Thursday 08th December 2016,

Animation

Ξ Leave a comment

Kesan Pertama Valvrave the Liberator : Siapkah Anda Berhenti Menjadi Manusia?

posted by Della
Kesan Pertama Valvrave the Liberator : Siapkah Anda Berhenti Menjadi Manusia?

Sunrise adalah salah satu tim produksi anime yang sudah tidak asing lagi menghasilkan anime-anime ber-genre luar angkasa dan mecha.  Valvrave the Liberator atau Kakumeiki Valvrave adalah salah satunya.  Anime ini mengembangkan satu konsep cerita yang pasti sudah familiar bagi para pecinta anime mecha, yaitu : kehidupan yang damai dan biasa-biasa saja tiba-tiba hancur karena adanya serangan dadakan.

Valvrave adalah anime yang cukup bagus, cukup keren, cukup menegangkan dan cukup membuat saya menikmati dua episode awal anime ini.  Ya.  Hanya cukup.  Belum sangat.

Kakumeiki-Valvrave-kakumeiki-valvrave-34248873-1280-720

Haruto dan Shoko sedang berlomba makan

Kisah bersetting di era ketika 70% umat manusia hidup di ruang angkasa karena untuk pengembangan kota ruang angkasa. Di antara dua kekuatan utama yaitu Dorssia Military Pact Federation dan Atlantic Ring United States (ARUS), terdapat bangsa kecil netral yang disebut JIOR, dan mereka telah makmur secara ekonomi.  Nah, di JIOR inilah, lakon utama anime ini hidup.  Dia adalah Haruto Tokishima, seorang siswa SMA normal yang sedang kasmaran dengan seorang gadis pembela kebenaran dan keadilan bernama Shoko.  Namanya juga anak SMA yang masih malu-malu kucing, Haruto tidak berani menyatakan perasaannya terhadap Shoko.

Pejuang cinta kita, Haruto

Di suatu hari yang biasa-biasa saja, sekolah Haruto dan Shoko kedatangan beberapa murid baru.  Siapa sajakah mereka?  Saya tidak mau memberikan terlalu banyak spoiler di tulisan saya ini.  Yang jelas, murid-murid baru tersebut adalah tokoh-tokoh penting yang turut andil dalam serangan dadakan di JIOR.  Pimpinan murid-murid baru itu bernama L-elf.

Kakumeiki Valvrave Episode 1 - Watch Kakumeiki Valvrave Anime Online.mp4_000145436

L-elf and the gang

Serangan Dadakan?  Yap.  Pada hari dimana para murid baru itu mulai bersekolah, mendadak sorenya JIOR diserang oleh militer Dorssia.  Di tengah serangan itu, Shoko yang memang baik hati dan selalu memprioritaskan orang lain harus terbunuh ketika dia hendak menolong seseorang yang terperangkap dalam mobil.  Melihat kematian gadis yang dicintai di depan matanya, Haruto, si bocah lelaki biasa-biasa saja itu menjadi marah dan ingin balas dendam.  Entah kerasukan setan apa, Haruto berjalan seperti orang linglung ke sebuah robot raksasa yang entah sejak kapan terparkir di dekatnya, dan kemudian masuk ke dalam robot tersebut.

Kakumeiki Valvrave Episode 1 - Watch Kakumeiki Valvrave Anime Online_2.mp4_000204621

Robot itulah Sang Valvrave.  Sebuah senjata humanoid misterius yang “terlarang”.

Apakah Haruto bisa langsung menggunakan Valvrave untuk membalas dendam?  Tentu saja tidak saudara-saudara.  Bagian inilah yang paling saya sukai dari episode pertma.  Kata-kata yang tertulis di layar kontrol Valvrave entah mengapa membuat saya sedikit merinding.

“Do you resign as human being?”

Haruto membacanya.  Haruto paham apa maksudnya, namun dia terlalu takut untuk memilih “YES”.  Apakah saya sudah menyebutkan bahwa Haruto adalah seorang lelaki yang pengecut?  Kalau belum, sekarang saya akan mengatakan : Ya.  Haruto adalah seorang lelaki pengecut yang selalu memilih untuk mengalah dan tidak pernah mau terlibat masalah.  Namun pada akhirnya, saking depresinya dia ingin membalaskan kematian Shoko, seperti yang sudah saya duga, dia memilih “YES”.  Bansai.  Selesailah kehidupan dia sebagai manusia, dan bersatulah dia dengan Valvrave.  Saya rasa, Valvrave itu adalah zombie luar angkasa.  Dia tidak akan bisa mati.  Bagaimana saya bisa berpikir begitu?  Lihat episode ini sampai benar-benar akhir.  Itu adalah bagian kedua yang paling saya sukai dari episode perdana ini.

Episode pertama ini sebenarnya mencoba untuk melakukan pengenalan di semua area anime ini.  Namun, hasilnya, saya justru bingung apa yang sedang terjadi di bumi pada masa itu.  Dorssia jelas adalah pihak penyerang dan mengirimkan sekumpulan anak untuk bersekolah di SMA-nya Haruto (SMA dari divisi Modul 77) yang dipimpin L-elf.  L-elf ini sukses membangun ketegangan yang cukup menarik ketika dia berhadapan dengan Haruto.  Kematian tokoh Shoko yang mendadak, jelas langsung memutuskan tali cinta di antara mereka berdua.  Namun saya rasa, tokoh lain bernama Saki Rukino memiliki kesempatan besar menjadi pendamping Haruto yang mendadak terkenal di seantero dunia karena berhasil mengalahkan Dorssia dengan Valvrave.

Episode ini meninggalkan pertanyaan dalam benak saya : Apa sebenarnya Valvrave?  Apakah benar dia adalah zombie ruang angkasa yang seperti saya pikirkan?  Kenapa manusia harus berhenti menjadi manusia jika ingin menggunakan Valvrave?  Apa tujuan dari adanya Valvrave?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akhirnya menahan saya untuk tetap mengikuti kelanjutan Valvrave the Liberator atau Kakumeiki Valvrave.

Kita beralih ke episode kedua.  Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana perasaan saya terhadap episode kedua ini.  Di episode kedua, terjadi terlalu banyak hal yang membuat ceritanya jadi tertarik kesana kemari.  Tidak fokus.  Yang membuat saya tertarik di episode ini adalah adanya interaksi aneh antara Haruto dan L-elf.  Apa itu?  Pemindahan tubuh via gigitan vampire.  Tubuh L-elf menjadi milik Haruto!  Dari sini saya bisa melihat Sunrise sepertinya memang sengaja menjual Haruto dan L-elf untuk kelanjutan anime ini.  Dan, saya juga sudah mulai bisa meraba apa yang anime ini mau lakukan dengan pemindahan tubuh antara Haruto dan L-elf.

L-elf yang keren

Saya harus akui, tanda-tanda L-elf sepertinya akan mengkhianati Dorssians adalah ide yang sangat bagus dan merupakan twist yang keren.  Dia terperangkap di antara dua sisi, yang mengharuskannya paling tidak memastikan kelangsungan hidupnya sekaligus mencari tahu tentang Haruto dan Valvrave.  Keren.  Well, sayang sekali dia bukan pemeran utama di anime ini.  Dan jika sampai nanti L-elf tidak memiliki mecha-nya sendiri yang juga super kuat, saya pasti akan kecewa.  Maksud saya, semua karakter disini memiliki “mainan” keren milik mereka masing-masing.  L-elf berarti juga harus punya, kan?

Jadi, di episode kedua ini, JIOR menyerah tanpa syarat kepada Dorssia dan satu perjanjian telah ditetapkan.  Namun sekarang, pertanyaan yang sama seperti episode pertama kembali saya lontarkan : apa, atau bahkan, siapakah Valvrave itu?  Itu adalah misteri terbesar saat ini, karena setelah overheat 666 yang gila, overdrive yang pas untuk orang yang ingin harakiri, dan rave-mode yang sudah melampaui batas, saya tetap bertanya-tanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi?!!

Tidak masalah Haruto bisa dengan ahli mengendalikan Valvrave dan mengalahkan musuh-musuhnya.  Tidak masalah Haruto bisa menggunakan tubuh L-elf untuk menembak siapapun dengan tepat sasaran.  Satu-satunya hal yang ingin saya ketahui sekarang adalah apa tujuan dari Valvrave.  Apa?!!

Oh ya…ngomong-ngomong, saya salah ketika di episode pertama menganggap Shoko sudah mati.  Dia masih hidup saudara-saudara!  Dan di sisi lain, sepertinya Saki tidak bahagia.  Dia kecewa mengapa Saki harus hidup.  Mmm…Tidak.  Saya bercanda.  Kita tidak akan terjebak kisah cinta segitiga dalam skala galaksi.   Atau…iya? Entahlah.

Saki, do you like what you see?

Anehnya, Shoko muncul dalam keadaan utuh, tanpa bekas luka dimanapun. Hmm…apakah dia diam-diam seorang vampire yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri dalam sekejab?  Parahnya, reuni antara Shoko dan Haruto yang harusnya indah dan manis, ternyata jauh dari harapan.  Haruto telah berubah menjadi seorang anak lelaki yang membenci dirinya sendiri karena dia yakin bahwa dia adalah monster.

Untuk merangkum apa yang terjadi sampai episode kedua : Tidak ada yang mati, ada banyak ketegangan antar pria yang terjadi, Valvrave yang kuat dan tak terkalahkan itu dikendalikan oleh tokoh utama pria yang penakut.  Yup, perasaan saya benar-benar campur aduk.

Sejauh ini, Valvrave the Liberator memiliki art style, pengisi suara dan efek musik yang layak diacungi jempol.  Saya benar-benar suka wujud Valvrave disini.

Valvrave

Jika ada yang bertanya apakah anime ini layak tonton?  Ya.  Paling tidak sampai saya tahu apa tujuan Valvrave yang sebenarnya.

Cukup untuk Valvrave the Liberator, sampai jumpa lagi di review-review saya selanjutnya!

Download Valvrave the Liberator  :

Link 1

Link 2

 

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment