Wednesday 07th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Soar Into the Sun, Top Gun Rasa Ginseng

posted by Utario Esna Putra
Soar Into the Sun, Top Gun Rasa Ginseng

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action, War

Director: Kim Dong-won

Actor: Kim Seong-su, Lee Ha-na, Lee Jong-suk, Rain, Shin Se-kyung, Yoo Joon-sang

Release Date: 15 Agustus 2012

 What We Like : 

Menyuguhkan koreografi pertempuran dwimatra. Menggunakan semau persenjataan dan eksploitasi kemampuan masing-masing pesawat.

 What We Dislike :

Ceritanya payah, kurang mendalam.

Jangan bingung dulu karena film ini memiliki 3 versi judul. Yang pertama versi Korea dengan tulisan Hangul-nya, yaitu R2B: 리턴투베이스 (Al-too-bi: Riteon Too Beiseu). Yang kedua adalah versi “ejaan English yang benar”, yaitu R2B: Return to Base. Yang ketiga adalah versi internasional, yaitu Soar Into the Sun.

Dirilis sejak 5 Agustus 2012 silam di Korea Selatan, film ini nampaknya belum akan diputar di bioskop tanah air. Anda baru hanya dapat melihat deretan posternya. Entah kapan rilis film ini di bioskop tanah air. Atau jangan-jangan R2B akan bernasib sama seperti Nomad yang perlu waktu 7 tahun untuk diputar, naudzubillah. Meskipun begitu R2B sudah mulai menghiasi sentra DVD bajakan di Surabaya.

Kesan pertama melihat film ini, bahkan ketika baru melihat posternya. Saya merasa film ini berbau Top Gun. dan memang tidak salah apa dugaan saya itu. Top Gun 2 tidak jelas nasibnya semenjak kepergian Tony Scott. R2B mengisinya dengan versi Korea yang berarti unsur drama yang lebih kental. Korea gitu loh…

Jadi sebelum melihat R2B, bayangkan saja Top Gun rasa ginseng, eh Negeri Ginseng.

http://cloudusa.files.wordpress.com/2012/08/r2bsoarspecialeventposter_cusa.jpg

Sinopsis

Setelah melakukan manuver gila dan berbahaya di air show Korea Selatan, Tae-hun dikeluarkan dari skuadron akrobatik elit Black Eagles dan dipindahkan ke skuadron tempur. Di sana bukannya mendapatkan karir yang mulus, dia malah berseteru dengan ace pilot Cheol-hui. Meskipun begitu dia bersahabat dengan pilot lain dan masih sempat jatuh cinta dengan teknisi Se-young. Mulailah Korea Selatan mendapat ancaman dari MIG Korea Utara. Satu grup tempur dikirim. Setelah pertarungan yang sengit, Korea Selatan harus merelakan satu pilot yang tewas dan satu yang hilang. Mulailah Tae-hun terlibat dalam misi penyelamatan dan mencegah terjadinya ekskalasi konflik di semenanjung Korea.

Yang Baru di Sini

Tentu saja kalau hanya mengganti aktor dan latar tempat film ini akan dihujat sebagai jiplakan Top Gun. Sutradara film ini cukup cerdas mengantisipasi hal tersebut. Bila Tom Cruise jatuh cinta dengan Kelly McGillis, instrukturnya di Top Gun, Rain jatuh cinta dengan Se-kyung yang berperan sebagai teknisi. Serupa tapi tak sama.

Konflik tetap ada sesuasi pakem Top Gun, tetapi dalam R2B bukannya persaingan yang membuat konflik. Adalah trauma masa lalu Jun-sang dan sikap ugal-ugalan Rain yang membuat konflik. Ini justru membuatnya lebih manusiawi. Rain sendiri tidak digambarkan sebagai pilot yang menguasai segala taktik tempur sesempurna Tom Cruise.

Konflik yang manusiawi, bukan sekedar iri-irian

Top Gun memiliki kelemahan utama. Tidak ada musuh yang jelas di sana. Anda hanya melihat MIG 28 musuh (yang sebenarnya hanyalah F5E Tiger buatan Amerika yang dicat hitam) dengan insignia bintang komunis. Dalam R2B, ada musuh yang nyata, yaitu Korea Utara. Ini malah membuat cerita dan adegan pertempuran sangat berkembang.

Lebih Banyak Aksi Udara

Bagi Anda penggemar kedirgantaraan, film ini wajib ditonton. Karena banyak sekali pertempuran jarak jauh maupun dekat yang bisa dilihat. Dan itu semua dilakukan dengan korepgrafi yang luar biasa. Lihat juga bagaimana kamera menangkap setiap aksi manuver pesawat dan ketegangan pilot dalam kokpit. Tak salah jika dari sisi teknologi Top Gun seperti kuno sekali.

Dan bila Anda cermat, Anda dapat menyaksikan MIG 29 melakukan manuver Cobra Pougachev di sini. Luar biasa!

Tidak Hanya di Udara

Karena R2B menyorot kehidupan pilot AU Korsel bukan berarti Anda hanya disuguhkan aksi udara yang menakjubkan. Layaknya perang sesungguhnya, kedua belah pihak menggunakan matra yang ada, yaitu udara dan darat. R2B menggunakan semua persenjataan yang bisa dipakai dalam skenario ini: air to air missile, air to surface misilesurface to air missil, dan artileri pertahanan udara. Lengkap bukan?

Misi yang dipertunjukkan juga lengkap, mulai patroli udara, infiltrasi, SAR, dan intersep. Jadi Anda akan melihat bagaimana pilot, teknisi, air controller dan infantri lintas udara bahu membahu melaksanakan satu  misi. Untuk poin ini saya teringat film Behind Enemy Lines, dimana Gene Hackman harus menyelamatkan pilotnya yang terjebak di garis pertahanan musuh.

Cerita Payah

Sudah saya paparkan segudang kelebihan teknis dan koregografi R2B, sayangnya film ini masih memilikiu kelemahan yang vital. Ceritanya payah. Adanya persahabatan, percintaaan, dan konflik kurang terasa. Saya yakin seharusnya bisa digali lebih dalam lagi.

Tes 9G

Karena banyak adegan udara yang dilakukan secara live, bukan dengan CGI, maka para aktor pun harus dipersiapkan untuk menghadapi peningkatan gaya tekan sebagai akibat dari peningkatan akselarasi pesawat. Ini yang disebut dengan G-Force. Orang biasa yang tidak terlatih akan pingsan begitu menerima gaya 5G. Yang menarik ternyata Rain lolos tes 6G di hari pertamanya. Menurut staf ahli Angkatan Udara Korsel, dengan lolos tes 6G kita sudah dinyatakan layak untuk naik pesawat jet tempur. Namun bukan Rain kalau langsung patuh. Dia mencoba tes 9G yang mana merupakan standar pilot yang sebenarnya. Hasilnya? Dia lolos. Simak saja rekaman videonya di bawah ini.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment