Saturday 03rd December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“The Tower”, Gabungan Berbagai Film Bencana

posted by Aisyah Nawangsari
“The Tower”, Gabungan Berbagai Film Bencana
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Thriller
Director: Kim Ji Hoon
Actor:Sul Kyung Gu, Son Yejin, Kim Sang Kyung
Release Date: 25 Desember 2012

What We Like :

Cerita bagus, efek keren, akting keren, ketegangannya lebih mengena karena mengangkat fenomena yang bisa saja terjadi di sekitar kita.

What We Dislike :

Yah, cukup membuat Anda waspada apakah gedung bioskop tempat Anda berada sedang terbakar atau tidak. Film ini lebih aman jika ditonton di rumah, lebih aman lagi di layar tancap di bawah langit terbuka.

Bloody Christmast Eve atau Malam Natal Berdarah tampaknya adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan film ini. Di malam yang kudus dan bergembira ternyata ada sebuah bencana besar yang diakibatkan oleh kecerobohan manusia. Apa yang akan Anda lakukan jika hal tersebut menimpa Anda dan keluarga?

Cerita yang mengharukan, akting para aktor yang yahud, serta berbagai efek yang maksimal membuat film ini cukup keren. Film produksi Korea ini bisa dibilang tidak kalah dengan film produksi Hollywood.

Korea Selatan memang saat ini sedang membangkitkan industri film mereka setelah sukses dengan industri musik dan televisi. Industri film sendiri awalnya difokuskan pada film-film drama, namun akhir-akhir ini tampaknya sineas Korea Selatan sudah mulai percaya diri dengan memproduksi film-film action.

Sinopsis

Terinspirasi dari film lawas “The Towering Inferno” dan “World Trade Center”, “The Tower” bercerita mengenai pembukaan gedung kembar pencakar langit bernama Tower Sky. Gedung ini merupakan gedung tertinggi di Korea. Terdiri dari dua gedung yang bernama River Side dan City Side. River Side berada di sisi sungai Han, sedangkan City Side berada di sisi pusat kota. Kedua gedung ini dihubungkan dengan jembatan kaca di lantai 70.

Pembukaan apartemen yang terdiri dari 1700 ruangan ini diadakan di malam Natal dengan mengusung tema “White Christmas”. Sebelum pesta, para staff sibuk menyiapkan pesta. Sebuah kebakaran kecil terjadi di dapur dan sistem pemadam kebakaran tidak berfungsi dengan baik. Hal ini menarik perhatian Lee Dae Ho (Kim Sang Kyung), seorang staff yang merupakan single parent dan menyukai manager restoran bernama Seo Yoon Hee (Son Ye Jin). Ia berusaha memberi tahu pimpinan bahwa ada yang salah dengan sistem pemadam kebakaran di gedung tersebut. Sayangnya, sang pimpinan, Jo, lebih memilih fokus pada persiapan pesta dibandingkan memperhatikan ‘hal-hal tidak penting’ seperti itu.

Konsep “White Christmast” tidak mungkin terjadi tanpa salju yang turun di malam Natal. Ramalan cuaca telah mengatakan bahwa tidak akan turun salju pada malam natal. Hal ini membuat Lee Ha Na (Jo Min Ah), anak Lee Dae Ho kecewa. Namun sang ayah mengatakan bahwa akan turun salju pada malam salju. Dan benar saja, ketika pesta berlangsung, turun salju buatan yang dijatuhkan dari helikopter. Ketika semua orang sedang berbahagia menyaksikan turunnya salju di malam Natal, datanglah angin kencang yang membuat helikopter menjadi tidak terkendali. Kebahagiaan dan ketakjuban berubah seketika menjadi teror dan kepanikan. Helikopter yang tidak terkendali menabrak gedung dan menyebabkan kebakaran serta kerusakan parah. Semua orang sibuk menyelamatkan diri, sayang Seo Yoon Hee dan Lee Ha Na terjebak di lantai atas. Selain api sulit untuk dipadamkan, petugas kebakaran pun kesulitan mengevakuasi korban.

Super komplit

Mulai dari anak kecil hingga dewasa menjadi korban di film ini. Pemilihan tokoh seperti sangat jenius karena kita bisa melihat peristiwa bencana ini dari berbagai sudut pandang. Mulai dari ketakutan anak kecil yang polos, ketakutan sepasang remaja yang sedang mesra-mesranya memadu kasih dan terancam mati di gedung tempat mereka bekerja, kekhawatiran seorang ayah dan seorang kekasih terhadap anak dan orang yang ia cintai, ketakutan orang-orang paruh baya yang badannya tidak lagi kuat, serta kekhawatiran seorang ibu yang terancam mati sementara ia belum sempat membayar uang sekolah anaknya.

Selain bencana kebakaran kebakaran, film ini juga menampilkan bencana ‘tsunami’, runtuhnya gedung dan jembatan, serta ledakan-ledakan. Sepanjang film akan penuh dengan bencana-bencana baru yang menegangkan. Di sela-sela ketegangan, Anda akan disuguhi humor-humor yang tidak garing sehingga Anda bisa melemaskan syaraf sejenak.

Film ini juga tampak  menggabungkan beberapa adegan di film bencana lain. Saya sempat menangkap beberapa adegan yang sama seperti di “Titanic”, “World Trade Center”, “Armageddon”, dan tentu saja “The Towering Inferno”. Mungkin ada beberapa adegan dari film lain yang tidak saya sadari ada di situ.

Pemadam kebakaran adalah pahlawan

Film ini menegaskan betapa pentingnya peran pemadam kebakaran di momen-momen penuh ketegangan seperti ini. Yah, hampir sama dengan film World Trade Center. Pemadam kebakaran berusaha menyelamatkan para korban, namun akhirnya mereka sendiri terjebak di reruntuhan gedung dan meninggal. Adegan ini cukup menguras air mata saya. Selain ceritanya yang mengharukan, akting dari para aktor juga membuat saya hanyut dalam suasana.

Si kecil Jo Min Ah yang berperan sebagai Lee Ha Na juga menampilkan akting yang keren walaupun masih kalah keren dengan akting Wang Seok Hyun di “Speedy Scandal”. Jo Min Ah, si aktris cilik ini tidak merusak suasana karena ia bisa menampilkan sosok gadis cilik yang ketakutan karena kebakaran yang terjadi.

Overall, “The Tower” cukup menarik untuk ditonton. Walaupun bahasanya bukan bahasa Inggris, namun film ini membuat kendala bahasa terlupakan dan patut diacungi jempol.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment