Sunday 11th December 2016,

Animation

Ξ Leave a comment

Kesan Pertama Karneval, Action ‘Wah’ dengan Cerita yang Kurang ‘Wah’

posted by Della
Kesan Pertama Karneval, Action ‘Wah’ dengan Cerita yang Kurang ‘Wah’

Selamat datang dan selamat bergabung di Karneval!

Sekarang ini, Karneval merupakan salah satu anime yang paling ditunggu-tunggu tayangnya di Jepang.  Anime ini tidak membuang waktumu untuk melihat terlalu banyak drama dan percakapan, namun langsung membawamu ke adegan-adegan action, yang meskipun kamu tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi, kamu pasti bisa menikmatinya.

Karneval adalah anime yand diadaptasi dari manga series karya Touya Mikanagi.  Awalnya, manga ini dipublikasikan oleh Ichijinsha pada awal 2008 secara bulanan lewat majalah josei manga, Monthly Comic Zero Sum.  Sampai sekarang, manga ini sudah memiliki 11 volume yang rilis di Jepang.

Karneval menceritakan tentang seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun bernama Nai, yang sedang berusaha menemukan seseorang bernama Karoku dengan berbekal sebuah gelang.  Gelang tersebut ternyata bukan gelang biasa.  Gelang itu berisi kekuatan hebat yang hanya bisa diaktifkan oleh pemiliknya dan hanya dimiliki oleh anggota Circus.  Circus disini bukan circus yang menampilkan akrobat dan hewan-hewan lho ya…Circus adalah sebuah organisasi rahasia milik pemerintahan yang tugasnya menangkap kriminal yang sudah tidak bisa lagi ditangani oleh kepolisian.  Senjata mereka adalah gelang seperti milik Nai yang disebut Circus I.D.

Episode pertama dibuka dengan Nai yang diborgol dan seperti akan diperkosa oleh seorang wanita yang mirip dengan Medusa bernama Mine.  Untungnya, dia selamat dan bertemu dengan tokoh utama lainnya, Gareki.  Gareki ini hobinya merampok rumah-rumah orang kaya.  Berbeda dengan Nai yang polos dan naïf (bahkan cenderung bodoh), Gareki adalah seseorang yang cerdas, arogan dan tidak mudah percaya pada orang.

Nai

Gareki

Di episode ini tidak banyak plot yang bisa ditangkap.  Kamu akan langsung dilempar ke tengah-tengah permasalahan tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.  Teknik ini disebut in medias res (atau dalam bahasa inggris in the middle of things).  Teknik ini sebenarnya sangat gambling, karena tidak semua anime yang menggunakan teknik plot semacam ini berhasil memikat hati penonton.  Untungnya, anime ini sukses membuat saya lupa kalau saya sedang dilempar begitu saya ke dalam suatu konflik tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.  Saya terlalu terpesona dengan adegan-adegan action yang cetar membahana dan karakter-karakternya sendiri.

Membicarakan action-nya, adegan-adegan action disini sangat sesuai dengan selera saya.  Saya bisa mengatakan bahwa anime ini akan menjadi anime yang memfokuskan dirinya pada adegan-adegan action, karena memang keunggulan anime ini disini.  Ketika kamu mulai menonton episode ini, jangan kaget jika dalam lima menit pertama kamu akan langsung bertemu dengan seorang pencuri yang meledakkan tembok dan langit-langit, kemudian disusul dengan nyonya pemilik rumah yang berubah menjadi monster aneh (leher patah-patah, eww…) dan memakan salah satu pelayannya.  Lalu adegan-adegan itu ditutup dengan mansion megah yang runtuh hingga hanya menyisakan satu potongan kecil tempat dimana kedua tokoh utama berada.  Hmm…it was glorious.

Setelah saya sedikit memuji episode perdana Karneval, sekarang saatnya saya memutar keadaan di episode kedua.

Di atas saya menyebutkan, saya menyukai adegan-adegan action-nya.  Tapi saya tidak pernah menyebutkan saya menyukai plot-nya.  Episode kedua seperti pengulangan episode pertama.  Nai mendapat masalah, ada orang baru yang menyelamatkan Nai, penjelasan yang bertele-tele dari karakter yang sepertinya kuat, pertarungan dengan satu monster, dan akhirnya semua baik-baik saja.  Yup.  Dengan kata lain,  dua episode perdana Karneval menggunakan formula yang sama dan meskipun saya tetap menyukainya (karena action-nya yang memang nyaris sempurna), menggunakan formula yang sama persis untuk dua episode itu bagi saya adalah tindakan yang malas dan membuang-buang waktu, padahal Karneval hanya akan memiliki 13 episode.  Jika saya adalah penulis naskah atau sutradara anime ini, saya tidak akan memiliki waktu untuk bersantai dan melakukan pengulangan di episode yang lain.   Ayo Karneval!  To the point sajalah!

Tidak banyak yang bisa saya katakan tentang episode kedua, karena itu mari kita beralih ke isu penting lainnya, yaitu: karakter.

Nai dan Gareki adalah duo pemain utama yang bisa dikatakan lovely.  Nai, bocah laki-laki yang sedang mencari Karoku, temannya yang hilang.  Well…mengapa dia harus mencari temannya yang hilang?  Mengapa bukan keluarganya?  Aneh.  Pasti ada apa-apa dengan temannya bernama Karoku itu.  Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, Nai adalah sosok yang naïf, bahkan cenderung bodoh. Jika mau diperhalus, dia itu seperti papan tulis polos yang benar-benar polos.  Namun saya memiliki keyakinan bahwa karakternya pasti akan berkembang dengan cepat.  Tinggal corat-coret saja papan tulisnya yang masih polos.  Gareki adalah pencuri berlidah tajam yang mencuri dari orang-orang kaya tapi tidak jelas motifnya apa.  Yang jelas, jika ada orang seperti Gareki ada di dunia nyata, saya tidak akan mau punya masalah dengannya.

Disamping mereka berdua, ada Hirato dan Tsukumo.  Mereka adalah salah dua anggota Circus.  Meskipun mereka hanya karakter pendukung, mereka lebih sukses membuat episode Karneval menjadi lebih menghibur dibanding Nai dan Gareki.  Mereka berdua adalah individu yang misterius dan kuat, sehingga membuat saya penasaran ingin tahu lebih banyak tentang mereka dan apa yang mereka inginkan dari Nai. Selain Hirato dan Tsukumo, anggota Circus lain yang menarik perhatian saya adalah Yogi.  Kemunculan awalnya saja sudah heboh.  Menggunakan kostum beruang warna kuning dan menggunakan permen batangan sebagai senjata.  Well, saya harus akui saya lebih tertarik dengan Yogi dibandingkan Nai dan Gareki.

Yogi

Tsukumo dan Hirato

Satu lagi tentang karakter, semua karakter laki-laki disini adalah bishonen.  Bagi yang belum tahu apa itu bishonen, bishonen adalah laki-laki cantik.  Gabungan dari bi atau bijin yang berarti cantik dan shonen yang berarti laki-laki.  Mereka cantik dan saya suka, asal tidak membuat anime ini menjadi menyimpang dari yang saya harapkan.  Maksud saya adalah, ada beberapa adegan antara Nai dan Gareki yang menurut saya sedikit romantis.  Bukannya saya tidak suka dengan yaoi (saya pernah menonton anime yaoi dan saya suka), tapi tolong, tidak untuk anime yang memiliki potensi menjadi keren’wah’ seperti Karneval.

Selain adegan action-nya, apalagi yang patut diacungi jempol dari Karneval?  Jawabannya adalah: seiyuu-nya/voice actors-nya/pengisi suaranya.  Suara mereka benar-benar pas dengan tiap karakter di Karneval.  Hiro Shimono, meskipun usianya sudah 33 tahun, suaranya tetap cocok untuk karakter Nai yang notabene masih remaja.  Kepolosan dan kenaifan Nai, bisa disampaikan dengan baik oleh Hiro.  Kamiya Hiroshi sebagai pengisi suara Gareki, juga melakukan tugasnya dengan sangat baik.  Nada bicara yang angkuh dan sombong, namun memiliki kelembutan ketika dia berbicara dengan Nai.  Sempurna.  Ono Daisuke sebagai Hirato, Miyano Mamoru (ini suara favorit saya) sebagai Yogi, dan Aya Endo sebagai Tsukumo membuat anime ini memiliki nilai lebih di mata saya.

Terakhir, setelah melihat dua episode Karneval, saya harap Karneval tidak akan berubah menjadi anime dengan tipe monster-of-the-week.  Saya masih memiliki harapan yang tinggi anime ini akan menjadi anime yang bagus dan tidak terjatuh dengan formula yang sama tiap minggunya.

See you on the next review!

Info tentang Karneval                      

Sutradara                 : Eiji Suganuma

Musik                        : Shiro Hamaguchi dan Kenji Inai

Studio                       : Manglobe

Panjang series          : 13 episode

Tempat download     : animecrazy, youtube

 

 

 

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment