Friday 09th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

The Dark Knight Rises, Film Superhero Untuk Dewasa

posted by Akmal Fahmi
The Dark Knight Rises, Film Superhero Untuk Dewasa

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action

Director: Christopher Nolan

Actor: Anne Hathaway, Christian Bale, Tom Hardy

Release Date: 20 Juli 2012

 What We Like : 

Cerita sangat detail dan mendalam, pendalaman karakter yang bagus, unsur kelam kental, suasana teror terasa dan bagus

 What We Dislike :

Arkham dan gadget canggih absen, minim action dan efek

Pangeran kegelapan kembali…….!!! Akhirnya, seri ketiga sekaligus akhir dari trilogy Batman karya Christopher Nolan tayang. Banyak yang menyayangkan kenapa The Dark Knight Rises menjadi akhir dari Batman karya Christopher Nolan, tapi juga banyak yang setuju trilogy ini harus berakhir. Sebenarnya 2 pendapat tersebut bukan didasari hal negatif, melainkan karena 3 filmnya yang bisa dibilang membawa Batman ke kelas yang berbeda dinilai sangat bagus. Dengan mengusung tagline The Legend Ends, saya harus mengucapkan, selamat tinggal Batman karya Christopher Nolan. Satu tambahan kecil, The Dark Knight Rises adalah kali pertama Batman keluar di siang hari..!!!

Sinopsis

8 tahun setelah kejadian teror dari Joker, tidak serta merta membuat kota Gotham menjadi kota yang damai dibawah perlindungan Komisioner James Gordon. Merasa aman dengan menghilangnya Batman, para kriminal kembali tumbuh dan membuat Gordon kewalahan menganinya. Guna membangkitkan semangat para penegak hukum, Walikota Gotham mengadakan upacara memperingati kematian Harvey Dent (seorang jaksa lokal yang berjulukan The White Knight). Gordon yang tidak senang dengan Dent (karena hampir membunuh anaknya sebagai Two Face), terpaksa harus menyembunyikan kedok asli dari Dent dan diharuskan memakai kedok kalau Batman-lah dibalik semua kekacauan yang telah terjadi. Yang membuat Gordon lebih berat adalah yang meminta kebohongan ini adalah Batman sendiri. Gordon yang mengetahui apa yang terjadi sebenarnya merasa tidak tenang hidup di balik kebohongan yang selama ini terjadi.

Bruce yang sejak “pensiun” menjadi Batman, lebih sering berdiam diri Wayne Manor. Di sisi lain, saingan bisnis dari Wayne, John Dagget sudah bekerja sama lama dengan seorang kriminal kejam bernama Bane, mereka mempunyai tujuan masing-masing dan hanya dapat dilaksanakan jika mereka bekerja sama. langkah awal dari rencana mereka adalah Bnae menculik seorang ahli nuklir dan meminta ahli nuklir itu untuk memastikan “stabilisator” nuklir yang berada dalam Wayne Enterprises dapat bermasalah dalam jangka waktu 5 bulan. Setelah itu Bane masuk diam-diam ke kota Gotham dan mulai membuat kekacauan.

Opsir John Blake sadar atas kekacauan yang terjadi semakin parah, menemui Bruce yang lebih sering mengurung dirinya di Wayne Manor dan meminta Bruce untuk kembali menjadi Batman (Blake semasa kecil pernah diselamatkan Batman dan mengetahui identitas sebenarnya dari Batman). Alfred Pennywroth memikirkan masa depan tuannya, Bruce. Dia tdak ingin Bruce lebih menderita dengan menjadi Batman. Sadar telah gagal mencegah Bruce, Alfred akhirnya mengundukan diri.

Dibalik rencana Daggett bersama Bane yang ingin menghancurkan Wayne Enterprises, Bane juga mempunyai tujuan lain yaitu membantu Talia al Ghul (anak dari Ra’s al Ghul) untuk melanjutkan tujuan dari ayahnya. Tapi disini Talia tidak punya akses untuk masuk ke Wayne Enterprises. Wayne Enterprises yang hancur pada saat membuat penemuan proyek energi bersih dengan memanfaatkan energi fusi, tetapi proyek itu dimatikan dengan alasan dapat berpotensi disalahgunakan sebagai senjata nuklir, dimanfaatkan Talia agar bisa mempunyai akses masuk ke Wayne Enterprises dan bisa mempunyai akses ke reaktor nuklir Wayne enterprises. Talia menyamar sebagai Miranda yang siap mengucurkan dana segar agar proyek energi bersih itu dapat dilanjutkan kembali. Kekacauan yang dibuat Bane semakin menjadi-jadi dan berhasil membobol Divisi Science Wayne Enterprises lalu mengambil semua prototype peralatan canggih Wayne Enterprises, termasuk Tumbler (mobil tempur Batman). Setelah berhasil, tanpa diduga Bane membunuh Daggett dan malah mengambil semua aset Daggett. Disisi lain, seorang pecuri wanita dengan memakai identitas Catwoman (Selena Kyle) mengambil keutungan dari kacaunya kota akibat ulah Bane. Sebenarnya Catwoman / Selena Kyle berhati baik dan setelah mengetahui apa yang terjadi antara Bane dengan Batman, Catwoman memutuskan untuk membantu Batman.

Disini Batman harus menghadapi ancaman serius dari Bane. Batman yang telah mengetahui sedikit latar belakang Bane memanasi Bane dengan mengatakan bahwa dia telah mengambil alih League of Shadows setelah kematian Ra’s al Ghul. Disini Bane terlibat perkelahian hebat dengan Batman dan akhirnya Batman terluka parah. Batman dibawa ke markas bawah tanahnya Bane disana ia dihajar habis-habisan. Di penjara bawah tanah milik Bane, untung saja ada seorang dokter yang merawatnya. Bruce yang selama ini tidak pernah merasa takut untuk mati, cenderung pasrah dan tidak punya usaha untuk melarikan diri. Dipenjara Bane, Bruce mendapat motivasi agar takut pada kematian dari beberapa teman satu sel-nya dan akhirnya motivasi Bruce kembali karena tidak ingin cepat mati, menyadari ketakutan dapat memicunya kabur dari penjara, Bruce memanjat dinding penjara tanpa alat apapun. Bruce mulai menyelidiki tentang seluk beluk Bane dan mengetahui bahwa kelemahan Bane adalah maskernya. Bane adalah pelindung setia dari Talia al Ghul (anak dari Ra’s al Ghul) dan sangat menyayangi Talia. Lama sebelum kejadian ini, pada saat mereka berada dalam 1 penjara, Bane membantu Talia lolos dari keamanan super ketat di penjara tingkat satu.

Bane dan pasukannya mulai menyerang semua kantor polisi Gotham dan mulai menyebar teror di seluruh kota dengan memasang beberapa bom di beberapa titik kota dan dengan segera mengisolasi kota Gotham. Bane telah menyiapkan penghancuran besar-besaran dengan melonggarkan “stabilisator” nuklir yang berada dalam Wayne Enterprises. Bane membuka kebenaran dibalik kematian Dent ke khalayak luas  dan membebaskan seluruh tahanan penjara yang pernah ditangkap oleh Dent. Semakin tidak terkendalinya di dalam kota Gotham, pemerintah mulai memblokade akses keluar-masuk kota Gotham dan kota Gotham menjadi kota tanpa hukum.

Sementara itu, Bruce yang sudah sembuh dari luka-lukanya kembali menjadi Batman, kembali terlibat pertarungan dengan Bane dan karena Batman mengetahui kelemahan dari Bane, maka Batman dapat mengalahkan Bane. Ditengah-tengah kemenangan Batman, hal mengejutkan terjadi, partner bisnis Bruce, Miranda tiba-tiba menusuk Batman dan mengaku bahwa dia adalah Talia al Ghul. Dia adalah satu-satunya orang yang mampu lolos dari penjara tingkat 1, sebelum kembali ke ayahnya dan League of Shadows untuk menyelamatkan Bane, seseorang yang membantu Talia lolos dari penjara. Talia dari awal akan menyelesaikan pekerjaan ayahnya untuk menghancurkan Gotham dan balas dendam ke Bruce atas kematian ayahnya.

Miranda / Talia telah memasang pemicu ledak pada reaktor nuklir milik Wayne Enterprises. Mengetahui pemicunya berada pada Bane, Batman yang mendapat bantuan dari Selina / Catwoman dan Gordon mulai berusaha menjinakkan bom. Dihadang oleh Bane, Catwoman berusaha melawan Bane dan dengan pertarungan yang berat, Catwoman berhasil membunuh Bane. Disaat yang bersamaan dengan pertarungan Catwoman dengan Bane, Gordon menyadari bahwa stabilisator di reaktor nuklir Wayne Enterprises tidak dapat dibetulkan, yang dapat dilakukan Gordon adalah mematikan transmiter yang terhubung dengan pemicu pada Bane. Setelah transmiter dimatikan. Batman terlibat pengejaran dengan Talia yang berhasil membawa reaktor nuklir tersebut. Pada akhirnya Talia meninggal karena kecelakaan truk yang dikendarainya dan bom yang dipegang Talia tidak dapat dihentikan. Batman membawa bom tersebut dengan kendaraan terbang ciptaan Fox (The Bat) ke ujung kota dan melemparnya ke samudera.

Pada akhirnya Batman dinyatakan sebagai pahlawan dan Bruce dianggap meninggal dalam kejadian itu. Bruce bersama Selina “melarikan diri” ke Italia dan akhir dari film, Blake menemukan Batcave. Apakah ini pertanda Christopher Nolan akan membuat film Robin setelah trilogy Batman berakhir? Who knows…..

Film Superhero Untuk Dewasa

Alasan saya berkata The Dark Knight Rises adalah film superhero untuk dewasa adalah film ini minim action dan efek, sehingga bila anak-anak yang lihat, pasti tidak akan mengerti maksud dari film ini dan bosan. Karena Seperti yang saya bilang pertama kali, Christopher Nolan membawa Batman ke kelas yang berbeda. Nolan tidak membuat Batman sama seperti Iron Man, Thor, dan sebangsanya bahkan tidak seperti Batman sebelum-sebelumnya. Batman ditangan Nolan dibuat lebih elegan dengan cerita yang kuat dan pendalaman karakter yang cukup, sehingga penonton “dewasa” dibawa harus menonton seri Batman dari Batman Begins dan The Dark Knight, baru akan mengerti The Dark Knight Rises.

Lebih Baik Joker Daripada Bane 

Menurut saya dan berdasarkan dari cerita asli Batman di komik maupun kartunnya, musuh utama Batman adalah Joker, Pada saat awal mendengar The Dark Knight Rises akan tayang, saya sedikit menyesal karena kenapa bukan Joker yang berada pada The Dark Knight Rises dan Bane di The Dark Knight. Tetapi sekali lagi Nolan dengan tangan dinginnya mampu mengobati rasa kecewa saya dengan membuat teror yang tidak kalah dari Joker. Perbedaan teror yang dibuat Joker dan Bane adalah Joker menggunakan kemampuan mempengaruhi musuhnya dengan perkataan yang provokatif, sedangkan Bane meneror dengan skala masa yang lebih besar. Tetapi menurut saya bila Joker dibalik teror The Dark Knight Rises akan terlihat lebih dramatis dan bagus.

Absennya Arkham Dan Gadget Canggih

Pada film ini ditampilkan penjara tingkat 1 dengan pengamanan maksimum, tetapi sayangnya bukan Arkham. Padahal Arkham adalah penjara pengamanan maksimum legendaris di Batman, Arkham adalah penjara untuk menahan tahanan “spesial” hasil tangkapan Batman. Pada film-film sebelumnya, Arkham pernah menangkap Bane, Poison Ivy, Freeze, dll. Satu lagi yang saya sayangkan dari film ini adalah absennya gadget canggih, tidak seperti pada seri sebelumnya, The Dark Knight yang menggunakan gadget canggih untuk melawan Joker. Untuk kendaraan tempur, Batman tidak menggunakan Batmobile-nya atau Tumbler. Satu kendaraan canggih baru yang muncul sebagai kendaraan Batman adalah The Bat (semacam Tumbler yang dilengkapi baling-baling).

Kesimpulan

The Dark Knight  Rises sebagai akhir dari tirlogy Batman karya Chritopher Nolan sangat bagus dan sangat memuaskan. Cerita dibuat sangat detail dan mendalam sehingga terlihat lebih elegan. Karena itu unsur action dan efek harus dikurangi. Saya sarankan anak-anak yang hanya mencari action dan efek, film ini tidak saya rekomendasikan karena pasti akan bosan dan bingung. Penampilan Batman terlihat begitu keren dan Bane yang terlihat garang membawa kesenangan tersendiri dalam film. Absennya Arkham dan gadget canggih sedikit disayangkan dalam The Dark Knight Rises, tapi munculnya The Bat bisa dibuat obat kekurangan itu. Melihat dari sejarah Batman sebelum-sebelumnya, harusnya yang menjadi musuh utama dan bisa menjadi penutup trilogy ini adalah Joker, bukan Bane. Overall…The dark Knight Rises adalah film yang sangat saya rekomendasikan untuk ditonton.

Perbandingan Serial TV Dan Film-Film Batman

Sadar atau tidak, Batman adalah salah satu superhero yang mempunyai berbagai macam serial TV, film hingga seri kartunnya. Berikut adalah perbandingan beberapa serial TV dan film-film Batman yang pernah ada:

Serial TV Batman (1966-1968)

“KAPOW!”, “ZOK!”, “WHAP!”, “BIFF!”, “POW!”. Siapa yang bisa lupa dengan tulisan-tulisan yang muncul saat Batman (diperankan Adam West) dan Robin (Burt Ward) menghajar musuh-musuhnya. Bagi para Movie Mania generasi 1990-an, Batman versi Adam West ini tumbuh bersama mereka, menjadi tontonan favorit waktu kecil. Aslinya, serial Batman ini diputar di stasiun TV ABC di Amerika Serikat sepanjang dua setengah musim tayang dari 12 Januari 1966 sampai 14 Maret 1968 dengan total 120 episode. Batman era 1960-an sengaja dibuat norak dan colorful karena memang ditujukan sebagai tontonan anak.

Batman (1989)

Sutradara nyentrik Tim Burton datang di saat tepat mengangkat Batman ke layar lebar. Di penghujung 1980-an itu, kisah Superman di layar lebar sudah tamat ketika Superman IV: Quest for Peace (1987) berakhir buruk dengan dicemooh para penggemarnya dan para kritikus film. Sementara itu, beberapa tahun sebelumnya Batman menemukan momentumnya di komik lewat komik The Dark Knight Returns yang dibuat Frank Miller. Komik Batman seri itu mendefenisi ulang komik superhero bukan lagi sebagai bacaan anak dan remaja, tapi selayaknya bacaan dewasa. Burton hadir dengan semangat menyuguhkan Batman yang lebih kelam, bukan lagi norak seperti serial TV-nya dulu. Batman, superhero dengan masa lalu orangtuanya dibunuh di depan matanya ketika kecil, pastilah bukan sosok norak seperti digambarkan Adam West. Kostum Batman dipilih hitam-hitam, bukan lagi ungu. Batman versi Burton memang gelap, kelam, bernuansa gothic. Perseteruan Batman dengan Joker (diperankan Jack Nicholson) di film ini kemudian hari hanya bisa ditandingi The Dark Knight.

Batman Returns (1992)

Konon, produser Hollywood begitu ngebet ingin mengulang kesuksesan Batman pertama dan memberi kesempatan pada Tim Burton untuk melanjutkan kisah sang manusia kelelawar semau dia. Hasilnya, alih-alih sebuah film sang “Batman”, Batman Returns lebih seperti film Tim Burton pada umumnya. Fokusnya bukan lagi sang kstaria kegelapan tapi para musuhnya yang punya latar belakang kelam. Penguin (Danny de Vito) adalah bayi yang dibuang oleh orangtuanya karena jijik melihat cacat jarinya yang mirip penguin. Ia lantas dirawat burung-burung penguin. Tiga puluh dua tahun kemudian, Penguin kembali ke dunia atas menghancurkan dunia yang pernah membuangnya. Keinginannya sederhana, penguin hanya ingin perhatian dan kasih sayang. Di lain pihak, Catwoman (Michelle Pfeiffer) adalah korban pengusaha serakah (Christopher Walken). Ia jadi jahat juga demi menggugat keserakahan kapitalisme. Di luar kisahnya tentang orang-orang abnormal, Burton tampak semakin asyik menciptakan dunia Batman-nya. Skala gothic dan banguan art deco pada Gotham semakin banyak dari film Batman sebelumnya. Benar-benar gaya Burton.

Batman: The Animated Series (1992-1997)

Jika para Movie Mania hidup di tahun 1990-an lampau, maka para Movie Mania termasuk yang beruntung. Serial kartun yang dikenal sebagai Batman: The Animated Series adalah salah satu serial kartun terbaik yang pernah dibuat. Hal yang membuat serial kartun ini digemari adalah serial kartunnya dibuat tak seperti serial kartun action untuk anak-anak di masa itu, seperti He-Man, Silver Hawk, atau Thundercats. Kisahnya lebih kompleks. Dan terutama, visualnya tampak serius. Garis bersih gelap dan terang tampak kontras. Kreatornya tampak meminjam pencahayaan film-film noir ke dalam serial kartun. Serial kartun Batman ini memang meminjam gaya art deco yang diwariskan Tim Burton di 2 film Batman sebelumnya plus serial Superman karya Max Fleischer dari tahun 1940-an.  Tapi bagi siapa saja yang terarik pada dunia animasi dan ingin tahu masa lalu Batman, ini serial yang sangat keren.

Batman Forever (1995)

Selepas Tim Burton, Batman jatuh ke tangan Joel Schumacher, sutradara yang sukses di tahun 1990-an. Batman Forever adalah buah karya Schumacher. Di film Batman pertamanya, sang manusia kelelawar masih menyisakan trauma pada masa lalunya. Sosok Batman di tangan Val Kilmer terlihat seperti seorang yang pendiam, introvert. Tapi, Batman versi Schumacher juga Batman yang riuh. Selain Batman/Bruce Wayne ada 2 musuhnya: Riddler (Jim Carrey) dan Two-Face (Tommy Lee Jones), ditambah Dr. Chase Meridan (Nicole Kidman) psikolog yang tak tahu harus memilih Buce Wayne atau Batman serta Robin (Chris O’Donnell), mitra Batman. Bedanya dengan Batman karya Burton, Batman karya Schumacher ini terlihat seperti sebuah karya musikal yang riuh, penuh warna, sekaligus “gaya”. Namun karena riuh itu Batman yang ini terasa sekali dibuat hanya untuk mengeruk uang, tanpa bermaksud mengeksplorasi lebih jauh hikayat Batman lebih dalam. Masih untung Schumacher masih membuat tontonan yang asyik di tengah keriuhan itu.

Batman & Robin (1997)

Film ini punya semuanya. Joel Scumacher yang sekali lagi dipercaya membuat film Batman di layar perak mendapat bintang-bintang jempolan masa itu. George Clooney, Arnold Schwarzenegger, Chris O’Donnell, Uma Thurman, dan Alicia Silverstone tercatat sebagai pemain Batman & Robin. Sayang semuanya tak bisa menyelamatkan naskah yang buruk, plus desain produksi yang lebih buruk lagi. Masalahnya terletak pada niatan Schumacher yang tak lagi ingin menampilkan Batman sebagai sosok kelam dengan masa lalu traumatis. Batman berwujud Clooney adalah sosok yang ceria. Mengingatkan kita pada sosok Batman versi Adam West. Tapi, bila Batman versi West terasa pas di zamannya yang norak, Batman versi Clooney yang ikut-ikutan norak malah terlihat konyol. Schumacher mengembalikan Batman jadi tontonan anak-anak. Kita, yang sudah dewasa, tentu tidak mau nonton film norak seperti itu.

Batman Begins (2005)

Banyak yang telah memperkirakan Batman versi Christopher Nolan ini bakal jadi sebuah fenomena kultural era 2000-an. Membuat Movie Mania lupa hampir sepuluh tahun sebelumnya superhero ini pernah dibuat jadi konyol oleh Joel Schumacher. Nolan yang menceritakan ulang kisah Batman mulai dari awal seperti ganti atas kegagalan sebelumnya. Seri pertama Batman karya Christopher Nolan ini memang dibuat minim aksi karena Nolan ingin fokus ke jalan cerita dan pendalaman karakter yang apik. Nolan juga mengemas Batman karyanya seakan-akan seperti pondasi kisah yang besar, seperti Star Wars dan The Lord of the Rings. Batman Begins adalah awalan yang bagus dari trilogy yang disediakan.

The Dark Knight (2008)

Hebatnya Nolan, tema berat yang ingin benar-benar mengangkat ketakutan besar-besaran disuguhkan jadi tontonan asik dalam balutan yang lebih elegan. Terlebih penampilan Heath Ledger sebagai Joker yang membuatnya abadi walaupun telah tiada. The Dark Knight pantas mendapat Oscar. Ditengarai film ini membuat penyelenggara Oscar mengubah aturan main, memberi tempat bagi lebih dari 5 film di kategori Film Terbaik. Meski juri Oscar tampak canggung menerima film superhero blockbuster dideretkan dengan film drama, Movie Mania di seluruh dunia tampaknya sepakat: inilah film terbaik Batman yang pernah dibuat, mungkin sampai mereka menyaksikan pamungkas trilogy Batman versi Nolan, The Dark Knight Rises.

The Dark Knight Rises (2012)

Film terakhir dari trilogy Batman versi Christopher Nolan ini membuat lawannya dari Marvel Universe (The Avengers, Hulk, Captain America, Thor, Iron Man, dan juga Spider-man) terlihat konyol dan kekanak-kanakan.Tidak diragukan lagi Nolan telah membawa Batman ke kelas yang berbeda dan membuktikan bahwa orang dewasa juga butuh film superhero.

Kumpulan Kostum Batman Yang Pernah Dibuat

Batman bukanlah superhero baru di kalangan DC. Sejak awal kemunculannya sampai sekarang, Batman ditampilkan dengan berbagai versi, versi komik, serial TV, maupun versi film. Jangankan dari ketiga versi tersebut, dari versi komiknya saja Batman kerap ditampilkan dengan berbagai macam kostum yang berbeda, tentu saja dengan kekuatan yang berbeda pula. Berikut adalah beberapa kostum Batman yang pernah dibuat baik dari versi komik, serial TV, dan filmnya:

Perkembangan Batmobile Dari Masa Ke Masa

Batmobile adalah salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari Batman, bisa dikatakan Batmobile menjadi icon untuk Batman. Selain kostum Batman yang selalu mengalami perubahan, Batmobile juga tidak mau kalah dan mengalami berbagai macam perubahan, tentu saja disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ok, sebenarnya bila dirangkum dari versi komik, serial animasi, serial TV, dan filmnya, Batmobile bisa berjumlah 100 model lebih. Tapi disini saya akan memberikan beberapa info mengenai perkembangan Batmobile dari beberapa serial yang paling hits dari seri TV live-action, animasi, dan film live-action-nya:

Seri TV live-action

Batman (1943)

Pada tahun 1943, serial TV Batman menggunakan mobil Cadillac hitam untuk menyembunyikan identitas Batman yang sebenarnya. Pada seri ini, Batmobile belum disertakan berbagai macam senjata, fungsinya hanya seperti alat transportasi biasa.

Batman and Robin (1949)

Karena pada rentang tahun yang sama dengan seri TV Batman, Batmobile pada Batman and Robin ini juga sebagai alat transportasi biasa. Pada seri ini Batmobile menggunakan 1949 Mercury.

Batman (1966-1968)

Pada seri TV live-actionnya (1966-1968), Batman menggunakan mobil yang lebih futuristis untuk Batmobile, Batman menggunakan mobil konsep 1955 Lincoln Futura. Tentu saja Batmobile ini tidak hanya menjadi alat transportasi saja, melainkan sudah dilengkapi berbagai macam fitur tambahan, seperti:

  • Gas Turbo yang dapat menambah kecepatan dengan seketika
  • Cable Cutter Blade
  • Bat Ray Projector
  • Anti-Theft Device
  • Detect-a-scope
  • Batscope
  • Bat Eye Switch
  • Antenna Activator
  • Police Band Cut-In Switch
  • Automatic Tire Inflation Device
  • Remote Batcomputer (radio yang menghubungkan dengan Batcomputer di Batcave)
  • Batphone
  • Emergency Bat Turn Lever
  • Anti-Fire Activator
  • Bat Smoke
  • Bat Photoscope
  • Emergency Bat-turn Lever

Animasi

Super friends (1973)

Batmobile pada episode Super friends diinspirasi dari 1955 Lincoln Futura yang digunakan pada seri TV live-action Batman. Padi animasi episode ini terjadi perubahan model hidung mobil. Batmobile ini adalah Batmobile pertama yang memakai logo Batman dengan aksen kuning di pintunya.

DC Animated Universe (1995)

Beberapa seri animasi Batman menggunakan Batmobile ini, dari semua seri Batman versi animasi yang pernah dibuat sebelumnya, Batmobie ini adalah Batmobile yang paling futuristis. Bisa dikatakan dari sseri animasi sebelumnya, Batmobile ini adalah Batmobile pertama yang menggunakan cockpit tunggal.

Batman: Gotham Knight (1992)

Batmobile ini hanya muncul di DVD animasi Batman yang berjudul Batman: Gotham Knight. Batmobile ini termasuk unik, karena Batmobile ini merupakan Batmobile pertama yang mengguanakan aksen sayap kalelawar pada bagian belakang.

Batman: The Brave and The Bold (2008)

Yang unik dari Batmobile ini adalah bukan karena senjata atau fitur lainnya, melainkan desainnya. Animasi ini rilis pada tahun 2008, tetapi menggunakan desain Batmobile yang terinspirasi dari Batmobile tahun 1948.

Film live-action

Batman (1989) dan Batman Returns (1992)

Kedua film live-action Batman ini menggunakan Batmobile yang sama. Batmobile ini menggunakan rangka dari Chevy Corvette. Fitur yang terdapat dalam Batmobile ini adalah:

  • Spherical bombs
  • Exhaust turbo dibagian belakang
  • Dua M1919 Browning machine guns dibawah fender
  • Grappling hook
  • Superhydraulics
  • Batdisc ejector (dapat menyemburkan api)
  • Senjata penyebar oli dan asap
  • Side monitor (pada cockpit)
  • Self-diagnostics system
  • CD recorder
  • Voice-command recognition system

Pada Batman Returns, Batmobile menambahkan fiturnya, seperti:

  • Batmissile
  • Batshield (melindungi Batmobile dari semua senjata)
  • Secondary mode (dapat memperbaiki kerusakan mobil dengan cepat)

Batman Forever (1995)

Batmobile ini terlihat lebih aerodinamis dan lebih bercahaya. Batmobile ini memang terlihat lebih segar dari Batmobile pada film Batman dan Batman Returns, tapi Batmobile ini mempunyai fitur yang jauh dibawah Batmobile kedua film tersebut. Fitur yang terdapat dalam Batmobile ini adalah:

  • Split cockpit canopy
  • Separate fenders
  • Jet exhaust
  • Bat emblem pada ban
  • Rear-view monitor
  • System diagnostics display
  • Custom gauge cluster

Batman & Robin (1997)

Batmobile pada film ini terinspirasi dari 2 mobil roadster klasik, yaitu: Jaguar D Type dan Delahaye 165. Dalam hal fitur mobil, Batmobile ini tidak jauh beda dari Batmabile pada Batman Forever. Fitur yang terdapat dalam mobil ini adalah:

  • Light-up wheels
  • Engine panels
  • 6 exhausts
  • Bat mask di hidung mobil
  • Voice-activated computer (mengendalikan senjata dan semua fugsi mobil)
  • Single-seat cockpit. From behind the wheel
  • Multifunctioning key command response system
  • Dual-mount
  • Subcarriage rocket launchers
  • Grappling hooks (depan belakang)
  • Multipoint infrared
  • Laser scan tracking units
  • Anterior/posterior wheel-based axle bombs
  • Catapult ejection seat
  • Disguised central carriage
  • Videoconferencing screen
  • Radar unit
  • Redbird communication switch

Batman Begins (2005), The Dark Knight (2008), dan The Dark Knight Rises (2012)

Batmobile pada trilogy Batman karya Christopher Nolan memang beda dari semua Batmobile yang pernah dibuat sebelumnya yang pada umumnya berupa sedan. Nolan ingin menampilkan sisi garang dari seorang Batman dengan menggunakan Batmobile tipe tank yang dinamakan Tumbler, selain ebagai Batmobile, Tumbler juga ditanamkan Batcycle yang dinamakan Batpod yang pertama kali muncul pada The Dark Knight. Fitur dalam Batmobile ini adalah:

  • Autocannons mounted (di hidung mobil)
  • “Attack” mode (pengendara dapat menggerakkan kursi ke tengah mobil). Sedikit informasi dari “Attack” mode ini, tujuan kursi dapat digerakkan ketengah dan merubah posisi pengendara menjadi di antara ban depan adalah untuk meningkatkan keamanan pengendara dengan mengaktifkan semua armor mobil dan karena posisi pengendara berada di tengah, maka memudahkan pengendara untuk bermanuver
  • Rear flaps to assist brakes
  • Dual front autocannons
  • Rocket launcher
  • Landing hook
  • Integrated fire-extinguishing system
  • Integrated safety connection untuk kontrol bahan bakar
  • Jet engine
  • Stealth mode. Pada mode ini semua lampu mobil akan mati dan mematikan mesin utama, sehingga suara menjadi halus karena mobil ini dilengkapi mesin listrik sehingga akan sulot ditemukan di tempat gelap
  • Explosive caltrops
  • Hidung mobil dari bahan keras dan kuat (memungkinkan menabrak apapun tanpa merusak mobil)
  • Batpod yang dapat keluar hanya dengan mengaktifkan penghancuran diri.

Fitur dari Batpod sendiri adalah:

  • 2 Machine Guns (di samping ban depan)
  • 360 Rotate wheel chasis
  • Grappling hook
  • Canon blast

 

Parodi The Dark Knight Rises Terbaik

Berbagai macam film hebat pasti selalu mempunyai parodi dari film tersebut, tentu saja yang membuat bukan dari tim produksi film itu sendiri, tentu saja dengan tujuan untuk hiburan atau kepentingan yang lain. The Dark Knight Rises juga mempunyai parodi. Berikut adalah beberapa parodi terbaik dari The Dark Knight Rises:

The Dark Knight Rises & 60′s Robin

Parodi ini bisa dikatakan sempurna. Pengambilan gambar yang baik, lucu, dan humor yang disajikan juga segar. Dari semua parodi The Dark Knight Rises yang ada, hanya parodi ini yang menggunakan suara asli Batman dengan konsepyang lucu. Ditambah lagi Robin dari tahun 60-an muncul.

Teaser Trailer Parody

Saya tidak bisa berkomentar tentang parodi ini karena ini sangat lucu.

The Dark Knight Rises Teaser Trailer (Batman: The Animated Series Version)

Mungkin ini bukanlah parodi dengan konsep yang original. Tapi ini sangat bagus dan layak untuk dilihat.

Hitler Is Told About The Dark Knight Rises

Ya, sudah banyak penggalan adegan dialog Hitler satu ini yang dibuat disambungkan dengan cuplikan film lain.

The Lion King Rises

Bila anda berpikir Simba dan Bruce Wayne tidak mempunyai hubungan, ini adalah jawabannya.

The Dark Alfred Rises

Bagaimana jika Alfred akan menggantikan Bruce untuk menjadi Batman?

Dark Knight Rises (XXX Parody)

Banyak film box office yang dibuat versi porno (xxx)nya, tidak terkecuali The Dark Knight Rises. OK, untuk Parodi ini jangan berharap yang bermain adalah pemeran asli dari The Dark Knight Rises.

Community Season 3 Rises

Ya….parodi ini cukup kreatif dengan menggabungkan drama seri Community season 3 dengan The Dark Knight Rises.

Trivia

  • Adegan peledakan lapangan football menggunakn 10000 peledak dan semuanya tidak ada yang meledak.
  • Pada proses syuting, Anne Hathaway merusak 1 kamera IMAX dengan menabrakkan Batpod ke kamera, ini bukan kejadian pertama bagi Nolan, pada The Dark Knight, Nolan juga kehilangan 1 kamera IMAX saat syuting adegan di bawah terowongan.
  • Leonardo Di Caprio, Ryan Gosling, dan Mark “Hulk” Ruffalo adalah calon awal pemeran John Blake.
  • Christopher Nolan memilih Bane sebagai musuh Batman di The Dark Knight Rises karena Bane menguji Batman tidak hanya mental, tapi juga fisik.
  • Anne Hathaway sebenarnya disiapkan untuk peran Harley Quinn, tapi setelah pembicaraan dengan Christopher Nolan, dia dipindah peran menjadi Catwoman.
  • Batman Begins bertemakan Kepedihan, The Dark Knight bertemakan Ketakutan, dan The Dark Knight Rises bertemakan Kekacauan.
  • Christopher Nolan mengatakan bahwa The Dark Knight Rises tidak bagus untuk 3D, tidak ada adegan yang bagus untuk dijadikan 3 dimensi. Chris Nolan lebih mengutamakan tampilan gambar yang maksimal dengan menggunakan kamera IMAX.
  • Robin tidak pernah direncanakan akan keluar di trilogy Batman karya Nolan.
  • Para pemain tidak pernah membaca naskah ending dari film. Nolan ingin ending dlakukan secara spontan.
  • The Dark Knight Rises menggunakan 110 potong Batsuit.
  • Untuk film ini, 50 jubah Batman dibuat dengan berbagai ukuran, bentuk, dan panjang.
  • Batpod dan Tumbler dibuat hanya cocok untuk struktur kota Gotham.
  • Berat keseluruhan Batpod sekitar 331 Kg.
  • Batpod di desain agar pengendaranya berada pada posisi yang sama walaupun saat posisi kendaraan miring.
  • Semua elemen dari Batpod mempunyai fungsi, tidak ada yang dibuat hanya untuk hiasan belaka.
  • Pada The Dark Knight Rises terdapat 3 jenis Tumbler dengan kemampuan yang berbeda, yang satu mempunyai senjata swivelling turret gun, yang lainnya menggunakan guided missile launcher dan yang terakhir menggunakan senjata tembak biasa.
  • Ide dari Tumbler adalah penggabungan dari Lamborgini dengan Hummer.
  • Tumbler mempunyai top speed 169 Km/jam dengan akselarasi 0-96 dalam 5 detik.

Screenshot The Dark Knight Rises

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment