Wednesday 24th May 2017,

SukaKamu

Ξ 1 comment

Erina Koto, Ning Surabaya 2012 yang Penuh Prestasi

posted by Tyas Istiqomah
Erina Koto, Ning Surabaya 2012 yang Penuh Prestasi

Nama Lengkap: Rina Oktavia

TTL: Samarinda, 27 September 1990

Nama Ortu: Zulkifli Koto (ayah), Mardiah (ibu)

Nama Saudara: Deny Wahyudi (kakak), Yuli Anita (kakak), Nanda Nugraha (adik)

Hal yang disuka: 

Bersantai seharian di rumah dengan menonton kartun dan membaca buku

Hal yang tidak disuka:

Diburu waktu

Quote favorit:

“Never Stop Learning, Loving, and Praying”

Edisi perdana MahaDiva kali ini akan menampilkan seorang perempuan muda, cantik, berbakat, dan memiliki banyak prestasi. Di usia yang masih tergolong muda, Erina Koto sudah berhasil menjadi pemenang Ning Surabaya. Seperti apa sosoknya? Dan bagaimana kesehariannya setelah menjabat sebagai Ning Surabaya?

  • Erina Koto dan Rina Oktavia

Pertama kali ParaDiva bertemu dengan Erina, senyum tipis terus mengembang di wajahnya. Berbusana blazer dan celana hitam, serta ditambah sepatu high heels coklat dan rambut yang dibiarkan terurai membuat sosok Erina tampak begitu bersahabat.

Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya Erina menceritakan setiap detil kegiatannya kini, mimpi-mimpi serta bagaimana serunya kehidupan Erina sebelum dan sesudah menjadi Ning Surabaya. Erina pertama kali memperkenalkan dirinya sebagai Rina Oktavia. Namun ia lebih senang dipanggil Erina Koto, mengapa?

“Erina Koto itu nama siaranku. Rina ditambah huruf E dan Koto diambil dari nama ayah. Erina saat ini tercatat bekerja sebagai salah satu penyiar radio swasta di Surabaya dan hal itu membuatnya harus memiliki nama siaran, sama seperti penyiar radio lain.

  • Erina, Gadis Remaja Penuh Prestasi
Perjalanan karir Erina sebenarnya sudah dimulai sejak SMP. Tercatat sebagai salah satu siswa di SMPN 35 Surabaya, Erina pernah menjuarai lomba MC antar kelas. Saat itu memang levelnya masih satu sekolah, namun dari sana Erina sadar akan bakatnya menjadi seorang MC dan berhadapan dengan banyak orang.

Menginjak SMA, Erina terus mengembangkan bakatnya tersebut. Ia memberanikan diri mengikuti ajang model Red-A Deteksi Model Competition yang diselenggarakan Jawa Pos tahun 2007. Erina yang sudah memiliki rasa percaya diri, berhasil menjadi finalis untuk mewakili sekolahnya, SMAN 14 Surabaya. Model dan MC sudah menjadi dunia baru bagi Erina. Prestasi selanjutnya ia raih saat ia berhasil menjadi finalis Fun Fearless Female – Majalah Cosmopolitan tahun 2011 lalu. Selain sebagai finalis, Erina juga meraih The Most Attractive Smooth Legs dalam ajang yang sama.


Setelah semua prestasi di dunia modelling dan MC, Erina ternyata tidak berniat untuk berkarir di bidang tersebut. “Saya ingin jadi wanita karir dengan profesi PR atau Humas,” ungkap Erina yang kini juga disibukkan sebagai seorang MC di beberapa acara di Surabaya.

  • Perjalanan Erina Menjadi Ning Surabaya

Gadis yang kini berusia 21 tahun itu mengungkapkan jika dari dulu dia memang memiliki keinginan untuk bisa ikut dalam ajang Cak&Ning Surabaya. Namun karena sama sekali tidak mengetahui sistem dan bagaimana harus mendaftar, Erina memutuskan untuk memendam keinginan itu. Baru pada tahun 2011 ia mendapat informasi bagaimana harus mendaftar serta syarat apa saja yang harus dipersiapkannya.

Saat itu Erina tetap belum berani mendaftarkan diri, mengingat ia tidak lahir di Surabaya walaupun sejak usia tiga bulan Erina dan keluarga sudah menjadi penduduk tetap Surabaya. Selain tempat kelahiran, Erina juga merasa jika bahasa jawa nya tidak lancar. Namun teman-temannya yang sudah lebih dulu mengikuti ajang Cak&Ning meyakinkan jika bahasa dan tempat kelahiran bukanlah kendala.

Tahun 2012 Erina benar-benar yakin dengan kemampuannya, dan mulailah ia mendaftar. Perjalanannya selama mengikuti audisi sampai karantina tidak selalu mulus. Selalu ada suka duka yang ia alami. “Kita kan kalau audisi bisa sampai malam dan setiap hari dan dari sana saya dapat banyak teman baru yang berjuang bersama. Tapi saat nama mereka satu-persatu gugur, hal ini sempat membuat saya sedih sekali,” ungkap Erina.

Lamanya proses audisi yang sangat menyita tenaga juga jadi salah satu kendala. Berbekal keyakinan dan tekad yang bulat, Erina pantang menyerah dan meyakinkan diri untuk tetap sehat. Kini jerih payah Erina terbayar sudah dengan terpilihnya ia menjadi jawara Ning Surabaya 2012.

Kini setelah menjadi Ning, Erina masih harus dihadapkan pada jadwal yang ketat. Untuk bisa make-up pun kadang Erina harus diburu waktu. Salah satu yang membuatnya terkesan adalah saat ia diharuskan bergaya rambut “cepol”. Ini adalah gaya rambut yang digulung tanpa sanggul dan dijapit agar tidak lepas.

“Saya awalnya gak bisa dandan cepol, kadang suka dimarahin sih karena hasilnya berantakan. Tapi akhirnya saya belajar dan tanya terus sama teman-teman jadi sekarang sudah bisa,” ungkapnya sembari tertawa sambil memeragakan gaya rambut yang sempat membuatnya dimarahin itu.

Sebagai seorang Ning Surabaya dan tentunya sebagai Arek Suroboyo, Erina mengaku sangat bangga bisa berada dan tinggal di Surabaya.

“Orang Surabaya ramah, tenggang rasanya tinggi dan tidak sungkan untuk saling menolong. Selain itu sebagai kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya adalah kota yang teratur dan tidak semrawut, jadi sangat nyaman bisa tinggal di sini.”

Ada satu hal lagi yang membuatnya bangga menjadi Arek Suroboyo. “Saya suka sekali dengan medok khas orang Surabaya. Tanpa bertanya pun orang pasti bisa tahu darimana asal teman bicaranya,” ungkapnya sambil tersenyum.

  • Mimpi-Mimpi Erina
Erina sudah menetap di Surabaya sejak usianya 3 bulan. Sebagai warga Surabaya, ia hafal betul bagaimana keadaan kota tercintanya ini. Erina mengaku sedih dengan masih banyaknya gepeng (gelandangan dan pengemis) di Surabaya dan suatu saat ia ingin melihat Surabaya bersih dari gepeng. Satu hal lagi harapan Erina tentang Surabaya. Ia ingin pembangunan mal di Surabaya tidak lagi dilakukan. Erina menilai mal Surabaya terlalu banyak, ada baiknya jika hanya ada beberapa mal saja namun bisa dijadikan pusat segala kebutuhan masyarakat.

Mimpi Erina lainnya adalah perihal prestasinya sebagai Ning Surabaya. Ke depan, gadis yang kini juga disibukkan dengan skripsi sebagai syarat akhir untuk dapat lulus dari Program Studi Hubungan Internasional Universitas Airlangga Surabaya itu berharap bisa mengikuti ajang yang lebih tinggi, Putri Indonesia. “Doakan ya,” pungkasnya.

Sukses selalu untuk Erina!

Galeri Foto Rina Oktavia

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment