Sunday 11th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

The Campaign, Antara Politik vs Seks

posted by Tyas Istiqomah
The Campaign, Antara Politik vs Seks

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Comedy, Drama

Director: Jay Roach

Actor: Katherine LaNasa, Sarah Baker, Will Ferrell, Zach Galifianakis

Release Date: 10 Agustus 2012 (Amerika)

 What We Like : 

Ceritanya mengalir alami dan sarat pesan moral

 What We Dislike :

Yaahh terlalu ringan memang jalan ceritanya

Nah, apa yang Anda pikirkan ketika dua kata tersebut saya tuliskan sebagai judul? Mungkin Anda akan berpikir, memangnya ada film seperti itu? Saya jawab dengan sangat yakin, Ya!

Sepertinya istilah “Politik menghalalkan segala cara” adalah benar adanya, termasuk mengencani dan meniduri istri lawan kita dalam pemilihan anggota kongres. Wow!

Namun apa jadinya pula kalau semua hal ini disajikan dalam bentuk komedi yang super duper konyol? Nah kan, bisa Anda bayangkan sekarang seperti apa The Campaign.

Sinopsis

Berpusat pada dua orang tokoh Will Ferrell dan Zach Galifianakis, persaingan menjadi anggota kongres begitu sengit.

Ferrell yang memerankan Cam Brady, adalah anggota kongres yang telah terpilih selama empat periode berturut-turut. Kini setelah memasuki tahun kelima pemilihan, Brady yang awalnya hanya sebagai calon tunggal harus dikejutkan oleh kehadiran sosok aneh dan sangat tidak pantas menjadi anggota kongres, Marty Huggins (Zach Galifianakis).

Keduanya kini mulai bersaing untuk memikat hati jutaan warga North Carolina yang berhak memilih. Brady yang sudah berpengalaman dengan mudah mempermalukan Huggins saat debat perdana mereka.

Keadaan pun berubah. Huggins yang mendapat dana kampanye segar dari Motch Bersaudara, pengusaha setempat, langsung melejit dan tampak begitu kuat. Kejar-kejaran poin terus berlangsung dan tidak ada satupun yang berada dalam zona aman.

Shot Kamera yang Cerdas

Di film ini, Jay Roach begitu terampil memilih shot-shot yang pas dan apik untuk membawa penonton bisa merasakan langsung seperti apa suasana kampanye, persaingan politik, sampai persahabatan.

Roach juga saya nilai sangat cerdas saat memilih hitam putih untuk menunjukkan masa flashback yang begitu menyedihkan. Ada pula adegan slow motion saat Cam Brady memukul seorang bayi sampai berdarah dan bengkak. Untuk gambaran adegan terakhir ini memang salah satu komedi yang ingin dimunculkan oleh Roach dan saya acungi jempol padanya karena dia sukses membuat penonton yang saat itu berjumlah sekitar 20 orang tertawa melihatnya. Tambahan adegan slow motion saat Brady (kembali) memukul anjing peliharaan juga sangat menghibur.

Untuk cerita flashback yang ingin disampaikan oleh Roach juga patut diacungi jempol. Usahanya untuk bisa menunjukkan bagaimana masa lalu Cam Brady yang ternyata sudah berpolitik sejak di bangku kelas 5 SD sukses menggetarkan hati penonton, termasuk saya. Brady dulu begitu dipuja dan sangat jujur dalam setiap kampanye pemilihan ketua kelas. Namun itu semua berubah sejak uang dan harta merasukinya.

Pencahayaan yang diambil pun dipilih selalu terang dan tidak ada unsur gelap sama sekali. Ya karena ini adalah campuran drama dan komedi, saya rasa pemilihan pencahayaan ini sudah sangat tepat. Jika Anda sebagai penonton, tentu tidak ingin melihat film komedi bernuansa gelap seperti film agen rahasia yang sedang menyelinap bukan?

Politik vs Seks, Istimewa!

Biasanya jika melihat dan mengamati berita politik otak dan pikiran Anda pasti akan bingung dan malah malas membahasnya. Tapi kalau Anda menonton sebuah film yang menyajikan persaingan politik dengan suguhan seks, masihkah merasa malas?

Untuk bisa menghancurkan lawannya, Cam Brady rela meniduri istri Marty Huggins (Sarah Baker) yang sangat gendut dan bisa dibilang jauh berbeda dengan istrinya sendiri yang cantik jelita (Katherine LaNasa).

Ini bukanlah film pertama yang memadukan antara politik dan seks. Tercatat, ada satu film yang tepat dirilis 10 tahun lalu berjudul Sex, Politics & Cocktails. Dirilis tahun 2002, film yang ditulis, disutradarai, dan diperankan sendiri oleh Julien Hernandez ini menceritakan tentang pria berusia 30 tahun dan belum sekalipun merasakan jatuh cinta.

Bedanya adalah, ketika Cam Brady justru meniduri banyak wanita seksi dan cantik (well, yaahh kecuali istri Marty Huggins), Sebastian Cortex (Julien Hernandez) justru tidak sekalipun!

Apakah fenomena ini yang sebenarnya ada di US? Atau bahkan di seluruh dunia? Semua orang rela “bermain-main” lewat seks, hanya demi politik? Entahlah, Anda mungkin justru lebih paham ketimbang saya.

Keluarga Sebenarnya

Ada satu pesan menarik yang bisa Anda dapatkan setelah menonton film ini. Ketika Anda sudah “disuguhi” seks dan komedi, Anda selanjutnya akan dibawa pada sebuah alur yang menunjukkan sebuah keluarga yang utuh, lengkap dengan tangisan dan tawanya.

Kedua calon anggota kongres inilah tentu yang menjadi contoh. Ketika Cam Brady dan istrinya justru menyuruh kedua anak mereka untuk tidak mendengarkan pembicaraan politik orang tuanya, Marty Huggins malah mengajak kedua anak lelaki serta istrinya untuk bersama-sama membicarakan rencana pencalonan dirinya sebagai anggota kongres.

Namun Anda jangan dulu menafsirkan jika memiliki keluarga utuh akan membuat Huggins menang dengan mudah hanya dengan membaca tulisan saya ini. Ketika kampanye usai dan hari pemilihan tiba, kejujuran lah yang menjadi taruhannya.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment