Wednesday 24th May 2017,

SukaKamu

Ξ Leave a comment

Isabella Angelita, Model yang Jatuh Cinta dengan Dunia Bonek

posted by Tyas Istiqomah
Isabella Angelita, Model yang Jatuh Cinta dengan Dunia Bonek

Nama: Isabella Angelita Jaya

TTL: Surabaya, 15 Februari 1993

Nama Ortu: Suryanto(ayah), Endang Siti (ibu)

Pendidikan: SMP Petra 1 Surabaya, SMA Petra 1 Surabaya, Studienkolleg an der Fachhochschule Kiel (Wirtschaft / Economy)

Hobby: Fotografi, Internet Surfing, baca sejarah, kumpul-kumpul sama teman komunitas

Cita-cita: Membanggakan orang tua, menjadikan Surabaya kota yang nyaman dan asyik untuk ditinggali, dan menjadi Bunda yang top buat anakku nanti seperti mamaku

Hal yang disuka: Hidup! Petualangan

Hal yang tidak disuka: Orang yang sok tahu dan ikut-ikutan, tanpa mau mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Quote favorit: “Menikmati hari ini, mencintai kemarin, dan belajar untuk senyuman masa depan”

Wanita cantik, inspiratif, cerdas, dan berbakat memang gak ada habisnya untuk dibahas. Kali ini ParaDiva berkesempatan untuk sedikit berbagi cerita dari remaja cantik, Isabella Angelita Jaya. Karena saat ini sedang menetap di Jerman, tentu saja ParaDiva tidak bisa langsung face to face saat mewawancarai Bella, panggilan akrabnya. Namun hal ini tidak mengganggu sama sekali. Bella sangat supel dan semua jawaban yang ia berikan terbilang spontan dan apa adanya. Siapa sih dia?

  • Bonek!

Ini nih hal pertama yang terungkap darinya. Bella sangat bangga dengan kegiatannya menjadi seorang Bonek saat masih di Indonesia. Bagi Divas yang belum tahu apa itu Bonek, tenang saja. Bonek adalah sebutan untuk suporter sepakbola masyarakat Surabaya. Divas pernah mendengar tim sepakbola Persebaya? Nah para suporternya menamai diri mereka sebagai Bonek!

“Jadi bonek, ya karena saya suka Persebaya. Suka kumpul sama temen-temen bonek. Suka jadi arek Suroboyo yang sebenernya. Bonek suporter Persebaya.”

Itulah jawaban yang meluncur dari Bella ketika ditanya kenapa memutuskan bergabung sebagai Bonek. Lalu bagaimana awal ceritanya Bella, yang notabene sangat anggun dan cantik ini memutuskan bergabung dengan banyak pria (mayoritas penggemar sepakbola jelas pria) ?

Bella bercerita jika semua itu berawal dari ajakan om-om nya saat masih kecil. Bella kecil sering sekali diajak melihat pertandingan sepakbola yang hanya dari TV. Tidak jarang, Bella kecil diajak begadang sampai pagi hanya demi bola dan termasuk juga menonton pertandingan-pertandingan Persebaya lho. Saat itu Bella kecil masih belum berani nonton bola secara langsung di lapangan. Baru menginjak SMP, Bella memberanikan diri menonton live sepakbola. Pertandingan yang dilihatnya pertama kali saat itu adalah Indonesia vs Vietnam.

Pertandingan itu membuatnya “berkenalan” dengan teman-teman yang sudah dulu bergabung sebagai Bonek. Kini, Bella bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Bonek yang notabene juga sangat bangga dengan kota Surabaya, kota Pahlawan.

Satu hal lagi yang membuat Bella semakin bangga menjadi warga Surabaya. Saat itu usia Bella menginjak 7 tahun dan sang mama mengajak Bella untuk ikut audisi Cak dan Ning Cilik. Masih berusia begitu muda, Bella sukses menyabet juara 1 dan menjadi Ning Cilik Surabaya tahun 2000. Sejak saat itu Bella selalu menanamkan dalam benaknya jika Surabaya adalah bagian dari hidupnya. Bella harus bisa membuat Surabaya bangga dengan dirinya, sama seperti Bella bangga dengan Surabaya.

  • “Bella dirigennya!”

Bella masih ingat jelas teriakan itu. Ceritanya dua dirigen utama Bonek saat itu sedang mogok mengkoordinir teman-temannya untuk bernyanyi. Sebagai seorang fotografer di YSS, saat itu Bella sedang asyik melakukan tugasnya untuk memotret sampai tiba-tiba ada suara nyeletuk seperti itu.

Bella yang sempat kaget akhirnya tidak berkutik saat semua penonton menyoraki namanya dan dimulailah dia menjadi dirigen untuk diikuti semua Bonek di pinggir lapangan.

“Merinding! Semua orang ngikutin semua instruksi saya mulai dari nyanyian sampai tariannya. Itu adalah pertama dan (mungkin) yang terakhir kali menjadi pengalaman tak terlupakan dalam hidup saya.”

Ya, begitulah Bella dengan semua spontanitas dan sikap supelnya terhadap siapapun. Saat ditanya apakah orang tua selalu mendukung setiap kegiatannya sebagai Bonek, Bella menjawab mantap, “Ya!”

  • “Mama yang Awalnya Mengenalkan Modelling”

Supel. Mungkin ini satu kata yang pas untuk menggambarkan sosok Bella. Sejak kecil, Bella selalu aktif mengajak berbagai orang untuk berkenalan. Tidak pernah merasa malu dan minder terhadap siapapun, itulah Bella. Dari sana, sang mama mulai mengajak dan mengenalkan Bella pada modelling.

“Kata mama agar saya lebih berani dan punya banyak teman lagi.” Itulah alasan pertama kenapa Bella bisa terjun di dunia modelling. Ternyata keputusan sang mama tidak salah. Bella benar-benar menunjukkan bakatnya di sana dan akhirnya jatuh cinta dengan dunia modelling. Divas tahu sejak kapan Bella menggeluti modelling? TK!

Namun ternyata kecintaannya tidak bertahan lama dan Bella mengaku sempat mogok. Mungkin karena bosan sejak TK hampir setiap minggu Bella ikut ajang modelling, akhirnya kelas 4 SD Bella benar-benar berhenti. Mengaku malas, Bella pun kembali menjalani aktivitas sebagai seorang siswi di SD Petra 11 Surabaya.

Pecinta fotografi ini akhirnya tetap tidak bisa jauh dari modelling. Menginjak bangku SMP, ada salah satu fotografer dari salah satu media yang mengajaknya menjadi model untuk difoto. Berawal dari sini kegiatan Bella di dunia model terus berlanjut dan berkembang.

“Banyak temen yang suka ngajak saya jadi model untuk difoto. Ada yang karena iseng atau juga tujuan komersil,” ungkap gadis yang bercita-cita bisa berkeliling dunia ini. Kini, Bella yang sedang menuntut ilmu di Jerman akhirnya melepaskan semua kegiatannya di dunia modelling untuk sementara waktu.

  • Multitalenta, Inilah Isabella Angelita

Menjadi Bonek, seorang model, menuntut ilmu sampai Jerman, semuanya jelas sudah menunjukkan sosok Bella yang hebat. Eits, tenang dulu Divas, cerita tentang Bella tidak berhenti di sini. Fotografi, paskibraka, sampai menjadi seorang jurnalis pernah dilakoninya.

Semua kegiatan ini tidak setengah-setengah lho Divas dijalani, terbukti Bella adalah juara 1 Lomba Journalist Competition DetEksi Basketball League 2007 kategori SMP. Pernah pula Bella bersama rekan satu tim termasuk dalam Top Ten Mading DetEksi Convention 2k8 mewakili SMA Petra 1 Surabaya.

Gadis yang lancar berbahasa Prancis dan Jerman ini juga punya segudang pengalaman di bidang fotografi. Bella pernah tercatat sebagai fotografer freelance untuk Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Aktif mengikuti berbagai workshop untuk fotografi ternyata tidak sia-sia. Terbukti, Bella pernah menjadi juara sebagai best fotografer lomba majalah Se-Jawa Timur “Journalism Clinic”  dengan judul majalah “NUDGE!!” yang diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya pada April – Mei 2009.

  • “Orang tua harus bangga sama saya”

Mungkin ini cita-cita wajar dan sudah umum bagi setiap anak yang ingin sukses. Well, ini bukanlah cita-cita pasaran karena dari sinilah Bella kini berani terbang ke Jerman untuk satu hal yang pasti, membanggakan orang tua.

Teringat pesan sang mama yang selalu membuat Bella semangat. “Saya gak boleh jadi orang bodoh. Saya harus terus belajar dan berusaha tak kenal lelah. Orang tua saya giat bekerja tak kenal siang dan malam hingga kini Alhamdulillah saya bisa menjejakkan kaki di Jerman,” ungkap gadis yang menjadikan mama sebagai pahlawan hidupnya ini.

Berangkat sejak Oktober 2011 lalu, Bella hanya seorang diri di Jerman. Setelah melewati masa matrikulasi, sejak Agustus 2012 lalu Bella tercatat sebagai mahasiswa di Studienkolleg an der FH Kiel di jurusan Ekonomi.

Suatu saat, Bella ingin bisa berkeliling Eropa hingga selanjutnya dunia!

Galeri Foto Isabella Angelita

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment