Sunday 04th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Rurouni Kenshin (Live Action), Si Pembantai Yang Tobat

posted by Akmal Fahmi
Rurouni Kenshin (Live Action), Si Pembantai Yang Tobat

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action

Release Date: 25 Agustus 2012

 What We Like : 

Adaptasi mendekati sempurna, musik yang bagus, adegan pertempuran terlihat segar

 What We Dislike :

Sedikit berbeda dari versi asli

Jika judul artikel ini tidak saya kasih embel-embel Live Action, mungkin beberapa dari anda akan beranggapan ini review tentang seri anime-nya. Rurouni Kenshin atau banyak penonton di Indonesia mengenalnya dengan Samurai X adalah film  anime lawas (jaman saya SD) dan sangat mendunia. Mungkin kalau jaman dulu sudah ada Twitter bisa jadi Samurai X menempati posisi pertama TTWW (Trending Topic World Wide) dan sekarang hadir dengan versi live action-nya.

Rurouni Kenshin berlatar era Meiji di Jepang. Menceritakan Himura Kenshin (Takeru Sato), seorang ahli samurai dan juga pembunuh bayaran dengan julukan Hitokiri Battōsai (ahli pedang yang suka membantai). Setelah keterlibatannya di perang Bakumatsu, Kenshin memutuskan untuk berkelana dan melindungi orang yang ditindas. Selain itu dia melakukan itu untuk menebus dosanya dimasa lalu dan di memutuskan untuk tidak pernah membunuh lagi. Tibalah Kenshin di Tokyo (1878) dan disana dia bertemu dengan Kamiya Kaoru (Emi Takei).

Ayah Kaoru membangun sekolah kendo yang bernama Kamiya Kasshin-ryu dan disitu Kaoru adalah pengajar kendo. Kaoru meminta Kenshin untuk tinggal di dojo dan melatih disana. Selama disana, Kenshin kenal dengan banyak orang, seperti Sagara Sanosuke (Munetaka Aoki), Myōjin Yahiko (Taketo Tanaka), Takani Megumi (Yu Aoi), dan juga rival Kenshin di perang Bakumatsu yang juga menjadi salah satu kepala polisi, Saitō Hajime (Yosuke Eguchi).

Ditengah-tengah perjalanan yang ada, Kenshin harus berhadapan dengan Kanryu Takeda (Teruyuki Kagawa), seorang bandar opium yang menguasai Tokyo. Takeda mempunyai pasukan pelindung kuat dimana diantaranya mengingatkan Kenshin pada masa lalunya. Disini Kenshin harus melawan 2 musuh terbesarnya, Kanryu Takeda dan tentu saja, masa lalunya…

Film ini adalah adaptasi dari versi manga dan anime-nya dan tidak semua film adaptasi sukses seperti mangan atau anime-nya, tapi tidak dengan film ini. Walaupun musuh yang ditampilkan tidak selengkap versi anime atau manganya, film ini sudah mampu memuaskan para penontonnya dan adaptasi-nya pun bagus. Hanya sedikit hal yang dirubah dari versi aslinya dan itu adalah hal yang penting bagi para penonton lama-nya.

Dari awal film dimulai, anda akan langsung disuguhi adegan pertempuran yang seru. Pertarungan adu pedang dengan gerakan cepat dan teknik kamera yang luar biasa membuat adegan pertempuran terasa segar. Sedikit informasi bahwa film ini minim efek komputer (kecuali efek darah) dan semuanya dikerjakan dengan alat. Dengan begitu, aksi-aksi yang ditunjukkan terlihat lebih nyata. Untuk hal musik sendiri mungkin banyak yang mengira akan menggunakan music dari versi anime-nya atau menggunakan music kuno Jepang untuk memunculkan nuansa klasik. Jika benar, maka anda salah, musik yang dipilih kebanyakan adalah rock Jepang yang menurut saya keren dan membuat film menjadi lebih dramatis dan seru.

Overall, film ini lebih dari apa yang saya bayangkan, lebih disana-sini dan sangat patut untuk ditonton. Film ini telah rilis 25 Agustus kemarin di Jepang, tapi bila anda juga ingin menontonnya, anda harus lebih bersabar karena belum ada waktu pasti tentang distribusi film secara internasional.

Screenshot Rurouni Kenshin

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment