[alert style='3'][row][span4]
[icon icon_name='film'] Review Rating
[icon icon_name='thumbs-up'] What We Like :
Glamor namun bercerita solid karena “terpecah” ke masing-masing film solo superhero masing-masing, berefek grafis sekelas Transformers: Dark of the Moon.
[icon icon_name='thumbs-down'] What We Dislike :
Absennya Spider-Man dan kurangnya aktris seksi untuk imbangi deretan aktor-aktor superhero.
[/alert]
Sebenarnya ada banyak film kelas elit yang unjuk gigi tahun ini. Sebut saja yang sudah edar seperti Ghost Rider: Spirit of Vengeance, Battleship, dan Wrath of the Titans. Atau yang akan segera menyusul seperti Men in Black 3, Snow White and the Huntsman, G.I.Joe: Retaliation, The Amazing Spider-Man, The Bourne Legacy, dan Total Recall. Sudah? Tunggu dulu, ada juga film berkelas super elit yang juga akan nongol tahun ini seperti Batman: The Dark Knight Rises, Skyfall (James Bond ke-23), dan The Hobbit: An Unexpected Journey (khusus yang terakhir, disinyalir kurang menarik, meski mengusung nama besar The Lord of the Rings). Tapi entah kenapa, setengah tahun ini, hampir semua mata tertuju pada sebuah film keroyokan yang menggabungkan petarung-petarung super dari Marvel ke dalam satu cerita. Ya, The Avengers!
Kalau Anda kebetulan penggemar film action, suka efek grafis, dan nuansa superhero, pasti pernah menonton Hulk, Ironman, Captain America, dan Thor. Kini, semua tokoh tersebut (lengkap dengan aktor aslinya), akan muncul kembali bersamaan dalam The Avengers. Gampangnya orang bilang, bila film tentang satu superhero sudah begitu heboh, apa jadinya bila semua digabung muncul bareng dalam film yang sama? Bisa sangat keren, bisa juga anti klimaks…
The Avengers adalah proyek ambisius besutan sutradara Joss Whedon yang berniat merangkum aksi superhero keluarga Marvel ke dalam sebuah film. Joss dipilih mungkin karena pengalamannya meramu film sekelompok superhero lainnya, X-Men, di tahun 2000. Juga karena ia yang menyutradari Captain America: The First Avengers. Film ini dibintangi pula oleh aktor kenamaan yang memang sudah populer dan sebagian sudah membintangi film stand-alone dari masing-masing tokoh superhero yang ada. Misalnya Robert Downey Jr. (Iron Man), Chris Evans (Captain America), Mark Ruffalo (Hulk), Chris Hemsworth (Thor), sampai Samuel L. Jackson dan Scarlett Johansson sebagai pemanis. Bisa dibayangkan, berapa dana harus dikucurkan untuk proyek film ini? Belum lagi mendanai olah efek grafisnya yang bombastis. Karenanya, Marvel Studio menggandeng Walt Disney Pictures untuk memastikan kesuksesan film yang akhirnya menelan biaya sekitar 220 Juta US Dollar (sekitar 2 Trilyun Rupiah!). Film ini mulai masuk perencanaan sejak bulan April 2005. Kemudian karena kesuksesan Iron Man di bulan Mei 2008 lalu, Marvel berani mengumumkan bila The Avengers akan dirilis pada bulan Juli 2011. Namun tahun lalu, mereka ternyata memutuskan untuk mengundur rilisnya di bulan Mei 2012 ini.
Percikan dan bau menggoda mengenai kehadiran film The Avengers sebenarnya sudah mulai tercium di bagian akhir masing-masing film superhero Marvel sebelumnya. Dimana seorang tokoh misterius bernama Nick Fury (diperankan oleh Samuel L. Jackson) melakukan serangkaian investigasi seraya mendekati tokoh-tokoh superhero tersebut. Dalihnya, ia ingin melakukan unifikasi semua manusia berbakat super tersebut ke dalam satu organisasi terstruktur yang nantinya akan berperan penting menyelamatkan dunia dari bahaya besar. Diperkenalkanlah SHIELD.
Nick Fury kemudian berangkat membangun organisasi SHIELD. Menurut komik Marvel, merupakan kepanjangan dari Supreme Headquarters – International Espionage – Law Enforcement Division. Yang kemudian direvisi menjadi Strategic Homeland Intervention, Enforcement, and Logistics Division. Yah, tak perlu terjebak pada apa arti singkatan itu. Toh ini bukan pelajaran kuliah… Intinya, SHIELD bertujuan menyatukan semua superhero baik hati, melawan penjahat yang kejam hatinya. Sesimpel itu.
Di The Avengers, Nick sudah lebih dahulu ditemani oleh anggota tim yang tergolong “kelas dua” untuk ukuran superhero. Mereka adalah Hawkeye (diperankan Jeremy Renner) dan Black Widow (Scarlett Johansson). Saya sebut sebagai “kelas dua” karena bila dibandingkan, mereka sebenarnya tidak memiliki kekuatan super. Lebih cocok ditandingkan dengan Batman dan Robin, atau Dare Devil misalnya. Seiring dengan waktu, usaha Nick membuahkan hasil. Satu per satu tokoh superhero bergabung dengan SHIELD. Meski sudah dipastikan, banyak terjadi cekcok, gesekan, dan bahkan pertarungan antar anggota tim. Yah wajar, semuanya merasa orang penting dan super. Termasuk yang agak unik adalah Captain America yang dibangunkan dari tidur panjangnya dan Thor yang datang dari planet lain (sekelas Superman di keluarga DC). Sisanya adalah Hulk alias Dr. Bruce Banner yang sedang mengasingkan diri dan Iron Man atau Tony Stark yang justru gemar mengekspos popularitas. Yang saya sayangkan adalah, salah satu tokoh superhero Marvel yang paling laris filmnya justru absen. Ia adalah Spider-Man. Alasannya karena ia akan mengalami reboot, atau remake dengan gaya berbeda dan menghubungkannya dengan The Avengers. Beberapa selentingan juga menyebut bila Tobey Maguire sudah terlalu tua untuk menjadi Peter Parker era tahun 2012-an.
Tentang Loki dan Susahnya Hindari Pengkutuban Karakter
Alur cerita utama dalam The Avengers adalah terbentuknya The Avengers dan SHIELD untuk pertama kali, perselisihan internal, perbedaan latar belakang dan niat mereka bergabung, yang kemudian diberi klimaks dengan hadirnya tokoh antagonis super yang bakal merepotkan mereka semua. Agar tidak terlalu timpang, memilih calon lawan juga harus berhati-hati. Karena sebaran “kekuatan super” yang dimiliki tim jagoan kita juga tidak imbang. Karenanya, dipilihlah sosok Loki. Ia adalah saudara Thor dari Asgard yang memang berbalik menjadi jahat, bermula dari rasa cemburu, iri, dan dengki pada Thor. Latar belakang Loki sebagai sesama keturunan dewa Asgard membuatnya sepadan dengan Thor dan superhero lain seperti Iron Man. Sedangkan invasinya ke bumi bersama seluruh tentaranya, Chittauri, seakan “membagi tugas” rata dengan karakter superhero sisanya seperti Captain America, Hulk, Hawkeye, dan Black Widow. Bila Anda merasa penasaran lebih jauh tentang Loki, silahkan menonton film Thor. Karena disanalah kisah asal muasal Loki dan hubungannya dengan Thor dibeberkan…
Bagaimana dengan kondisi glamor berkumpulnya sekian superhero sekaligus?
Sudah ada beberapa film yang intinya menggabungkan banyak tokoh penting sekaligus. Kalau bicara soal superhero, contoh terdekat adalah trilogi film X-Men. Di sana tampak bila toh akhirnya terjadi ketimpangan dalam memberikan sudut pandang dan penonjolan karakter yang ada. Pasti yang paling melekat di pandangan penonton adalah sosok Wolverine bukan? The Avengers pun mengalami dilema yang sama. Dari sudut pandang saya, film ini lebih banyak menyorot peran Ironman, Thor, dan Captain America. Kalau bicara soal karakter dan penokohan secara kaku, Captain America mestinya menjadi leader tim ini. Namun kalau diukur dari kekuatan, jelas Thor-lah Superman di film ini. Sedangkan Iron Man juga punya andil kuat karena dia yang paling “berkuasa” di era/jaman dunia saat itu. Sesuai tebakan saya, akhirnya separuh bagian pertama film ini diwarnai konflik ketiga tokoh tersebut. Bahkan diwarnai dengan pertarungan kecil diantaranya. Untungnya, Joss Whedon sigap menutup penuturan kisah latar dan segera fokus ke “Jagoan versus Musuh” kembali, yang menyatukan sudut pandang The Avengers menjadi utuh berseberangan dengan satu sosok antagonis, Loki.
Super Glamor, Untuk Anak maupun Ortu Usia 30 hingga 40 Tahunan
Sesuai prediksi, The Avengers memang layak sekali disambut hype dan eforia menggunung fans film superhero. Para ortu (atau kalangan dewasa) yang masa kecilnya sempat merasakan popularitas komik Amerika, punya kesempatan menyambung obrolan dengan anak-anaknya di film ini. Dan tak perlu takut! The Avengers tidak seperti The Watchmen yang sempat bikin shock. Apalagi kalau bukan karena banyaknya adegan dewasa, meski sampul filmnya mengusung genre superhero. The Avengers murni film gebuk-gebukan penuh efek grafis realistis yang fenomenal. Tidak seperti trilogi X-Men yang cenderung makin mengecewakan (secara alur cerita), apalagi Fantastic Four, The Avengers sangat memuaskan! IMDB bahkan memberikan skor 9.5/10. Bahkan saya berani bilang, meski ini film keroyokan (yang notabene biasanya lebih jelek kualitasnya), ternyata malah lebih bagus dibanding film solo Thor dan Captain America sendiri. Layakkah ditonton? Well, Anda mesti siap disebut “super kuper” bila tidak ikutan nonton The Avengers.
[collapse title="Lebih Dalam: Keluarga Film The Avengers dan Absennya Spider-Man"]
Keluarga Film The Avengers dan Absennya Spider-Man
Marvel sudah mengawali kehadiran film The Avengers ini dengan film-film solo masing-masing superhero-nya. Meskipun beberapa lahir dari produser dan sutradara yang berbeda, bahkan mungkin tidak memiliki timeline yang berkesinambungan. Namun bicara soal Marvel, sebenarnya sudah banyak sekali film layar lebar generasi baru yang mengangkat tokoh-tokoh kreasi mereka. Beberapa yang tidak tergabung dalam The Avengers misalnya seperti X-Men dan Wolverine, Dare Devil dan Elektra, Fantastic Four (di mana salah satu anggotanya, Human Torch, diperankan aktor yang sama oleh pemeran Captain America), Ghost Rider, dan Punisher. Namun yang langsung berhubungan dengan The Avengers adalah Captain America, Thor, Iron Man (yang sudah memiliki satu sekuel), dan Hulk (dengan dua versi berbeda). Khusus Hulk, sudah punya dua versi, di mana versi terakhirnya dibuat sebagai sebuah reboot demi menghubungkannya dengan film The Avengers.
Ada satu tokoh superhero lain dari Marvel yang sebenarnya cukup ngetop selama ini, karena membarengi versi reboot Batman dan Superman dari DC, yaitu Spider-Man. Tapi ia tidak ikut beraksi dalam The Avengers. Alasan Marvel adalah karena Spider-Man akan di-reboot, dalam film The Amazing Spider-Man yang juga akan rilis tahun ini. Film itulah yang nantinya bakal dihubungkan dengan sekuel The Avengers mendatang. Kalau Anda menyukai film-film superhero (yang meskipun mengandalkan fantasi dan efek grafis), sebenarnya alur cerita dari masing-masing superhero tersebut sangat menarik untuk diikuti. Apalagi kini mereka memiliki hubungan yang erat berkat The Avengers. Ke depan, setelah The Avengers, Anda akan disapa oleh Spider-Man baru dalam film The Amazing Spider-Man. Tobey Maguire yang mulai menuai akan digeser oleh Andrew Garfield sebagai Peter Parker yang baru. Kemudian tahun 2013-2014 akan disusul oleh Iron Man 3, Thor 2, dan Captain America 2. Marvel juga bakal menghadirkan film solo The Wolverine tahun depan.
[/collapse]
[collapse title="Lebih Dalam: Siapakah The Avengers, Marvel, DC, dan Justice League?"]
Siapakah The Avengers? Lalu Marvel, DC, dan Justice League?
Kalau saya datang ke bioskop dan menanyakan pertanyaan yang sama pada semua penonton The Avengers secara acak, pasti hanya sekelumit yang tahu jawaban pertanyaan pada judul di atas… Mereka yang tahu jawabannya mungkin hanyalah yang kebetulan penggemar berat komik Amerika, fans film superhero, atau penonton yang berumur di kisaran 35-40 tahun, ketika masa kecilnya masih dilanda popularitas komik Amerika.
Sebenarnya (agar agak gampang menjelaskannya) sah saja membelah kubu superhero ke dalam dua kutub, yaitu ciptaan Marvel Comics dan satu lagi kreasi milik DC Comics. Semua tokoh superhero dalam The Avengers dan tokoh-tokoh lain yang pernah difilmkan seperti X-Men, Dare Devil, Elektra, Fantastic Four, Ghost Rider, dan Punisher adalah kreasi milik Marvel. Sedangkan nama-nama superhero lain yang populer di film bioskop seperti Superman, Batman (sepaket dengan Robin, Catwoman, dan Batgirl), Green Lantern, dan The Watchmen datang dari kubu DC. Kedua publisher komik paling populer di Amerika ini selalu bersaing hingga kini. Bahkan persaingannya pun dibawa sampai ke pertarungan tokoh-tokoh kreasi mereka.
Marvel memperkenalkan The Avengers sebagai sebuah tim kesatuan dari beberapa tokoh superhero pilihan mereka. The Avengers pertama kali muncul pada bulan September 1963, dalam sebuah seri komik tersendiri. Ini dilakukan oleh Marvel demi menghadang kreativitas DC yang lebih dahulu memperkenalkan Justice League. Justice League tak ubahnya seperti The Avengers, merupakan sebuah kelompok gabungan dari beberapa superhero pilihan milik DC. Bedanya, Justice League diperkenalkan lebih dulu pada bulan Februari 1960, lewat komik The Brave and the Bold edisi ke-28. Bila The Avengers populer dengan anggota inti seperti Thor, Iron Man, Hulk, Spider-Man, dan Captain America, maka Justice League pun punya komposisi yang menarik. Dari kubu DC, Justice League biasa paling dikenal dengan anggota seperti Superman, Batman, Wonder Woman, The Flash, dan Green Lantern. Dalam perkembangannya, seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya kubu Marvel dan DC sempat akur juga demi meraup lebih banyak profit. Lahirlah komik edisi khusus yang dikemas super mewah, dan hanya terbit dalam waktu singkat (September 2003 hingga Mei 2004). Komik ini berjudul JLA/Avengers! Bisa ditebak, isinya merupakan gabungan dan kerja sama manusia-manusia ajaib kreasi Marvel dan DC menjadi satu tim JLA/Avengers (Justice League America & The Avengers). Komik ini merupakan hasil pengembangan kerja sama kedua publisher tersebut setelah sebelumnya sempat menerbitkan komik singkat (hanya 4 edisi) berjudul DC vs Marvel (April hingga Mei 1996).
Satu kalimat penutup saya soal Marvel dan DC… Berangkat dari komik DC vs Marvel dan JLA/Avengers dulu, akankah suatu saat nanti dibuat film yang menggabungkan semua superhero di atas, sesuai cerita di komik tersebut. Saya bingung, mesti berharap (karena ada harapan bakal jadi super keren) atau berdoa agar jangan sampai terjadi. Bayangkan saja betapa kacaunya sebuah film berdurasi 2.5 jam diisi oleh belasan (atau puluhan) tokoh superhero! Sekedar info lewat, Jepang sudah mendahului Hollywood. Toei dari Jepang telah meluncurkan film gabungan semua tokoh Kamen Rider dan Super Sentai dari klasik hingga terkini dalam film Kamen Rider vs Super Sentai: Super Hero Taisen!
[/collapse]
[collapse title="Trivia"]
Trivia
- Cobie Smulders yang memerankan staff Nick Fury, Maria Hill, awalnya sudah diincar oleh sutradara Joss Whedon sebagai calon pemeran Wonder Woman!
- Tony Stark terlihat sempat menggunakan kaos hitam bertuliskan Black Sabbath ketika berbicara dengan Loki di mansion miliknya. Black Sabbath adalah band rock keras yang menyanyikan lagu tema dalam film Iron Man pertama, dengan judul yang sama, Iron Man.
- Beberapa hal tentang masalah hukum menyebabkan beberapa tokoh Marvel tidak boleh muncul dalam The Avengers. Misalnya Quicksilver, The Scarlet Witch, Magneto, Doctor Doom, dan Green Goblin. Meski mereka merupakan kreasi Marvel. Terkait (salah satunya) karena lisensi film Spider-Man pertama yang diberikan pada Sony Pictures, sebelum The Avengers bahkan mulai direncanakan.
[/collapse]
[collapse title="Screenshot"]
[/collapse]