Wednesday 24th May 2017,

SukaKamu

Ξ Leave a comment

Kartika Afrida Fauzia, Aktif Penelitian Mengantar ke Groningen

posted by Aisyah Nawangsari
Kartika Afrida Fauzia, Aktif Penelitian Mengantar ke Groningen

Nama : Kartika Afrida Fauzia

TTL : Bantul, 22 April 1991

Nama Orang Tua : Farida (Ayah), Yati Utami (Ibu)

Nama Saudara : Ikhsan Brilianto (Adik)

Pendidikan : SD Trimulyo, SMP Negeri 2 Yogyakarta, SMA Negeri 1 Yogyakarta

Hal yang Disuka : Travelling

Hal yang Tidak Disuka : Menunggu

Quote Favorite : Bersyukur, Berusaha, Bersabar

Mahadiva yang akan diperkenalkan ParaDiva kali ini adalah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang penuh prestasi akademik. Kartika Afrida Fauzia atau yang akrab dipanggil Tika ini dua kali bertarung di ajang olimpiade biologi nasional saat SMA, meraih gelar mahasiswa berprestasi di FK Unair, dan baru saja pulang dari pertukaran pelajar ke Groningen, Belanda. Bagaimana ceritanya hingga bisa meraih prestasi begitu banyak?

Saat Kecil Suka Menari Tradisional

Biasanya jika mendengar seseorang memiliki prestasi di bidang akademik, maka yang ada di pikiran adalah hidupnya dari kecil selalu dipenuhi dengan buku-buku dan tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan non-akademis. Berbeda dengan Tika yang saat SD hingga SMP menikmati dunia tari tradisional. Saat-saat itu dia rajin mengikuti kompetisi tari tradisional di Jogja, kampung halamannya.

Namun pada saat SMP ia menemukan “cinta baru” yang membawanya ke prestasi-prestasinya saat ini, yaitu biologi! Ia mencoba untuk mempelajari biologi lebih dalam dan mengikuti olimpiade biologi yang selalu diadakan setiap tahun oleh pemerintah. Saat itu ia sempat lolos hingga tahap kota madya. Sejak itulah ia mulai meninggalkan dunia tari dan fokus pada cinta barunya, biologi.

Menginjak bangku SMA, Tika sudah tidak lagi menari, ia fokus di biologi dan kembali menantang olimpiade. Hebatnya, ia lolos hingga tahap nasional walaupun tidak mendapatkan medali. Penasaran karena pulang tanpa medali, tahun berikutnya Tika kembali maju di ajang akademik terbesar di Indonesia tersebut. Kali ini ia kembali lolos hingga tingkat nasional dan pulang membawa medali perak.

“Terlanjur suka sama biologi, akhirnya masuk Fakultas Kedokteran”

Dari cerita di atas, bisa diketahui betapa cintanya Tika pada biologi, bahkan hingga dua kali masuk ke olimpiade nasional. Saking cintanya akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke Fakultas Kedokteran, yang memang banyak mempelajari biologi.

Di Universitas tentu saja nanyak fasilitas bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan di luar negeri, baik memberikan beasiswa untuk jenjang selanjutnya, maupun pertukaran pelajar. Berkat kesukaannya terhadap peneitian, Tika bisa mendapat kesempatan untuk menjadi peserta pertukaran peajar ke Groningen Belanda. Apa sih motivasinya untuk ikut pertukaran pelajar ini?

“Aku pengen keluar negeri, sejak SMP atau SMA. Aku ingin melihat kondisi di luar Indonesia, bagaimana orang-orangnya. Indonesia kok seperti ini? Kalau di luar negeri seperti apa? Kok bisa beda dari Indonesia,” tutur Tika ketika ditanya mengenai motivasinya mengikuti pertukaran pelajar ke Groningen.

Saat masih menjadi mahasiswa baru, ia sempat menulis keinginannya tersebut di sebuah buku ospek mengenai apa yang ingin ia capai. Selain itu ia juga menuliskan keinginannya untuk menjadi mawapres (mahasiswa berprestasi).

Awalnya ia tidak begitu memikirkan keinginan-keinginan yang ia tulis. Ia hanya menulisnya sambil lalu. Namun siapa sangka bahwa ia bisa mewujudkan apa yang ia tulis tersebut?

Setelah resmi menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Tika banyak mengikuti organisasi, penelitian, karya ilmiah, dan program kreatifitas mahasiswa. Saat ia menginjak semester 3, fakultas mengadakan ajang mahasiswa berprestasi. Karena ia sempat mengutarakan keinginan bahwa ia ingin menjadi mawapres, maka Tika mencoba untuk ikut ajang ini. Karena memang ia memiliki banyak prestasi sebelumnya, maka akhirnya ia dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi saat itu.

Banyak melakukan penelitian mengantar Tika ke Groningen

Pengalaman memang guru terbaik dan memberikan kita banyak ilmu. Hal itu juga yang dialami oleh Tika. Berbekal pengalamannya melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah, ia dengan mudah lolos seleksi pertukaran pelajar ke Groningen.

“Karena aku suka dengan penelitian dan menulis karya ilmiah, jadi aku bisa cerita banyak (tentang penelitian ketika mengikuti seleksi wawancara ke Groningen). Passion aku memang di situ,” ujar Tika.

Terbukti bahwa banyak pengalaman bisa membuat seseorang lebih terlihat kredibel dalam suatu bidang.

“Ucapan ‘hati-hati’ pun adalah dukungan yang sangat berarti”

Dukungan dari orang tua dan teman-teman tentu membuat Tika lebih bersemangat mengejar prestasi. Terutama teman-teman yang mau meminjamkan catatan selama Tika tidak masuk kuliah. Ada juga teman-teman yang mengucapkan “hati-hai yaa” atau “semangat yaa” untuk mengantar Tika. “Walaupun hanya seperti itu, tapi itu adalah dukungan yang sangat berarti,” tutur Tika.

Tika juga bisa meraih prestasi sampai sejauh ini karena bantuan dosen-dosennya. Satu dosen yang sangat berjasa yang membuat Tika bisa terbang ke Groningen adalah Prof. Nancy Margaritta Rehatta. Beliau yang pertama kali membuka program pertukaran pelajar dan membantu Tika.

Galeri Foto Kartika Afrida Fauzia Ketika di Belanda

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment