Sunday 04th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

The Raven, Ketika Tulisan Fiksi Menjadi Kenyataan

posted by Aisyah Nawangsari
The Raven, Ketika Tulisan Fiksi Menjadi Kenyataan

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Thriller

Director: James McTeigue

Actor: John Cusack

Release Date: 27 April 2012 (Amerika)

 What We Like : 

Pengemasan cerita yang rapi, alurnya jelas, adanya penggabungan antara fiksi dan kisah nyata Edgar Allan Poe.

 What We Dislike :

Potongan tubuh, sayatan, dan darah yang berceceran dimana-mana

Entah kesialan apa yang dialami oleh Edgar Allan Poe (John Cusack). Di saat ia membutuhkan uang, ia harus menerima kenyatan bahwa tulisannya tidak lagi dimuat di koran, hubungan asmaranya tidak direstui, dan kisah pembunuhan yang pernah ia tulis menjadi kenyataan!

Berawal dari pembunuhan ibu dan anak di sebuah kota bernama Baltimore. Pembunuh berhasil kabur dengan membuat trik pegas di jendela. Trik ini mengingatkan detektif Emmet Fields (Luke Evans) pada cerita yang pernah ditulis oleh Edgar Allan Poe, Murders in the Rue Morgue. Akhirnya detektif Emmet memanggil Edgar untuk diperiksa. Tidak ada bukti bahwa Edgar yang melakukan trik tersebut. Seseorang terinsipirasi tulisannya untuk melakukan pembunuhan.

Tidak lama setelah kasus pertama, terjadi pembunuhan terhadap Ludwig Griswold yang pernah bertengkar hebat dengan Edgar karena berkomentar buruk terhadap tulisan Edgar. Pembunuhan yang dilakukan pun mirip dengan pembunuhan dalam tulisan Edgar yang berjudul The Pit and the Pendulum.

Belum selesai kasus ini terpecahkan, terjadi penculikan terhadap tunangan Edgar, Emily Hamilton (Alice Eve) saat ia menyelenggarakan pesta kostum. Penculikan ini membuat Edgar dan Emmet bergerak lebih cepat untuk memecahkan kasus dibandingkan sebelumnya.

Belum bisa mengalahkan Sherlock Holmes

Saya adalah penggemar cerita detektif sejak SD (walaupun saat itu saya hanya dibolehkan membaca komik Detective Conan karya Aoyama Gosho dan novel serial Lima Sekawan karya Enid Blyton) sehingga saya selalu ‘bergairah’ ketika disodori komik/novel/film detektif terbaru. Gairah tersebut juga datang pada saya ketika mengetahui bahwa ada film detektif terbaru berjudul The Raven. Hal yang paling sering muncul di pikiran saya saat itu adalah ‘apakah film ini akan lebih cerdas dibandingkan dengan Sherlock Holmes atau tidak?’. Saya yakin beberapa di antara Anda juga berpikiran sama dengan saya.

Sherlock Holmes merupakan cerita detektif dengan trik yang unik dan cerdas serta tidak mudah ditebak. Semua penggemar cerita detektif pasti mengakui kecerdasan Conan Doyle dalam menciptakan kasus dan pemecahannya. Jujur ini membuat saya kasihan pada The Raven karena semua orang pasti akan membanding-bandingkan film ini dengan kisah Sherlock Holmes yang bagaimanapun susah untuk dikalahkan. Padahal, tokoh utama dalam film ini, Edgar Allan Poe merupakan penemu cerita fiksi detektif. Ia menulis cerita detektif jauh sebelum Conan Doyle.

Terlepas dari perbandingannya dengan Sherlock Holmes, sutradara James McTeigue dan penulisnya, Ben Livingstone serta Hannah Shakespeare cukup pintar dalam membuat teka-teki dan mengemasnya dalam sebuah film.

Terlalu sadis dan romantis

Leher yang tergorok, lidah yang terpotong, tubuh manusia yang terbagi menjadi dua membuat The Raven tampak sangat sadis bagi Anda yang tidak menyukai sayatan-sayatan dan darah. Saya juga tidak mengerti kenapa harus ada scene sadis seperti itu. Mungkin untuk menambah daya jual film. Bagi Anda yang menyukai film sadis bolehlah menonton film ini.

Bagi Anda yang  menyukai film romantis juga dipersilakan untuk menikmati drama penyelamatan tunangan yang diculik ini. Walaupun kurang ada chemistry antara John Cusack dan Alice Eve dalam memerankan sepasang kekasih, namun perjuangan Edgar patut diacungi jempol. Baik perjuangan dalam mendapatkan ijin dari Captain Hamilton (Brendan Gleeson) maupun perjuangannya dalam menyelamatkan Emily dan diculik oleh pelaku pembunuhan berantai.

Dengan ada dua ‘bumbu’ ini, film The Raven tidak akan membuat Anda mati bosan karena selama dua jam hanya menyaksikan aksi detektif memecahkan teka-teki yang rumit dan kejar mengejar antara polisi dan tersangka.

Seperti melihat film biografi Edgar Allan Poe

Adanya penggabungan cerita fiksi dengan cerita asli Edgar Allan Poe tidak membuat film ini menjadi film yang tidak masuk akal dan dipaksakan. Bagi Anda yang belum mengenal Edgar Allan Poe, film ini akan menjadi film fiksi dengan cerita yang dihasilkan dari pemikiran para staff dibaliknya. Namun bagi Anda yang telah mengenal Edgar Allan Poe dan mengetahui kisah hidupnya, film ini menjadi film yang luar biasa jenius!

Dengan menonton film ini, semua misteri yang ada dalam hidup Edgar Allan Poe seakan terpecahkan begitu saja. Kita juga seakan-akan diajak melihat kehidupan Edgar yang kelam dan kisah percintaannya yang memprihatinkan. Dengan kata lain, menonton film ini seakan-akan menonton film biografi Edgar Allan Poe.

Siapakah Edgar Allan Poe yang Asli?

Edgar Allan Poe yang diperankan oleh John Cusack di sini bukanlah sekedar tokoh fiksi yang buatan sutradara. Edgar Allan Poe merupakan penulis yang mempelopori tulisan cerita detektif. Dia lahir pada 19 Januari 1809 dan meninggal pada 7 Oktober 1849.

Kematian Edgar Allan Poe merupakan inspirasi utama dalam pembuatan film The Raven. Ia ditemukan tidak berdaya di jalanan di Baltimore pada 3 Oktober. Untungnya saat itu, seseorang bernama Joseph W. Walker menemukannya dan membawanya ke Washington College Hospital. Namun ia tidak bisa diselamatkan dan meninggal pada 7 Oktober. Edgar tidak memiliki daya sama sekali untuk menjelaskan mengapa ia bisa berada dalam kondisi seperti itu. Malam sebelum ia meninggal, ia juga mengigau dengan menyebut nama Reynolds berulang kali.

Ada beberapa asumsi mengenai kematian Edgar. Ada yang berkata bahwa Edgar meninggal karena bunuh diri, dibunuh, kolera, rabies, sífilis, dan influenza.

Setelah kematian Edgar, Rufus Wilmot Griswold menulis berita bela sungkawa dengan nama samaran Ludwig. Ia juga menulis biografi Edgar yang diberi judul Memoir of the Author. Dalam The Raven, Rufus diceritakan mati dibunuh dengan trik dalam cerita The Pit and the Pendulum. Nyatanya, Rufus memang saingan Poe karena sama-sama penulis.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment