Saturday 03rd December 2016,

Movie Features

Ξ Leave a comment

Scrat, Ikon Tak Terpisahkan bagi Ice Age

posted by Utario Esna Putra
Scrat, Ikon Tak Terpisahkan bagi Ice Age

Selebritis satu ini meskipun memeiliki masalah kecanduan yang serius sejak 2002 tapi publik menyukainya dan tidak ada sanksi moral baginya. Dia juga tidak akan memberikan keterangan apapun kepada pers. Bahkan saya yakin dia tidak bisa bicara. Sebagai public figure, dia cukup low profile sehinga jarang terlihat di luar film yang dibintanginya.

Dialah Scrat. hewan pengerat kecil yang tidak banyak omong namun sangat keras kepala kalau boleh saya sebut memiliki determinasi tinggi membawa nama besar franchise Ice Age di pundaknya……yang kecil. Di tahun 2012 ini dia kembali beraksi bersama rekan pra sejarahnya dalam Ice Age: Continental Drift (IACD). IACD merupakan hit keempat Ice Age hasil kerjasama 20th Century Fox dan Blue Sky Studios.

Hanya satu tujuan: mendapatkan kacang!

Menurut Vanessa Morrison selaku Presdir Fox Animation, Scrat adalah aset berharga bagi franchise. Dengan pendapatan total sejak kemunculannya di tahun 2002 sebesar 2,5 milyar US$ dan terus bertambah di seluruh dunia, Scrat adalah tokoh kunci di balik tingginya animo masyarakat.

Kali ini dia muncul dalam film

Awal Mula

Percayakah kamu bahwa kemunculan Scrat baru terpikir belakangan? Kembali ke awal 2000an di mana saat itu Pixar merajai pasar film animasi berbasis komputer. Tahun 2001 DreamWorksmenggebrak degan Shrek. Fox memutuskan untuk turut bermain dengan membeli rumah porduksi animasi, Blue Sky. Tapi saat itu Fox kesulitan memberikan ciri khas menunjukkan perbedaan gaya dengan studio lainnya.

Dan di situlah Scrat lahir.

Chris Wedge yang merupakan salah satu pendiri Blue Sky, Sutradara Ice Age pertama, dan produser Continental Drift saat itu melempar konsep perlunya tokoh untuk mempersonifikasi jalan cerita Ice Age. Baginya akan sangat lucu apabila gletser raksasa mengejar-ngejar hewan terkecil atau mungkin seekor mammoth menginjak hewan tersebut sampai gepeng. Dan Peter de Seve lah sosok yang sukses memvisualisasikannya.

Chris Wedge

Peter de Seve selain menjadi desainer tokoh animasi juga menjadi kontributor seni di New Yorker. Dalam proses pembuatan Scrat, dia banyak mempelajari gambar-gambar fosil.

Peter de Seve

Karakter

Scrat punya kompatriot sesama hewan pengerat. Dialah Mickey Mopuse atau Miki Tikus dalam versi Indonesia. Namun sifat keduanya sangat bertolak belakang. Jika Mickey digambarkan sebagai pengerat yang sopan dan memakai sarung tangan putih, Scrat pengerat yang blakra’an. Grusa-grusu dalam mengerjar kacang impiannya. Tapi penonton penasaran dan mencintainya. Meskipun pada awal kemunculannya dia bahkan tidak ada dalam cerita.

Menurut saya aset terbesar Scrat adalah keheningannya. Dengan tingakh seperti itu disandingkan dengan tidak berbicara sepatah kata dia menjadi aktor pantomim. Saya yakin dia layak disejajarkan dengan Charlie Chaplin. Kemunculannya merupakan komedi yang unik. Scrat tampil tanpa dialog namun sangat ekspresif dan mudah dipahami. Aksi pengejaran terhadap kacang tentu mengingatkan kita terhadap aksi Wile E. Coyote terhadap Road Runner. Sebuah pengejaran tanpa akhir dan hasil.

Karena sosoknya mengingatkan pada Charlie Chaplin seseorang di departemen marketing punya ide untuk membuat spoof The Artist. Kita bisa saksikan videonya di Youtube dengan judul The Scratist. Kamu juga bisa melihatnya di bawah ini.

Filosofi

Kita telah melihat Will Smith dalam Pursuit of Happines, Sylvester Stallone dalam Rocky, Denzel Washington dalam Remember The Titans, Robert de Niro dalam Any Given Sunday. Apa persamaannya? Mereka menampilkan dialog yang fenomenal dan memotivasi. Intinya sama kejarlah cita-citamu, jangan peduli dengan semua halangan yang ada. Namun Scrat punya cara tersendiri untuk menyampaikan pesan tersebut. 10 tahun berlalu sejak kemunculan perdananya. Dan pesan yang disampaikan satu: Kejar “kacangmu” sampai ke ujung dunia!

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment