Saturday 03rd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Resident Evil: Retribution, Bukan Tentang Evil Goes Global

posted by Aisyah Nawangsari
Resident Evil: Retribution, Bukan Tentang Evil Goes Global

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action, Thriller

Director: Paul W.S. Anderson

Actor: Li Bingbing, Milla Jovovich, Sienna Guillory

 What We Like : 

Simulasi kota di seluruh dunia yang membuat film menjadi ‘ramai’, banyaknya makhluk selain zombie yang muncul sehingga tidak menyebabkan kebosanan, alur cerita yang membuat penasaran.

 What We Dislike :

Akting Li Bingbing dan logat bicaranya tidak bisa mengimbangi para pemain lainnya

“Seperti menonton video game” itu yang ada di benak saya ketika menonton Resident Evil: Retribution. Dengan menonton film ini saya seperti melihat pertarungan dalam video game di layar raksasa (tentu saja game versi Paul Anderson, bukan Resident Evil yang asli). Alice (Milla Jovovich) berpetualang kesana kemari untuk mencari jalan keluar dari Umbrella. ‘Kesana kemari’ di sini bukan hanya pindah dari satu ruang ke ruang lain, namun dari satu negara ke negara lain.  Mulai dari New York, Tokyo, hingga Moscow.

Cerita di film ini dimulai dari penyerangan kapal Arcadia tempat orang-orang yang selamat dari infeksi berkumpul. Penyerangan ini menyebabkan meninggalnya banyak orang (mungkin juga termasuk Claire dan Chris Redfield, mereka tidak dimunculkan dalam film ini) dan pingsannya Alice.

Alice terbangun di dalam penjara high-tech di tempat operasi bawah tanah Umbrella Corporation. Ia berjalan menyusuri tempat tersebut dan tiba di Tokyo Sequence (simulasi munculnya wabah yang diakibatkan oleh T-Virus di Tokyo), di sana ia kembali mengahadapi puluhan masyarakat Tokyo yang berubah menjadi zombie. Belum selesai kebingungannya mengenai simulasi tersebut, ia bertemu dengan Ada Wong (Li Bingbing) yang mengaku akan membawanya dengan selamat ke Albert Wesker (Shawn Roberts) karena Albert membutuhkannya. Sementara itu, Leon Kennedy (Johann Urb) dan Luther West (Boris Kodjoe) menyusup ke dalam Umbrella Corporation untuk menjemput Alice.

Untuk keluar dari Umbrella mereka pun harus ‘mampir’ ke berbagai tempat seperti New York, Washington DC, dan Moscow. Tentu saja semuanya hanya simulasi. Mereka juga harus berhadapan dengan pasukan Jill Valentine (Sienna Guillory), Rain (Michelle Rodriguez), One (Colin Salmon), dan Carlos Olivera (Oded Fehr). Mereka (terutama Jill sebagai kepala pasukan) berada di bawah kendali Red Queen (Megan Carpenter) komputer canggih yang menampilkan dirinya dalam bentuk hologram dan memegang kendali seluruh sistem komputer di Umbrella.

Dari berbagai kota di dalam Umbrella, ada satu tempat yang menarik, yaitu Suburbia atau tepi kota. Di kota ini tinggal Alice versi kloning yang menjadi seorang ibu rumah tangga. Ia memiliki suami yang tidak lain adalah versi kloning dari Carlos Olivera. Mereka memiliki anak tuna rungu bernama Becky. Di sini kita bisa melihat sisi keibuan dari seorang Alice walaupun ia memiliki dandanan layaknya petarung dengan senjata berapi di kedua tangannya.

Evil Goes Global

Tampaknya ini pemilihan tagline yang salah. Mungkin memang virus sudah menyebar hingga ke seluruh dunia, namun di film ini tidak diperlihatkan apakah virus tersebut benar-benar sudah mendunia, karena yang disebut ‘dunia’ di sini hanyalah simulasi kota-kota di seluruh dunia yang dibuat oleh Umbrella. Alice tidak melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk menyelamatkan orang-orang yang belum terinfeksi. Ia hanya berputar-putar di Umbrella Corporation dan (tentu saja) tidak ada yang bisa diselamatkan di sana. Hanya Ada Wong dan teman-temannya serta pasukan Jill Valentine yang masih berwujud manusia. Beberapa dari mereka merupakan manusia kloning.

Jika dibandingkan dengan Resident Evil: Extinction dan Resident Evil: Afterlife, zombie yang muncul di sini tidak begitu banyak, mereka hanya muncul ketika simulasi dimulai. Hanya saja ada dua Executioner Majini dan monster yang dikenal bernama Licker yang muncul di dalam simulasi. Dan musuh utama di film ini tentu saja bukan para makhluk menjijikkan itu, namun Red Queen dan mereka yang berada di bawah kendalinya.

Dengan adanya tempat-tempat simulasi dari berbagai negara, film ini nampak lebih ‘ramai’ dibanding dengan film-film sebelumnya, terutama jika dibandingkan dengan Resident Evil: Extinction yang banyak  menampilkan padang pasir.

Jill Valentine is Back

Jill Valentine is Back di sini bisa berarti dia kembali muncul di versi film dan dia kembali menjadi ‘teman’ Alice. Diceritakan bahwa ia dicuci otaknya oleh Umbrella Corporation sehingga menentang Alice (yang sebelumnya adalah kawannya) dan berada di bawah kendali Red Queen.

Ketika Alice berhasil keluar dari Umbrella, Jill dan pasukannya mengejar mereka dengan menggunakan kapal selam. Mereka juga membawa Ada Wong yang berhasil mereka tawan. Membawa Ada Wong sepertinya adalah sikap yang bodoh karena bisa saja ketika mereka lengah bisa saja Ada melarikan diri atau mungkin menembak mereka satu per satu. Yah, ini hanya pendapat saya. Alice dan kawan-kawan (saat itu tersisa Alice, Leon, dan Luther serta Becky, anak Alice versi kloning) melawan Jill Valentine dan Rain. Dalam pertarungan ini, Luther mengalami patah tulang iga dan mati. Ada Wong berhasil lolos, Alice berhasil mencabut makhluk mesin yang ada di dada Jill yang menghubungkan antara Jill dan Red Queen. Di detik-detik terakhir hanya ada Alice dan Rain yang masih sanggup bertarung, Jill yang masih lemah karena makhluk mesinnya dicabut melemparkan pistol kepada Alice. Untuk mengalahkan Rain yang tidak bisa dikalahkan oleh peluru (ia menginfeksi dirinya sendiri dengan serangga Las Plagas), Alice menembak es di bawah Rain sehingga Rain tenggelam dan dimakan oleh makhluk-makhluk laut (yang juga bermutasi).

Albert Wesker Mengembalikan Kekuatan Alice

Setengah tidak percaya ketika Albert meminta Alice untuk menemuinya, namun bukan untuk membunuhnya. Setelah berhasil mengalahkan pasukan Jill dan Rain, Alice dan kawan-kawan pergi menuju tempat Albert. Yang lebih tidak bisa dipercaya lagi adalah Albert mengembalikan kekuatan Alice yang sebelumnya ia hilangkan dengan menggunakan serum di Resident Evil: Afterlife. Albert memiliki misi untuk menghancurkan Red Queen, salah satunya adalah dengan mengembalikan kekuatan Alice dan meminta bantuannya.

Secara keseluruhan film ini sangat baik, terutama bagian slow-motion ketika Alice melakukan tendangan, tembakan, dan semacamnya. Cukup menambah efek dramatis. Pembukaan dengan menampilkan Alice versi cloning yang berambut pirang, memiliki keluarga bahagia juga cukup membuat orang penasaran dengan film ini sehingga tetap tinggal untuk menonton. Ada satu hal yang sangat saya sayangkan, yaitu akting Li Bingbing yang biasa bahkan cenderung kaku. Apalagi ketika dia sedang berada satu scene dengan Milla, terasa perbedaan kemampuan akting yang drastis, terutama saat mereka berkomunikasi. Li Bingbing mengucapkan bahasa Inggris dengan logat China yang kaku, entah sengaja dibuat seperti ini atau memang ia bermasalah dengan logat Amerika, saya tidak tahu. Yang saya tahu di kredit film tercantum nama seorang dialect trainer untuk Li Bingbing. Semestinya Li Bingbing sudah dilatih untuk berbicara dengan logat Amerika.

Berkurangnya jumlah zombie yang muncul di film ini juga merupakan salah satu hal positif bagi saya, karena mereka sangat ribut  dan akan sangat membosankan jika Alice terus-menerus melawan zombie yang jumlahnya tidak mungkin berkurang itu.

 

The Power of The Girls

Dalam film Resident Evil: Retribution banyak terdapat tokoh wanita yang powerful, cantik, dan seksi. Mereka menguasai hampir seluruh jalan cerita. Baik tokoh protagonis maupun tokoh antagonis, semuanya diperankan oleh wanita. Entah apa yang ada di pikiran Paul Anderson sehingga ia mengekspos para wanita-wanita ini. Bahkan suami Milla Jovovich tersebut membuat para tokoh lelaki K.O dikalahkan oleh para wanita-wanita super ini. Siapa sajakah mereka?

Alice

Alice merupakan tokoh fiksi yang dibuat khusus oleh sutradara Paul W.S. Anderson untuk seri film Resident Evil. Alice bukanlah tokoh asli yang ada di dalam versi game. Alice diperankan oleh Milla Jovovich sejak film pertama. Ia adalah tokoh protagonist sekaligus tokoh utama yang melawan Umbrella Corporation, padahal awalnya ia bekerja untuk perusahaan tersebut sebagai security untuk menjaga jalan masuk darurat The Hive.

Alice mengetahui bahwa ia terinfeksi T-Virus dan berubah menjadi semakin kuat karena virus itu memebentuk ikatan dengan gen-nya. Alice juga memiliki kemampuan bela diri dan kemampuan menggunakan segala jenis senjata api.

Diceritakan bahwa ia mengalami amnesia, namun seringkali ia mengalami flashback dalam perjalanannya. Alice juga dikenal sebagai Alice Sparks, Project Alice, dan Alice Abernathy.

Ada Wong

Ada Wong merupakan tokoh fiksi dalam video game Resident Evil yang pertama kali muncul dalam seri Resident Evil 2 pada tahun 1998 sebagai tokoh pendukung. Ada merupakan seorang agen berdarah Cina campuran dan selalu memakai pakaian merah yang seksi. Dalam versi game, Ada merupakan tokoh yang sangat populer selain Jill Valentine.

Ada Wong ditugaskan oleh Umbrella, khususnya sang CEO, Albert Wesker untuk membunuh Leon Kennedy. Namun ketika ia gagal melaksanakan misi ini, Leon menyelamatkannya dari kematian di tundra yang beku. Akhirnya Ada memutuskan untuk bergabung dengan Leon dan Alice melawan Albert Wesker dan Umbrella  Dalam film Resident Evil: Retribution, Ada Wong yang diperankan oleh Li Bingbing ini menyelamatkan Alice dari Red Queen karena Albert Wesker membutuhkan bantuannya.

Jill Valentine

Di dalam versi game, Jill Valentine merupakan tokoh protagonist yaitu sebagai anggota kepolisian khusus Special Tactics And Rescue Service (STARS). Namun di dalam serial film, ia menjadi tokoh antagonis akibat dicuci otak oleh Umbrella Corporation. Ia ditugaskan untuk mengeksekusi Redfield bersaudara dan Project Alice.

Ia pertama kali muncul (dalam serial film) sebagai tokoh protagonist di Resident Evil: Apocalypse, kemudian muncul sebentar di Resident Evil: Afterlife dan menjadi tokoh antagonis utama di Resident Evil: Retribution. Jill Valentine diperankan oleh aktris asal Inggris, Sienna Guillory.

Rain Ocampo

Rain Ocampo tidak ada di dalam versi game. Ia merupakan tokoh karangan dalam film yang diperankan oleh  Michelle Rodriguez. Ia muncul di film pertama sebagai komandan pasukan keamanan Umbrella Corporation. Selama wabah di The Hive, Rain ditugaskan untuk mematikan Red Queen. Rain merupakan pasukan Umbrella terakhir yang mati. Rain dan Alice merupakan teman dekat. Rain kembali muncul di Resident Evil: Retribution dalam bentuk kloning. Ia menjadi “Good Rain” yang menyelamatkan cloning Alice yang diburu zombie dan “Bad Rain” yang tergabung dalam pasukan Jill Valentine.

Red Queen

Red Queen yang diperankan oleh Megan Charpertier (dalam Residen Evil: Retribution) merupakan tokoh fiksi yang hanya ada dalam serial film. Ia merupakan komputer cerdas yang menampilkan dirinya seperti Angela Ashford, anak dari Dr. Charles Ashford, ketua programmer. Dia dibuat untuk mengawasi ruang bawah tanah kompleks laboratorium Hive. Dia merupakan tokoh antagonis yang mampu mengendalikan Jill Valentine, Rain, dan pasukan-pasukannya.

Makhluk yang Muncul di Resident Evil: Retribution

Walaupun tidak banyak zombie yang muncul di film Resident Evil: Retribution (dan tidak ada anjing zombie, sangat disayangkan), namun ada beberapa makhluk yang juga menarik untuk dibahas. Tentu saja mereka lebih unik daripada para zombie yang hanya bisa mengeluarkan suara berisik itu. Bagi para pecinta zombie, tenang saja, saya juga akan membahas mengenai zombie di sini, karena mereka juga termasuk makhluk yang muncul di Resident Evil: Retribution.

Zombie

Makhluk yang paling pertama dibahas tentu saja sang zombie, makhluk yang paling identik dengan seri Resident Evil. Zombie dalam film ini merupakan manusia yang terinfeksi Tyrant Virus. Infeksi ini bisa melalui air minum yang terkontaminasi maupun digigit atau tercakar oleh mereka yang terinfeksi.  Para ilmuwan Umbrella menyebut mereka zombie karena memiliki muka yang pucat, tidak bisa berpikir, dan sama seperti konsep zombie di film abad kedua puluh. Mereka juga bergerak layaknya mayat hidup, bisa juga disebut mayat hidup karena mereka yang terinfeksi mati dulu sebelum berubah menjadi zombie.

Plaga Undead

Plaga Undead merupakan nama yang diberikan untuk tipe undead baru yang muncul di Resident Evil: Afterlife dan di Resident Evil: Retribution. Bentuknya hampir sama seperti zombie, namun ia memiliki warna kulit yang kehijauan yang kemungkinan hasil dari mutasi.

Plaga Undead memiliki semacam lidah yang bisa mekar seperti bunga (yang merupakan ciri khas Plaga) yang keluar dari mulutnya. Luther dan Alice berspekulasi (dalam Afterlife) bahwa T-Virus telah bermutasi sehingga memunculkan tipe undead baru.

Executioner Majini (The Axeman)

Makhluk ini memiliki ciri membawa kapak raksasa. Ia pertama kali muncul dalam Resident Evil: Afterlife. Ia berbadan besar dengan memakai penutup yang terbuat dari karung dengan bercak-bercak darah dan terdapat sebuah paku raksasa yang menancap di kepalanya serta paku-paku yang berukuran lebih kecil di seluruh badannya. Senjatanya tentu saja kapak raksasa yang selalu ia bawa itu.

Licker

Licker merupakan mutasi yang terjadi pada zombie sehingga mengubahnya menjadi pembunuh yang mematikan. Ia memiliki lidah yang sangat panjang dan postur tubuh yang seperti katak. Ia sangat gesit dan mampu melompat sangat tinggi dan jauh serta mampu bergerak sangat cepat. Struktur tulang yang ia miliki membuatnya mampu merangkak dengan keempat tangan/kakinya. Cakarnya juga mampu digunakan untuk memanjat dinding dan langit-langit.

Resident Evil Versi Video Game

Apa yang menginspirasi Paul Anderson sehingga memproduser dan menulis serial film Resident Evil? Tidak lain dan tidak bukan game Resident Evil itu sendiri. Game Resident Evil atau yang lebih dikenal dengan Biohazard di Jepang merupakan game survival horror yang dibuat oleh perusahaan game Capcom. Seseorang yang memiliki ide untuk menciptakan game ini adalah Shinji Mikami. Selain film, Resident Evil juga dibuat versi novel dan komiknya.

Jika Anda adalah penggemar dari game Resident Evil, mungkin Anda akan merasa kecewa dengan versi film-nya yang menyimpang dari cerita di dalam game, bahkan mungkin Anda tidak segan-segan memberi 1 rating untuk film ini. Bahkan tokoh utama Alice sebenarnya tidak pernah ada di dalam game. Begitu juga dengan Red Queen yang menjadi musuh utama Alice. Film Resident Evil seakan hanya ‘meminjam’ judul dan nama tokoh untuk menjual filmnya karena semua tokoh game hanya menjadi tokoh pendukung saja. Namun Red Queen akan diadaptasi ke dalam versi game. Ia adalah satu-satunya tokoh dalam versi film yang diadaptasi ke dalam versi game.

Versi film juga tampak seperti ‘menyalahgunakan’ tokoh-tokoh yang ada di versi game. Jill Valentine yang dibuat menjadi antagonis, Chris Redfield yang hanya muncul sebentar seperti cameo (bahkan ia tidak diketahui nasibnya di Retribution, apakah dia mati atau hanya sekedar menghilang), dan Albert Wesker yang menjadi CEO dari Umbrella Corporation.

Perbedaan lain antara versi game dan film adalah permainan dalam versi game yang lebih ‘mencekam’ dengan genre survival horror yang menekankan pada teka-teki, pemecahan, dan menghindari makhluk-makhluk mitologi, bukannya kekerasan atau penggunaan teknologi seperti yang ada dalam film. Dengan perbedaan genre ini, jalan cerita film Resident Evil akan terlihat sangat bodoh di mata para penggemar game. Belum lagi penggunaan makhluk-makhluk yang masih terkesan ‘cupu’ jika dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang ada di versi game.

Cerita di Versi Game

Dalam versi game, terjadi rentetan pembunuhan aneh yang dilakukan oleh para kanibal. Peristiwa ini terjadi di Raccoon City yang memiliki satuan kepolisian bernama STARS (Special Tactics And Rescue Service). Mereka membagi satuan menjadi dua team untuk menginvestigasi kasus pembunuhan tersebut yaitu Bravo team dan Alpha team. Bravo team berangkat terlebih dahulu untuk penyelidikan, namun mereka tidak kunjung memberi kabar. Akhirnya mereka mengirim Alpha team yang terdiri dari Albert Wesker, Jill Valentine, Chris Redfield, Barry Burton, Rebecca Chambers, Brad Vickers, dan Joseph Frost.

Alpha team pergi untuk penyelidikan ke Arklay Forest dan menemukan helikopter Bravo team, namun mereka tidak menemukan jejak Bravo team selain potongan tangan yang tercecer. Ketika mereka mencari petunjuk di area sekitar, sejumlah anjing zombie menyerang mereka dan membunuh Joseph. Sang pilot helicopter Alpha team, Brad ketakutan dan pergi menggunakan helikopter meninggalkan anggota lainnya. Akhirnya sisa anggota Alpha team berlindung di sebuah mansion milik Lord Spencer. Mereka kemudian berpencar untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di Arklay Forest.

Terdengar suara tembakan dan pemain pergi untuk menyelidiki. Yang pertama kali dia temukan adalah salah satu anggota  Bravo team, Kenneth dimakan oleh zombie. Ketia ia meneruskan penyelidikan ia menemukan anggota Bravo team lainnya, Richard Aiken mati keracunan, Forest Speyer mati di balkon, dan Enrico Marini yang mengatakan bahwa salah satu anggota team adalah seorang pengkhianat sebelum ia mati ditembak oleh seorang penyerang yang tidak terlihat. Mansion tersebut penuh dengan teka-teki, jebakan, dan misteri serta suasana yang mencekam. Terdapat pula dokumen yang menunjukkan bahwa percobaan illegal telah dilakukan oleh tim riset ‘bawah tanah’ yang berada di bawah wewenang dan pengawasan Umbrella Corporation, sebuah perusahaan biomedis. Makhluk-makhluk yang berkeliaran di sekitar mansion merupakan hasil dari eksperimen tersebut yang menyerang para penghuni mansion dan hewan-hewan di sana yang kemudian dikenal dengan T-Virus.

Setelah melakukan berbagai penyelidikan, pemain menemukan laboratorium di bawah tanah yang berisi eksperimen-eksperimen Umbrella Corporation termasuk Tyrant. Dari laborarotium tersebut, pemain mengetahui bahwa Wesker adalah agen ganda yang bekerja untuk Umbrella. Wesker pun akhirnya mati karena dimakan oleh salah satu makhluk di sana. Pemain menemukan anggota lain yang dimasukkan ke dalam sel oleh Wesker. Akhirnya Chris, Jill, dan Rebecca/Barry bertemu kembali dan mengaktifkan sistem self-destruct, namun mereka terpisah lagi karena adanya makhluk-makhluk yang menyerang mereka. Pemain menghubungi Brad untuk menjemput mereka, namun (lagi-lagi) mereka diserang oleh Tyrant, makhluk raksasa yang tercipta karena terkena paparan T-Virus dalam waktu yang sangat lama. Chris, Jill, dan Barry/Rebecca berhasil melarikan diri ke tempat helicopter ketika seluruh mansion hancur karena ledakan sistem self-destruct.

Trivia

  • Red Queen yang muncul dalam film Resident Evil terinsiprasi dari tokoh antagonis di Alice in Wonderland. Sepertinya Paul Anderson adalah penggemar berat dongeng yang satu ini karena kabarnya nama Alice juga ia ambil dari nama tokoh utama di Alice in Wonderland.
  • Red Queen adalah satu-satunya karakter di film yang diadaptasi ke versi video game.
  • Red Queen deprogram ulang dalam Resident Evil: Retribution karena sebelumnya ia telah dimatikan.
  • Awalnya Jensen Ackles dipertimbangkan untuk memerankan Leon S. Kennedy, namun akhirnya peran itu jatuh ke tangang Johann Urb.
  • Resident Evil: Retribution merupakan  film pertama yang tidak menampilkan anjing zombie sama sekali.
  • Awalnya peran Becky dibuat tidak tuna rungu.
  • Film dibuka dengan adegan terakhir di film sebelumnya.

  • Paul Jones, supervisor make-up effect  ingin zombie di film ini terlihat nyata. Ia mengambil inspirasi dari film Day of the Dead.
  • Tampaknya Paul Anderson ingin membuat Resident Evil 6 sebagai film terakhir dari seri ini.
  • Dalam film ini, terdapat battle antara para wanita.
  • Tidak ada cerita cinta antara Ada Wong dan Leon seperti yang terjadi di versi video game.
  • Paul dan Milla ‘mendengarkan’ apa yang diminta fanbase sebelum memutuskan tokoh apa saja yang akan muncul di film ini, salah satunya adalah penambahan Leon Kennedy, Ada Wong, dan Barry Burton.
  • Ketika melakukan casting untuk tokoh baru, mereka berusaha untuk mendapatkan pemain yang mirip dengan tokoh di dalam game.
  • Ketika Anderson akan membuat film yang pertama, ia pergi ke Osaka dan berdialog dengan pembuat game di Capcom selama tiga hari.

       
   

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment