Sunday 11th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Lincoln”, Yuk Intip Perdebatan di Kabinet Pemerintahan

posted by Aisyah Nawangsari
“Lincoln”, Yuk Intip Perdebatan di Kabinet Pemerintahan
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Drama, History
Director: Steven Spielberg
Actor: Daniel Day-Lewis
Release Date: 9 November 2012 (Russia)

Whmat We Like :

Serasa dibawa dengan mesin waktu ke abad 19

What We Dislike :

Super membosankan!

Bagaikan sedang berada di kelas sejarah. Anda akan ditunjukkan bagaimana proses pengesahan Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat. Dengan film ini anda akan diajak melihat secara langsung hingga ke pertemuan-pertemuan kecil yang diadakan oleh Presiden Abraham Lincoln. Kedengarannya menarik. Sebagai orang yang cinta sejarah, saya sangat tertarik untuk menonton film ini. Namun begitu menontonnya, saya tertidur. Terlalu banyak kata-kata yang tidak saya mengerti dan cerita yang berputar-putar di situ saja, yaitu pro dan kontra pengesahan Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat.

Sinopsis

Januari 1865, Presiden mengharapkan Amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat segera disahkan untuk menghapus perbudakan di Amerika sekaligus menghentikan perang saudara. Sayangnya, banyak pejabat dari negara bagian yang tidak menyetujui amandemen ini. Cerita berpusat pada perjuangan Lincoln dalam menghapuskan perbudakan di empat bulan terakhir hidupnya.

Super membosankan

Percayalah, saya adalah orang yang menyukai sejarah namun tertidur ketika menonton film ini. Mungkin karena saya tidak familiar dengan kalimat yang banyak memiliki bobot politik. Sekitar 80 persen film berupa scene rapat atau pertengkaran yang terjadi di kabinet. Yah, siapa sih yang suka menonton orang rapat? Scene ini terlalu berlebihan sehingga membuat saya mual. Lagipula, jika melihat dari judulnya, semestinya film ini mengenai Abraham Lincoln, bukan mengenai Amandemen ke-13. Scene mengenai pribadi Abraham Lincoln sendiri sangat sedikit dan hanya berkisar di pribadinya sebagai ‘Sweet Daddy’. Bahkan film “Abraham Lincoln: Vampire Hunter” yang ceritanya tidak masuk akal itu jauh lebih menarik dibandingkan dengan film ini.

Penggambaran pembunuhan Abraham Lincol juga sangat buruk. Saya tidak mendengarkan John Booth, si pembunuh berteriak “Sic Semper Tyrannis” yang tersohor itu. Pembunuhan Abe Lincoln di “National Treasure 2: Books of Secret” terlihat lebih real dibanding di sini. Namun untuk scene saat Abe Lincoln menghembuskan nafas terakhir, situasi dibuat sangat mirip dengan apa yang diceritakan orang-orang. Bahkan Edwin Stanton mengucapkan kalimatnya yang terkenal dan controversial “Now he belongs to ages”.

Walaupun scene yang ditampilkan hanya itu-itu saja, di kantor itu-itu saja, dan ada sekitar 120 orang yang berbicara di film ini, Steven mampu membuat kronologi kejadian dengan runtut sehingga penonton menjadi tidak terlalu pusing.

Daniel Day-Lewis…. Terbaik!

Sebelum menonton film ini, saya memegang Hugh Jackman sebagai aktor terbaik di tahun lalu. Namun setelah menyaksikan akting Daniel Day-Lewis, gugur semua aktor-aktor yang membintangi film-film keren di tahun lalu. Walaupun di film “Lincoln” terdapat 120 orang yang berbicara (walaupun hanya satu kata), namun Daniel bisa terlihat menonjol di antara mereka. Saya seperti melihat ‘aura presiden’ yang membuatnya lebih ‘bersinar’ daripada yang lain.

Daniel juga membuat penonton seperti menyaksikan secara langsung sang presiden berbicara, berjalan, dan bermain dengan anaknya. Ia bisa menyesuaikan sikap Abe yang tenang, tidak menggebu-gebu, namun tetap berwibawa.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment