Tuesday 06th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Hotel Transylvania, I Do Not Say Bleh Bleh Bleh

posted by Aisyah Nawangsari
Hotel Transylvania, I Do Not Say Bleh Bleh Bleh

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Animation

Director: Genndy Tartakovsky

Actor: Adam Sandler, Andy Samberg, Selena Gomez

 What We Like : 

Cerita simple tapi tidak kampungan, efek 3D bagus, sarat pesan moral, humor yang pas dan tidak murahan

 What We Dislike :

Ending mudah ditebak, khas film animasi yang memang ditujukan untuk anak-anak

Selamat datang di Hotel Transylvania! Resort mewah miliki Dracula dimana para monster dan keluarga bisa hidup tenang tanpa adanya gangguan dari manusia!

Hotel Transylvania merupakan film animasi produksi Sony Pictures Animation yang kaya pesan moral dan humor. Film yang sempurna baik bagi Anda maupun anak-anak. Dengan tema parade monster untuk memeriahkan Halloween, Hotel Transylvania bisa dibilang saingan terberat Frankenweenie sebagai film animasi Halloween terbaik. Keduanya memiliki daya tarik yang berbeda. Hotel Transylvania kaya warna, menampilkan monster-monster legendaris (Drakula, Frankenstein, Invisible Man, Mumi, dll) sedangkan Frankenweenie bertema gothic dan menampilkan monster-monster baru ciptaan Tim Burton seperti Invisible Fish, Anjing Frankenstein,  dan monster hewan lainnya. Dari sudut pandang saya, Hotel Transylvania berhak mendapat score lebih tinggi daripada Frankenweenie.

Wujud Hotel Transylvania

I do not say bleh..bleh..bleh.. Saya tidak akan mengomentari film ini terlalu kritis karena memang tidak ada yang perlu dikomentari secara kritis. Ceritanya ringan, karena memang ditujukan oleh anak-anak, namun masih bisa dinikmati oleh penonton dewasa. Cerita ringan tidak sama dengan cerita kampungan, right? Efek keren, musik luar biasa, para cast bekerja dengan penuh totalitas, humor yang mengocok perut, I do not say bleh..bleh..bleh..

Sinopsis

Hotel Transylvania dibuka dengan seorang drakula yang mengendap-endap di sebuah kamar bayi. Bayi tersebut merengek-rengek dan gelisah. Di film horror biasa, bisa ditebak si drakula akan memangsa bayi atau sang ibu masuk ke dalam kamar untuk menenangkan bayi. But this is Hotel Transylvania, yang ada, drakula melakukan “ciluk….ba!” dengan wajah konyol dan menimang-nimang si bayi dengan penuh semangat. Si bayi, tidak lain tidak bukan adalah anaknya sendiri.

Drac, nama panggilan dari Dracula si drakula (Adam Sandler) memiliki proyek membangun kastil di tengah hutan yang akan ia jadikan hotel khusus para monster. Ia memerintahkan pasukan zombie untuk membangun kastil dengan perlindungan penuh. Di sekelilingnya terdapat hutan angker, kuburan yang penuh zombie, dan daerah berbahaya lainnya.

118 tahun kemudian, di suatu weekend, Drac mengundang seluruh monster untuk menginap di hotelnya dan menghadiri pesta ulang tahun Mavis (Selena Gomez), anak gadis Drac yang kini tumbuh menjadi remaja cantik.

Tanpa disangka, seorang manusia masuk ke dalam hotel dengan menjinjing ransel petualang. Melihat tamu yang tidak diundang, Drac kebingungan dan sibuk menyamarkan penampilan Jonathan si manusia (Andy Samberg) ini sehingga ia menjadi mirip seperti monster.

Ternyata penyamaran ini diendus oleh tikus milik Quasimodo, koki istana. Ia melaporkan bahwa ada manusia di dalam Hotel dan membuat kekacauan di pesta ulang tahun Mavis.

Hanya di sini Anda bisa menyaksikan Drakula nge-rap!

Drakula nge-rap? Why not! Di sini semua monster bisa bermain musik, mulai dari musik klasik hingga ajeb-ajeb. Mereka bahkan memunculkan zombie Beethoven, Mozart, dan Bach untuk menghibur para monster. Selera musik mereka yang klasik in dikacaukan oleh Jonathan yang mengajarkan musik pop ke mereka. Merasa musik yang baru ini sangat fun, akhirnya para monster membuat revolusi aliran musik.

Secara keseluruhan, film ini sangat fun dan tidak membosankan. Ada beberapa bagian Anda bisa melihat sisi klasik para monster (terutama Drac yang merupakan bangsawan), ada juga beberapa bagian dimana Anda bisa menyaksikan sisi fun dari monster, salah satunya adalah saat Drac bermain kejar-kejaran di angkasa bersama Jonathan. Ada scene yang menonjolkan romantisme antara Drac-Mavis maupun Jonathan-Mavis, ada juga scene yang menunjukkan kekonyolan mereka. Komposisinya sangat pas, romantisme, humor, klasik, modern, menjadi satu.

I do not say bleh..bleh..bleh..

Itulah yang diucapkan oleh Drac untuk menanggapi stereotip bahwa drakula dan vampir suka mengatakan “bleh bleh bleh”

Di film ini terdapat pesan moral bahwa tidak baik jika menghakimi orang sebelum kita tahu siapa orang itu. Terdapat konflik antara manusia dan monster karena mereka sama-sama menghakimi satu sama lain. Manusia menganggap bahwa monster itu menyeramkan dan drakula yang suka menghisap darah. “Menghisap darah manusia? Darah manusia itu penuh lemak, dan tidak tahukah mereka mengenai bakteri yang hidup di dalamnya?” kira-kira begitulah tanggapan Drac mengenai stereotip ini.

Monster sendiri suka menghakimi manusia sebagai makhluk yang jahat pada monster. Ini ditanamkan oleh Dracula pada anak dan teman-temannya. Ia mengalami trauma mendalam akibat ulah manusia yang membakar istananya dulu dan menewaskan istrinya.

Namun suatu kali para monster menemukan bahwa manusia mencintai mereka dan bahkan memakai kostum monster untuk memperingati Halloween. Saat Frankenstein mencoba menakut-nakuti manusia, mereka malah  bertepuk tangan dengan gembira. Mereka bahkan membantu Drac yang berusaha menyelesaikan masalahnya dengan Jonathan.

Suara ‘cute’ ala Adam Sandler

Sangat menghibur! Logat Transylvania yang digunakan Adam Sandler di film ini sangat ‘cute’ dan sangat menghibur! Mendengar suaranya saja saya sudah ingin tertawa, belum lagi ketika mendengar banyolan yang ia ucapkan dengan suara tersebut! Terutama ketika ia memanggil Mavis dengan sebutan-sebutan konyol seperti “Mavey wavey,” “My little mouse,” atau “My sweet orange blood.” Namun yang paling mengena di kepala adalah ketika dia mengatakan, “no no no no,” totally cute!

Film ini sangat menghibur dan mengocok perut Anda. Jika Anda ingin mengajak anak-anak menonton film, Hotel Transylvania adalah pilihan yang tepat!

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment