Thursday 08th December 2016,

Hobby

Ξ Leave a comment

Ini Dia Selancar Gaya Baru!

posted by Octavia
Ini Dia Selancar Gaya Baru!

Sering mendengar kata selancar bukan? apabila mendengar kata selancar yang terbayang di otak kita adalah deburan ombak yang berlari-larian ataupun terpaan angin yang menderu-deru. Well, jika memang itu yang masih ada diotak kalian, maka kalian dapat dibilang ketinggalan jaman, sebab ada selancar gaya baru yang saat ini sedang diperkenalkan dan booming di kalangan pecinta surfing.

Yap, volcano boarding ataupun yang sering dikenal dengan ash boarding merupakan olahraga baru yang dilakukan di permukaan gunung vulkanik aktif dengan hanya menggunakan papan dan alat keselamatan yang minim.

Seperti layaknya olahraga selancar yang lain, surfing yang satu ini juga mempunyai tingkat bahaya tersendiri. Akan tetapi, volcano boarding bisa dikatakan sebagai olahraga surfing yang paling berbahaya dibanding olahraga surfing lainnya. Bahaya yang ditimbulkan dari olahraga ini sangat fatal, yakni cidera karena terjatuh dari papan seluncur ataupun terluka karena abu vulkanik.

Volcano Boarding diperkenalkan pada tahun 2005 oleh Philip Southan di Leon, Nikaragua. Pria keturunan Barbados ini terinspirasi untuk mengembangkan volcano boarding saat melakukan perjalanan wisata bersama kekasihnya di Gunung vulkanik Cerro Negro.

Kemudian dia mendirikan Bigfoot Hostel and Green Pathways Tours yang khusus melayani wisatawan yang ingin mencoba volcano boarding di Cerro Negro. Gunung yang hanya berjarak 23 km dari Leon ini tergolong gunung vulkanik muda yang meletus hampir setiap tahun. Letusan besar terakhir Cerro Negro terjadi pada tahun 1999 yang merupakan letusan ke-23 sejak ditemukannya pada tahun 1850. Saat letusan besar terjadi, abu vulkanik tidak hanya menutupi permukaan gunung, tapi juga seluruh pemukiman penduduk di kota Leon. Padahal, sebelum letusan terjadi, daerah di bawah kaki Cerro Negro dimanfaatkan untuk ladang pertanian.

Tiap tahunnya, ribuan wisatawan bisa ikut ambil bagian dalam olahraga gila ini. Peselancar menggunakan papan khusus dari kayu yang mereka buat, plus pakaian khusus, pelindung kaki, dan helm. Semenjak ditemukannya olahraga ini, yakni sekitar tahun 2005, peserta surfing ini telah mencapai 10.000 peselancar.

Di Indonesia, olahraga yang serupa ini telah dikembangkan di daerah Gunung Kidul, dengan wardrobe yang sedikit berbeda tentunya. Apabila di Cerro Negro menggunakan papan, maka di Indonesia papan ini dimodifikasi dengan menggunakan ban karet. Tak terlalu jauh berbeda bukan??

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment