Tuesday 06th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Gangster Squad”, Komisi Pemberantas Mafia

posted by Utario Esna Putra
“Gangster Squad”, Komisi Pemberantas Mafia

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action, Crime, Drama

Director: Ruben Fleischer

Actor: San Penn, Ryan Gosling, Emma Stone, Josh Brolin

Release Date: 11 Januari 2013 (USA)

 What We Like : 

Sinematografi adegan perkelahian dan baku tembak luar biasa indah

 What We Dislike :

Dialog dan cerita datar dan beberapa agak menggelikan

Kalau Republik Indonesia punya yang namanya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Komisi Pemberantas Mafia Hukum (KPMH) diceritakan Los Angeles pada tahun 1949 punya komisi-komisian juga. Komisi yang dipimpin 2 sersan polisi ini bernama Gangster Squad Unit.

Sinopsis

Los Angeles 1949, segala kejahatan terorgaisir oleh raja mafia dari Brooklyn. Dialah Mickey Cohen (Sean Penn). Dia bagai avatar pengendali kejahatan. Sebut saja semua kejahatan, dia pasti kuasai. Mulai dari narkoba, senjata api, sampai bisnis esekesek. Dan dia melakukannya tidak hanya dengan perlindungan dari preman bayarannya, tetapi juga oknum polisi dan politikus. Itu semua cukup untuk mengintimidasi bahkan sekelas polisi tertangguh, kecuali sepasukan kecil pasukan LAPD yang dipimpin Sersan John O’Mara (Josh Brolin) dan Jerry Wooters (Ryan Gosling). Berhasilkah pasukan ini mencabik-cabik imperium Cohen?

Super Keren tapi Klise

“Gangster Squad” menawarkan semua yang bisa ditawarkan film laga. Adegan 5 menit pertama begitu mengagumkan (atau sadis?). Ada penjahat bernasib nahas yang terikat pada dua kendaraan, lalu tubuhnya membelah jadi dua karena kedua kendaraan dipacu ke arah berlawanan. Ada yang kehilangan jarinya saat berkelahi di elevator. Pokoknya mayat yang bergelimpangan lebih banyak dari film sutradara Ruben Fleischer sebelimnya, yaitu “Zombieland”

http://www.joblo.com/video/media/screenshot/gangster-squad-international-tvspot.jpg

“This isn’t Chicago. It’s the Wild fucking West!”

Tapi segala adegan baku hantam dan rentetan Thompson SMG tidak akan membekas lama di kepala. Alasannya sederhana: terlalu klise. Film ini mudah dilihat dan lebih mudah lagi dicerna, tapi akan cepat dilupakan.

Pertunjukan Baku Tembak

Jadi dalam waktu berdekatan bioskop tanah air disuguhkan 2 film yang mengangkat kehidupan mafia. Yang pertama adalah “Lawless” (baca reviewnya di sini) dan yang kedua adalah “Gangster Squad”. Nah apabila dulu saya bilang “Lawless” sangat kekurangan adegan baku tembak, “Gangster Squad” sebaliknya. Begitu pula dengan cerita. “Lawless” begitu solid. Kita bisa melihat potret dunia mafia, meskipun cuma dari kacamata juragan cukrik kecil-kecilan. “Gangster Squad” yang menyorot raja mafia dari Los Angeles saja tidak sanggup menampilkan cerita yang solid dan mendalam. Singkatnya film ini adalah hiburan singkat untuk mata dan telinga.

Entah apakah faktor dari kepemimpinan sutradara Ruben, tap saya merasa akting para aktornya tidak terarah dengan baik. Para aktor dibiarkan berjalan sendiri dengan intepretasi watak masing-masing. Jadinya Anda akan disuguhkan Ryan Gosling yang beraktinglebay. Lebih mirip playboy kelas kakap yang sedang mempertunjukkan kebolehan.

http://i.ytimg.com/vi/KWkY2C6NVUg/0.jpg

Overclassy: Gayanya yang classy terlalu lebay

Pesan Moral

Dulu film bertema gangster lebih kental elemen psikologisnya. Salah satu sutradara film mafia klasik, Howard Hawks selalu menyelipkan pesan melaluimoral mlalui film-filmnya. Seolah dia memperingatkan bahayanya eksistensi mafia dan memberi tekanan pada pemerintah untuk bertindak lebih keras. Selalu ada contoh mengenai orang biasa yang terjerumus daya tarik uang dan kekuasaan, berlomba meningkatkan status sosial, tapi kehilangan teman, keluarga, dan mengalami dilema nurani. Itu film mafia klasik.

http://cdn.memegenerator.net/instances/400x/30682917.jpg

Apa kabar dengan “Gangster Squad”?

Dengan kentalnya porsi adegan laga dan kekerasan mengurangi kesempatan pesan moral untuk lewat. Kalau sutradara Ruben memang suka utnuk mengaburkan garis antara pelaku kriminal dan aparat kepolisian, mengapa dia memberi gambaran yang super indah tentang pertempuran antara keduanya? Anda akan melihat aksi baku tembak yang super indah. Slow motion, freeze framing, dan teknik-pengambilan-gambar-indah lainnya.

http://gonewiththetwins.com/pages/2013/screenshots/gangstersquad/004.jpg

Fatwa Hollywood: Wajib hukumnya menampilkan Thompson SMG dalam film mafia atau gangster

Dialog yang kacau

Salah satu yang membuat cerita “Gangster Squad” begitu mengecewakan adalah dialognya. Awalnya terkesan aneh, lama-lama menggelikan. Inilah penyebab mengapa tampang Sean Penn cuma marah saja. Karena memang dialognya cuma marah. Dan mengapa John O’Mara (Josh Brolin) sebagai pimpinan kurang berwibawa? Ternyata dialog yang diberikan padanya juga menggelikan. Simak saja potongan dialog John O’Mara di bawah ini.

“This is a war for the soul of Los Angeles!”

Ini adalah perang untuk jiwa Los Angeles

(Mungkin ingin menunjukkan kalau pertempuran ini begitu epic?)

“The whole town is under water and you’re using a bucket when you should be grabbing a bathing suit”

Seluruh kota terndam air dan kamu memakai ember ketika seharusnya pakai baju mandi?

(#gagalpaham)

http://gonewiththetwins.com/pages/2013/screenshots/gangstersquad/001.jpg

Dalam hati dia bertanya: “Siapa yang menulis dialog kampret macam begitu?”

Rasanya hanya Ryan Gosling yang sadar sedang terlihat dalam film seperti apa. Dia tidak berusaha menampilkan tampang yang terlalu serius seperti Josh Brolin, malah dia menikmati tampil overclassy. Emma Stone sebagai tombo ngantuk tidak berbuat banyak selain merokok dan menampilkan ekspresi menggoda.

http://gonewiththetwins.com/pages/2013/screenshots/gangstersquad/002.jpg

Emma Stone tampil begini-begini saja

Secara keseluruhan film ini menyenangkan ditonton, tapi tidak meninggalkan kesan mendalam. Tidak terlalu banyak mikir.

http://download.gamezone.com/uploads/image/data/1114302/article_post_width_Gangster-Squad.jpg

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment