Friday 02nd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Red Lights, Usaha Penyangkalan Jati Diri Tanpa Batas

posted by Erwind Prasetyo
Red Lights, Usaha Penyangkalan Jati Diri Tanpa Batas

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Drama, Science Fiction, Thriller

Director: Rodrigo Cortes

Actor: Cillian Murphy, Elizabeth Olsen, Joely Richardson,Robert De Niro, Sigourney Weaver

Release Date: 13 Juli 2012

 What We Like : 

Alur cerita dan diversifikasi karakter utama dalam film…

 What We Dislike :

Hampir tidak ada, untuk standar film jenis ini, everything looks smooth.

Cerita Asik Dari Film Underdog
Minggu-minggu ini, tak banyak film unggulan tampil di bioskop 21 kita. Saya sebut tidak unggulan, namun bukan berarti tidak berkualitas. Toh buktinya The Bourne Legacy yang masuk kategori unggulan, justru rada mengecewakan kemarin. Salah satu film yang lumayan baru dan tayang sejak minggu lalu adalah Red Lights. Film ini memang tidak terlalu diunggulkan di pasar, meski diperkuat oleh aktor dan aktris kawakan. Sebut saja Robert De Niro, yang berperan sebagai karakter antagonis Simon Silver. Red Lights juga menampilkan aktris veteran Sigourney Weaver, sebagai Dr. Margaret Matheson. Dan kemudian sosok Dr. Tom Buckley (yang sebenarnya justru karakter utama) diperankan oleh Cillian Murphy.

Salah satu alasan mengapa film ini tidak terlalu sukses di Amerika (yang notabene jadi acuan industri film dunia) adalah karena asalnya tidak diproduksi oleh studio Hollywood. Film ini disutradarai oleh Rodrigo Cortes, dan dikerjakan di Spanyol. Karenanya, pertama kali ditayangkan di Eropa, tepatnya Spanyol pada tanggal 2 Maret 2012. Amerika baru kebagian jatah 13 Juli lalu, dan kita di Indonesia kedapatan bulan ini. Box Office-nya di Amerika pun “hanya” mencatat pendapatan 3.3 Juta Dolar. Namun untungnya, alur cerita yang coba dituturkan oleh Rodrigo Cortes berbuah manis. Film ini punya banyak intrik dan alur tak tertebak yang nyatanya sukses jadi kejutan untuk sebuah film “kelas dua” saja.

Usaha Penolakan Yang Berbuah Pada Pengungkapan Jati Diri
Adalah duet Dr. Margaret Matheson dan Dr. Tom Buckley yang membuka cerita dalam Red Lights. Mereka berdua adalah dosen dan asistennya, di sebuah perguruan tinggi, yang ahli dalam hal-hal supranatural ditilik dari segi ilmu pengetahuan eksakta. Mereka punya kerjaan sambilan, yaitu berkeliling sebagai konsultan bagi para client yang mengalami masalah berhubungan dengan dunia supranatural. Mereka juga sering dijadikan penasihat dan membantu penyelidikan kasus-kasus penipuan, yang menggunakan unsur supranatural. Bagi mereka berdua, melakukan ini merupakan penyaluran idealisme mereka. Bahwa tak ada hal yang sifatnya supranatural di dunia ini. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan seorang ahli telekinetik, Simon Silver. Yang notabene mengklaim bahwa ia memiliki kemampuan gaib dan berusaha menggunakannya untuk mempengaruhi banyak orang atau penggemarnya.

Buckley berusaha mendesak Margaret untuk menyelidiki kedok penipuan Simon Silver. Margaret enggan, bukan karena ia takut akan kebenaran kekuatan Silver. Melainkan karena kemampuan Silver untuk menekan emosi dan mempermainkan perasaan atau pikiran lawan bicaranya. Melihat Margaret tak tertarik, Buckley pun nekat berangkat bersolo karir demi coba mengungkap kebohongan Silver. Yang ternyata berujung petaka… Sejak saat pertama Buckley berusaha mengonfrontasi Silver, banyak kejadian-kejadian aneh terjadi. Semuanya serba tak bisa dijelaskan. Suara-suara yang mengerikan, mimpi aneh, burung-burung yang terlempar keras ke jendela, perangkat elektronik rusak dan meledak, bahkan sampai kejadian tragis yang menimpa Margaret. Ini semua kian membuat Buckley terjebak antara takut, kuatir, penasaran, dan usaha putus asanya untuk terus teguh beranggapan, bawah tak ada yang disebut supranatural. Hingga ia akhirnya berdiri di suatu titik, di mana ia dihadapkan oleh sebuah realita, bawah kekuatan supranatural memang ada. Dan semua usaha giatnya selama ini adalah sebagai bentuk tanpa sadarnya untuk menyangkal, bahwa dirinya sendiri adalah contoh nyata hal tersebut…

Saya takkan banyak mengumbar spoiler di sini, karena salah satu sajian paling menarik film ini justru ada di alur ceritanya. Kalau diminta memberikan rekomendasi atau penilaian, film ini jelas lebih layak ditonton ketimbang The Bourne Legacy sekalipun (menurut saya). Kisahnya lebih enak dinikmati, kendati di bioskop hanya ada 8 orang yang menontonnya bersama saya sendiri…

Screenshot

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment