Thursday 08th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

The Hobbit: An Unexpected Journey, Awal Dari Segalanya

posted by Akmal Fahmi
The Hobbit: An Unexpected Journey, Awal Dari Segalanya

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Fantasy

Director: Peter Jackson

Actor: Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage

Release Date: 14 Desember 2012

 What We Like : 

efek luar biasa, hal baru terungkap, dapat ditonton semua kalangan tanpa perlu pengetahun sebeluimnya

 What We Dislike :

cerita sedikit membosankan, kurang karakter wanita

Dalam seri pertama prekuel The Lord Of The Rings, The Hobbit: An Unexpected Journey, fokus cerita dititik beratkan pada pembentukan kelompok yang terdiri dari 15 orang dengan misi besar merebut kembali kerajaan di Lonely Mountain yang telah direbut oleh Smaug (naga raksasa pecinta emas) yang telah merebut kerajaan terbesar para Dwarf di Middle Earth. Sementara untuk seri pertama ini latar belakang ceritanya hampir sama seperti seri pertama The Lord Of The Rings. Latar waktu dalam film ini berada diantara waktu setelah perang besar melawan Sauron dan sebelum petualangan Frodo dimulai

Sinopsis

 

Cerita berawal dari saat Bilbo Bagins tua akan menulis cerita untuk bukunya dan Bilbo mulai mengenang masa lalu saat perjalanan yang tidak akan pernah ia bayangkan dimulai. Dimulai dari kerajaan terbesar para Dwarf di Lonely Mountain yangmana sebelumnya kerajaan ini makmur dan berkuasa, bahkan bangsa Elf-pun menghormati raja di kerajaan ini. Selain sebagai kerajaan, Lonely Mountain juga berfungsi sebagai penambangan emas dan batu mulia lainnya. Karena banyaknya emas yang dimiliki oleh raja Thrain, raja Thrair menjadi serakah dan seketika kemakmuran di lingkungan sekitar kerajaan berubah. Hingga pada suatu saat entah datang darimana, setelah 60 tahun menghilang, naga pecinta emas dan logam, Smaug muncul di Lonely Mountain dan menghanguskan semua.

Thorin (Richard Armitage), anak dari Thrain berusaha kuat melawan tapi tidak bisa, hingga semua Dwarf harus diungsikan, dan dengan seketika kerajaan di Lonely Moutain pun hangus dan emas di dalamnya telah dikuasai Smaug. Thorin masih ingin melawan Smaug, dia melihat pasukan Elf datang. Tapi karena tidak mau membahayakan pasukannya, pemimpin pasukan Elf itu memilih kembali. Darisitulah Thorin sangat membenci para Elf. Sementara itu di Hobbiton, Shire, Gandalf (Ian McKellen) mendatangi Bag End, kediaman Bilbo Bagins (Martin Freeman) untuk meminta tolong ke Bilbo agar mau ikut bertempur bersama para Dwarf untuk merebut kembali tanah kelahiran para Dwarf dan Bilbo menolak.

 

Gandalf percaya Bilbo akan mau, dia memasang tanda di pintu Bag End dan mengatakan kepada para Dwarf bahwa dirumah itu ada pesta. Bilbo kaget karena ditengah malamnya yang tenang, para Dwarf silih berganti datang dan membuat pesta sendiri sampai menghabiskan persediaan makanan Bilbo. Akhirnya Bilbo mengetahui yang membuat itu semua adalah sang penyihir, Gandalf. Gandalf mengutarakan maksudnya mengumpulkan mereka semua dan menceritakan apa yang terjadi. Bilbo sempat menolak tapi pada akhirnya mau untuk ikut. Terbentuklah 13 pejuang Dwarf, 1 Hobbit, dan 1 penyihir yang terdiri dari Nori, Ori, Dori, Fili, Kili Oin, Gloin, Bombur, Bofur, Bifur, Balin, Dwalin, Bilbo, Gandalf, dan mereka semua diketuai oleh Thorin.

 

Banyak rintangan yang mereka hadapi di tengah jalan, mulai bertarung melawan Troll lalu dikejar oleh Orc. Ternyata Orc mempunyai dendam pribadi dengan para Dwarf apalagi dengan  keturunan Thrain. Setelah sempat mengalahkan Troll, mereka melanjutkan perjalanan dan bertemu dengan teman penyihir Gandalf, Radagast sang penyihir coklat. Dia menceritakan bahwa ada kekuatan kegelapan yang sangat kuat sedang melanda hutan tempat Radagast tinggal. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dan dihadang oleh pasukan Orc. Tapi mereka berhasil menemukan jalan rahasia dan lolos dari Orc.

Ternyata jalan rahasia itu menuju ke Rivendell, tempat tinggal para Elf di Bumi. Memang dalam perjalanan ini mereka dibekali peta jalan lain masuk ke Lonely Mountain, tapi peta tersebut menggunakan bahasa Dwarf kuno dan sayu-satunya yang bisa membacanya adalah pemimpin para Elf di Bumi, Elrond. Thorin harus melupakan egonya demi kesuksesannya merebut tanah kelahirannya kembali. Disisi lain, Gandalf di Rivendell bertemu sang penyihir putih, Saruman, Galadriel sang peri hutan dan mereka bersama Elrond mengadakan diskusi apa yang sebenarnya terjadi. Galadriel sudah curiga bahwa kekuatan Sauron sudah kembali dan semakin kuat, begitu juga dengan Gandalf, tapi Saruman menyangkalnya.

 

Di tengah rapat mereka, para Dwarf dan Bilbo melanjutkan perjalanan, tapi ditengah perjalanan mereka, mereka ditangkap oleh para Goblin, sedangkan Bilbo bertemu dengan Gollum. Pertemuan pertama kali Bilbo dengan Gollum itulah yang akan merubah hidupnya dan nasib Middle Earth berubah. Tanpa sengaja Gollum menjatuhkan cincin berharganya dan diambil oleh Bilbo.

Apakah Bilbo dapat lolos dari Gollum? Apakah para Dwarf juga dapat lolos dari Goblin? Pastikan anda menemukan jawabannya setelah menonton The Hobbit: An Unexpected Journey.

Cerita Sedikit Membosankan Dengan Efek Yang Luar Biasa

Seperti yang saya bilang pada awal tadi, latar belakang cerita An Unexpexted Journey hampir sama seperti seri pertama The Lord Of The Rings. Mungkin karena ini awal dari trilogy, maka fokusnya masih memperkenalkan karakter-karakternya terlebih dahulu. Hal ini membuat cerita sedikit membosankan, tapi Peter Jackson mampu menutupnya dengan aksi yang disajikan dan efek yang digunakan begitu luar biasa. Banyaknya aksi dalam An Unexpected Journey lebih baik daripada The Fellowship of the Ring.

Banyak Hal Baru Yang Akan Anda Ketahui

Sutradara Saya sebenarnya berharap dalam An Unexpected Journey dimualai dari awal mula cincin iblis itu dibuat tapi ternyata tidak. Tapi tidak masalah karena pengambilan waktu antara perang besar dengan Sauron dan sebelum perjalanan Frodo juga bagus. Bila anda merasa sudah tahu semuanya tentang dunia Middle Earth setelah melihat The Lord Of The Rings, maka anda salah. Di An Unexpeted Journey banyak hal yang anda tidak tahu akan terungkap, seperti daerah-daerah baru di Middle Earth, alasan kenapa Gollum sangat membenci keluarga Bagins, dan teman penyihir Gandalf. Ternyata selain Gandalf yang dkenal dengan penyihir abu-abu dan Saruman sang penyihir putih, ada juga 2 penyihir biru dan Radagast sang penyihir coklat. Pendapat pribadi saya menduga bahwa sebelumnya Galadriel dan Gandalf mempunyai hubungan yang spesial atau paling tidak ada perasaan yang spesial, dan banyak lagi hal yang tidak anda temukan di The Lord Of The Rings.

Tanpa Ras Manusia Dan Minim Wanita

 

Ok, dalam film ini selain anda akan minim melihat cincin iblis Sauron, anda akan minim melihat wanita (cantik) bahkan anda tidak akan melihat ras manusia di film ini. Sepanjang film anda akan melihat para Dwarf dengan dandanan mereka yang semeraut. Cukup membuat mata saya “perih” melihat film. Tapi paling tidak ada 1 wanita cantik yang muncul walaupun kurang bisa mengobati “perih” mata saya. Kehadiran Galadriel di film ini seperti setetes air di tengah gurun.

Kesimpulan

 

Walaupun cerita sedikit membosankan dan karakter yang didominasi oleh laki-laki, Peter Jackson mampu menutup semua itu dengan efek yang hebat dan berbagai hal yang tidak pernah anda ketahui di The Lord Of The Rings akan terungkap disini. Film ini sangat saya rekomendasikan bagi anda para pecinta The Lord Of The Rings maupun penonton baru karena An Unexpected Journey adalah awal dari segalanya dan anda tidak perlu pengetahuan terlebih dahulu untuk menontonnya. Satu lagi, hal yang membuat saya kagum adalah alam Selandia Baru yang dihadirkan tetap tidak bosan untuk terus dilihat.

Selamat menonton….

Trivia

 

  • Sebelum Martin Freeman, aktor yang akan memerankan Bilbo Bagins adalah Daniel Radcliffe, Shia LaBeouf, James McAvoy, Erryn Arkin, dan Tobey Maguire.
  • The Hobbit: An Unexpected Journey diambil menggunakan 30 kamera Red Epic, model terbaru kamera Red saat ini.
  • The Hobbit: An Unexpected Journey sebenarnya sudah mulai diproduksi tahun 2008, tapi tidak lama setelahnya MGM mengalami kebangkrutan dan proyek ini dihentikan karena sutradara Guillermo del Toro menyerah setelah 3 tahun pre produksi, dilanjutkan lagi oleh Peter Jackson tetapi tertunda lagi karena cedera yang dialami.
  • Jed Brophy di film ini berperan sebagai Nori. Anaknya, Sadwyn Brophy tampil sebagai Eldarion di The Lord of the Rings: The Return of the King. Jed sendiri juga pernah tampil di The Lord of the Rings: The Two Towers dan The Lord of the Rings: The Return of the King sebagai Orc.
  • Robert Kazinsky sebenarnya berperan sebagai Fili dan sudah menjalani proses syuting di beberapa adegan. Tapi sebulan setelah proses syuting dimulai, dia kembali ke Inggris karena alasan pribadi dan posisinya digantikan oleh Dean O’Gorman.
  • Dalam bukunya, Azog sebenarnya tidak muncul di film ini. Bolg-lah yang sebenarnya memimpin pasukan Orc. Azog hanya muncul di buku Tolkien lainnya di LoTR Appendix-Of Dwarves, yangmana sama seperti film, diceritakan Azog membunuh Thror.
  • Sebelum menjadi Radagast sang penyihir coklat, Sylvester McCoy sempat masuk daftar calon pemeran Bilbo Baggins di The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring.
  • The Hobbit adalah film pertama yang menggunakan teknologi HFR 3D. 3D biasa hanya memakai 24 frame per detik, tapi HFR 3D memakai 48 frame per detik. Hal ini membuat kualitas gambar lebih halus dan lebih realistis.
  • Frodo (Elijah Wood), Saruman (Christopher Lee), Galadriel (Cate Blanchett), dan Legolas (Orlando Bloom) semuanya adalah karakter dari film Lord of the Rings, sebenarnya dalam buku mereka tidak muncul sama sekali.

Screenshot

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment