Friday 02nd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

Ternyata Jakarta Bisa Galau Juga

posted by Octavia
Ternyata Jakarta Bisa Galau Juga

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Drama

Director: Salman Aristo

Actor: Agni Pratistha, Andika Pratama, Asmirandah, Dion Wiyoko, Dwi Sasono, Framly Nainggolan, Roy Marten,Shahnaz Haque, Slamet Rahardjo, Surya Saputra

Release Date: 8 November 2012

 What We Like : 

Ini dia kegalauan yang elegan!

 What We Dislike :

Loncatan antar segmen terlalu lebar

Hallo para pecinta film tanah air!. Sudah bosan dengan film indonesia yang itu-itu saja? bosan mendengar teriakan histeris  para korban kriminalitas jalanan atau malah bosan mendengar lenguhan bernada penggoda dari setan kuntilanak yang (katanya) cantik? jangan khawatir, kali ini ada sedikit film ‘cerdas’ yang dapat memuaskan dahaga kita akan kebutuhan untuk menonton film-film bermutu. Film yang beruntung ini adalah Jakarta hati.

Mengapa saya berkata demikian? banyak alasan yang melatari. Yah, anda akan tahu sendiri setelah membaca tulisan ini sampai selesai nanti.

Film yang mengambil setting kota Jakarta ini menceritakan tentang problema sosial yang seringkali diekspos oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat sosial Jakarta yang umumnya sudah lebih kebarat-baratan. Film ini merupakan omnibus yang terdiri dari 6 kisah yang berkaitan satu sama lain, meskipun disini saya tidak menemukan kaitannya.

Pada bagian pembukaan, ditayangkanlah adegan yang terjadi antara seorang pria yang telah berumur dengan seorang gadis muda. Seiring berjalannya cerita, ternyata kedua orang ini merupakan korban perselingkuhan dari pasangan masing-masing. Banyak pemikiran-pemikiran yang cukup ‘menusuk’ disini. Awalnya mereka memang memandang perselingkuhan dari segi yang selama ini selalu dipandang oleh masyarakat pada umumnya, akan tetapi lama-kelamaan mereka mencoba mengganti sudut pandang dan kemudian bersama-sama menjawab sebuah pertanyaan besar yang bergelayut dalam benak masing-masing.

Setelah menyentuh cerita romantika yang disuguhkan dalam Orang Lain tersebut setting kemudian berubah menyentuh elemen sosial politis. Memangnya bisa problem sosial disandingkan dengan problem politis? anda akan menemukan jawabannya dalam segmen Masih Ada.

Dari ranah politis Anda kemudian dibawa untuk menyusuri ranah hukum. Diceritakan disini terdapat seorang polisi yang harus mengadili ayahnya yang telah hilang selama bertahun-tahun. Bisa membayangkan bagaimana perasaan sang polisi tersebut? apabila saya yang ada di posisi tersebut saya tidak yakin dapat menghadapi kondisi yang seperti itu. Yang jelas dalam Kabar Baik ini diperlihatkan bagaimana cara untuk mengatasi dilema antara tugas dan hal pribadi.

Cerita kembali bergulir. Dalam segmen Hadiah ini kita akan dihadapkan dengan ego, prinsip dan keharusan untuk saling tolong-menolong. Tiga bagian tersebut dibalut secara praktis lewat cerita dari seorang penulis naskah film ternama yang ditawari untuk menulis naskah film komedi seks. Sang penulis, Firman, disini sungguh dihadapkan ke pilihan yang sangat sulit, antara harus memenuhi prinsip dan egonya, atau menolong temannya yang ternyata tengah menghadapi kesulitan finansial layaknya dirinya sendiri dengan putranya. Bagi orang seperti Firman, tidaklah mudah untuk memutuskan hal yang sifatnya mendasar seperti ini.

Setelah itu anda akan dibawa untuk menyelami kisah rumah tangga sepasang suami istri di segmen Dalam Gelap. Setting tempatnya sangat sederhana, sebuah kamar dengan kondisi gelap tanpa penerangan. Meskipun sederhana, percakapan yang terjadi antara sepasang suami istri ini tidak dapat dibilang sederhana, bahkan jauh dari kata sederhana. Mengarungi kehidupan rumah tangga berdua yang telah hambar, keduanya kemudian memilih untuk berselingkuh. Percakapan pun bergulir dengan topik perselingkuhan, hingga akhirnya terbukalah semua kenyataan pahit serta luka yang selama ini tidak pernah mampu mereka ungkapkan terhadap satu-sama lain.

Lelah menyelami hal yang serius? jangan khawatir. Dalam segmen keenam sekaligus yang terkahir ini kita akan dicekoki dengan komedi yang terus bergulir dari awal hingga akhir. Darling Fatimah menceritakan tentang kisah asmara yang cukup rumit. Kisah asmara yang penuh dengan intrik. Mulai dari perbedaan status (lajang dan janda) hingga perbedaan suku (keturunan Pakistan dan keturunan Cina). Meskipun permasalahan yang disajikan tidak lebih ringan daripada segmen-segmen lain, tapi pengemasan segmen ini terlihat sangat unik. Ringan, penuh dengan humor segar akan tetapi tidak mengesampingkan hal-hal vital didalamnya.

Secara keseluruhan, memang film ini menopangkan kekuatannya kepada semua permasalahan yang dibungkus dengan apik oleh sang sutradara lewat skenario. Tidak heran apabila melirik latar belakang Salman yang lebih dulu akrab dengan dunia penulis. Para pemainnya juga tak kalah mendukung kualitas yang ingin diperlihatkan oleh film ini. Lihat saja jajaran nama-nama yang dipampang dalam posternya. Sudah mendapat gambaran? oke, silahkan tentukan pilihan anda sekarang juga.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment