Friday 09th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Ice Age: Continental Drift, Petualangan Zaman Es yang Makin Seru dan Menantang

posted by Rani Sukma
Ice Age: Continental Drift, Petualangan Zaman Es yang Makin Seru dan Menantang

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Animation

Director: Mike Thurmeier, Steve Martino

Actor: Chris Wedge, Denis Leary, Jennifer Lopez, John Leguizamo, Keke Palmer, Nicki Minaj, Peter Dinklage,Queen Latifah, Ray Romano

Release Date: 13 Juli 2012

 What We Like : 

Animasi yang bagus, cerita yang makin seru dan menantang, sangat menghibur

 What We Dislike :

Konsep cerita yang tidak jelas, judul yang kurang sesuai, penambahan karakter yang terlalu banyak

Setelah Blue Sky Studios dan 20th Century Fox merilis Ice Age: Dawn of The Dinosaurs pada tahun 2009 silam, kini mereka melanjutkan kisah petualangan tiga sahabat yang terdiri dari Manny (mammoth), Diego (macan), dan Sid (kukang) itu  di Ice Age: Continental Drift.

Tentunya petualangan mereka di Ice Age 4 ini makin seru dan menantang. Ditambah lagi dengan kehadiran Ellie yang menjadi istri Manny, dua ekor Possum nakal Crash dan Eddie, serta putri Manny dan Ellie yang bernama Peaches. Mereka menjadi keluarga yang saling menyayangi satu sama lain. Dalam cerita Ice Age, tak henti-hentinya alam menguji kekuatan persahabatan dan kekeluargaan mereka. Namun mereka membuktikan mereka bisa melewati ujian itu bersama-sama.

Kisah Ice Age selalu menghibur dan membuat penonton terbahak-bahak. Bahkan Emma Watson pernah menyatakan bahwa yang membuat dirinya tertawa adalah Ice Age 1 dan 2. Persahabatan Manny, Diego, dan Sid begitu berwarna. Dalam suka dan duka mereka selalu bersama dan saling membantu meski mereka bukan dari satu spesies. Mereka sangat berbeda, namun ketiga mamalia tersebut menganggap bahwa perbedaan bukanlah hal yang menghalangi kebersamaan. Film Ice Age adalah sebuah perjalanan dan petualangan yang membuktikan mengenai pentingnya arti dari keluarga dan sahabat.

Sinopsis Ice Age: Continental Drift

Cerita Ice Age: Continental Drift bersetting 2 juta tahun yang lalu, tepatnya beberapa tahun setelah peristiwa pada akhir film Ice Age: Dawn of The Dinosaurs.

Seperti biasa, cerita Ice Age selalu diawali dengan Scrat, si tupai purba yang mencoba mengejar biji kenari miliknya. Lagi-lagi Scrat mengakibatkan hal-hal mengejutkan yaitu perubahan terhadap planet bumi,  dia membuat permukaan bumi terbelah menjadi kontinen atau benua-benua yang terpisah.

Ulah Scrat kemudian membuat Manny, Diego, dan Sid  terpisah dari Ellie, Peaches, Eddie, dan Crash. Manny, Diego, dan Sid yang berada diatas sepetak balok es terlempar ke laut lepas saat bumi mengalami pergerakan. Ellie dan Peaches menjadi sangat khawatir, terlebih lagi Peaches. Karena sesaat sebelum terpisah, Peaches dan Manny bertengkar karena Manny tidak setuju Peaches bergaul dengan anak-anak berandal.  Peaches merasa sangat menyesal karena berkata kasar pada ayahnya, dia khawatir tidak dapat bertemu dengan ayahnya lagi. Namun Manny berjanji mereka akan bertemu kembali di sebuah tanah penghubung.

Selama di laut lepas, Manny, Diego, dan Sid mengalami pertualangan yang luar biasa. Mulai mengadapi badai yang sangat dahsyat, makhluk laut yang ganas, dan puncaknya adalah bertemu dengan bajak laut yang dipimpin oleh Kapten Gutt, seekor kera babon.  Kapten Gutt menginginkan Manny, Diego, dan Sid untuk menjadi budak mereka. Keadaan bertambah seru ketika ternyata nenek Sid yang pikun ikut dalam petualangan. Disinilah kekuatan persahabatan dan kekeluargaan Manny, Diego, dan Sid diuji. Mereka saling membantu dan bekerja sama untuk melepaskan diri dari bajak laut agar dapat bertemu kembali dengan Ellie, Peaches, Crash, dan Eddie.

Saat melawan bajak laut, Diego bertemu dengan Shira, seekor macan betina yang cantik namun juga jahat. Diego jatuh cinta dan berusaha membuat Shira berpihak padanya. Akhirnya Diego berhasil membuat Shira mengkhianati Kapten Gutt dan membantu Manny, Diego, dan Sid untuk kembali ke Ellie. Bahkan Shira juga membantu untuk mencuri kapal kapten Gutt.

Sementara itu, Ellie dan Peaches memimpin rombongan mamalia lainnya untuk menuju tanah penghubung agar selamat dari pergerakan bumi. Peaches yang sedih selama berhari-hari karena rindu pada ayahnya dihibur oleh Louis, si tikus tanah yang menjadi sahabatnya. Peaches begitu menyesal karena bertengkar dengan ayahnya. Apalagi setelah menyadari bahwa anak-anak berandal itu tidak cocok menjadi temannya seperti kata ayahnya .

Setelah melewati berbagai rintangan, akhirnya keluarga mereka dapat bertemu kembali. Namun tetap saja dihalangi oleh Kapten Gutt yang jahat. Dia berusaha menculik Ellie dan Peaches untuk membalas dendam pada Manny. Namun usahanya digagalkan oleh Louis dan Precious, paus raksasa yang menjadi peliharaan Nenek Sid. Akhirnya Kapten Gutt dan kawanannya dapat dikalahkan. Manny, Ellie, Peaches, Diego, Sid, Crash, dan Eddie dapat berkumpul kembali. Ditambah dengan Shira yang menjadi kekasih Diego. Happy Ending!

Konsep Cerita yang Tidak Jelas dan Dipaksakan

Pada awal film, saya dibuat terbahak-bahak oleh ulah Scrat dan keluarga mamalia. Namun ketika petualangan Manny, Diego, dan Sid di laut lepas dimulai, menurut saya konsep Ice Age 4 ini tidak jelas dan agak dipaksakan. Mungkin karena sudah yang ke-4 sehingga ide mulai tidak tertata. Judul Continental Drift untuk Ice Age 4 saya rasa juga tidak sesuai dengan konsep cerita karena yang ditonjolkan bukanlah continental drift (pergeseran benua), namun bajak lautnya. Jadi seharusnya judul Ice Age 4 ini lebih baik ada unsur ‘Pirates’-nya.

Petualangan yang dihadapi oleh Manny, Diego, dan Sid saat bertemu dengan bajak laut dapat dibilang ‘lebay’, namun terlalu mudah juga untuk dipecahkan. Entah bagaimana caranya Manny, Diego, dan Sid selalu kebetulan mendapat bantuan, sehingga tantangan yang begitu menggebu diawal menjadi surut seketika saat masalah mudah diselesaikan.

Selain itu, Kapten Gutt tidak kunjung kalah. Ketika satu masalah besar dapat dengan diselesaikan dengan mudah, muncul masalah lain yang disebabkan oleh Kapten Gutt. Hal ini membuat penonton lelah untuk mengikuti ceritanya karena terlalu sering terjadi klimaks dan antiklimaks pada film. Membuat saya ingin filmnya segera berakhir.

Tidak ada scene istimewa yang dapat menancap di benak penonton dan mampu membuat penonton tertawa lepas seperti di seri Ice Age yang sebelumnya. Guyonan di Ice Age 4 terasa garing dan monoton karena banyak komedi yang diulang-ulang. Tidak terdengar gelak tawa yang membahana saat saya menonton film ini.

Secara keseluruhan, cerita Ice Age 4 mengalami penurunan kualitas yang sangat drastis apabila dibandingkan dengan ketiga film sebelumnya. Namun apabila kita lihat dari segi animasi, Ice Age mengalami kemajuan yang cukup baik.  Apalagi kini Ice Age 4 juga hadir dalam format 3D.

Penambahan Karakter yang Terlalu Banyak

Selain konsep cerita yang mengalami penurunan drastis, Ice Age 4 juga memiliki kekurangan akibat penambahan karakter yang terlalu banyak.  Hal ini tentu mempengaruhi kualitas cerita Ice Age secara keseluruhan. Saya menjadi tidak nyaman saat menonton Ice Age karena seakan layar bioskop penuh sesak dengan banyaknya karakter baru. Karakter baru tersebut seperti Shira, Kapten Gutt dan anak buahnya, nenek Sid, anak-anak berandal, Louis, Precious, serta masih banyak lagi. Karakter baru ini justru membuat karakter utama menjadi tidak terlihat dan terpaksa berbagi porsi tampil. Bahkan Crash dan Eddie, si duo possum ini mendapat bagian tampil yang sangat sedikit.  Padahal kehadiran mereka dikenal membawa keceriaan dan hiburan dalam film Ice Age. Cukup banyak penonton yang kecewa karena Crash dan Eddie jarang muncul.

Tetap Menyenangkan Untuk Ditonton

Meski tidak sebagus ketiga film sebelumnya, Ice Age: Continental Drift tetap layak untuk tontonan di akhir pekan. Unsur hiburannya dapat membuat anak-anak hingga orang dewasa rileks dan terbahak-bahak. Namun saran saya sebaiknya Anda menonton  format 3D agar keistimewaan Ice Age 4 ini lebih terlihat. Pesan moral yang disampaikan pun sangat berharga, mengajarkan bahwa dalam keadaan apapun keluarga lah yang paling penting.

Nah, apabila setelah membaca review ini Anda tertarik menonton Ice Age: Continental Drift, jangan sampai datang terlambat! Karena sebelum Ice Age 4 diputar, penonton disuguhi oleh film animasi pendek yang berjudul The Longest Daycare. Film pendek ini dibintangi oleh Maggie Simpson dan sangat menarik untuk ditonton. The Longest Daycare merupakan film pendek yang lucu dan menyentuh, memiliki pesan moral yang mengena.

Music Video Eksklusif dari We Are Family (OST. Ice Age: Continental Drift)

Di bawah ini adalah music video eksklusif dari lagu We Are Family yang merupakan soundtrack dari Ice Age: Continental Drift. Dalam music video eksklusif ini ditampilkan behind the scene dan pengisi suara karakter Ice Age saat di studio. Enjoy it!

Pengisi Suara Karakter Ice Age: Continental Drift

  • Peter Dinklage sebagai pengisi suara Captain Gutt
  • Seann William Scott sebagai pengisi suara Crash
  • Jennifer Lopez sebagai pengisi suara Shira
  • Kunal Nayyar sebagai pengisi suara Gupta
  • Alan Tudyk sebagai pengisi suara Milton / Fabio Sloth
  • Josh Peck sebagai pengisi suara Eddie
  • John Leguizamo sebagai pengisi suara Sid
  • Heather Morris sebagai pengisi suara Katie
  • Aziz Ansari sebagai pengisi suara Squint
  • Rebel Wilson sebagai pengisi suara Raz
  • Nick Frost sebagai pengisi suara Flynn
  • Queen Latifah sebagai pengisi suara Ellie
  • Denis Leary sebagai pengisi suara Diego
  • Keke Palmer sebagai pengisi suara Peaches
  • Ray Romano sebagai pengisi suara Manny
  • Aubrey Graham sebagai pengisi suara Ethan
  • Nicki Minaj sebagai pengisi suara Steffie
  • Wanda Sykes sebagai pengisi suara Granny
  • Josh Gad sebagai pengisi suara Louis
  • Alain Chabat sebagai pengisi suara Silas
  • Joy Behar sebagai pengisi suara Eunice
  • Chris Wedge sebagai pengisi suara Scrat
  • Jason Fricchione sebagai pengisi suara Crab
  • Ester Dean sebagai pengisi suara Sloth Siren
  • Ben Gleib sebagai pengisi suara Marshall
  • Tara Sands sebagai pengisi suara Various Characters
  • Ally Romano sebagai pengisi suara Meghan
  • Matthew Simmons sebagai pengisi suara Elk

Ice Age: Continental Drift Kalahkan The Amazing Spiderman!

Posisi nomor 1 The Amazing Spiderman di Box Office Amerika Serikat rupanya harus rela untuk digeser oleh Ice Age: Continental Drift. Hebat! Siapa sangka film animasi dapat mengalahkan franchise film legendaris seperti The Amazing Spiderman?

Ice Age: Continental Drift menduduki puncak box office Amerika Serikat di minggu pertama tayang yang dimulai pada 13 Juli 2012. Film produksi Blue Sky Studios dan 20th Century Fox ini berhasil mendapat penghasilan sebesar USD 46 Juta (sekitar IDR 434 Milliar). Sedangkan The Amazing Spiderman turun ke posisi kedua dengan pendapatan sebesar USD 35 Juta (sekitar IDR 330 Milliar).

Simak daftar box office-nya di bawah ini!

1. Ice Age: Continental Drift – USD 46 juta (sekitar IDR 434 miliar)

2. The Amazing Spider-Man – USD 35 juta (sekitar IDR 330 miliar)

3. Ted – USD 22,1 juta (sekitar IDR 208 miliar)

4. Brave – USD 10,6 juta (sekitar IDR 100 miliar)

5. Savages – USD 9,3 juta (sekitar IDR 88 miliar)

6. Magic Mike – 9 juta (sekitar IDR 85 miliar)

7. Madea’s Witness Protection – USD 5,6 juta (sekitar IDR 52 miliar)

8. Katy Perry: Part of Me – USD 3,7 juta (sekitar IDR 66 miliar)

9. Moonrise Kingdom – USD 3,6 juta (sekitar IDR 34 miliar)

10. Madagascar 3: Europe’s Most Wanted – USD 3,5 juta (sekitar IDR 33 miliar)

Screenshot

Foto Flynn dan Captain Gutt di 'Ice Age: Continental Drift'

 

Foto Shira di 'Ice Age: Continental Drift'

 

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment