Wednesday 24th May 2017,

SukaKamu

Ξ Leave a comment

Ayu Syarifah, Duta Tari Kebanggaan Indonesia

posted by Tyas Istiqomah
Ayu Syarifah, Duta Tari Kebanggaan Indonesia

Nama Lengkap: Ayu Syarifah Indrawati

Tempat Tanggal Lahir: Banyuwangi, 9 September 1988

Nama Ortu: Sugeng Mualif (ayah), Atik Sugiarti (ibu)

Nama Saudara: Nino Taufan Adi (kakak)

Hewan Peliharaan: Kucing

Quote favorit:

“Face Your Own Fear!”

Hai Divas! Sosok MahaDiva yang kini menjadi sorotan adalah seorang penari andalan Indonesia. Saat pertama kali bertemu dengan Ayu, ParaDiva sama sekali tidak menyangka jika sosoknya yang cantik dan kalem itu adalah seorang penari profesional. Lalu bagaimana geliat Ayu di dunia tari?

  • Ayu dan Masa Kecilnya

Bisa dibilang kehidupan Ayu semasa kecil sama dengan anak kecil kebanyakan. Ia pun senang bermain dan juga disibukkan dengan kewajibannya sebagai pelajar, apalagi jika bukan belajar. Namun saat itu Ayu memiliki pemikiran lain. Ayu yang tengah duduk di bangku kelas 4 SD memutuskan untuk mengikuti kegiatan tari di sekolahnya.

Tarian yang ia pelajari saat itu adalah jenis tarian tradisional dan Ayu mulai jatuh cinta. Ternyata tidak hanya tari tradisional, Ayu juga pernah ikut les tari balet untuk menambah keahlian menari. “Kalau tariannya apa, saya lupa,” ungkapnya sambil tertawa saat ditanya tari apa yang pertama kali ia kuasai kala itu. Gadis asli Surabaya itu sudah terlalu cinta dengan dunia tari. Sayang, menginjak kelas 6 Ayu tidak lagi melanjutkan hobinya.

  •  “Memang tari adalah duniaku”

Berhenti menari di usia yang masih sangat muda tidak lantas membuat Ayu lupa dengan kecintaannya. Menginjak remaja Ayu juga menjalani kehidupan remaja pada umumnya yang pergi ke sekolah, bermain bersama teman-teman, jalan-jalan, les, dan tetap belajar. Ayu merasa ada yang kurang saat itu dimana ia sudah tidak lagi menari.

“Sempat menyesal juga dulu gak melanjutkan,” ungkap Ayu.

Setelah benar-benar melupakan dunia tari, Ayu akhirnya kembali lagi setelah sang kakak mengajaknya. “Waktu itu saya kuliah semester 2, dan kakak sama istrinya yang ngajak saya kembali ke dunia tari,” cerita Ayu. Kakaknya yang seorang Cak Favorit dalam Ajang Cak dan Ning Surabaya 2005 itulah yang pertama kali membuka mata Ayu untuk kembali ke tari.

“Kebetulan kakak saya punya istri yang seorang Ning Surabaya 2005. Mereka sama-sama bisa menari dan saya diajak untuk ikut lagi dan bergabung sama salah satu sanggar tari Surabaya.”

Ayu menceritakan awal dirinya bergabung dengan sanggar tari tersebut. Dia mengaku canggung dan agak sedikit kaku mulanya, karena memang sudah terlalu lama Ayu tidak menari. Namun saat itu pelatih tarinya dengan cepat dapat melihat jika Ayu pernah menari.

“Iya, dulu pertama kali bergabung di sanggar pelatihku langsung tahu kalau saya pernah menari meskipun waktu itu gerakan saya masih kacau, hehehehe,” kenang Ayu. Saat itu Ayu bergabung di sanggar tari Viatikara, salah satu sanggar tari di Surabaya. Dari sana Ayu kembali menikmati dunia nya yang sempat hilang dan dia sukses menguasai banyak jenis tarian tradisional.

“Memang tari adalah duniaku,” ungkap pecinta kucing Anggora ini.

  •  Tari Telah Membawa Ayu Keliling Eropa

Ada satu sosok yang dikagumi Ayu saat dirinya menari. Dia adalah sang pelatih, Pakde Winaye. “Beliau orang Bali dan beliau sangat pandai menari berbagai jenis tarian tradisional Indonesia. Sosoknya sangat menginspirasi dan mengagumkan buat saya. Di usia beliau yang sudah tidak lagi muda, beliau masih luwes dalam menari. Selain itu beliau adalah dokter gigi lho! Beliau sangat pandai mengatur waktunya. Dulu sampai pernah saya dan teman-teman latihan menari di tempat beliau mengajar sebagai seorang dosen di Universitas Airlangga Surabaya.”

Dari Pakde Winaye pula Ayu menguasai berbagai jenis tarian. Beberapa tarian yang dikuasai adalah tari Jejer dari Banyuwangi, tari Lenggang dari Surabaya, tari Kasomber dari Madura, tari Rebana dari Aceh, tari Angin Timur dari Aceh, tari Golek, tari Giring-Giring dari Papua, tari Serimpi, tari Lilin, dan tari Kembang Girang dari Bali. Tidak berhenti di situ, Ayu juga sedang mempelajari tari Remo, tari Saman, dan tari Pecut.

Usaha keras Ayu tidak sia-sia. Sejak ia kembali ke dunia tari, berbagai tawaran mulai berdatangan. Ayu sering diundang tampil di Madura dan beberapa acara wedding. Ayu pun sangat menikmati kerja kerasnya ini. Berkat tari pula Ayu sukses keliling Eropa. Saat itu Ayu menjadi perwakilan dari Indonesia untuk tampil dalam acara lintas budaya di beberapa negara Eropa.

Beberapa negara yang pernah disinggahi Ayu adalah Belgia, Jerman, Prancis, dan Belanda. Ayu benar-benar mendapat banyak pengalaman berharga di sana. Memang sebuah kesuksesan itu bisa dicapai dengan diawali kerja keras. Berikut ini adalah foto saat Ayu berada di Belgia.

  • Ayu dan Cak&Ning Surabaya

Sebagai seseorang yang berbakat, Ayu juga mengikuti jejak kakaknya di dunia Cak dan Ning Surabaya. Tahun 2007 Ayu memberanikan diri untuk mendaftar dan saat itu dirinya menduduki posisi semifinalis. Selepas dari ajang Cak dan Ning, Ayu melanjutkan aktivitas sehari-harinya yang biasa ia lakukan.


Tahun 2012 sang kakak kembali “memaksanya” untuk ikut ajang Cak dan Ning Surabaya. Ayu mengaku awalnya dia tidak berminat kembali ke ajang ini, namun dorongan dan dukungan sang kakak yang akhirnya membuatnya “kembali”. Tahun ini Ayu berhasil meraih prestasi lebih tinggi dibandingkan keikutsertaannya pertama kali. Ayu sukses menyabet predikat finalis Ning Surabaya 2012.

Sebagai seorang finalis, Ayu kerap diminta menjadi perwakilan Cak dan Ning Surabaya untuk menari. Untungnya Ayu tidak sendirian. Ada seorang finalis lain yang menjadi “partner setia” nya untuk menari. Tapi Ayu tetap merasa ada yang kurang. “Pengennya semua finalis Cak-Ning bisa nari, jadi lebih rame dan saya gak cuma berdua aja kemana-mana,” ungkapnya sambil terkekeh.

Pemilik empat kucing anggora ini juga sudah punya agenda terdekat sebagai perwakilan Cak dan Ning Surabaya. “Pokoknya lihat aja tanggal 11 nanti di JTV,” beber Ayu yang masih merahasiakan acara apa itu.

  • Ayu, Mahasiswa Berbakat

Ayu kini masih disibukkan dengan kegiatannya di Cak dan Ning Surabaya. Kesehariannya, Ayu tercatat sebagai salah satu mahasiswa transfer di Universitas Narotama Surabaya. Awalnya Ayu adalah mahasiswa lulusan D3 Perpajakan Universitas Airlangga dan dia dinyatakan lulus tahun 2009 lalu. Dua tahun bekerja dan mencari pengalaman baru, tahun lalu Ayu memutuskan meneruskan studi di Akuntansi Universitas Narotama. Saat ini Ayu juga tercatat sebagai siswi di TBI (The British Institute) dan IFI untuk memperdalam ilmu bahasa Perancisnya.

Baru saja diterima sebagai mahasiswa, Ayu sudah mendulang prestasi. Saat itu Ayu ditawari untuk ikut ajang pemilihan Miss Narotama tahun 2011. Ayu berhasil menyabet predikat Runner Up 1 dalam ajang tersebut. Lulusan SMAN 1 Surabaya ini awalnya tidak pernah berminat mengikuti ajang tersebut. “Waktu ditawari akhirnya saya oke aja, dan gak tahunya menang,” ungkap Ayu sambil tersenyum.

Tidak hanya menari, Ayu juga ternyata seorang anggota paskibraka yang handal. Hal ini dibuktikan dengan segudang prestasi yang pernah diraihnya semasa SMA. Diantaranya, Juara Pleton Terdisiplin SIAP SMAN 2 Surabaya 2004, Juara 1 PBB SIAP SMAN 2 Surabaya 2004, dan Juara Umum SIAP SMAN 2 Surabaya 2004.

Ayu ternyata juga menyimpan berbagai bakat lain lho Divas. Dia sangat terampil bermain alat musik tradisional angklung dan kulintang. “Gak tahu ya, tapi asik aja dan tertarik sama dua alat musik itu.”

Pecinta dunia modelling ini tidak berhenti mengundang decak kagum. Di balik parasnya yang kalem, Ayu pandai membuat mahendi. Mahendi adalah salah satu kesenian melukis tangan dengan tinta. Biasanya ini dilakukan bagi calon pengantin wanita yang memiliki adat dan kepercayaan mahendi. “Sering sih dimintai tolong sama calon pengantin wanita. Lumayan juga bisa nambah uang saku, hehehehe,” cerita lulusan SMPN 29 Surabaya ini.

Awalnya Ayu mengaku belajar secara otodidak kesenian mahendi. Namun malah ketagihan dan sedikit banyak kini menjadi profesi barunya. Ayu kerap dipanggil khusus untuk membuat mahendi. Kesibukan lain Ayu selain membuat mahendi adalah saat ini dirinya aktif dalam wedding organizer Celtic.

Nah Divas, sepertinya MahaDiva kita satu ini memang bukan wanita biasa bukan? Ayu juga memiliki pesan khusus untuk semua pemuda Indonesia.

“Saya ingin suatu saat semua pemuda Indonesia bisa sadar dengan budaya bangsa dan bersama-sama bisa melestarikannya,” pungkasnya.

Galeri Foto Ayu Syarifah
 

Foto-Foto Ayu Saat Pentas

Tari Jejer Banyuwangi

Tari Lenggang Surabaya

Tari Rebana Aceh

Saat Tampil di Jerman

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment