Sunday 04th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Broken City”, Drama Politik yang Cukup Menghibur

posted by Aisyah Nawangsari
“Broken City”, Drama Politik yang Cukup Menghibur
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Thriller
Director: Allen Hughes
Actor: Mark Wahlberg, Russell Crowe, Catherine Zeta-Jones
Release Date:18 Januari 2013

What We Like :

Para aktor/aktris mampu menghidupkan film sehingga enak untuk ditonton

What We Dislike :

Cerita terlalu mudah ditebak

Menjelang pemilu, tentu banyak ‘pembunuhan’ yang dilakukan oleh para pelaku politik terhadap lawannya. Hal inilah yang diangkat oleh film berdurasi 109 menit ini. Cerita terlalu simpel dan mudah ditebak, namun masih bisa dinikmati bagi anda yang tidak terlalu banyak menonton film detektif. Bagi anda yang memang menyukai film detektif, ceritanya akan terasa sangat kacangan. Walaupun cerita kurang menjual, namun para aktor/aktris di film ini membuktikan bahwa mereka memang aktor/aktris papan atas.

Sinopsis

Billy Taggart (Mark Wahlberg) adalah detektif swasta dan mantan polisi NYPD yang dibebaskan dari tuduhan pembunuhan. Walikota (Russell Crowe) tahu lebih banyak dari apa yang diketahu pengadilan dan masyarakat. Tujuh tahun kemudian walikota menyewa Billy untuk menyelidiki perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya (Catherine Zeta-Jones) dengan upah yang lumayan. Namun ketika Billy telah menemukan selingkuhan istri walikota terbunuh, ia tahu bahwa perselingkuhan tersebut bukanlah kasus yang sebenarnya. Ada tujuan lain dibalik penyelidikan yang ia lakukan dan ia telah diperalat oleh walikota!

Cerita so so

Seperti cerita detektif kebanyakan, film ini tidak akan memunculkan tokoh antagonis secara eksplisit. Ceritanya memang tidak terlalu silly dan cukup menghibur, sayang ending mudah ditebak. Intrik-intrik politik yang dimunculkan sangat realistis seperti terungkapnya korupsi yang dilakukan pemerintah, penggusuran, jaminan keamanan publik, dan sebagainya. Cukup menarik sebenarnya karena melibatkan unsur politik di cerita ini sehingga motif dari kasus yang dilakukan sangat kuat dan tidak absurd/nonsense.

Aksi-aksi yang dilakukan di film ini juga bisa dibilang cupu namun cukup menghibur. Mengingat aksi kejar-kejaran dan tembak-tembakan tersebut hanya pelengkap cerita, maka masih bisa dimaafkan.

Efek musik di film ini bisa dibilang salah satu faktor film ini menjadi hidup. Ada beberapa scene yang berkat backsound penonton bisa merasakan ketegangannya. Tanpa penataan musik yang baik, film ini jelas akan garing. Selain musik, tentu saja akting dari para aktor/aktris kelas atas sangat membantu film ini untuk tampil menarik. Beberapa mengkritik Russell Crowe karena aksen New York yang kaku. Well, karena saya tidak begitu bisa membedakan aksen-aksen Amerika, maka saya menilai bahwa akting Russell Crowe sangat sempurna. Begitu juga dengan Catherine Zeta-Jones yang tampak berwibawa sebagai first lady of New York. Mark juga tampil seksi di film ini, sayang ia harus menampilkan ekspresi yang begitu-begitu saja, seperti perasaan dikhianati, shock, kesepian, dan menyelidik.

Broken city

Russell Crowe sempat menyebutkan bahwa New York adalah broken city sehingga kota tersebut membutuhkannya untuk perbaikan. Well, jika New York adalah broken city, maka Indonesia ini apa? Broken Country?

Apa yang diceritakan di sini cukup masuk akal jika melihat duni politik yang semakin lama semakin kejam. Sekali lagi, ide mengangkat dunia politik adalah ide yang bagus. Sayangnya, selain motif politik, saya tidak tahu motif pembunuhan yang dilakukan oleh walikota dan bagaimana akhirnya nasib para tokoh di sini? Bisa dibilang ending dari film ini masing menggantung. Yah, khas film Hollywood kebanyakan…

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment