Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Brave, Film Animasi Terbaru Pixar Yang Sarat Akan Pesan Moral

posted by Rani Sukma
Brave, Film Animasi Terbaru Pixar Yang Sarat Akan Pesan Moral

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Adventure, Animation, Fantasy

Director: Brenda Chapman, Mark Andrews

Actor: Bill Connolly, Emma Thompson, Kelly Macdonald

Release Date: 22 Juni 2012

 What We Like : 

Banyak pesan moral yang terkandung dalam film, hubungan harmonis keluarga

 What We Dislike :

Cerita yang datar, kurang seru, dan masalah terlalu mudah untuk dipecahkan

“Jagalah ikatan keluargamu, jangan sampai putus hanya karena keegoisan semata”

Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh film Brave.  Brave adalah film animasi bergenre petualangan fantasi. Film ini diproduksi oleh Pixar Animation Studio dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures. Disutradarai oleh Mark Andrews dan Brenda Chapman. Naskahnya ditulis oleh Mark Andrews, Steve Purcell, Brenda Chapman, dan Irene Mecchi. Brave pertama kali rilis di Seattle Internasional Film Festival pada 10 Juni 2012 dan tayang di Indonesia pada 22 Juni 2012.

Kisahnya agak sedikit berbeda dengan film proyek Walt Disney yang terdahulu. Film Walt Disney dulu selalu menampilkan perempuan cantik yang baik hati dan lemah lembut. Menampilkan sang prince charming yang tampan, kuat, dan pemberani. Di film Brave semua menjadi serba terbalik, perempuan yang ditampilkan adalah yang tidak cantik, berantakan, pemberani, dan semaunya sendiri. Tidak ada prince charming juga dalam film ini, justru para laki-lakinya ‘bloon’, lemah, dan tidak memiliki banyak kemampuan.

Sekilas Sinopsis Brave

Kisah film ini fokus pada keluarga kerajaan Dunbroch di Skotlandia yang terdiri dari Fergus, Elinor, dan putri mereka yang bernama Merida. Merida disini digambarkan sebagai perempuan yang tomboy. Dia tidak selembut dan tidak berwibawa seperti ibunya. Dia berantakan dan bersikap semaunya sendiri. Dia keras kepala dan pemberani. Waktu Merida masih kecil Fergus ayahnya memberinya sebuah busur panah karena Merida sangat menyukai panah. Saat Merida sedang bahagia, muncullah beruang raksasa Mordu. Di hari itu Fergus bersama teman-temannya menyerang Mordu, sementara Elinor dan Merida lari. Mordu berhasil dikalahkan, namun Fergus kehilangan kaki kanannya. Untuk menghargai Fergus, maka teman-temannya yang terdiri dari beberapa suku mengangkatnya menjadi raja mereka.

Beberapa tahun kemudian Merida menginjak dewasa. Dia sama sekali tidak berubah. Tetap berantakan dan semaunya sendiri sampai-sampai Elinor stress. Ditambah lagi kehadiran 3 adiknya yang sangat nakal. Elinor sangat mengatur dan mengontrol Merida agar menjadi putri yang ideal.

Suatu hari, Elinor mengundang teman-teman Fergus yang terdiri dari Machintosh, MacGuffin, dan Dingwall untuk datang dan membawa anak laki-laki mereka untuk melamar Merida. Ini adalah tradisi dimana seorang putri raja ketika sudah menginjak dewasa akan dilamar oleh laki-laki. Merida menjadi sangat gusar, dia sangat membenci ibunya yang mengatur hidupnya sehingga dia menyobek permadani hias bergambar Fergus, Elinor, dan Merida. Dia memisahkan Elinor di permadani hias tersebut sehingga yang tersisa hanya gambar Fergus dan Merida.

Merida kemudian melarikan diri ke hutan untuk menghindar dari ibunya. Di hutan itu lah dia bertemu dengan seorang penyihir. Merida kemudian meminta mantra pada penyihir tersebut untuk merubah ibunya. Merida diberi sebuah kue oleh penyihir. Kue tersebut kemudian diberikan pada Elinor, yang tak disangka-sangka setelah makan kue itu berubah menjadi beruang Mordu. Namun bukan beruang Mordu yang jahat, melainkan masih bersifat seperti Elinor.

Merida menjadi ketakutan dan merasa bersalah. Apalagi jika Fergus tahu ada beruang Mordu dalam istana, dia pasti akan membunuhnya. Merida membawa Elinor si beruang ke hutan untuk berlindung dan mencari jalan keluarnya. Bersama-sama mereka kembali ke rumah penyihir untuk memusnahkan mantra. Namun Merida tidak menemukan siapa-siapa disana. Dia hanya menemukan kuali yang diatasnya ada asap berbentuk kepala penyihir.

Asap berbentuk penyihir itu berkata bahwa dua hari kemudian mantra akan menjadi permanen. Hanya dengan memperbaiki ikatan yang rusak untuk memusnahkan mantra tersebut. Merida mengerti, memperbaiki permadani hias yang dia sobek lah jawabannya.

Mereka kembali ke istana dan ketahuan oleh Fergus. Elinor hampir dibunuh oleh Fergus dan teman-temannya. Namun Merida dengan berani melawan ayahnya dan pasukannya untuk  melindungi Elinor. Setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya permadani hias itu bisa diperbaiki. Elinor pun kembali menjadi manusia. Merida meminta maaf atas apa yang telah dia perbuat, sedangkan Elinor pun meminta maaf pada Merida karena selama ini tidak bisa mengerti Merida. Mereka akhirnya saling mengerti dan saling memaafkan. Keluarga mereka utuh kembali. Fergus, Elinor, Merida, dan ketiga adik Merida.

Mengharukan, Mengundang Gelak Tawa, Sekaligus Membosankan

Kisah yang disuguhkan film Brave menarik dan mengharukan. Suasana menjadi segar dan mengundang gelak tawa ketika Fergus muncul , berubah menjadi mengharukan ketika adegan Elinor dan Merida. Fergus, seorang raja bijaksana tapi ceroboh. Dia sangat menyayangi istrinya dan anak-anaknya. Elinor seorang ibu yang baik hati, namun dia sangat memaksakaan kehendak pada Merida sehingga Merida menjadi muak.  Merida yang semaunya sendiri selalu melawan apa yang diinginkan ibunya. Begitu muaknya Merida sehingga tega merubah ibunya menjadi beruang. Sangat mengharukan ketika akhirnya Elinor kembali menjadi manusia dan mereka menjadi saling mengerti.

Film ini selain menghibur juga membawa pesan moral yang sangat jelas. Brave memberi pelajaran bahwa kita tidak boleh memutuskan tali keluarga hanya karena keegoisan dan kemauan sendiri. Sebagai keluarga seharusnya saling mengerti. Apabila tidak sependapat maka harus dibicarakan dan mendengarkan pendapat masing-masing. Karena apabila keegoisan tetap dipertahankan, maka ikatan keluarga akan hancur dan hilang selama-lamanya. Brave juga menyampaikan bahwa orang tua dan anak harus sering saling berkomunikasi dan mengerti satu sama lain. Agar anak tidak membenci orang tuanya dan orang tua dapat mengerti apa keinginan anaknya serta mempertimbangkannya. Orang tua dan anak sama-sama tidak boleh egois. Harus saling mendengarkan satu sama lain.

Namun dibalik keindahan kisahnya, Brave juga membuat penonton bosan. Hal ini membuat penonton yang memiliki harapan tinggi pada film buatan Pixar menjadi kecewa. Cerita keseluruhan filmnya standard dan tidak seru, konflik serta masalah yang ada di film seakan sangat mudah diselesaikan. Si penyihir yang memberi mantra pada Merida tidak diceritakan lagi. Cara pemusnahan mantra pada Elinor sangat mudah ditebak dan dipecahkan. Sehingga kurang ada ‘greget’ yang mengaduk-aduk emosi penonton.  Efek visual dan grafis yang ditampilkan pun tidak begitu ‘wow’ seperti film Pixar biasanya. Film ini terkesan biasa, tidak ada yang membuat penonton terkesan atau takjub. Efek yang cukup bagus di film ini dapat dihitung dengan jari, seperti efek air terjun, hutan, dan rambut merah Merida yang sangat catchy di mata. Namun apabila dibandingkan dengan animasi Madagascar 3 yang baru-baru ini dirilis, film ini tidak ada apa-apanya. Nilai lebih film Brave hanya pada pesan moralnya.

Cocok Untuk Tontonan Keluarga

Karena memiliki cerita yang simple dan mengandung pesan moral yang baik bagi orang tua dan anak, film ini cocok untuk tontonan keluarga. Kesederhanaan kisahnya dapat membuat anak cepat paham. Baik orang tua dan anak masing-masing dapat belajar bagaimana membangun keluarga yang harmonis. Mengajarkan bagaimana orang tua dan anak saling bersikap agar tidak memicu konflik diantara keduanya. Namun untuk remaja usia 18+, film ini tidak menarik dan kurang seru karena cerita yang sangat sederhana.

Lebih Dalam: Karakter dalam Film Brave

 

1.       King Fergus

Fergus adalah karakter raja yang bijaksana namun ceroboh. Dalam bertindak dia membutuhkan dukungan dan saran Elinor. Dia sangat menyayangi anak-anaknya terutama Merida. Sampai-sampai Merida diberikan busur panah kesukaannya meskipun Merida adalah anak perempuan. Fergus juga sangat menghargai teman-temannya seperti Machintosh, MacGuffin, dan Dingwall.

Fergus adalah orang yang sangat bangga pada dirinya sendiri apalagi jika dia melakukan sesuatu yang hebat. Dia sangat bangga bisa mengalahkan beruang Mordu yang ganas. Dia menceritakan kehebatannya selama bertahun-tahun. Kaki kanannya yang dimakan beruang Mordu adalah salah satu kebanggaannya karena sebagai bukti dia mengalahkan beruang Mordu. Karakter Fergus membawa kesegaran dan humor dalam film.

2.       Queen Elinor

Elinor adalah ratu sekaligus istri dan ibu yang baik hati. Dia sangat bijaksana, berwibawa, dan sempurna sebagai ratu. Tapi dia mempunyai watak yang keras sehingga semua orang harus menuruti apa yang dia perintahkan, termasuk Fergus dan Merida. Dia menuntut kesempurnaan dari semua orang yang berada disekitarnya. Hal ini yang membuat Merida muak dan marah pada Elinor. Elinor baru sadar akan wataknya itu setelah terkutuk menjadi beruang.

 3.       Princess Merida

Merida adalah karakter perempuan yang berantakan dan semaunya sendiri. Merida pandai memanah. Busur panah yang sangat dicintainya adalah busur pemberian ayahnya waktu dia berulang tahun. Dia adalah perempuan pemberani  dan keras kepala. Singkatnya dia adalah pemberontak. Terutama pada perintah Elinor yang menuntutnya untuk jadi sempurna. Merida muak pada ibunya yang mengaturnya sehingga dia mengutuk ibunya menjadi beruang. Setelah ibunya menjadi beruang, barulah dia menyesal akan keegoisannya dan kekerasan hatinya.

Pengisi Suara Karakter Fergus, Elinor, dan Merida

 

1.       Bill Connolly (Fergus)

Bill Connolly adalah komedian, musisi, presenter, dan aktor asal Skotlandia yang lahir pada 24 November 1942. Dia pernah bermain di film Indecent Proposal(1993), Muppet Treasure Island (1996), The Lasr Samurai (2003), The X-Files: I Want To Believe (2008) dan masih banyak lagi. Dia juga pernah berperan sebagai King of Liliput di film remake Gulliver’s Travels.

2.       Emma Thompson (Elinor)

Pengisi suara Elinor adalah aktris top Emma Thompson. Emma Thompson merupakan seorang aktris dan komedian asal Inggris yang pernah memenangkan Emmy, BAFTA, Golden Globe, dan Academy Award. Dia dilahirkan di London. Dia berkarier di dunia film sejak tahun 1987. Film-filmnya yang terkenal adalah Harry Potter The Prisoner of Azkaban (Professor Trelawney) dan Nanny McPhee.

3.       Kelly Macdonald  (Merida)

Pengisi suara Merida dipilih aktris asal Skotlandia asli, Kelly Macdonald, bintang film No Country for Old Men, serial Boardwalk Empire dan pemeran Helena Ravenclaw di Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Kelly lahir pada 23 Februari 1976. Dia pernah mendapatkan penghargaan Emmy dan BAFTA. Reese Witherspoon sempat ditawari untuk mengisi suara Merida, tapi menolak karena masalah jadwal yang terlalu padat.

Brave Untuk Mengenang Mendiang Steve Jobs

Film Brave adalah film yang dibuat untuk mengenang mendiang Steve Jobs, pendiri Apple Inc. yang sekaligus merupakan pejabat eksekutif Pixar Animation Studios.  Brave merupakan film Pixar pertama yang dirilis sejak Steve Jobs wafat tahun lalu.

Pada kredit penutupan Brave, Pixar memberi penghormatan dengan memunculkan nama Steve Jobs dengan cetusan api melayang di sekitarnya. Mereka juga menyebut bahwa Jobs adalah guru sekaligus teman mereka.

Steve Jobs lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat pada 25 Februari 1995. Dia adalah pendiri dari Apple Inc. dan pejabat eksekutif di Pixar Animation Studios. Dia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006 setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney.  Karena keuletannya itu, dia menjadi jutawan sebelum berumur 30 tahun.

Steve Jobs dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk. Dia adalah orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan contoh bagi semua kepala eksekutif. Dia juga pemimpin yang tidak sombong pada anak buahnya. Dia bertindak tidak seperti pemimpin tapi seperti teman bagi anak buahnya,

Pada 5 Oktober 2011 lalu, Steve Jobs meninggal dunia di California pada usia 56 tahun karena menderita penyakit kanker pankreas. Kematiannya ditanggapi secara luas dan dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia. Perusahaan yang ditanganinya dan penggemarnya di seluruh dunia sedih karena kepergiannya.

Game Temple Run Brave

Pada tanggal 19 Juni 2012, Disney Interactive Studios merilis video game berdasarkan film Brave. Game ini untuk Play Station 3, Xbox 360, Wii, PC, dan Nintendo DS. Mobile Video Game Temple Run Brave juga telah tersedia sejak 14 Juni 2012 untuk iPhone, iPod Touch, iPad, dan Android.

Masih sama seperti seperti game Temple Run yang lain, di game ini kita bisa melompat, sliding dan bergerak kiri dan kanan untuk menghindari kejaran musuh. Tetapi untuk versi Brave, kita juga bisa memanah. Suasana lingkungan juga dibuat semirip mungkin dengan filmnya.


Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment