Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Hope Springs”, Ketika Meryl Streep Berusaha Menyelamatkan Pernikahannya

posted by Aisyah Nawangsari
“Hope Springs”, Ketika Meryl Streep Berusaha Menyelamatkan Pernikahannya
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Drama, Comedy
Director: David Frankel
Actor: Meryl Streep, Tommy Lee Jones, Steve Carell
Release Date: 8 Agustus 2012

What We Like :

Meryl dan Tommy menunjukkan chemistry yang oke, setting tempat yang indah (kota kecil yang damai dan rumah yang lucu).

What We Dislike :

Penyelamatan pernikahan berdasarkan seks.

Meryl Streep kembali menunjukkan bahwa ia adalah aktris papan atas. Kali ini ia berperan sebagai istri yang frustasi karena kehidupan rumah tangganya yang tidak ‘normal’ seperti dulu. Meryl memerankan tokoh yang tidak memiliki kepercayaan diri, selalu sabar, tidak banyak protes, namun memiliki keinginan yang kuat. Sementara itu Tommy Lee Jones berperan sebagai suami yang keras kepala, tidak peka, dan menganggap bahwa kehidupan rumah tangganya baik-baik saja. Chemistry mereka sebagai suami istri sangat bagus sehingga terlihat natural.

Sinopsis

Kay (Meryl Streep) merasa ia harus memperbaiki pernikahannya. Ini disebabkan karena suaminya, Arnold (Tommy Lee Jones) tidak lagi bertindak romantis padanya. Mereka bahkan tidur di kamar yang berbeda. Mereka sudah menikah selama 31 tahun, anak-anak sudah besar dan tinggal di tempat lain, Kay merasa semestinya mereka bisa semesra saat mereka baru menikah dulu. Kay yang hanya bekerja sebagai karyawan memutuskan untuk membayar 4000 dollar untuk konseling pernikahan intensif selama seminggu. Walaupun awalnya Arnold menolak, akhirnya ia mengikuti konseling tersebut karena sayang dengan uangnya. Konseling yang berlangsung di lura kota tersebut tidak berjalan dengan lancar, Arnold pun mengomel terus….

Less comedy

Film ini terlalu serius untuk disebut sebagai komedi, yah walaupun sang sutradara menyisipkan sedikit humor di sini. Mungkin beberapa orang melihat cerita ini sebagai lelucon -orang tua yang ingin seperti para remaja yang kasmaran- namun di balik itu ada banyak makna yang ingin disampaikan oleh sang penulis/sutradara.

Yang diangkat di sini adalah permasalahan yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Dan apa yang diangkat adalah masalah yang serius, permasalahan dalam rumah tangga. Untungnya David Frankel mampu mengemas film ini menjadi film yang ringan dan menghibur.

Terlalu dangkal

Mungkin setiap pasangan memiliki permasalahan yang berbeda. Kebetulan pasangan yang diceritakan di sini memiliki masalah seks. Karena itu setiap harinya mereka disarankan untuk melakukan skinship dan kegiatan yang berbau seks lainnya. Jujur saya sedikit risih melihatnya. Dari pertengahan film hingga akhir, mereka hanya berbicara mengenai seks, seks, dan seks. Padahal banyak yang bisa diangkat dari sebuah pernikahan. Yah, entahlah, saya belum menikah, jadi kurang begitu tahu mengenai pernikahan. Mungkin benar, hanya seks yang bisa menyembuhkan sebuah pernikahan.

“Hope Springs” menampilkan sisi cute dari Meryl Streep. Di sini ia adalah Kay yang sederhana, pemalu, hanya bekerja sebagai karyawan, dan memiliki  hati yang tulus. Ia mengingatkan saya pada Eyang saya. Yah, kurang lebih sifat mereka sama. Sedangka Tommy Lee Jones tampak sebagai suami yang temperamen, dan sekilas ia tampak seperti tokoh Carl di film “Up”. Penampilan mereka yang mirip ini sedikit mengganggu sebenarnya, namun lucu.

Film ini mengingatkan saya pada film “Couple Retreat” dimana para pasangan mengikuti konseling pernikahan sekaligus berlibur. Bedanya di sini pasangan tersebut sudah berusia lanjut. Ini membuat cerita terlihat lebih natural karena banyak pasangan berusia lanjut yang tidak lagi terlihat romantis. “Malu sama umur” katanya, tapi bukan itu masalah yang sebenarnya. Sayangnya, hanya seks yang ditonjolkan di sini sebagai satu-satunya penyelamat pernikahan.

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment