Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Frankenweenie, Parade Hewan yang Bangkit dari Kubur dalam Stop-Motion

posted by Aisyah Nawangsari
Frankenweenie, Parade Hewan yang Bangkit dari Kubur dalam Stop-Motion

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Animation, Horror

Director: Tim Burton

Actor: Catherine O’Hara, Charlie Tahan, Martin Short

Release Date: 5 Oktober 2012 (USA)

 What We Like : 

animasi stop-motion hitam putih yang unik, cerita yang ‘mencekam’

 What We Dislike :

ending yang kurang greget

Tim Burton adalah salah satu sutradara favorit saya. Ia memiliki keunikan dan kenyelenehan di setiap film-nya yang membuat saya selalu penasaran dengan karya-karyanya, termasuk Frankenweenie. Fill Halloween yang ditujukan untuk anak-anak ini rupanya bisa memuaskan saya sebagai penonton dewasa. Jika ditonton oleh anak-anak pun, saya rasa mereka pasti puas karena cerita yang sangat menyeramkan bagi mereka (bagi penonton dewasa tentu tidak menyeramkan).

Frankenweenie bercerita mengenai Victor (Charlie Tahan) yang terobsesi dengan hal-hal yang berbau ilmiah dan memiliki guru IPA yang ‘gila’ di sekolahnya yang semakin membuatnya semakin terobsesi dengan hal-hal ilmiah.

Suatu kali ia mengikuti pertandingan baseball (ia diarahkan oleh ayahnya untuk mengikuti kegiatan non-akademis supaya tidak terlihat cupu) dan berhasil memukul bola hingga jauh ke jalanan. Sang anjing, Sparky yang memiliki insting untuk menangkap bola tersebut berlari ke jalanan. Sayangnya, begitu bola itu sudah berada di mulut Sparky, sebuah mobil melintas dan menabrak Sparky. Sparky pun tidak bisa diselamatkan.

Victor tidak bisa menerima keadaan tersebut. Ia merasa tidak bisa hidup tanpar Sparky. Suatu hari guru ‘gila’ di sekolahnya, Mr. Rzykurski (Martin Landau) menunjukkan pada murid-muridnya mengenai listrik yang bisa menggerakkan otot katak yang sudah mati.

Terinspirasi dari Mr. Rzykurski, Victor menggali kuburan Sparky dan membuat percobaan untuk menghidupkan kembali Sparky yang sudah mati. Victor menyulap gudang atap menjadi laboratorium percobaan dan menggunakan kilat sebagai sumber listrik untuk menghidupkan Sparky. Entah keajaiban apa yang terjadi, Sparky kembali hidup!

Masalah terjadi ketika para teman-temannya mengetahui eksperimen Victor yang berhasil tersebut. Mereka takut Victor akan memenangkan Pekan Ilmiah dengan menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati. Setelah mengetahui rahasia Victor untuk menghidupkan kembali Sparky, mereka semua melakukan eksperimen yang sama namun dengan hasil yang berbeda-beda. Makhluk hasil dari eksperimen mereka itu pun akhirnya berkeliaran di kota dan membahayakan penduduk setempat.

As expected from Tim Burton

Film ini jelas tidak mengecewakan sama sekali. Masih bertema gothic khas Tim Burton dengan cerita nyeleneh yang juga khas Tim Burton. Ide dari film ini sendiri sudah ia buat pada tahun 1984 dan di tahun 2012 ini ia membuat remake dari karyanya sendiri. Jika dibandingkan dengan karyanya yang lain, Corpse Bride (yang sama-sama animated stop-motion dan bergenre horror) jujur saya lebih menyukai ide dari Corpse Bride. Namun Frankenweenie memiliki nilai plus dibanding Corpse Bride karena film-nya yang full hitam putih. Kali ini Tim Burton membuat gebrakan di dunia animasi yang biasanya memiliki warna –warna yang cerah. Awalnya saya takut film ini akan membuat saya pusing dan bosan ketika ‘diperingatkan’ oleh penjual tiket bahwa film ini full hitam-putih. Begitu menonton film-nya saya bisa menikmatinya tanpa rasa pusing walaupun saya menjadi ‘buta warna’ di dalam bioskop.

Para aktor dan aktris yang mengisi suara untuk film ini juga berhak mendapatkan nilai plus karena kerja mereka yang luar biasa. Catherine O’Hara dan Martin Short yang mengisi suara 3 tokoh sekaligus perlu diacungi jempol. Sayangnya James Hiroyuki Liao agak membuat tokoh Toshiaki tampak berbicara dengan logat Mexico daripada logat Jepang. Namun itu bukan masalah besar, paling tidak Toshiaki tidak berbicara menggunakan logat Amerika.

100% Halloween

Frankenweenie merupakan film Halloween dan film animasi terbaik tahun ini menurut saya. Halloween merupakan pesta horror tiap 31 Oktober di seluruh dunia. Halloween bukan yang semakin menakutkan semakin baik, namun yang uniklah yang memiliki nilai Halloween terbaik. Semakin monster (bukan hantu) semakin baik. Yah, bisa dibilang Halloween bukanlah parade kuntilanak dan pocong, namun parade siluman. Yang berukuran raksasa akan semakin baik. Kalaupun ingin menampilkan kuntilanak dan pocong, dandani mereka secara lucu seperti di beberapa film Horkep (horror bokep).

Tim Burton berhasil membuat parade monster yang terbuat dari hewan yang bangkit dari kubur. Ini merupakan yang mencekam yang akan membuat mereka ketakutan, namun tetap menghibur, bukan membuat semakin depresi.

 

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment