Friday 02nd December 2016,

Music Features

Ξ Leave a comment

Reverse Tape Effect: Membolak-Balik Suara

posted by Utario Esna Putra
Reverse Tape Effect: Membolak-Balik Suara

Dalam beberapa artikel ke depan saya akan mengangkat topik seputar reverse tape effect. Kalau diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia  menjadi efek tape terbalik. Barangkali Anda bertanya-tanya, mengapa topik ini menjadi sorotan?
Tidak lain karena hal ini menyimpan sesuatu yang mencengangkan (menurut saya malah mengerikan). Jadi ikuti terus artikel bersambung ini. Ikuti link yang terdapat di akhir artikel untuk menuju bagian berikutnya.

Diputar Terbalik

Sesuai namanya, ini adalah efek yang muncul karena tape atau kaset atau piringan hitam yang diputar terbalik. Jadi kita akan mendengarkan suaranya secara terbalik.

Ada juga yang namanya backmasking. Kalau yang satu ini suara memang sengaja diputar terbalik. Memang sengaja diperdengarkan secara terbalik. Band The Beatles adalah salah satu yang mempopulerkan teknik ini. Salah satu karya band asal Inggris yang menggunakan teknik backmasking secara intens adalah album “Revolver” pada tahun 1966.

Membolak-balik suara juga dipergunakan pada rekaman musisi rapper. Tidak lain berguna untuk menghilangkan kata-kata pisuhan. Jadinya albumnya lolos sensor dan tidak banyak bunyi “tuut” yang menggangu.

http://2.bp.blogspot.com/-Tc16iqrQ5m0/TdvBoTtnMII/AAAAAAAAErc/FKNtfOnDSik/s400/censored.jpg

Tuut

Awal Mula

Teknik membolak-balik suara secara otomatis sudah ada sejak alat perekam suara pertama diciptakan. Pada tahun 1877, Thomas Alva Edison menemukan fonograf. Alat ini merekam suara yang masuk ke media silinder. Sebuah jarum tajam menggoreskan permukaan silinder untuk merekam atau membaca data. Lalu jarum (stylus) tersebut digungkan dengan corong yang memperkeras suara. Pada tahun 1878, Thomas Alva Edison mendapati bahwa fonograf yang terputar secara terbalik masih mengeluarkan suara yang melodis. Ritme dan masih bisa dikenali, meskipun liriknya sudah kacau.

Jadi Populer

Meskipun teknik ini lahir dari iseng-iseng saja, namun ternyata penggunaannya secara intensif membahana pada tahun 1960an. Adapun musisi genre psychedelic yang banyak menggunakannya.

Selain Beatles, band progressive rock bernama Yes menggunakan teknik ini dalamsingle berjudul “Roundabout” pada tahun 1972.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment