Sunday 11th December 2016,

Hobby

Ξ Leave a comment

Review Huawei Ascend Y200, Entry Level Terbaik

posted by Akmal Fahmi
Review Huawei Ascend Y200, Entry Level Terbaik

Tahun ini Huawei memang cukup adem ayem, tapi jangan kira Huawei diam saja. Kali ini Huawei muncul dengan mengeluarkan ponsel entry level mereka dengan harga Rp 1 jutaan. Tapi kemunculan Huawei Ascend Y200 ini berani diklaim sebagai ponsel entry level terbaik. Dengan processor 800 MHz Cortex-A5, chipset Qualcomm MSM7225A Snapdragon, GPU Adreno 200, RAM 256 MB, ROM 512 MB, external microSD hingga 32 GB, baterai Li-ion 1250 mAh. Fitur yang ditawarkan bisa lebih dari fitur-fitur di ponsel sejenisnya. Salah satunya layar ponsel ini sudah menggunakan teknologi IPS.

Spesifikasi


Desain

Bila diperhatikan, desain dari Huawei Ascend Y200 ini tidak tampak seperti ponsel entry level pada umumnya, desainnya terkesan lebih elegan. Dengan sudut-sudut yang melengkung dan penggunaan casing belakang berbahan plastik doff bertekstur terasa nyaman dan mantap digenggam. Terlebih dengan tekstur ini anda tidak perlu takut sidik jari tertinggal dan juga tidak perlu khawatir menaruh ponsel ini di permukaan apapun. Memang tidak dijelaskan spesifikasi kaca yang digunakan, tapi sepertinya menggunakan material kaca. Dengan dimensi 116.9 x 60.4 x 11.7 mm serta bobot 120 gram, tentunya masih masuk berat toleransi untuk ponsel jenis entry level.

Bagian depan dihiasi bezel chrome grey yang terisi sensor cahaya dan proximity, earpiece, LED notifikasi, layar 3.5-inci, tiga buah tombol standar Android (menu, home, back). Bagian belakang diisi dengan kamera, dan speaker. Bagian atas terdapat tombol power/lock yang terasa tenggelam, dan port headset 3.5mm. Untuk bagian bawah diisi port microUSB dan mic. Sisi kiri terlihat polos, sedangkan bagian kanan hanya diisi tombol volume.

Layar

Karena sudah menggunankan jenis LCD IPS pastinya kualitas layar Y200 diatas kompetitornya, Samsung Galaxy Pocket dan LG Optimus L3 yang masih menggunakan layar TFT biasa. Didukung juga dengan resolusi yang cukup mumpuni HVGA 320×480 piksel berukuran 3.5 inci, sudut kemiringan layar juga baik tampilan masih dapat terlihat dengan baik.

IPS LCD dikenal memiliki response time yang stabil dan mampu memproduksi warna yang natural. Kerapatan piksel ponsel ini tergolong baik untuk ponsel sekelasnya sehingga tampilan apapun di layar akan tampak tajam. Mungkin kekurangannya hanya kedalaman warna 256 ribu-nya. Tapi itu wajar mengingat harganya yang miring.

OS dan Antar Muka

Huawei Ascend Y200 ini masih menggunakan Android Gingerbread 2.3.6 tanpa kejelasan update. Tampilan antar muka sendiri menggunakan Huawei UI seperti yang ditemui di Ascend P1. Pada tampilan lockscreen terdapat shortcut ke berbagai menu seperti messaging, call log, kamera, dan membuka layar. Homescreen memuat lima halaman yang tetap yang tidak dapat ditambah atau dikurangi jumlahnya, tapi anda dapat menentukan halaman mana yang akan dijadikan home dengan cara menekan tombol back atau mencubit layar di homescreen.

Jendela notifikasi hadir dengan bar toogle untuk mengaktif/nonaktifkan menu koneksi, selainnya sama seperti pada jendela notifikasi Android Gingerbread kebanyakan. Recent apps dapat ditampilkan dengan menahan tombol home beberapa saat. Ikon-ikon aplikasi di drawer tersusun dalam formasi 4×4 perhalamannya. Anda dapat mengatur posisi-posisi tiap ikon menurut preferensi pribadi dengan menekan tombol dikanan bawah. Secara keseluruhan, tidak ada masalah dengan performa antar muka, semua dapat berjalan dengan baik.

Untuk urusan input teks terdapat dua pilihan keyboard seperti TouchPal Input yang lengkap dengan pengaturannya (yang mungkin akan membuat anda bingung untuk pengoperasiannya) dan tersedia juga pilihan Android keyboard yang lebih simpel dan umum penggunaannya.

Multimedia

Gallery tampil standar Android Gingerbread tanpa ada perubahan dari Huawei. Kumpulan foto dan video koleksi anda akan ditemukan disini dan dikategorikan berdasarkan folder. Layaknya ponsel Android standar, anda dapat melakukan edit kecil seperti crop, set as, dan rotate.

Tidak ada aplikasi terdedikasi untuk pemutar video, jadi anda dapat memutar konten video melalui gallery. Tampilan antar muka pemutar video ini standar Android hanya terdapat tiga buah tombol fungsi saja (back, play/pause, next). Resolusi maksimal video yang dapat diputar hanya VGA saja dengan format MP4.

Dalam kondisi default, tidak ditemukan aplikasi pemutar musik sama sekali. Jadi anda harus meng-install sendiri aplikasi pemutar musik. Speaker meskipun tidak kencang tapi untuk keluaran suara sudah tergolong baik untuk sekedar menikmati musik. Kualitasnya terdengar bagus, namun jika diatur ke tingkat maksimum maka speaker terdengar sember/pecah memberikan distorsi ke keluaran suara.

Selalu tidak ketinggalan fitur Radio FM untuk alternatif hiburan selain pemutar musik. Tampilannya sederhana saja dan diberikan fitur seperlunya.

Kamera

Meskipun tidak dibekali kamera sekunder namun kamera utama di Ascend Y200 ini memiliki performa yang cukup baik dengan resolusi 3.15 MP (2048×1536 piksel). Karena tergolong ponsel budget rendah, kami rasa dapat dimaklumi kamera Y200 tidak dilengkapi led flash, dan kemampuan autofokus sehingga untuk pengambilan jarak dekat hasil terlihat blur. Antar Muka tampil secara sederhana bawaan Android seperti picture size, picture quality, color effect, location, white balance, zoom.

Hasil kamera untuk pengambilan gambar dalam ruangan cukup baik, hasil cukup terang dan tajam dan sedikit noise. Namun karena tidak memiliki fitur autofokus, maka untuk pengambilan gambar dari dekat objek akan terlihat blur. Untuk luar ruangan hasil juga baik dengan komposisi warna yang cukup cerah, detail dan berwarna.

Karena beresolusi 3.15MP saja, maka untuk perekaman video kamera di Y200 hanya mampu merekam dalam resolusi VGA saja. Terdapat beberapa pengaturan seperti color effect, white balance, dan video quality. Hasil perekaman akan disimpan dalam format MP4.

Browser dan Konektifitas

Browser bawaan Gingerbread menjadi browser bawaan di ponsel ini. Layaknya browser Gingerbread lain, anda dapat melakukan multitab hingga 8 tab sekaligus. Sayangnya tidak terdapat dukungan konten flash di browser ini sehingga jika ingin menonton video dari youTube anda harus menontonnya di versi mobile saja. Yang disayangkan lagi, anda tidak dapat melakukan gestur pinch to zoom, jadi untuk melakukan proses zooming anda harus melakukan tap dua kali atau menggunakan tombol zoom terdedikasi di kanan bawah. Browser ini tidak dirancang untuk membuka situs berat, karena dapat menyebabkan force close.

Huawei Ascend Y200 berjalan di jaringan quadband GSM (850 / 900 / 1800 / 1900) dan dual band HSDPA (900/2100). Ada juga konektivitas WiFi 802. 11 b/g/n, Bluetooth v2.1, microUSB, dan microSD hingga 32GB.

Daya Tahan Baterai

Ascend Y200 dibekali baterai berkapasitas 1250 mAh, baterai ini di klaim dapat menghidupi perangkat hingga 220 jam. Baterai di Y200 ini terbilang cukup hemat. Setidaknya dapat menemani aktifitas anda sekitar +-10 jam.

Benchmark

Untuk pengujian kinerja menggunakan NenaMark dan Quadrant. Hasil dari NenaMark Benchmark, Huawei Ascend Y200 mendapatkan nilai 15,2 lebih baik dari SE Xperia Play. Untuk Quadrant Benchmark, didapatkan hasil 1165 dimana jauh lebih baik dari HTC Wildfire 5.

Kesimpulan 

Untuk sebuah ponsel kisaran Rp 1 jutaan, Ascend Y200 memiliki segala yang dibutuhkan pengguna dari sebuah smartphone. Bahkan lebih dari itu, ponsel ini bahkan menunjukkan kualitas diatas ponsel sejenisnya di beberapa sektor. Seperti penggunaan layar IPS LCD, tampilan desain yang terlihat lebih mahal, start up cepat, UI interaktif, dll.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment