Saturday 03rd December 2016,

Movie Features

Ξ 4 comments

10 Film Superhero Paling Payah Hingga Kini…

posted by Hyde
10 Film Superhero Paling Payah Hingga Kini…

Belakangan, tema Superhero kian sering jadi rujukan membuat film layar lebar. Tentu saja, hampir pasti semuanya diangkat dari kisah sebuah komik. Dan kalau bicara komik, pasti tidak jauh dari dua nama saja, yaitu Marvel dan DC. Masalahnya, tidak semua film bertema Superhero itu bagus. Ada yang jelek, merusak pamor, bahkan jadi guyonan atau lumbung celaan dari penonton. Berikut ini adalah 10 judul film Superhero paling payah dan mengecewakan yang pernah dibuat hingga kini. Tentunya, ini versi KuSukaSuka lho! Kamu boleh saja memiliki pilihan lain… Oh ya, film-film ini saya susun berurutan hingga ke film yang paling mengecewakan di peringkat pertama, paling bawah.

10. The Meteor Man (1993)
Ini jelas film “murahan” dan mengingat dia memang dibuat dengan muatan unsur komedi, tidak ayal banyak yang mencela film ini. The Meteor Man mencerikan kisah seseorang yang “beruntung” karena dadanya terkena serpihan pecahan meteor yang jatuh. Hal ini membuatnya punya kemampuan super dan menjadikannya menjelma jadi Superhero dadakan di kotanya. Dengan kostum seadanya, jelas film ini lebih cocok disebut film komedi yang mengambil tema Superhero, tidak seperti kebanyakan film Superhero yang bergenre Action. Uniknya, meski tergolong film kelas pinggiran, daftar cast yang muncul cukup punya nama, seperti James Earl Jones, Don Cheadle (si Iron Patriot!), dan Bill Cosby.

10 The-Meteor-Man

 

9. My Super Ex-Girlfriend (2006)
Sama seperti film sebelumnya, yang ini juga sebenarnya adalah sebuah film drama komedi yang mengambil tema Superhero. Film ini diperankan oleh Uma Thurman dan Luke Wilson, menceritakan suka-duka seorang pria yang “terkekang” karena mantan ceweknya masih sangat mencintai dan menginginkannya. Biasanya, mudah bagi seorang pria untuk memutuskan si cewek. Hal yang lumrah kan? Tapi di film ini jadi tak lumrah karena si cewek ternyata punya rahasia, memiliki kemampuan super, layaknya Supergirl! Untuk ukuran drama komedi, cukup sukses lah. Namun kalau dilihat dari sisi film Superhero, jelas payah dan tidak mungkin menarik perhatian seorang penggemar film Superhero untuk menontonnya.

09 My-Super-Ex-Girlfriend1

 

8. The Hulk (2003)
Karakter Hulk? Jelas populer, salah satu Superhero ternama Marvel. Sutradara Ang Lee? Jelas hebat, buktinya adalah kesuksesan film Crouching Tiger, Hidden Dragon, Brokeback Mountain, dan tentunya Life of Pi. Terakhir, Eric Bana dan Jennifer Connely, juga pasangan aktor-aktris yang bagus. Tapi hanya itulah sisi baik film ini. Dilihat dari alur cerita dan keseluruhan konsep dari film ini, sangat mengecewakan. Hey, bukan saya sendiri yang menyebutnya demikian. Terbukti, begitu mengecewakannya sehingga tahun 2008, Marvel me-reboot film ini dengan film baru, The Incredible Hulk. Lengkap dengan aktor baru pula, Edward Norton. Semata untuk “memperbaiki” jalur karakter Hulk ke jalan yang benar. Kalau boleh ditambah-tambahkan sedikit, satu sisi yang lumayan bagus dalam film ini lainnya adalah efek grafis, yang cukup OK untuk generasi 10 tahun lalu. Tenang, masih ada tokoh Superhero yang lebih beken namun berkualitas film lebih payah lagi nanti…

08 The-hulk-2003

 

7. Catwoman (2004)
Catwoman adalah film yang dibuat sebagai spin-off film Batman. Sebenarnya tidak terlalu buruk, sebagai film kelas pinggiran dengan budget rendah. Namun yang bikin film ini nampak lebih parah adalah karena dipilihnya Halle Berry sebagai Catwoman. JELAS karakter Selina Kyle lebih pas dimaikan saja oleh Michelle Pfeiffer, dari film Batman Returns. Terasa banget seksinya… Meski memang tak bisa dipungkiri, Michelle dianggap terlalu tua sebagai Catwoman tahun 2004. Tapi tak adakah aktris seksi lain?

07 catwoman-2004

 

6. Generation X (1996)
Ini adalah film kreasi Fox Entertainment, yang mungkin kurang akrab di dengar orang. Karena selain cukup klasik, juga karena dibuat berdasarkan versi spesial dari serial TV. Kenapa ia tidak masuk sebagai ranking paling payah? Karena sebenarnya memiliki inti cerita yang cukup solid diangkat dari lingkungan X-Men. Buat yang kurang akrab dengan nama Generation X, ini adalah sebuah kelompok mutant remaja yang tidak tergabung atau dididik oleh Profesor Xavier. Mereka justru dibimbing oleh Banshee dan Emma Frost (coba simak film X-Men: First Class). Film ini sejatinya ditujukan sebagai sebuah pilot project, untuk proyek film Marvel lainnya. Sayangnya, karena tidak terlalu sukses di pasar, akhirnya ditinggalkan.

06 GenX

 

5. Green Lantern (2011)
Ini adalah salah satu contoh lagi, bahwa tidak semua film Superhero itu bagus. Dan sialnya, lagi-lagi datang dari kubu DC Comis. Green Lantern punya hampir semua nilai jelek dalam penilaian berbagai kritikus film Hollywood. Ryan Reynolds dianggap kurang pas memerankan tokoh Green Lantern (karena image dan gaya aktingnya yang terlalu khas unsur komedi). Alur cerita yang terlalu tergesa dan berkesan memaksa. Ditambah lagi efek visual yang overmade, terlalu berlebihan, dan (dalam beberapa segi) malah mengganggu penonton untuk menikmati kisahnya. Tidak perlu berdebat sih, angka di atas kertas sudah menunjukkan buktinya. Film ber-budget produksi 200 Juta US Dollar, namun “hanya” menghasilkan pemasukan 219 Jutaan US Dollar. Setidaknya masih untung lah…

05 green_lantern_movie

 

4. Elektra (2005)
Elektra adalah tokoh karakter pendamping di kisah Superhero Daredevil. Dan film ini dibuat sebagai spin-off dari film Daredevil. Mengapa ia masuk ke daftar ini? Alasannya simpel. Film acuan awalnya saja sudah masuk kategori gagal, apalagi spin-off yang dibuat. Sebenarnya peran Elektra di Daredevil sudah cukup pas, sebagai pemanis kisah. Namun keputusan untuk membuatkan filmnya sendiri malah jadi usaha penuh paksaan dan menghasilkan film Action murahan. Meski memang, Jennifer Garner tetap dianggap seksi sebagai Elektra. Setidaknya jauh lebih pas, ketimbang Halle Berry sebagai Catwoman.

04 elektra

 

3. Daredevil (2003)
Kebanyakan versi film layar lebar dari komik Marvel sukses. Tidak banyak yang gagal. Nah, kalau ada, contoh kecilnya adalah film ini dan Elektra. Entah mengapa Marvel memilih karakter Daredevil untuk diangkat ke layar lebar, mengetahui bahwa ia bukan Superhero paling populer mereka. Film ini malah menurunkan popularitas Ben Affleck sebagai Daredevil, namun untungnya, meningkatkan pamor Colin Farrell yang saat itu masih tergolong hijau. Apa yang jelek dalam film ini? Juga nyaris semuanya. Alur cerita, penyutradaraan, efek visual, dan ya…Ben Afflect sama sekali tidak cocok sebagai Daredevil!

03 daredevil

 

2. Batman and Robin (1997)
Yeah! The worst and suck Batman movie ever! Batman with a nipple! Batman who smiles too much! Batman for kids! Dan seterusnya… Deretan komentar yang muncul ketika film ini selesai tayang. Dan saya setuju! Joel Schumacher sudah banyak menuai kritik sejak karyanya di Batman Forever. Tapi bukannya diperbaiki, ia makin menggila dan membuat film Batman berikutnya lebih berwarna, lebih bernuansa komik. Belum lagi ia memilih George Clooney sebagai Batman, yang mungkin sama konyolnya dengan rencana memilih Nicholas Cage sebagai Superman di film Superman Lives (yang untungnya, tidak jadi dibuat). Hampir semua faktor dalam film ini punya nilai jelek. Karakterisasi, efek visual kampungan, hingga desain kostum pun tidak luput menuai celaan.

02 batmanandrobin

 

1. Steel (1997)
Berangkat dari film-film Batman, Warner Bros punya ide lebih gila dan parah lagi. Mereka mencomot salah satu karakter yang tergolong paling “tidak populer” di komik DC. Dan yang membuatnya meraih ranking nomor satu di kontes ini, adalah karena dengan bodohnya sepakat menyerahkan casting pada sosok paling populer di Amerika saat ini. Shaquille O’Neal! Ini sama seperti andaikan kita memutuskan membuat film jagoan yang tidak populer di Indonesia (anggap Lutung Kasarung) dan meminta Bambang Pamungkas sebagai pemerannya…doh! Kalah ditanya poin apa saja yang bikin film ini disebut jelek? Terbalik, adakah poin yang bagus di film ini? Tidak, hehehe.

01 steel-movie

 

Hmm… Selain film-film tersebut di atas, sebenarnya masih ada beberapa kandidat film Superhero (atau setengah Superhero, asal berasal dari komik) lainnya yang menurut saya tergolong buruk, berikut saya pajangkan sekaligus sebagai penutup artikel.

Ghost Rider, alur cerita dangkal yang cenderung pamer efek visual...

Ghost Rider, alur cerita dangkal yang cenderung pamer efek visual…

Selevel Daredevil dan Elektra, untungnya tidak overacting...

Punisher, selevel Daredevil dan Elektra, untungnya tidak overacting…

 

LGX, sebenarnya bagus, sayang kurang mendetil latar masing-masing karakternya...

LGX, sebenarnya bagus, sayang kurang mendetil latar masing-masing karakternya…

Mighty Morphin Power Rangers, tergolong pahlawan super meski bukan dari Marvel atau DC...

Mighty Morphin Power Rangers, tergolong pahlawan super meski bukan dari Marvel atau DC…

Spawn, juga sebenarnya film bagus, andaikan alur ceritanya lebih jelas. Reboot atau sekuel mungkin?

Spawn, juga sebenarnya film bagus, andaikan alur ceritanya lebih jelas. Reboot atau sekuel mungkin?

Watchmen, film dewasa penuh adegan seksi yang terselubung Superhero?

Watchmen, film dewasa penuh adegan seksi yang terselubung Superhero?

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment