Saturday 10th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“The Assasins”, Melihat Sisi Manusiawi Pembunuh

posted by Utario Esna Putra
“The Assasins”, Melihat Sisi Manusiawi Pembunuh

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Drama, History, Romantic, War

Director: Linshan Zhao

Actor: Alec Su, Chow-Yun Fat, Hiroshi Tamaki, Liu Yifei

Release Date: 26 September 2012 (Cina)

 What We Like : 

Melihat sisi manusiawi Cao Cao dan orang-orang yang ingin membunuhnya, termasuk para pembunuhnya. Angle pengambilan gambarnya juara

 What We Dislike :

Kalau belum tahu sejarah Sam Kok, pasti dapat ZONK. Meskipun begitu Liu Yi fei cantik banget :3

Melihat judulnya saya langsung membayangkan aksi bunuh-membunuh. Kalau sekedar membunuh, mungkin hanya jadi film kriminal. Tapi assassins ini lekat dengan kisah sekumpulan orang yang menguasai seni membunuh. Ya, saya sangat terpengaruh gambaran assassins seperti Ezio yang lihai melompat-lompat, mengendap-endap dan menggunakan berbagai senjata rahasia untuk menghabisi korbannya. Bagaimana dengan assassins yang ditawarkan sutradara Linshan Zhao?

Mengejutkan. Sebagai film laga, “The Asssasins” gagal total. Tetapi sebagai film drama, sukses. Nah lo! Kenapa malah drama? Bukannya ini film tentang assassins?

Sisi Lain Cao Cao

Sebelumnya kita bahas dulu Cao Cao. Penting sekali karena inilah  sorotan utama (bukan lakon utama) film ini. Kalau sudah pernah nonton film lain yang berkisah seputar Jaman 3 Kerajaan (Sam Kok), saya yakin Anda sudah familiar dengan sosok Cao Cao yang tirani. Pokoknya dialah penjahatnya.

Sutradara Linshan Zhao bukannya menyanggah itu semua, dia mengamini hal tersebut. Cao Cao memang benar menjadi orang paling berkuasa di Cina….di atas Kaisar Xian. Dia memang benar membunuh Lu Bu dan Guan Yu. Persektif berbeda yang ditawarkan adalah kita melihat seorang manusia biasa yang dipenuhi tekanan di sana-sini. Di samping itu dia harus mengambil keputusan yang penuh konsekuensi untuk melaksanakan amanat yang diberikan. Cao Cao digambarkan sebagai orang yang haus akan kekuasaan di film “Red Cliff”, “Three Kingdoms”, dan “The Lost Bladesman”. Di sinilah seolah Anda menemukan sisi lain dan kebenaran yang tidak terungkap dari Cao Cao.

Penuh Drama

Konsisten dengan pola yang dibangun di awal, Zhao pun mempertahankannya dengan elemen cerita lainnya. Apabila Cao Cao digambarkan dalam sosok manusiawi, assassins juga harus manusiawi. Terlihat bagaimana kepedihan yang harus mereka alami saat direkrut pada usia belia.

Diajarkan untuk bertarung dalam peperangan yang tidak mereka mengerti. Diajarkan untuk membunuh untuk alasan yang tidak diketahui. Digambarkan secara jelas bagaimana kedekatan dengan korban membawa konflik batin.Assassins pun mempertanyakan tujuan pembunuhan itu.

Tidak mungkin assassins beraksi seorang diri. Itu adalah misi balas dendam namanya. Untuk disebut assassins, seharusnya ada pihak yang menyuruh dan mengawal semua rencana dari awal. Merekalah pihak yang berkonspirasi. Di sini bisa dilihat bagaimana cerdasnya penulis skenario membuat konspirasi yang berbelit-belit, yang berkaitan antara kejadian yang terpisahakan selama satu dekade.

Barangkali drama terbesar adalah saat adegan penutup. seolah saat itu seluruh tirai dibuka. Teranglah sudah apa yang selama satu dekade membawa kecurigaan dan menyulut konspirasi. Adegan penutup memang harus sangat dramatis. Save the best for the last kata orang bule.

Sulit Dinikmati

Saya lupa menjelaskan di awal. Bagi Anda yang buta sama sekali mengenai sejarah Jaman Tiga Kerajaan (Sam Kok). Termasuk belum pernah menonton salah satu dari: Red Cliff, Three Kingdoms, atau The Lost Bladesman. Maka bersiaplah kecewa. Pasalnya “The Assassins” tidak menyertakan penejelasan yang cukup bisa dipahami untuk orang awam mengenai Sam Kok itu sendiri.

Tiba-tiba kita dihadapkan dengan Cao Cao yang sangat berkuasa dan ditakuti melebihi kaisarnya saat itu. Tiba-tiba kita dihadapkan dengan kisah Lu Bu dan Diao Chan. Tiba-tiba kita dihadapkan dengan tombaknya Guan Yu, hasil Cao Cao yang menang bertempur melawannya. Jadi siapa orang-orang itu? Kalau Anda sama sekali belum tahu tentang Sam Kok, saya tidak yakin Anda akan memahami betapa pentingnya mereka dalam peperangan tiga negara ini. Dan betapa pentingnya orang-orang tersebut berpengaruh terhadap hidup Cao Cao.

Bila Anda termasuk orang yang sudah tahu kisah Sam Kok, selamat! Setidaknya Anda akan melewatkan detail tadi dengan mulus.

Penuh Ungkapan

Dua jempol saya acungkan pada…penulis skenario! Terlihat jelas bahwa mereka memiliki pengetahuan yang sangat bagus mengenai kebijakan jaman dahulu. Tercermin dari adegan-adegan yang penuh simbol dan kebijakan tentunya.

Menghadapi ancaman dengan diplomasi

Lihat bagaimana Cao Cao menjelaskan alasannya berperang dengan mengajak Kaisar berburu. Kaisar menyerahkan ke Cao Cao busur dan panah karena tidak lihai memanah. Begitu hewan buruan terpanah, maka Cao Cao mempersembahkannya pada Kaisar. Itulah simbol bagaimana Cao Cao menjalankan rezimnya. Berjalan karena Kaisar yang tidak kompeten dan mempersembahkannya hanya untuk Kaisar. Lihat pula bagaimana Cao Cao memberikan pendekatan secara tidak frontal pada orang-orang yang berusaha membunuhnya. Lihat pula bagaimana Cao Cao menghukum anaknya yang sudah keluar batas dengan cara yang sangat efektif. Bukannya jadi benci, tapi malah membuat semakin loyal.

Pendeknya saya serasa melihat visualisasi buku-buku kebajikan Cina kuno yang banyak dijual di toko buku itu.

 

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment