Tuesday 06th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Mama”, Kasih Ibu Tak mengenal Ruang dan Waktu

posted by Utario Esna Putra
“Mama”, Kasih Ibu Tak mengenal Ruang dan Waktu
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Horror
Director: Andres Muschietti
Actor: Jessica Chastain, Nicolaj Coster-Waldau, Daniel Jash
Release Date: 18 Januari 2013 (USA)

What We Like :

Kalau Anda mencari film horror yang menakutkan, inilah yang Anda cari. Tidak ada unsur seks, murni horror dan horror

What We Dislike :

Hantunya tidak begitu orisinil

Judulnya tidak seseram filmnya. Tidak perlu mengandung kata pocong atau genderuwo, atau kuntilanak. Inilah film horror yang sebenarnya. Tidak perlu unsur seks untuk menjual. Teror dan ketakutanlah yang dijual di film horror. “Mama” membangkitkan lagi kepercayaan saya terhadap dinamika film horror internasional.

Sinopsis

Lucas dan Annabel menghadapi tantangan mengasuh keponakan yang ditinggal sendirian di hutan selama 5 tahun. Tunggu, sendirian? Barangkali mereka tidak sesendiri itu.

Masterpiece!

Saya harus memberikan nilai yang sangat tinggi untuk cerita film ini. Duet maut Andres Muschietti dan Guillermo del Toro siap menggoyang ketentraman Anda. Karena “Mama” menawarkan sensasi horror yang suloit sekali didapatkan di film horror lain. Ini adalahg gabungan antara solidnya jalan cerita, sinematografi yang yahud, penyutradaraan yang oke, dan juga akting yang sangat meyakinkan. Saya harus memberikan 4 jempol (karena jempol yang saya punya hanya 4).

http://blu.stb.s-msn.com/i/90/80C53B115E6F81F721A8984E79B57B_h498_w598_m2.jpg

Teror secara alami

Di sini Anda tidak akan menyaksikan klise apa yang disebut film horror jaman sekarang: penuh darah dan seks. Sutradara Muschietti cukup bijak untuk membuat penonton menyaksikan hanya satu hal: teror. Film ini digulirkan dengan sangat hati-hati. Penonton dibuat tidak bisa menebak ke mana cerita bergulir atau bahkan sekedar menebak ke mana ceritanya. Selangkah demi selangkah rahasia terkuak dan penonton dibuat menyatu, hanyut dengan perasaan si hantu. Iya ini hal yang baru. Kalau biasanya kita hanyut dalam emosi korban yang dikejar hantu. Kali ini kita dibuat menyatu secara emosional dengan hantunya. Penonton akan kasihan dengan hantu Mama.

Ngomong-ngomong dana yang dihabiskan untuk membuat masterpiece ini cuma 15 juta US Dollar.

Akting

Harus diakui akting para aktor sangat meyakinkan. Nicolaj dengan peran sosok paman yang tidak pernah menyerah untuk mencari keponakannya. Jessica Chastain memerankan sosok urakan yang harus mengalah untuk mengasuh keponakan. Duet Megan dan Isabelle sukses memerankan 2 anak hilang yang harus bertahan di alam liar.

http://25.media.tumblr.com/15db4dac6acadbdd2fd003369f84cbe4/tumblr_mgv1rmRkQR1qzvvtao1_500.jpg

Anak hilang

Itu saja? Tidak. Bahkan pujian pun harus dialamatkan pada Javier Botet. dialah yang memerankan sosok hantu. Lihat betapa jeniusnya penyutradaraan Andres Muschietti sampai-sampai hantu pun layak diapresiasi untuk perannya.

Semua karena Cinta

Inilah cerita cinta yang dibalut film horror. Ketika sayta bilang cinta itu artinya cinta yang sebenarnya. Tidak pake nafsu untuk bercinta. Lucas (Nicolaj  Coster-Waldau) adalah seorang seniman yang bokek. Meskipun begitu dia tak segan menghabiskan uang dan waktu selama 5 tahun mencari keponakannya. Annabel (Jessica Chastain) seorang pemain bass, urakan, jauh dari kesan keibuan. Dia rela menyingkirkan egonya di dunia musik. Ketika tiba pilhan Lucas untuk mengasuh Victoria dan Lily, dia lakukan. Ketika teror hantu menghebat, dia bertahan. Hantu Mama (Javier Bartet) segala latar belakangnya membuat penonton bersimpati. Mungkin inilah satu-satunya  film yang pernah saya tonton dimana penonton sampai simpati terhadap hantu jahat.

http://www.youvidsin.com/uploads/player_thumbs/nbIWSuhvjMyoby5TYPQH.jpg

Sosok pemain bass urakan yang harus menjadi ibu

Perhatikan bahwa semua tindakan dan pilihan karakter film yang sudah saya sebutkan di atas adalah karena cinta.

Tidak terlalu Orisinil

Terlepoas dari briliannya Andres melempar ide cerita “Mama”, tetap saja saya merasa Mama tidak seorisinil itu. Wanita yang dirawat di rumah sakit jiwa lantas punya anak kemudian mati itu sudah pernah saya lihat di “The Grudge”. Hantu yang badannya terdeformasi karena jatuh dari ketinggian itu juga mirip dengan Sadako, Samara, atau apalah.

http://mauricebroaddus.com/wp-content/uploads/2013/01/mama.jpg

Bandingkan dengan Sadako pada gambar di bawah

http://www.neodymsystems.com/ring/r_img/remake/hq/ue_samara_emerges3.jpg

http://klimg.com/resized/476x/p/ih-suster-ngesot.jpg

Hei, kita juga punya Suster Ngesot loh

Untungnya kru film tidak malas untuk membuat improvisasi. Hantu Mama digambarkan bisa melayang. Dengan CGI yang bagus hantu Mama terlihat lebih mengesankan dan meyakinkan.

Meskipun tidak berdarah-darah, Mama lebih menyeramkan daripada boneka lateks KK Dheraj atau Nayato.

http://media.lunch.com/d/d7/722977_temp.jpg?1

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment