Tuesday 06th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

There Was Never Just One? Cocok!

posted by Erwind Prasetyo
There Was Never Just One? Cocok!

 Review Rating

Story
Effect
Music

Genre: Action

Director: Tony Gilroy

Actor: Albert Finney, Edward Norton, Jeremy Renner, Joan Allen, Rachel Weisz

Release Date: 10 Agustus 2012

 What We Like : 

Suasana baru film aksi spionase, setelah banyak digempur film berbau Superhero

 What We Dislike :

Sebuah spin-off yang terlalu terbebani nama besar Jason Bourne dan Matt Damon

Pas Dirilis Setelah The Dark Knight Rises Padam

Akhirnya, setelah harus tertunda sekitar dua minggu, film spin-off dari trilogi The Bourne, yaitu The Bourne Legacy, tayang di bioskop-bioskop 21. Mungkin keputusan manajemen 21 untuk menunda kemunculan film ini cukup tepat, karena bila dirilis 10 Agustus lalu, bakal sepi penonton akibat masih ditengah-tengah bulan Ramadhan… Selain itu, rasanya The Bourne Legacy takkan berani hadir bersamaan dengan The Dark Knight Rises. Kini, akhirnya kita bisa menyaksikan bagaimana Jeremy Renner berusaha keras menyuguhkan aksi yang renyah dalam film bermerek “Bourne” yang selama ini lengket dengan sosok Matt Damon.

Sebelum memberikan resensi lebih dalam, saya berikan peringatan untuk Anda yang belum menonton. Ada baiknya melihat lagi (bila lupa) ketiga film Bourne sebelumnya. Karena 65 menit pertama sejak film ini diputar, film dipenuhi oleh dialog yang sesak dengan istilah-istilah macam Outcome, Blackbriar, Treadstone, LARX, dan sebagainya. Sudah pasti bila Anda bukan fans trilogi Bourne sebelumnya, dijamin akan merasa bosan dan ngantuk menyaksikan film ini. Karena Renner tidak serta-merta beraksi hingga pertengahan tayang film.

Bourne Yang “Di Luar” Bourne
The Bourne Legacy tidak diangkat dari karya novel Robert Ludlum. Seperti kita ketahui bersama, novel Bourne sejatinya hanya memiliki tiga seri, yaitu The Bourne Identity, The Bourne Supremacy, dan The Bourne Ultimatum. Ketiganya mengangkat kisah lakon Jason Bourne yang diperankan secara apik oleh Matt Damon. Lain halnya dengan The Bourne Legacy ini. Film ini diangkat dari novel karya Eric Van Lustbader, yang merupakan spin-off atau sidestory dari kisah si Jason Bourne sendiri. Karenanya, tokoh utama baru pun diperkenalkan, yaitu agen Aaron Cross, yang diperankan Jeremy Renner. Film ini pun disutradari oleh Tony Gilroy, beda dengan ketiga film Boune sebelumnya.

The Bourne Legacy menunjukkan nasib Aaron Cross yang menyedihkan karena filmnya “terpaksa” harus memakai merek nama si Jason Bourne. Aaron adalah seorang agen rahasia pula, layaknya Jason Bourne, yang masih dalam tahap pelatihan. Karena kiprah Bourne di luar sana (di filmnya sendiri) yang mengobrak-abrik dan mengancam rahasia serta konspirasi tingkat tinggi CIA, Aaron pun kena getahnya. Ia yang tergabung dalam Operation Outcome, harus masuk daftar orang yang “dihapus” demi menghilangkan jejak-jejak yang berhubungan dengan terkuaknya konspirasi Operation Blackbriar dan Treadstone (siapa lagi kalau bukan karena ulah Bourne).

Film ini kemudian punya inti cerita tentang bagaimana Aaron harus berlari menyelamatkan dirinya dari kejaran CIA bersama Departement of Defense yang membawahi Operation Outcome. Ia juga punya PR pribadi, karena selama dilatih, semua agen dipaksa mengkonsumsi pil-pil obat genetik (untuk membantu meningkatkan performa tubuh), maka ketika Outcome ditutup, otomatis Aaron pun harus mengatasi ketergantungannya akan obat-obatan tersebut.

Aaron berinisiatif menemui Dokter Marta Shearing, yang selama ini bertanggung jawab mengevaluasi perkembangan fisiknya. Tujuannya simpel, meminta stok tambahan obat-obatan, agar ia tidak berubah jadi manusia invalid. Ternyata, “beruntung” bagi Aaron, Marta juga masuk dalam daftar orang-orang yang terlibat di Outcome untuk segera dibunuh. Alhasil, setelah membantu Marta menyelamatkan diri dari agen yang ditugaskan membunuhnya, mereka berdua pun berubah menjadi partner. Disinilah aksi Aaron Cross dimulai. Bagi Anda yang memang sekedar mencari film aksi, sesi berantem, balapan, tembak-menembak, baru bisa Anda nikmati setelah menit ke-65 ini…

Bourne vs Cross, Matt Damon vs Jeremy Renner
Bicara soal alur cerita, film ini sebenarnya biasa saja. Sedangkan bicara soal action, juga tidak spesial. Bahkan The Raid Redemption jauh lebih menawan.

Soal cerita, film ini bisa disimpulkan mengisahkan seorang Aaron Cross yang kecipratan sial karena konspirasi agensi rahasianya porak-poranda akibat kiprah Jason Bourne. Bagaimana ia melarikan diri agar tak terbunuh dan mencari jalan keluar dari ketergantungan obat prosedur pelatihan agen rahasia.

Lalu karena film ini berdiri di bawah bayang-bayang trilogi Bourne, Jeremy Renner yang sejatinya bisa menampilkan aksi lebih keras dan ciamik, jadi tak berkutik. Karena separuh durasi film dipakai untuk membeberkan dialog dan intrik-intrik demi merajut hubungan cerita antara film ini dengan ketiga film Bourne sebelumnya. Ini bisa jadi poin menarik (bagi orang seperti saya, yang memang gemar nonton dan cukup ngefans serial Bourne), bisa juga jadi membosankan dan membuat penonton mengantuk (yang tidak akrab dengan serial Bourne). Satu-satunya aksi Aaron Cross yang saya bilang cukup bagus adalah momen kejar-kejaran di Manila, Filipina.

Soal karakter, meski nyaris identik karena keduanya adalah agen rahasia yang sudah ditempa secara mental, nyata ada perbedaan antara Bourne dan Cross. Bourne tampil lebih tertutup, stres karena amnesianya, dan kaku. Tapi ia bersikap sopan dan tidak lagi kejam (thanks karena amnesianya). Sedangkan Cross, dari awal sudah terlihat lebih soft, dan kadang caranya bercanda mengundang sisi humor kecil dari karakternya.

Bila nantinya bakal dibuat The Cross Identity, The Cross Supremacy, dan The Cross Ultimatum, bisa saja Jeremy Renner bakal sukses melegenda ala Matt Damon. Namun bila karakter Aaron Cross berakhir di film ini, yah, nama Cross hanya akan dikenal sebagai tambalan ala kadarnya, dalam film perpanjangan seadanya yang mendompleng popularitas Bourne. Rasanya kok lebih baik bikin film baru yang fresh dengan karakter Aaron Cross sebagai bintangnya, macam Salt yang diperankan Angelina Jolie. Terbukti sukses dan jauh dari kritikan pedas…

Treadstone, Blackbriar, Outcome…Apa Sih Ini?
Sudah nonton The Bourne Legacy? Bingung? Ngantuk? Bosan? Nggak mengherankan. Karena dialog dalam film ini tergolong “bahasa dewa” yang dipenuhi dengan kata-kata kode yang erat hubungannya dengan istilah-istilah dari ketiga film Bourne sebelumnya. Tiga kata yang paling sering muncul dan menjembatani semua film Bourne adalah; Outcome, Blackbriar, dan Treadstone.

Operation Treadstone
Adalah sebuah operasi rahasia khusus di bawah CIA (Central Intelligence Agency) Amerika yang bertujuan untuk menghasilkan agen-agen rahasia (disebut Assassin karena tugas-tugasnya kebanyakan adalah membunuh) dengan kemampuan yang melebihi manusia normal. CIA menempuh cara yang disebut Behaviour Modification Program, yang mencuci otak para agen sehingga mereka berubah menjadi mesin pembunuh yang nyaris tidak bisa berhenti. Jason Bourne adalah anggota terakhir program ini yang masih selamat. Dan beruntung, karena menderita amnesia, ingatannya jadi pulih kembali mengenai jati dirinya pra-program Treadstone.

Operation Blackbriar
Blackbriar adalah operasi baru yang diaktifkan setelah Treadstone ditutup. Tujuan aslinya adalah “menghapus” semua jejak tersisa dari operasi Treadstone. Artinya, cari dan bunuh Jason Bourne. Namun operasi ini justru menguak lebih dalam konspirasi dalam tubuh CIA dan pemerintahan Amerika. Hingga melibatkan FBI untuk mengadakan penyelidikan ke dalam tubuh CIA.

Operation Outcome
Outcome merupakan program terbaru yang merupakan pengembangan metode Treadstone. Dalam program ini, CIA bersama Departement of Defense (Dephankam di Indonesia) bekerja sama, secara rahasia tentunya, menempuh cara lebih keji dengan melakukan rekayasa genetik pada tubuh agen (melalui obat-obatan). Aaron Cross adalah salah satu anggota program ini. Dalam The Bourne Legacy, program ini buru-buru dimatikan karena ancaman yang muncul akibat kehadiran Bourne. Akibatnya, agen-agen dalam program Outcome pun ditarget untuk dibunuh. Termasuk Cross sendiri.

Screenshot

 

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment