnya, sejak SMA sudah banyak agensi-agensi yang menawari dirinya untuk menjadi model, akan tetapi karena sang Bapak tidak merestui, maka dia tidak mengambil kesempatan tersebut.

“Bapak itu ngga suka aku ikut begitu-begituan, makanya pas mau ikut lomba ini aku minta tolong ke Mama buat ngga beritau Bapak,” kilahnya.

Dorongan dan bantuan pun juga datang dari teman-temannya. Kondisi yang minim pengetahuan akan dunia permodelan membuatnya harus belajar ekstra, dan disinilah teman-temannya mengulurkan tangan untuknya. Mulai dari urusan dandan, belanja, sampai ke personal trainee pun teman-temannya setia mendampingi. Saat gilirannya tampil juga dukungan dari sang teman tidak ada surut-surutnya, and that’s what friends are for bukan?, “big thanks and love you so much, guys!,” kata Hanum saat bercerita tentang teman-temannya.

Sayangnya, untuk kompetisi satu ini dirinya tidak memiliki target terlalu tinggi. Sadar akan kemampuan dirinya sendiri membuat Hanum berpikir bahwa lolos menjadi finalis saja sudah sangat luar biasa, apalagi jika mengingat saingan-saingannya merupakan model asli jebolan sanggar-sanggar ternama. “Ternyata emang bener yah, apa yang kita pikirin, itulah yang bakal kejadian nanti. Aku Cuma berpikir lolos jadi finalis itu udah bagus banget, ternyata beneran keturutan cuma jadi finalis doang,” tukasnya sambil tertawa renyah.

Journey to Philippines

Putri Hijab Indonesia 2012


Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment