Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“A Good Day to Die Hard”, Terlalu Sederhana

posted by Utario Esna Putra
“A Good Day to Die Hard”, Terlalu Sederhana

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action, Crime, Thriller

Director: John Moore

Actor: Bruce Wilis, Jai Courtney, Sebastian Koch,Yulia Snigir

Release Date: & Februari 2013 (Surabaya), 14 Februari 2013 (USA)

 What We Like : 

John Mclane telah kembali! Penggila film laga akan sangat dimanjakan mata dan telinganya.

 What We Dislike :

Sayang karena cerita kurang solid, kesannya mononton

Ada yang merasakan hal yang sama ketika menonton “A Good Day to Die Hard”? Bila dibandingkan dengan aksi John McClane lainnya, seri satu ini terlalu sederhana dan minim twist. Bruce Wilis sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya, termasuk memenuhi tuntuan aksi yang wajarnya dilakukan seseorang yang 20 tahun lebih muda umurnya.

Sinopsis

John McClane berangkat ke Rusia untuk menolong anaknya Jack yang kena masalah. Jack terlibat dalam pembunuhan dengan ancaman hukuman yang berat. Tidak berapa lama akhirnya dia mendapati bahwa Jack adalah agen CIA yang sedang dalam misi perburuan senjata nuklir. Jadilah ayah-anak ini bahu-membahu menghajar orang-orang jahat.

Rusia Menjadi Tren

Kalau Anda produser yang puya royalti atas franchise film tenar tapi bingung membuat serial baru, jangan kuatir. Bawa saja filmnya ke Rusia. “Mission Impossible” sudah melakukiannya dengan sukses dalam “Ghost Protocol”. “Transformers” sudah melakukannya di “Dark Side of the Moon”. “Resident Evil” pernah melakukannya meskipun hanya sebagai salah satu lokasi.

http://www.indiewire.com/static/dims4/INDIEWIRE/ef4f245/4102462740/thumbnail/680x478/http://d1oi7t5trwfj5d.cloudfront.net/fd/bbe550612511e29dc322000a1d0930/file/A-Good-Day-to-Die-Hard-2038386.jpg

Sekarang di Rusia

Saya mendapat kesan ide awal cerita “A Good Day to Die Hard” ini sangat terinspirasi dari “Ghost Protocol”. Lihat saja adegan dibuka dengan Jack yang sengaja membunuh orang agar bisa dipenjara dan satu ruang sidang dengan Yuri. Lantas apa beda Ethan yang dijebloskan ke penjara karena membunuh geng Serbia? Satu ide, hanya beda detail.

Jadi kapan kita melihat “Transformers”, “Fast and Furious”, “Ace Ventura” beraksi di Rusia?

Naskah Berlubang di Sana-Sini

Belum tentu aksi John di Rusia merupakan pengembangan cerita yang positif. Bagaimanapun John adalah detektif NYPD. New Yorker bro! Rasanya ada yang salah melihat polisi negara lain mengubek-ubek negara kita. Dia mencoba memakai cara-cara yang biasa dilakukan di negaranya. Seperti menyetop mobil, memaksa pengendaranya keluar, mengacungkan lencana polisi, dan berteriak “Police!”. Cara-cara ini tidak berguna di Rusia. Dan memeang benar, bukannya mendapat mobil, justru dia ditabrak.

Ketika penulis nasakah menetapkan latar tempat adalah Rusia, mereka dihadapkan pada kenyataan sulit. Ini Rusia tahun 2013 bung! Perang dingin telah usai dan Uni Sovyet sudah runtuh. Eks agen KGB sudah terlalu tua untuk  beraksi. Rusia sekarang sangat modern dengan gedung berhias lampu dan mobil mewah berkeliaran. Sulit bagi penulis naskah untuk melupakan cap yang menempel di masa lalu. Biasanya film yang menyangkut Rusia pasti tidak jauh-jauh menyorot agen eks-KGB sebagai orang jahatnya. Baik vs jahat, Amerika vs Rusia. Jadilah sesuatu dari masa lalu harus dibawa untuk mendukung cerita: Chernobyl.

Sutradara John Moore melupakan banyak hal. Dan inilah yang membuat film ini berlubang. Bagaimana bisa ledakan di sana-sini, helikopter militer berkeliaran, peluru berdesingan, korban berjatuhan tidak membuat polisi muncul. Kita cuma melihat aparat keamanan, yaitu OMON mengawal terdakwa persidangan. Kita tahu John ahli meloloskan diri, tapi ini berlebihan.

Adegan Laga yang Intens

Padat sekali. Itu kesan saya mengenai adegan laga dalam “A Good Day to Die Hard”. Penonton seolah tidak diajak beristirahat dari desingan peluru, ledakan bom, atau kejar-mengejar. Sayangnya karena tidak ditunjang naskah yang solid, adegan menakjubkan tersebut menjadi kurang berarti.

Sayang sekali ya, padahal di sini semua jenis adegan laga bisa ditemukan. Sebut saja: menghindar dari peluru, menghindar dari bom, slow motion, kejar-kejaran. Anda pikir kejar-kejaran mobil di jalan raya sudah biasa? John Moore menyuguhkan kejar-kejaran di atas mobil. memang sopir menyetir di atas mobil, tapi maksud saya lebih ke atas lagi. Anda bisa lihat John yang grusa-grusu melabrak semua mobil sampai mobil yang dikendarainya naik ke atap mobil yang sedang kena macet.

http://fecktv.com/wp-content/uploads/2013/01/die-hy.png

Hubungan Ayah-Anak yang Gagal

Memang diceritakan bahwa Jack minggat dari rumah. Hubungan John dengan Jack tidak begitu harmonis sebagai ayah-anak. Tidak hanya itu, hubungan ini juga tidak tergambarkan dengan baik dalam film. Ironis.

Dikisahkan sutradara ingin mengangkat masalah hubungan ayah-anak. Bagaimana John kurang perhatian pada Jack. Jack marah lalu kabur. Dalam rangkaian aksi ini mereka menemukan makana hubungan ayah-anak, seharusnya…Namun hubungan emosional yang dibangun kurang kuat. Kita bisa bandingkan dengan hubungan John Mclane dan Zeus Carver dalam (Die Hard with A Vengeance). Di awal suasana rasisme begitu kental dan kebencian begitu besar, tapi penonton diyakinkan dengan suguhan ikatan emosional yang dibangun saat mereka bahu-membahu mennyelesaikan teka-teki Simon Si Teroris.

http://4.bp.blogspot.com/-pxP4LsEAb_c/T6q_mCNI3tI/AAAAAAAAAlw/0ZEHqm7TECg/s1600/die-hard-vengeance_2.jpg

Masih lebih baik daripada hubungan John-Jack

Mudah Terlupakan

Sayang sekali film yang ditunggu banyak orang ini nampaknya akan mudah dilupakan dalam 3 minggu ke depan. Adegan yang super seru, tapi tidak ditunjang dengan cerita yang solid membuat film ini hambar. Penegmbangan karakter juga kurang berkesan. Kita tahu John Mclane dari reputasinya di film terdahulunya. Namun di usianya yang ke-57 membuat Bruce Wilis harus berbagi porsi dengan Jai Courtney (Jack Mclane) untuk urusan adegan laga. Karakter Jack juga sangat kurang kuat. Kita tahu dia tangguh, tapi penonton tidak akan sempat memiliki ikatan emosional dengannya. Yulia Snigir (Irina) dan Sebastian Koch (Yuri Komarov) meskipun menampilkan twist yang luar biasa, tapi aura penjahatnya kurang kental. Radivoje Bukvic (Alik) yang seharusnya menjadi tokoh yang dibenci penonton, kurang komikal.

http://1.bp.blogspot.com/-E_wwbiuHcGk/UNzr680rqZI/AAAAAAAAAFg/5PqFhMoiM4I/s1600/Die-Hard-5-Good-Day-To-Die-Hard.jpg

Jack kurang berkarakter, membuatnya mudah dilupakan

http://3.bp.blogspot.com/-DhvkEFrHih0/UQN1-KVYEDI/AAAAAAAAq_E/miCui5UkrnU/s1600/A+Good+Day+To+Die+Hard+Launch+Trailer+-+Punjabi,+Featuring+Gippy+Grewal.jpg

Meskipun begitu, adegan ini sulit dilupakan

Layak Tonton

Meskipun dengan segala lubang yang ada, film ini masih sangat menghibur untuk Anda penggemar Bruce Wilis atau yang sudah lama menanti seri “Die Hard”. Film ini juga cocok untuk Anda yang tergila-gila dengan adegan laga. Karena di sini mata dan telinga Anda sangat dimanjakan.

http://cdn.memegenerator.net/instances/400x/16805871.jpg

http://25.media.tumblr.com/tumblr_m7f3rk7wgI1rwkd86o1_250.jpg

Ngomong-ngomong saya tidak mendengar John Mclane mengucapkan kalimat terkenal ini. Yippe-ki-yaaaaaaay!

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment