[alert style='1']
Nama: Dr. Prihartini Widiyanti, drg., S.Si., M.Kes., CCD
TTL: Surabaya, 22 Februari 1975
Nama Ortu: H. Sarwono Basuki (ayah), Hj. Suriningsih (ibu)
Nama Suami: dr. H. Herry Wibowo, M.Kes
Nama Anak: Tarissa Diandra Putri Wibowo, Revanda Adista Cyrilla Wibowo
Pendidikan: TK dan SD Bhayangkari I, SMPN 1 Surabaya (1987), SMAN 9 Surabaya (1990), FKG Unair (1993), S2 IKD (1999) dan S3 IK Unair (2002)
Makanan Favorit: Bakso
Hal yang disuka: Kejujuran
Hal yang tidak disuka: Ketidakdisiplinan, Hal yang kotor
Quote favorit: “Do The Best and God Will Do The Rest!”
[/alert]
Kali ini ParaDiva mendapat kesempatan untuk bisa bertemu dengan seorang doktor wanita, cantik, dan memiliki pengalaman hidup hebat yang sayang untuk Divas lewatkan. Sosok wanita inspiratif yang berhasil ParaDiva angkat kali ini adalah Dr. Yanti.
Dr. Yanti merupakan salah seorang dosen di Prodi Teknobiomedik Universitas Airlangga sekaligus seorang peneliti handal. Sebagai seorang ibu dua anak, Dr. Yanti juga tidak pernah melupakan tugasnya lho Divas!
“Semua itu ada suka dan dukanya, tapi saya selalu menikmati setiap pekerjaan saya dan berusaha bersyukur,” ungkap aktivis organisasi sejak SMP ini.
Lalu seperti apa perjalanan beliau? Ikuti saja ceritanya berikut.
Dr. Yanti terlahir dari keluarga biasa. Mulai kecil ibu dua orang putri cantik yang tak bisa diam ini bercita-cita menjadi seorang dokter.
“Karena saya menyadari bahwa profesi paling mulia dari segi ibadah dan ilmu pengetahuan adalah dokter.”
Sampai akhirnya pada tahun 1993, beliau berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya. “Agak melenceng sedikit sih, tapi tidak masalah,” ungkapnya sambil tertawa.
Mengetahui jika keinginannya tidak kesampaian, tidak membuatnya putus asa begitu saja lho! Dengan giat dan penuh semangat, Doktor Termuda di bidang Biologi Molekuler lulusan 2006 Universitas Airlangga ini rajin mengikuti kursus berbagai bahasa sejak duduk di bangku S1. Tidak tanggung-tanggung, Dr. Yanti akhirnya sukses menguasai 5 bahasa asing sekaligus, yaitu Inggris, Perancis, Belanda, Arab, dan Jerman. Beliau juga meraih sertifikasi internasional di bidang Clinical Densitometry. (ParaDiva sempat terdiam beberapa saat saking kagumnya)
Memiliki kelebihan luar biasa tidak membuatnya sombong dan lupa diri. Peneliti Institut Tropical Disease Unair di bidang HIV ini pun memutuskan untuk melebarkan keahliannya dengan membuka jasa translator yang dimulainya saat kuliah S1.
“Lumayan lho hasilnya bisa saya pakai jajan waktu itu,” kenangnya sambil tersenyum.
Berkat kerja kerasnya ini, Dr. Yanti sukses dikenal di kalangan mahasiswa dan dosen di lingkungan Universitas Airlangga. Bisnis yang dimulai tahun 1995 berhasil mendapatkan banyak pelanggan tetap bahkan sampai di Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Saat banyak teman sekampus yang sibuk dengan kuliah, Dr. Yanti sudah menunjukkan tanda-tanda “berbeda” nya lho Divas!
Ketika tamat S1, Dr. Yanti bekerja sebagai dokter gigi di RSAL Surabaya sejak tahun 1998. Dari sinilah awalnya beliau mengenal istilah hiperbarik dan dimulailah perjalanannya yang “berbeda”.
Tahun 1998 sampai 2004 Dr. Yanti bekerja di Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL (LAKESLA) sebagai konsultan dan dokter gigi di Poli Konservasi Gigi RSAL Dr. Ramelan Surabaya. Beliau menekuni sebuah teknik terapi kedokteran baru yaitu terapi hiperbarik. Ini adalah semacam terapi dengan menggunakan oksigen murni dan tekanan tinggi yang bisa meningkatkan kebugaran serta menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di sini Dr. Yanti menjadi minoritas dokter gigi di bidang hiperbarik dan penyakit tropis (“berbeda”). Predikat “berbeda” tidak berhenti di sini Divas!
Saat ini profesi Dr Yanti adalah dosen Program Studi S1 Teknobiomedik yang merupakan satu-satunya dokter yang dimiliki Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.
“Saya juga tidak pernah merencanakan, tapi mungkin ini sudah jalan saya ya.”
Menjadi satu-satunya dan “berbeda” ternyata membawa banyak berkah lho buat mantan jurnalis tabloid Bunda dan Nyata tahun 1998-2003 ini. Dr. Yanti pun menjadi mudah dikenal banyak kalangan dan jelas ini menjadi sebuah kelebihan yang mungkin tidak semua orang punya, benar kan Divas?
Sebagai seorang dosen yang juga aktif penelitian di berbagai institusi, Dr. Yanti memiliki prinsip dalam hidupnya.
“Saya selalu bekerja tanpa pamrih. Saya yakin Allah menciptakan mulut maka saya juga yakin jika Allah selalu memiliki jalan agar saya bisa tetap makan,” ungkapnya dengan yakin.
Berbagai peran pernah dilakoninya mulai sebagai educational consultant, jurnalis, presenter, dokter gigi, ahli hiperbarik , peneliti hingga dosen. Kesibukan Dr. Yanti saat ini adalah sebagai salah satu peneliti di Institut Tropical Disease Universitas Airlangga, pimpinan Indonesian Journal of Tropical Infectious Disease, Ketua Komite TK Hang Tuah 1 dan juga mengambil peran dalam bidang publikasi di salah satu Rumah Sakit di Surabaya.
Beliau juga pernah memimpin sebuah klinik diagnostik osteoporosis beberapa waktu lalu dan kini tercatat sebagai anggota KPAP (Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Timur) dan bertekad mengabdikan diri untuk penanggulangan HIV/ AIDS melalui kegiatan riset dan penyuluhan.
“Saya sangat trenyuh saat pertama kali menyaksikan mereka diasingkan dan tidak satupun keluarganya yang peduli. Sejak itu saya bertekad berbuat sesuatu bagi mereka dan mengembangkan obat bagi mereka semua.”
Dr. Yanti sadar jika ini tidaklah mudah karena memang tidak semua orang mau berurusan dan peduli pada penyakit mematikan ini. Namun berbekal kerja keras dan disiplin, beliau perlahan-lahan membangun penelitian di bidang ini.
Saat wawancara bagian yang satu ini ParaDiva sampai beberapa kali melihat Dr. Yanti menitikkan airmata, yaitu ketika menceritakan tentang kedekatannya dengan para mahasiswanya. Beliau merasakan betapa besar rasa sayangnya untuk setiap mahasiswanya.
“Mereka selalu menjadi penyemangat sekaligus inspirasi saya. Mereka adalah hal terindah yang saya miliki selain keluarga.”
Awalnya Dr. Yanti mengaku tidak menyangka jika dirinya akan memiliki mahasiswa yang sangat menyayanginya. Sepenggal cerita pun mengalir lancar dari bibir peraih beasiswa riset S2 dan S3 ke Jerman ini.
“Satu hal yang akhirnya benar-benar membuat saya sadar, betapa mereka semua mencintai saya yaitu saat momen ulang tahun saya beberapa waktu lalu. Saya belum pernah sekalipun mendapatkan surprise saat ulang tahun, dan untuk pertama kalinya saya mendapatkan justru dari orang yang tidak saya duga.”
Saat perayaan ulang tahun ke-37 lalu, beberapa mahasiswa Teknobiomedik memang khusus datang ke rumah Dr. Yanti untuk memberikan surprise sederhana dan mendoakan yang terbaik selalu untuk dosen kesayangan mereka. Hadiahnya memang tidak mahal, namun Dr. Yanti sadar itu tidak bisa digantikan oleh uang.
“Mereka memberi saya bingkai berisi foto-foto dan semua kenangan mereka selama kuliah. Sekarang bingkai itu selalu menghiasi dinding kamar saya,” ungkapnya sembari menitikkan air mata.
Kecintaan Dr. Yanti terhadap mahasiswanya ataupun sebaliknya tidak berhenti di situ Divas. Mereka juga selalu memberikan perhatian saat Dr. Yanti terlihat lelah, sedih, ataupun terlihat tidak sehat. Seperti yang terjadi saat studi banding bersama mahasiswa ke Malaysia-Singapura beberapa waktu lalu.
“Mereka sampai berebut memberikan makanan mereka untuk saya.”
Satu lagi momen yang membuat Dr. Yanti menitikkan air mata saat bercerita, yaitu saat Dr. Yanti harus memberikan tanda tangan persetujuan mahasiswa bimbingannya untuk bisa lulus.
“Saya sampai bilang sama mereka kalau saya tidak mau tanda tangan, karena itu artinya saya akan kehilangan mereka.”
Siapapun yang mendengarkan ataupun membaca tulisan ini pasti bisa merasakan bagaimana perasaan beliau. ParaDiva sampai ikut terharu karena ini. Sungguh beruntung mahasiswa Dr. Yanti ya!
Sudah tidak perlu diragukan lagi kan Divas bagaimana sukses dan sibuknya ibu dua orang putri cantik ini. Selain berkarir, Dr. Yanti juga memiliki kewajiban mengurus keluarga yang tentunya sangat membutuhkan perhatian beliau.
“Saya selalu berusaha menikmati apapun pekerjaan dan kehidupan saya sekarang dan saya sangat bersyukur dan bahagia.”
Melihat betapa hebatnya MahaDiva kita kali ini, ParaDiva pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakan tips sukses beliau. Berikut ini bocorannya.
Wah luar biasa bukan? Divas ingin seperti beliau? Ikuti saja tips suksesnya di atas.
[collapse title="Foto-Foto Perjalanan Karir Dr. Widiyanti"]
[/collapse]
[collapse title="Foto-Foto Dr. Widiyanti di Luar Negeri"]
[/collapse]