Friday 02nd December 2016,

Movie Features

Ξ Leave a comment

10 Film Yang Hampir Membuat Disney Bangkrut

posted by Akmal Fahmi
10 Film Yang Hampir Membuat Disney Bangkrut

Total Studio Disney di Burbank telah menghasilkan 52 film animasi yang dimulai dengan Snow White yang rilis pada tahun 1937. Tapi sang pendiri, Walt, hanya bisa menyaksikan 19 diantara 52 film yang dibuat karena kematiannya pada tahun 1966. Walt adalah seorang yang jenius dalam bidang hiburan, tidak hany pada kartun ciptaannya, dia juga pintar dalam mencetak artis baru hingga langsung booming saat itu. Beberapa film animasi Disney masuk box office dan mendapat keuntungan dari situ.

Bersama dengan saudaranya, Roy, perusahaan yang bernilai jutaan dollar ini selalu menghasilkan film animasi terbaru setiap tujuh tahun sekali dan itupun sebelun ditemukan home video. Tapi tidak semua film animasi Disney bagus, terkadang ada yang konyol tapi malah laris dipasaran. Berikut adalah 10 film animasi Disney paling konyol:

Fantasia (1940)

Bisa dibilang Fantasia adalah salah satu masterpiece Disney. Tapi masterpiece tidak selalu diterima baik dipasaran. Film ini terlihat abstrak dan susah dimengerti. Biaya produksinya pun 3 kali dari biaya produksi Mickey. Besarnya biaya produksi ini disertai dengan besarnya kerugian yang ditanggung Disney juga. Film animasi dengan biaya $ 2,3 juta ini merupakan ekperimen dari Disney tentang film animasi yang lebih lama dari biasanya. Biasanya film animasi Disney berdurasi 83 menit, tetapi Fantasia berdurasi lebih dari 2 jam. Fantasia digarap dengan efek visual dengan skala besar dan menggunakan teknik multitrack stereo surround system yang pada saat itu adalah teknologi perfilman tercanggih. Sebenarnya ketidaksuksesannya Fantasia bukan karena filmnya yang buruk, melainkan saat itu banyak negara-negara di Eropa dan Amerika sedang depresi sehabis Perang Dunia. Jadi film ini hanya bisa diputar di bberapa bioskop hingga pendapatannya sangat kecil.

Sleeping Beauty (1959)

Produksi Sleeping Beauty bisa dibilang sangat besar. Walt memutuskan untuk membuat film ini di CinemaScope. Grafiknya dibuat langsung oleh pelukis Eyvind Earle dengan detail yang mengagumkan. Sleeping Beauty memakan waktu 4 tahun untuk masa produksi dan dana lebih dari $ 6 juta. Disisi lain, Walt juga memiliki proyek lain yang dengan adanya Sleeping Beauty, banyak yang menjadi terbengkalai. Sebenarnya Walt ingin membuat kagum penonton dengan kecantikan putri Aurora, tapi yang ditekankan malah putri yang tertidur. Produksi lebih dari $ 6 juta hanya untuk putri tidur. Karena besarnya biaya produksi Sleeping Beauty ini, biaya produksi 101 Dalmantians harus dipangkas hingga setengahnya.

Alice in Woderland (1951)

Diatas kertas, Alice akan menuai kesuksesan karena rilis setelah Cinderella yang telah sukses duluan. Tapi itu semua salah. Film ini hampir membuat Disney bangkrut karena berbagai faktor. Faktor sehabis perang, faktor Inggris juga mengeluarkan film dengan judul yang sama, atau karakter Alice yang kurang “wanita.” Tapi pada akhirnya film ini tetapi mendapat untung walaupun telat.

Peter Pan (1953)

Film animasi adaptasi dari J.M. Barrie ini bercerita tentang anak laki-laki yang tidak menjadi dewasa dan bertualang di Neverland. Film ini menuai banyak kritikan karena tampilan Tinkerbell yang terlalu sexy untuk film anak-anak, Tinkerbell selalu disorot tak berwajah saat diatas pangggung, dan lagi-lagi dari panggung karena Peter Pan selalu diperankan oleh perempuan di panggung, padahal Peter Pan adalah laki-laki. Apakah ini yang didapat diluar film animasinya yang dibuat dengan menghabiskan $ 4 juta?

Bambi (1942)

Bimbi adalah salah satu film dengan latar kerajaan sihir. Tapi butuh waktu agar film ini mampu diterima positif oleh penonton. Walt membuat film ini dengan dana seminim mungkin, positifnya, cerita jadi lebih simpel dan film dapat selesai tepat waktu. Film ini dirilis bertepatan dengan jaman perang, sehingga banyak orang rasis dan saat itu orang-orang sudah bosan menonton film dongeng.

Pinocchio (1940)

Setelah sukses dengan Snow White and the Seven Dwarves, Walt melanjutkan ambisinya dengan membuat film animasi dengan budget tinggi. Jalan ceritanya pun cukup unik, yaitu seorang boneka yang menjadi hidup dan jika berbohong hidungnya akan panjang. Biaya produksinya pun 2 kali dari produksi Snow White. Walt membuat hutang yang besar dengan film ini hanya untuk membuat boneka kayu menjadi anak manusia.

Make Mine Music (1946)

Satelah membuat 2 film yang cukup sukses dengan dana dibantu oleh pemerintah (Saludos Amigos dan The Three Caballeros), Walt kembali mengerjakan proyekya yang relatif tidak mahal dan mudah diproduksi, apalagi sudah beberapa tahun dari perang. Walt membuat film Claire de Lune dan Blue Bayou, dimana menggunakan konsep yang sempat tidak terpakai di Fantasia. Make Mine Music seperti film The Avengers dimana karakternya diambil dari 3 kartun TV, 3 karakter itu adalah, Casey at the Bat, Peter and the Wolf, dan Little Toot). Dan perlahan-lahan mengembalikan uang Disney.

The Adventures of Ichabod and Mr. Toad (1949)

Ini adalah film kompilasi terakhir dari Walt, dibuat dari penggabungan 2 cerita, The Legend of Sleepy Hollow and The Wind dan the Willows, film ini mendapat kritikan dari penontonnya, Satu tahun kemudian, film ini di-edit menjadi 2 film yang berbeda, yaitu The Adventures of Ichabod dan Mr. Toad. Mr. Toad terinspirasi dari wahana di Disneland dan Disneyworld. Pengeditan film ini membutuhkan dana yang tidak sedikit tentunya.

The Sword in the Stone (1963)

Ketidaksuksesan film ini bukan karena ceritanya melainkan karena waktu yang tidak tepat untuk merilis film ini. The Sword in the Stone adalah film murah karena hampir semua anggaran Disney diserap untuk Sleeping Beauty. Pada jaman ini juga komedi sedang booming, sehingga anak-anak banyak yang ingin menjadi komedian daripada menjadi ksatria yang tidak mungkin dilakukan di dunia nyata.

Dumbo (1941)

Film tentang gajah terbang ini diharapkan mampu menjadi angin segar bagi Disney yang hampir mengalami kebangkrutan. Walaupun telah mendapat keuntungan dari box office dan penjualan home video, namun tahun 1941 dan 1942 merupakan zona merah bagi Disney. Bahkan pada tahun tersebut, film yang paling mahal dibuat berkisar antara $ 800-900 ribu. Nyatanya film yang “termahal” saat itu, yaitu Dumbo belum mampu benar-benar membantu Disney walaupun memperoleh keuntungan.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment