Thursday 08th December 2016,

SukaKamu

Ξ Leave a comment

Dr. Laksmi Suci Handini, SpA, Dokter Anak dan Pengasuh Rubrik Tanya Diva

posted by Cindhy Larashati
Dr. Laksmi Suci Handini, SpA, Dokter Anak dan Pengasuh Rubrik Tanya Diva

Nama Lengkap: Dr. Laksmi Suci Handini, SpA

Tempat Tanggal Lahir: Surabaya, Agustus 1978

Nama Suami: Syarif Marhaban, S.T

Nama Anak: Airlangga Pramudya Wardhana Marhaban

Pendidikan: Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (1996-2002), PPDS IKA Universitas Airlangga (2005)

Hobi: Traveling

Quote favorit:

“Jangan menyerah meski semua terlihat begitu sulit, ada kemudahan setelah kesulitan. Meski diri terasa lemah dan tidak berdaya, ada sabar yang menguatkan kita. Meski tujuan terlihat begitu sulit dicapai, tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah”

Halo Divas! Kali ini ParaDiva akan menghadirkan sosok dokter anak sebagai Mahadiva yang kelima. Nama lengkapnya adalah Dr. Laksmi Suci Handini, SpA. Ibu satu orang anak ini biasa dipanggil dengan Laksmi atau Dr. Laksmi. Bagaimana sosok dan aktivitasnya?

  • “Saya ingin tahu bagaimana merawat anak yang benar”

Saat ParaDiva menemui dokter satu ini, keramahannya sangat terlihat jelas dari cara ia menyapa. Dr. Laksmi adalah salah satu dokter anak di Rumah Sakit (RS) Husada Utama. Ia mengawali karirnya di rumah sakit tersebut sejak bulan Maret tahun 2012.

Sebelum masuk ke RS. Husada Utama, Dr. Laksmi terlebih dulu menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga dari tahun 1996 hingga 2005. Anak pertama dari empat bersaudara ini tertarik di dunia kedokteran karena motivasi yang disampaikan oleh ibunya. “Kata ibu saya, kalau ingin merawat keluarga dengan baik, salah satunya dengan menjadi dokter,” ujar Dr. Laksmi sembari mengenang. Ungkapan yang disampaikan ibunya tersebut membuat Dr. Laksmi akhirnya memutuskan untuk kuliah di Fakultas Kedokteran.

Ketertarikannya kepada dunia kedokteran anak sudah ada sejak ia masih kuliah di FK Universitas Airlangga. Menurutnya, pengetahuannya tentang anak masih sangat sedikit. Itulah salah satu alasan Dr. Laksmi memilih fokus di dunia kedokteran anak. Alasan lainnya adalah Dr. Laksmi ingin bisa merawat anak dengan benar. “Dengan menjadi dokter anak, saya bisa tahu bagaimana merawat anak saya. Karena sebagai perempuan, pastinya saya ingin menjadi ibu yang baik bagi anak saya,” ungkap Dr. Laksmi sambil tersenyum. Alasan-alasan itulah yang mendorongnya untuk mengambil spesialis anak dan melanjutkan pendidikannya di PPDS IKA Universitas Airlangga tahun 2005.

  • Aktivitas Dr. Laksmi sebagai Dokter Anak

Saat bertemu dengan Dr. Laksmi, ParaDiva berkesempatan untuk mengikuti aktivitasnya selama berada di RS. Husada Utama. Dr. Laksmi memulai aktivitasnya sebagai dokter anak sejak pukul delapan pagi hingga empat sore. Hal yang pertama ia lakukan adalah mengunjungi dan berinteraksi dengan pasiennya yang opname di RS. Husada Utama. Hal itu dilakukan supaya Dr. Laksmi selalu tahu bagaimana perkembangan pasien-pasiennya.

Setelah mengunjungi pasien, Dr. Laksmi melanjutkan aktivitasnya di Poli Anak. Di Poli Anak, aktivitas Dr. Laksmi bisa berbagai macam, misalnya memeriksa anak yang sakit, melakukan imunisasi, hingga konsultasi dengan para orang tua. Dr. Laksmi selalu berusaha menjalin dan menjaga kedekatannya dengan pasien dan orang tua pasiennya. Sehingga tak salah kalau pasiennya dapat leluasa berkonsultasi dan merasa nyaman ketika bersama Dr. Laksmi.

Selain menangani pasien dan mengurus Poli Anak di RS. Husada Utama, Dr. Laksmi juga bertugas sebagai konselor Laktasi. Sebagai konselor Laktasi, Dr. Laksmi dipercaya untuk menerima pemeriksaan bayi yang baru lahir, mendampingi ibu yang baru melahirkan, membantu proses inisiasi dini ketika ada pasien yang melahirkan, hingga memotivasi ibu untuk memberikan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayinya. “ASI itu sangat baik. Jadi saya sekeras mungkin memotivasi ibu-ibu untuk memberikan ASI Eksklusif bagi anak mereka. Selain murah, ASI sangat baik bagi perkembangan anak. Kalau ASI, pasti sehat!” terang Dr. Laksmi dengan jelas.

Selama bekerja sebagai dokter anak, ada suka dan duka yang dialami oleh Dr. Laksmi. Suka yang dialami saat bekerja di RS. Husada Utama adalah pekerjaannya saat ini sesuai dengan minatnya, sehingga menjalani pekerjaan pun dengan rasa senang. Selain itu, di RS. Husada Utama, Dr. Laksmu dapat mengembangkan ilmunya, khususnya di bagian kedokteran anak. Ia juga senang karena profesinya dapat membantu kesehatan anak-anak Indonesia.

Menurut Dr. Laksmi, tidak ada duka saat ia bekerja di RS. Husada Utama. Duka justru ia rasakan saat ia menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran. Saat kuliah,  Dr. Laksmi ditempa baik secara mental dan fisik. Selain itu, cara beretika, etos kerja, kedisplinan, dan bagaimana menghargai nyawa manusia pun juga tak luput dia terima saat kuliah. Di situlah Dr. Laksmi ditempa menjadi dokter yang baik.

Selama menjadi dokter, Dr. Laksmi memiliki banyak pelajaran yang telah ia petik. Pelajaran pertama adalah bagi orang tua, anak adalah segalanya. Sehingga ia berusaha untuk selalu berhasil menyelamatkan satu nyawa. “Berhasil menyelamatkan nyawa seseorang itu hal yang luar biasa. Oleh karena itu, we must do everything!” tutur Dr. Laksmi. Pelajaran kedua adalah menjadi dokter itu harus belajar terus menerus karena merupakan pendidikan klinis. Dr. Laksmi selalu belajar dan menggali ilmunya sambil bekerja. “Setiap tidak berhasil menolong pasien, hal tersebut menjadi pemicu untuk belajar lebih baik lagi,” ujar Dr. Laksmi. Pelajaran terakhir yang ia petik adalah menjadi seorang dokter tidak boleh mengedepankan emosi. Nantinya penanganan pasien pun akan terganggu kalau melibatkan emosi. “Jangan kedepankan emosi, tapi kedepankan humanity,” ujar Dr. Laksmi dengan tegas.

Saat Orang Tua Pasien Berkonsultasi dengan Dr. Laksmi

Dr. Laksmi sedang Memberi Pengarahan Imunisasi kepada Orang Tua Pasien

Dr. Laksmi sedang Melakukan Imunisasi kepada Pasiennya

  • “Apapun pekerjaan saya, anak tetap terurus”

Salah satu prinsip yang dipegang DR. Laksmi adalah apapun pekerjaan yang ia lakoni, anaknya harus tetap terurus. Dari prinsip tersebut terlihat jelas bahwa keluarga adalah segalanya bagi Dr. Laksmi. Setiap pulang kerja, ibu dari satu orang anak ini langsung menyempatkan waktu untuk menyusui anaknya yang berumur 18 bulan. Dr. Laksmi ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya, salah satunya dengan memberikan ASI Eksklusif. “ Saya akan memberikan ASI sampai anak saya bosan sendiri,” ujarnya dengan tawa.

Selain itu, keluarga adalah orang-orang di belakangnya yang selalu memberikan dukungan. Orang tua selalu memberikan dukungan dan motivasi bagi Dr. Laksmi. Suami yang dinikahinya tahun 2006 pun juga memberikan dukungan yang besar. Karena dukungan keluargalah, Dr. Laksmi dapat menjalani kehidupannya, khususnya sebagai dokter anak.

Sosok yang selalu ia idolakan dalam hidup adalah ibunya. Karena menurut Dr. Laksmi, ibunya adalah sosok yang hebat. Ibunya merupakan seorang ilmuwan, pendidik, dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Ibunya selalu menginspirasi Dr. Laksmi.

  • Mimpi-mimpinya

Banyak harapan dan mimpi yang ingin Dr. Laksmi capai. Harapan dan mimpinya secara pribadi adalah ingin terus mengembangkan ilmu, karena menjadi dokter itu harus belajar seumur hidup. Harapan dan mimpi dalam hal pekerjaan adalah ingin membantu lebih banyak orang tua dalam mendidik anak. Karena menurut Dr. Laksmi, seorang dokter anak adalah partner bagi orang tua. Harapan dan mimpinya tentang keluarga adalah menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya, istri yang baik bagi suaminya, anak yang baik bagi orang tuanya, dan kakak yang baik bagi adik-adiknya.

Saat ini Dr. Laksmi merupakan pengasuh rubrik Tanya Diva untuk masalah Bunda dan Anak. Divas yang ingin bertanya apapun tentang permasalahan bunda dan anak, Dr. Laksmi adalah orang yang tepat untuk menjawab setiap pertanyaan kalian.

Galeri Foto Dr. Laksmi Suci Handini

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment