Friday 02nd December 2016,

Movie Features

Ξ Leave a comment

Fakta The Hobbit Yang Jarang Diketahui (Part 1)

posted by Akmal Fahmi
Fakta The Hobbit Yang Jarang Diketahui (Part 1)

Anda sudah tidak sabar menunggu kedatangan prekuel dari Lord Of The Ring, The Hobbit: An Unexpected Journey? Sambil menunggu datangnya para Hobbit ke Indonesia, ada baiknya anda mengetahui beberapa fakta mengenai The Hobbit baik mengenai film maupun diluar film bahkan penciptanya JRR Tolkien:

An Unexpected Journey Dari Pikiran Yang Tak Terduga

Sebenarnya cerita mengenai The Hobbit sudah ada sejak 1928 dan dibuat secara tidak terduga dan tanpa direncanakan. Cerita The Hobbit muncul akibat dari kebosanan JRR Tolkien mengerjakan ujian musim panas. Tolkien melihat di kertas ujiannya ada halaman kosong dan disana dia menulis mengenai para Hobbit.

Meminjam Karya Lain

Nama-nama yang ada dalam film Lord Of The Ring maupun The Hobbit tidak semua hasil pikiran JRR Tolkien. Dwarves, Gandalf, dan beberapa lainnya ternyata adalah hasil pinjaman Tolkien dari Völuspá, puisi Norse tua yang menceritakan tentang pembuatan Bumi.

Fokus Ke Hobbit

Tolkien tidak akan menemukan kata-kata Hobbit jika tidak dari The Oxford English Dictionary. Pada kamus tersebut juga menunjukkan bahwa pada cerita-cerita dongeng abad 19, ceritanya selalu berfokus pada manusia kerdil atau peri. Pencipta The Oxford English Dictionary diduga diciptakan oleh Tooks.

Bilbo Sang Pemberani

Tolkien tentu saja enggan membuat karakter yang terlalu lemah. Lihat saja Bilbo, mungkin di film dia adalah orang yang mudah kikuk atau tukabg tidur. Tapi disisi lain, Bilbo mempunyai jiwa ksatria. Hal ini terbukti saat dia melawan naga Smaug (walaupun tidak mengalahkannya).

Dorongan Motivasi

Tolkien sempat kehabisan ide untuk membuat ending dari bukunya. Sempat akan menyerah. Mantan mahasiswanya, Elaine Griffiths merekomendasikan manuskrip buku Tolkien ke Susan Dagnall, teman Griffiths yang bekerja di George Allen & Unwin publishing house. Hasilnya, Dagnal memberi banyak ide ke Tolkien dan akhirnya buku itu berhasil diselesaikan.

Review Paling Berharga

Pahlawan sebenarnya dari The Hobbit adalah bocah berumur 10 tahun bernama Rayner Unwin, anak dari Sir Stanley Unwin, Bocah ini menulis review singkat dan masukannya di secarik kertas. Siapa sangka review dari bocah ini menjadi acuan dari Tolkien dalam membuat buku-buku berikutnya. Salah satu masukan dari anak itu dan menjadi masukan paling berharga bagi Tolkien adalah “This book… is good and should appeal to all children between the ages of 5 and 9.” (Buku ini bagus dan harus bisa diterima oleh semua anak kecil antara umur 5-9 tahun).

Icon Tak Terpisahkan

Seperti gambar diatas, inilah icon dari buku Tolkien, baik The Hobbit maupn trilogy Lord Of The Ring. Peta dari Bumi Tengah itu digambar sendiri oleh Tolkien dengan tinta. OK, mungkin bila anda mengikuti film trilogy Lord Of The Ring ada beberapa perubahan nama dari petanya. Tapi gambar asli tidak pernah berubah. Cukup bagus juga gambar peta detail ciptaan Tolkien.

Harapan Tidak Terlalu Tinggi

Tolkien tidak berharap terlalu banyak dari penjualan bukunya. cetak pertama dari buku pertamanya dibuat pada tahun 1987 dengan 1.500 copy. Siapa sangka, pada edisi pertamanya, total Tolkien telah menjual 100 juta copy. Benar-benar harapan rendah hasil tinggi.

Dari Buku Jadi Teman

Siapa sangka buku bisa membuat teman. Saat The Hobbit pertama kali di-launching tahun 1937, Buku itu mendapat review positif di The Times Literary Supplement. Review itu ditulis oleh penulis fantasi terkenal, CS Lewis yang sekarang menjadi teman baik Tolkien.

The Hobbit vs Hitler

Tolkien sempat “perang“ melawan Hitler, bukan perang senjata, melainkan perang karya. Saat buku Tolkien masuk Jerman tahun 1938 yang saat itu dipegang Nazi, Nazy juga mengeluarkan buku yang berjudul Aryan. Pihak publisher ditekan oleh pihak Nazi untuk menyebarkan bukunya, alhasil buku Tolkien tidak begitu laku di Jerman. Tolkien sangat kecewa dengan cara yang diambil Nazi.

 

Lihat lainnya di Part 2 dan Part 3

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment