Monday 05th December 2016,

Movie Reviews

Ξ Leave a comment

“Warm Bodies”, Persekutuan Zombie dan Manusia

posted by Aisyah Nawangsari
“Warm Bodies”, Persekutuan Zombie dan Manusia
Review Rating
Story
Effect
Music

Genre: Drama, Comedy
Director: Jonathan Levine
Actor:Nicholas Hoult, Teresa Palmer
Release Date: 1 Februari 2013

What We Like :

Cukup romantis untuk ditonton para pasangan muda yang sedang dimabuk cinta

What We Dislike :

Bercinta dengan zombie? Ide yang bagus sekaligus menjijikkan

Dengan menonton film ini anda akan dibuat percaya bahwa anda bisa jatuh cinta pada zombie yang selama ini anda lihat di seri ‘Resident Evil”, “Evil Dead”, dan film lainnya. Awalnya saya kira film ini mengenai vampir yang saat ini sedang digandrungi kawula muda. Ternyata, film ini mengusung tema zombie yang saat ini juga sedang populer. Bahkan Brad Pitt juga mengikuti trend ini dengan membintangi “World War Z” yang akan rilis tahun ini. Z for Zombie tentunya.

Tampan ya? Ya! Namun bagaimanapun dia adalah zombie. Dia tidak akan memakan otak anda dengan elegan.

Film ini sebenarnya adalah film yang bagus, namun membuat saya mual. Secara objektif saya akan memberi rating yang bagus untuk film ini, secara subjektif saya tidak akan memberi rating, bahkan mungkin saya akan keluar dari bioskop sebelum film berakhir. Berbeda dengan vampir yang menghisap/minum darah mangsanya dengan elegan, zombie yang menjadi pemeran utama di film ini adalah pemakan organ tubuh manusia. Bagi anda yang sering menonton film bertema zombie atau bermain game “Plants vs Zombies” tentu memperhatikan bahwa makanan pokok zombie adalah otak manusia hidup. Di film ini, para zombie juga akan memakan otak-otak manusia dan bertingkah seperti makhluk idiot.

Sinopsis

Dunia telah mendekati zaman akhir. Virus berbahaya menyebar di dunia ini, menginfeksi manusia, dan mengubah mereka menjadi makhluk bernama zombie atau mayat berjalan. Film dibuka dengan penampakan bandara yang telah lumpuh dan menjadi ‘kota’ bagi para zombie. Mereka tidak berpikir, tidak berbicara, dan tidak memiliki perasaan. Di bandara tersebut juga tinggal sekelompok tengkorak hidup yang hidup berdampingan dengan para zombie. Salah satu dari zombie tersebut bernama R.

Saat R dan rombongan berburu makanan ke kota, kebetulan ada sekelompok remaja dari ‘kota manusia’ yang sedang mencari sisa-sisa obat di sebuah laboratorium. Rombongan zombie pun menyerang mereka dan memakan mereka. Hanya ada dua remaja yang bertahan hidup, Julie dan Nora. Mengapa mereka bisa selamat? Rupanya R menyukai Julie dan akhirnya ia membunuh pacar Julie, Perry. Saat R memakan otak Perry, ia bisa melihat memori-memori yang ada di pikiran Perry. Akhirnya untuk menyelamatkan Julie, R membawa Julie ke bandara. Di sana, R menyatakan cintanya pada Julie…

Beauty and the beast

Ingat dongeng “Si Cantik dan Si Buruk Rupa”? Cerita “Warm Bodies” bisa dibilang mirip seperti ini. Si cantik kehilangan orang yang ia sayangi gara-gara seekor monster. Akhirnya si monster mengurung si cantik di istananya, kemudian si monster mulai luluh hatinya pada si cantik, begitu pula si cantik mulai menaruh hati pada si monster. Dan akhirnya cinta mereka mengubah segalanya menjadi lebih indah, sang monster berubah menjadi pangeran, dan happy ending.

Zombie pun punya sahabat

Ada yang bilang bahwa film ini adalah parodi dari “Twilight Saga”, menurut saya malah tidak ada hubungannya antara dua cerita ini. Film ini diangkat dari novel yang berjudul sama, bukan diangkat dari film “Twilight Saga”. Bahkan novel “Warm Bodies” telah memiliki prekuel yang bejudul “The New Hunger”. Saya belum membaca bukunya namun tampaknya bercerita mengenai asal mula R. Saat ia hidup, mati, dan menjadi zombie. Sang pengarang, Isaac Marion juga mengungkapkan bahwa saat ini ia sedang menggarap sekuel dari “Warm Bodies”. Well, tampaknya demam zombie tidak akan berakhir sampai di sini. Jujur demam-demam ini membuat saya paranoid akan adanya zombie di masa depan. Tidak mustahil bahwa saat ini ada perusahaan yang mengembangkan virus aneh yang kemudian lolos dari laboratorium dan menginfeksi manusia kemudian mengubahnya menjadi zombie. Saat ini hantu bukan satu-satunya hal yang menakuti saya di malam hari, terkadang saya berimajinasi bahwa seseorang yang saya kenal telah berubah menjadi zombie dan mengetuk-ngetuk pintu kamar…

Zombie selalu berjalan bungkuk

Komedi vs drama

Ketika mereka mengklaim bahwa film ini bertema komedi, saya hanya mengernyitkan dahi karena komposisi komedi di film ini hanya sekitar 30%, itu pun tidak akan membuat anda tertawa hingga jungkir balik dan berurai air mata, hanya tertawa ala kadarnya. Film ini lebih banyak memiliki bobot drama romantis. Cerita fokus pada kisah cinta antara dua makhluk yang berbeda, zombie dan manusia. Tidak ada yang lucu di sini, bikin mual, iya.

Bagi anda yang mencintai zombie, film ini bisa jadi film paling romantis atau masterpiece. Namun bagi anda yang netral, atau bahkan jijik terhadap zombie, saya yakin ini bukan film terbaik yang pernah anda tonton.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment