Monday 05th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“The Host”, Kali Ini Giliran Alien yang Jatuh Cinta

posted by Aisyah Nawangsari
“The Host”, Kali Ini Giliran Alien yang Jatuh Cinta
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Sci-Fi, Fantasy, Drama
Director: Andrew Niccol
Actor: Saoirse Ronan, Jake Abel, Max Irons, Chandler Canterbury, Frances Fisher, Diane Kruger, William Hurt
Release Date: 29 Maret 2013

What We Like :

Sebuah harapan bagi mereka yang haus perdamaian dan memimpikan hidup yang penuh cinta. Visualisasi tidak bisa dibilang buruk.

What We Dislike :

Cerita sangat menggelikan, benar-benar penuh dengan ‘lelucon’

Hanya satu kesalahan Andrew Niccol, yaitu bersedia menyutradarai film ini. Jika tujuannya adalah uang, yah, dia berhasil mendapat banyak uang karena film ini masuk 10 besar box office. Tentu saja film ini laris manis karena para remaja putri akan menonton film ini demi melihat visualisasi dari kisah cinta yang mereka dambakan. Namun jika tujuannya adalah membuat namanya semakin melambung tinggi, well, maaf saja, ia hanya mempermalukan diri sendiri. Banyak pakar film yang menganggap filmnya kali ini konyol. Bukan konyol dalam segi penyutradaraan, namun dalam segi cerita. Sayang sekali, kemampuan Niccol dalam mengarahkan film tidaklah buruk, namun kemampuan itu saja tentu tidak bisa membuat sebuah film menjadi hebat.

Sinopsis

Ada kalanya alien menyerang bumi. Mereka menginvasi bumi dan penghuninya dengan ‘masuk’ ke dalam tubuh manusia dan mengendalikannya. Jiwa manusia tersebut dibunuh dan tubuhnya ‘digerakkan’ oleh alien yang berbentuk seperti cacing berwarna silver yang dijuluki dengan Soul. Soul tersebut menduduki tubuh yang disebut dengan Host. Suatu kali seorang gadis berusia 17 tahun bernama Melanie Stryder (Saoirse Ranon) dihinggapi Soul bernama Wanderer atau disingkat menjadi Wanda supaya tidak terkesan terlalu alien. Melanie yang cerdas dan ulet menolak untuk dihinggapi, akhirnya mereka pun hidup dalam tubuh yang sama. Saat itu Melanie telah memiliki pacar bernama Jared (Max Irons), dan Jared memiliki sahabat bernama Ian (Jake Abel). Ian pun jatuh cinta pada Wanda, sang alien. Bagaimana ‘perjuangan’ sebuah tubuh yang memiliki dua jiwa untuk berkencan dengan dua orang yang berbeda?

Versi romantis dari “Invasion of the Body Snatchers”

Saat melihat trailer-nya, saya sudah paham garis besar cerita dari film ini. Bukan alien, bukan misi penyelamatan manusia, melainkan cinta, cinta, dan cinta. Kenyataannya di film ini, si tokoh wanita tidak berusaha untuk membunuh alien, dia hanya sibuk memilih cowok mana yang akan ia ajak untuk berkencan karena ia memiliki dua jiwa. Saoirse Ranon adalah aktris yang hebat, dia bisa memerankan dua jiwa yaitu Melanie dan Wanderer. Berbeda dengan dua aktor lainnya, Max Irons dan Jake Abel hanya perlu memamerkan wajah tampan mereka saja. Sedangkan William Hurt, yang berperan sebagai paman Melanie tampil awesome walaupun perannya tidak banyak. Cerita dari film ini tampak sedikit mirip dengan “Invasion of The Body Snatchers”

Saat saya duduk di bangku sekolah dasar dan belum menonton banyak film, saya membaca komik Doraemon (kalau tidak salah Doraemon Petualangan, entah volume berapa). Saya ingat betul ceritanya tentang alien yang menyerang manusia. Alien tersebut hanya sebesar pil obat dan bisa terbang. Mereka ‘merasuki’ manusia dan mengendalikan manusia supaya berbuat jahat. Sederhananya, alien-alien tersebut bisa dibunuh dengan menggunakan pistol yang berisi air sabun. Setelah itu saya mengetahui tentang “Invasion of the Body Snatchers” dan tentu saja, The Host.

Berbeda dua cerita lainnya, The Host lebih ‘menjaga perasaan’. Mereka menjalin kasih sayang antara manusia dan alien, bahkan Melanie tidak tega membunuh alien yang lain. Bayangkan jika hal ini benar-benar terjadi. Bahkan menurut Stephenie Meyer alien yang berusaha untuk menguasai bumi pun perlu dikasihi. Saya jadi membayangkan ending dari Resident Evil nantinya… Alice jatuh cinta pada seorang zombie dan kemudian tidak memiliki ‘nafsu’ untuk membunuh zombie lainnya dan mulai berpikir bahwa manusia dan zombie harus hidup berdampingan dengan damai… Oke, ini konyol, namun saya yakin Stephenie pernah berkhayal hal seperti itu. Bahkan jika R (di “Warm Bodies”) tidak kembali merasakan detak jantung dan aliran darah, saya yakin Julie tidak akan mengizinkannya masuk ke kota manusia.

The Host adalah buku terakhir Stephenie Meyer dan sejauh ini dia belum berencana menerbitkan buku baru. Tampaknya dia berpikir makhluk apa lagi yang kali ini bisa dia jadikan korban. Mungkin Yeti atau Hobbit. Untunglah tema zombie yang jatuh cinta sudah diangkat oleh Isaac Marion dalam “Warm Bodies”. Jika tidak, saya yakin Stephenie akan menuliskan tentang kisah cinta manusia dengan zombie..mungkin zombie vegetarian yang hanya makan otak hewan.

Bukan “Upside Down”

Menggabungkan antara Sci-fi dan romansa tampaknya sedang menjadi tren. Film yang berhasil menggabungkan dua hal itu adalah “Upside Down”. Memang ceritanya agak cheesy, namun ternyata belum apa-apa jika dibandingkan dengan The Host yang jauh lebih cheesy lagi. Andrew Niccol mampu memberikan sentuhan sci-fi di film ini dengan menampilkan kendaraan metalik dan gedung-gedung bergaya futuristik. Sayangnya kisah harus berlanjut di padang pasir di Arizona.

Lebih bagus dari “Twilight Saga”

Berbicara mengenai “The Host” tentu saja tidak bisa lepas dari kisah cinta antara Bella Swan dan Edward Cullen. Walaupun sama-sama ditulis oleh Stephenie Meyer, dan sama-sama fokus pada warna mata (merah dan silver) serta cinta segitiga, namun “The Host” lebih bisa dinikmati karena para aktor lebih bisa menyampaikan pesan (terutama pemeran utama) dan Andrew Niccol lebih bisa ‘mengendalikan’ ceritanya.

Sayangnya saya tidak membaca novel “The Host” sehingga tidak tahu keakuratan ceritanya. Namun menurut saya pribadi, “Breaking Dawn part. 2” adalah film adaptasi dari novel Stephenie Meyer yang terbaik.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment