Saturday 03rd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Bangun Lagi Dong Lupus”, Tidur Lagi Aja Deh….

posted by Aisyah Nawangsari
“Bangun Lagi Dong Lupus”, Tidur Lagi Aja Deh….
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Comedy, Drama
Director: Benni Setiawan
Actor: Miqdad Addausy, Acha Septriasa
Release Date: 4 April 2013

What We Like :

Ada usaha untuk membangunkan kembali (atau lebih tepatnya melahirkan kembali) Lupus, remaja yang jadi ‘kebanggaan’ dunia hiburan Indonesia

What We Dislike :

Lupus sudah dicuci otak, nggak asyik lagi!

Saya sempat mengikuti sedikit kisah perjalanan Lupus di masa lalu walaupun saya lahir di era ’90an.  Paling tidak saya pernah mengikuti serial Lupus Milenia. Saya juga sempat membaca novel-novel Lupus karya Hilman. Yang saya tahu, Lupus adalah sosok yang sangat jahil, nekat, kreatif, suka mengunyah permen karet, suka mengejar-ngejar bis kota, dan menggemaskan. Panggillah dia Lupus!

Dengan diproduksinya “Bangun Lagi Dong Lupus” para penggemar berharap bisa kembali menyaksikan aksi-aksi jahil nan konyol ala Lupus. Namun entah apakah Hilman sudah kehabisan bahan lawakan, atau permintaan dari sponsor dan produser, kejahilan tersebut tidak banyak muncul di film ini. Jika anda ingin menonton film ini untuk bernostalgia, anda salah besar. Lebih baik jangan membuang-buang waktu karena yang muncul di film ini adalah Lupus yang dewasa yang diharapkan menjadi panutan remaja-remaja saat ini.

lupus4

Sinopsis

Lupus, seorang murid pindahan di SMA Merah Putih yang langsung jatuh hati pada pandangan pertama pada Poppy. Ternyata, Poppy sudah memiliki pacar yang bernama Daniel. Daniel adalah cowok yang kaya raya, berbeda dengan lupus yang hidup sederhana. Akhirnya, terlibatlah mereka pada cinta segi tiga. Lupus tidak sendirian di SMA Merah Putih, ia berteman dengan Gusur, Boim, dan Anto. Selain menceritakan tentang pertemanan Lupus dan cinta segitiganya, “Bangun Lagi Dong Lupus” juga menceritakan tentang proyek go green Lupus.

lupus3

Bangun? Tidur Lagi Aja Deh…

Entah bagaimana proses pembuatan naskah film ini. “Bangun Lagi Dong Lupus” saya deskripsika sebagai film yang berlebihan dan tidak berkonsep. Cerita terlalu melebar dan terlalu banyak cameo. Para aktor dan aktris seakan berebut ingin berpartisipasi dalam film ‘reboot’ ini. Konsep Lupus di film ini juga berubah (selain permen karetnya). Jika berubah menjadi lebih entertaining sih tidak masalah, namun di sini ia berubah menjadi alim, menjadi remaja baik-baik, dan menjadi remaja yang bijak. Miqdad, si pendatang baru yang memerankan Lupus ini memang jauh dari kesan jahil, ia lebih cocok berperan di film biografi sebagai seorang peraih nobel perdamaian.

lupus1

Jika saya analogikan, film ini seperti Lupus yang sedang berjalan sambil tidur. Ia tampak seperti ‘bangun’ namun sebenarnya ia masih ‘tertidur’. Apa yang dia lakukan saat itu di luar kendalinya, ia bukan dirinya sendiri. Lebih baik ia kembali ke tidurnya, menyelesaikan mimpinya, dan baru benar-benar bangun.

Sangat ironis karena film ini dibuat sebagai usaha untuk bernostalgia, namun apa yang ditayangkan bukanlah Lupus yang sebenarnya. Tidak heran jika di Surabaya film ini hanya bertahan 7 hari saja. Saat ini “Bangun Lagi Dong Lupus” sudah mulai menghilang ‘peredarannya’.

lupus

Sarat Pesan Moral

Saya sangat suka film yang memiliki pesan moral. Namun terkadang film Indonesia terlalu mengada-ada dalam memberikan pesan moral, misalnya melalui ceramah yang panjang lebar yang akhirnya malah terlupakan. Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul mengatakan bahwa ia bangga dengan film “Bangun Lagi Dong Lupus” karena film ini memiliki banyak pesan yang bagus untuk generasi muda saat ini. Ya, memang benar. Tapi…. semestinya hal tersebut dilakukan dengan lebih fun. Come on! This is Lupus! Dia selalu bisa membuat hal-hal membosankan menjadi fun!

Acha Septriasa? Lumayan…

Walaupun ini film-nya Lupus, tapi tidak adil jika kita tidak menyinggung pemeran-pemeran yang lain. Acha Septriasa yang berperan sebagai Poppy di sini terlihat banyak mengeluarkan energi untuk terlihat bagus. Tidak ada yang salah dengan usaha Acha, sayangnya usaha tersebut tidak diimbangi dengan naskah yang kuat sehingga terlihat sia-sia. Sosok Poppy menjadi tidak sekuat harapan Acha.

lupus poppy

Aktor lain juga sudah berusaha yang terbaik, namun (sekali lagi) karena naskah yang lemah dan terlalu dipaksakan akhirnya usaha mereka sia-sia. Sayang sekali, padahal banyak (atau terlalu banyak?) nama-nama terkenal di film ini seperti Didi Petet, Debby Sahertian, Eko Patrio (yang juga memproduseri film ini), Deddy Mizwar, Cici Tegal, Epy Kusnandar, dan Ira Wibowo. Bahkan ada tamu istimewa, yaitu Firdha Razak yang berperan sebagai Lulu di film “Tangkaplah Daku Kau Kujitak” dan beberapa film Lupus lainnya.

lupus5

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment