Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Atambua 39 Derajat Celsius, Yakin Layak Tonton?

posted by Tyas Istiqomah
Atambua 39 Derajat Celsius, Yakin Layak Tonton?

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Drama

Director: Riri Riza

Actor: Gudino Soares, Petrus Beyleto, Putri Moruk

Release Date: 8 November 2012

 What We Like : 

Kalau saya bilang tidak ada, apa pendapat Anda?

 What We Dislike :

Hah, cerita datar, tidak ada konflik jelas, dan sepertinya hanya membuat ala kadarnya

Awal saya melihat judulnya, saya pikir akan ada banyak kejutan di sini. Atambua adalah sebuah kecamatan sekaligus ibu kota Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Atambua sendiri adalah akses utama menuju Timor Leste dan inilah yang menjadi inti cerita utama dari sang sutradara, Riri Riza.

Bekerjasama dengan Mira Lesmana, keduanya ingin mengangkat cerita pisahnya Timor Leste dari Indonesia dan bagaimana efeknya terhadap masyarakat sekitar sana.

Jujur nih, walaupun akan menyakitkan namun saya harus jujur. Setengah jam pertama saya menonton film ini, saya sama sekali tidak mengerti alur cerita, inti cerita, bahkan saya tidak tahu ini film tentang apa!

Sinopsis

Apa yang harus saya ceritakan kalau saya tidak terlalu paham? Well, saya akan ceritakan yang saya dapatkan sedikit saja. Sebelumnya saya pernah menulis tentang Atambua, dan dari sinilah awalnya saya bisa memahami film ini.

Inti cerita terletak dari seorang ayah pemabuk bernama Ronaldo Bautista yang tinggal serumah dengan anak lelakinya bernama Joao. Mereka terpisah dari keluarganya yang memilih menetap di Timor Leste sejak referendum Timor Timur 10 tahun lalu. Hidup Joao dan Ronaldo tak ubahnya dua orang yang tinggal serumah namun tak saling bertegur sapa. Mereka hidup di jalan masing-masing.

Suatu hari, Joao melihat gadis cantik bernama Nikia Dos Santos dan keduanya semakin akrab setiap harinya. Lain Joao, lain ayahnya. Ketika Joao tengah menikmati kisah cintanya, Ronaldo justru harus berurusan dengan jeruji besi ketika terbukti memukul kepala temannya dengan botol bir saat berada di sebuah arena biliar.

Setiap harinya, saat senggang, kegiatan rutin Joao adalah mendengarkan rekaman kaset dari ibunya yang mengatakan ingin agar Joao dan Ronaldo tinggal bersama di Timor Leste. Namun Ronaldo selalu mengelak dan marah saat Joao memutar kaset itu.

Hanya sebuah kaset

Ya, sebenarnya itulah inti ceritanya. Sebuah kaset usang yang selalu diputar oleh Joao saat berada di rumah. Untuk bisa menyalakan tape kecilnya pun Joao harus berulang kali memanaskan baterai di bawah matahari untuk mengisi ulang daya baterai tersebut.

Dalam kaset itu ada suara ibu Joao yang mengharapkan Joao pulang ke pelukannya. Tak apalah Ronaldo tak kembali asalkan Joao ada. Joao pun sepertinya memendam rindu teramat sangat dengan ibunya itu. Maklum, dulu ia masih kecil ketika Ronaldo mengajaknya pergi dan kembali ke Atambua yang masih masuk wilayah Indonesia.

Ya, kaset inilah yang menjadi inti cerita dan dari kaset ini saya sedikit banyak memahami maksud filmnya. Ronaldo tidak terima jika Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia, oleh karena itu ia rela meninggalkan anak istrinya di sana dan memilih Atambua untuk tinggal. Ronaldo sengaja mengajak Joao karena dia lah anak lelaki satu-satunya yang dianggap akan meneruskan nama Ronaldo. Well, saya menggarisbawahi yang satu ini, “meneruskan nama Ronaldo”. Apanya yang mau diteruskan kalau Ronaldo saja mabuk-mabukan dan bahkan sempat dipecat dari pekerjaannya?

39 Derajat Celsius, apaan?

Nah kan, ini pertanyaan saya yang sampai sekarang pun belum terjawab. Coba Anda jawab, ketika Anda membaca judul filmnya, apa yang Anda pikirkan tentang tambahan 39 Derajat Celsius ini?

Awalnya sebelum menonton film ini, saya berpikir ini adalah ungkapan konflik panas antara Timor Leste dengan Indonesia yang diungkapkan dengan tingginya suhu udara, hingga mencapai angka 39. Daaann ternyata semua itu salah! Tak satupun penjelasan mengenai pemilihan judul ini selama film. Bahkan yang awalnya saya pikir akan ada ketegangan antara kedua negara pun tidak terjadi sama sekali. Harus saya ulangi, filmnya benar-benar datar!

Saat pertama nonton dan saya tahu jalan cerita awal film yang sangat datar, saya masih berpikir positif. Saya pikir nantinya akan ditunjukkan sebuah termometer yang menunjukkan angka 39 derajat celsius sebagai bukti jika di Atambua cuacanya sangat panas. Ternyata hal ini juga tidak ada selama film berlangsung.

Well, akhirnya saya mencari informasi dan mendapatkan hasil jika memang daerah Atambua sangat panas dengan suhu mencapai 39 Derajat Celsius. Namun apakah penonton akan sempat melakukan searching sendiri kecuali saya saat ini?

Lalu kesimpulannya?

Sangat disayangkan saya harus menuliskan ini, tapi memang ini benar adanya. Atambua tak layaknya sebuah film standard, datar, tak sekalipun terlihat ada gregetnya. Jika pun memang Riri Riza dan Mira Lesmana ingin menonjolkan keindahan Atambua, di film ini tidak terlihat begitu jelas. Ya, memang ada kalanya mereka menampilkan laut dengan pemandangan luar biasa indah. Tapi itu tak sepadan dengan sisa pemandangan yang terlihat selama film.

Oh ya satu pujian untuk Riri dan Mira. Mereka sengaja memilih bahasa Tetun sebagai bahasa pengantar selama film. Ini adalah bahasa asli masyarakat setempat yang sengaja dipilih untuk memberikan kesan alami. Oke, saya rasa ini ide yang sangat bagus.

Satu hal yang akhirnya saya tahu adalah, suasana Atambua mirip sekali dengan suasana kota-kota lain di Jawa, terutama untuk suasana pasar, angkot, dan keramaian orang-orangnya. Yah, begitulah Indonesia.

Mungkin ada baiknya Riri Riza dan Mira Lesmana belajar pada Alenia untuk membuat film dengan tujuan mengeksplorasi keindahan Indonesia. Lihat saja film Alenia terakhir yang berjudul Di Timur Matahari ini masih jauh lebih baik.

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment