Friday 02nd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“G.I. Joe: Retaliation”, Lebih Baik tapi Tidak Sebaik Itu

posted by Utario Esna Putra
“G.I. Joe: Retaliation”, Lebih Baik tapi Tidak Sebaik Itu
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Sci-Fi, Action, Adventure
Director: Jon M. Chu
Actor: Dwayne Johnson, Chaning Tatum, Byung-hun Lee, Ray Park, Jonathan Pryce,  Arnold Vosloo
Release Date: 28 Maret 2013 (USA)

What We Like :

Kali ini para Joe’s diceritakan dengan lebih serius

What We Dislike :

Gadget-nya tidak seluarbiasa dulu

“Panggil saya JOE”

Ketika kemunculan perdananya di layar lebar tahun 2009, saya memang sangat terkesan dengan special effect yang digelar dengan sangat murah hati. Tapi tidak dengan konsep ceritanya. Dalam kemunculannya kali ini saya tetap terkesan. “Retaliation” memang lebih baik dari “Rise of Cobra”, tapi ya tidak sebaik itu. Meskipun dalam hal cerita dan pendalaman karakter “Retaliation” mampu mengalahkan pendahulunya.

http://resources0.news.com.au/images/2013/03/28/1226607/428568-rock.jpg

Dengan senjata dan armor biasa mampukah mereka menghajar antek-antek Cobra?

Sinopsis

Kapten Duke Hauser (Channing Tatum) dan timnya GI Joe ditetapkan sebagai pengkhianat. Mereka akan dibubarkan oleh Presiden Amerika Serikat (Jonathan Pryce) yang sebenarnya adalah Zartan (Arnold Vosloo) yang sedang menyamar. Mereka dijerat dalam konspirasi pengkhianatan terhadap negara.

Tim GI Joe bergabung dengan Joe Colton (Bruce Willis) untuk mengalahkan Zartan dan menyelamatkan dunia melalui operasi rahasia mereka: ‘Revolusi Amerika yang Kedua’.

Film yang Beda

Cuma saya saja atau kalian juga merasa kalau film ini berbeda dengan yang pertama. Sewajarnya sebuah sekuel, penonton masih dapat merasakan “atmosfir” atau “rasa” yang mereka nikmati di film pertama. Saya bandingkan “The Dark Knight” dengan “The Dark Knight Rises”. OK, keduanya memiliki jalan yang berbeda, tapi orang awam masih bisa bilang kalau TDKR masih lanjutannya TDK.

Lantas kenapa hal yang sama tidak terjadi pada GI Joe? Satu yang paling saya curigai adalah perbedaan sutradara. “Rise of Cobra” disutradarai Stephen Sommers, sedangkan “Retaliation” disutradarai Jon M. Chu. Gaya penyutradaraannya jelas beda. Di film pertamanya para Joe’s digambarkan sangat komikal dan penuh gadget aneh-aneh. Sekarang mereka lebih serius. Dan hey, kapan lagi kita bisa lihat Dwayne “The Rock” Johnson duet dengan Bruce “McClane” Wilis?

http://www.shockya.com/news/wp-content/uploads/gi-joe-the-rock-willis.jpg

Badasss!

Jangan lupa juga hanya 5 karakter yang kembali muncul dari film pertamanya. Itu pun sudah termasuk karakter tokoh jahat. Saya yakin penonton akan kehilangan menyaksikan aksi para Joe’s ber-jumpalitan dengan armor super cetar. Seperti yang saya bilang di awal. Ini film yang beda, meskipun jalan ceritanya masih lanjutan yang awal.

Setelah Presiden Ditawan

Nampaknya tidak ada satu pun yang menyadari bahwa keamanan Gedung Putih telah dibobol. Zartan berhasil menyaru sebagai Presiden. Para Joe’s melanjutnkan misi-misinya. Duke (Channing Tatum) sekarang naik pangkat menjadi Kapten. Timnya terdiri dari Roadblock (The Rock), Flint (D.J. Cotrona), dan Lady jaye (Adrianne Palicki). Mereka melakukan misi tanpa tahu bahwa yang memerintahkannya adalah Zartan (Arnlod Vosloo).

http://static3.businessinsider.com/image/515a45d3eab8eac752000005-663-497-400-/gi-joe-retaliation-zartan.jpg

Nyamar dulu coy!

Tidak butuh lama bagi Zartan untuk menjebak GI Joe dan menggulirkan rencana jahatnya. Inilah bagian yang menurut saya membuat “Retaliation” lebih baik dari pendahulunya. Atau barangkali lupakan saja ada yang namanya “Rise of Cobra”. Rencana jahat bergulir dengan cara seksama dan membahana! Tidak ada yang asal nekat lalu muncul ledakan besar. Kali ini Cobra dan Zartan memiliki rencana yang lebih rapi dan komprehensif. Naik kelas lah mereka. Tapi masih belum bisa mengimbangi Bane atau Jokernya Christopher Nolan.

http://images4.fanpop.com/image/photos/23600000/Batman-and-the-Joker-the-dark-knight-23625898-600-449.jpg

Orang ini memang sulit dicari tandingannya

Lucu yang Lebih Cerdas

Soal banyolan kedua film memang berbeda. Bila “Rise of Cobra” lebih banyak unsur slapstik, di sini banyolannya lebih cerdas kok. Dari kelakar antar dua sahabat: Duke dan Roadblock (yang kemudian menjadi elemen yang membuat sedih penonton) sampai konyolnya Zartan bermain-main dengan senjata nuklir. Melihat presiden Korea Utara di-bully Zartan dengan senjata nuklir ternyata begitu lucu.

Pengembangan Karakter Lebih Bagus

Di sini para aktor diberi ruang yang lebih besar untuk mengembangkan perannya. Channing Tatum dan The Rock banyak berbagi momen yang lucu. Tampaknya mereka punya chemistry yang bagus. Adrianne Palicki punya modal bagus sebagai heroine. Dia tampil menawan dalam balutan busana merah. Sedangkan D.J. Cotrona dan Bruce Willis tampil kurang meyakinkan. Penonton tidak punya banyak kesempatan untuk menyukai 2 karakter ini.

Jadi Bagaimana?

Menurut saya film ini bagus dan menghibur ditonton. Saya sangat tidak menganjurkan untuk menontonnya dalam 3D. satu kata: kacau! Karena adegan dipotong terlalu cepat sehingga mata kita loelah menontonnya. Lebih baik menonton yang versi biasa saja.

Saya kira orang akan lupa film ini 2-3 bulan lagi. Jangan lupa, sebentar lagi musim panas. Banyak film bagus menanti…

 

 

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment