Tuesday 06th December 2016,

Hobby

Ξ Leave a comment

Review Motorola Droid RAZR HD

posted by Ahimsa
Review Motorola Droid RAZR HD

Motorola akan meluncurkan Motorola DROID RAZR HD Oktober ini. Smartphone ini merupakan versi yang terlahir kembali dari seri RAZR. Sebelumnya, Motorola telah melakukan update dengan meluncurkan RAZR i, RAZR MAXX, dan RAZR m. Namun Droid RAZR HD datang dengan layar yang lebih besar dan mempunyai resolusi yang lebih tinggi.

Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Mari kita simak!

 

Hardware

Body-nya padat dan terasa kompak dengan lapisan logam di luar yang membuatnya terasa mewah dan eksklusif. Selain itu lapisan Kevlar di bagian belakang memberi kesan kuat. Menggenggamnya pun terasa nyaman.

Motorola RAZR HD dilengkapi baterai 2350 mAh, yang cukup kuat menunjang penggunaan data LTE dan display beresolusi tinggi. Setelah memutar musik selama 8 jam dan digunakan untuk WiFi selama 4 jam terakhir, baterai masih tersisa sekitar 4o%. Motorola sendiri mengklaim 16 jam lama penggunaan smartphone ini.

Tempat microSIM dan slot SD Card tertanam didalam yang membutuhkan semacam pengungkit yang sudah disediakan untuk mencopotnya, sehingga jika anda sering menganti SIM mungkin akan sedikit mengalami kesulitan.

Dari sisi desain, tidak ada perubahan berarti dari Motorola Droid RAZR HD. Motorola masih mempertahankan desain sudut siku disetiap sisi. Bagian wajah depan juga polos tanpa hiasan.

Langkah terbesar mungkin karena smartphone ini tidak terlalu berkonsentrasi pada perlombaan membuat smartphone tertipis, seperti yang tersirat dari namanya. Hal ini sebenarnya bisa diapresiasi, mengingat selama ini produsen smartphone hampir selalu berlomba menghadirkan smartphone tipis, daripada mempertahankan keseimbangan antara desain, kinerja, daya tahan baterai, dan “gendut” tidaknya perangkat. RAZR HD lahir dengan ketebalan 8,4 mm yang masih bisa dibilang keren.

Terdapat berbagai pilihan output video, termasuk DLNA, direct WiFi, dan port micro-HDMI khusus.

Untuk layar, RAZR HD dibekali dengan layar 4.7 inch 1280×720 Super AMOLED yang cukup mengagumkan menghasilkan ketajaman, kontras, dan kecerahan. Pada siang hari agak mustahil melihat layar pada kecerahan yang lebih rendah, namun hal itu masih bisa dibilang oke.

Eksternal speakernya tidak terlalu bagus, jadi siapkan headphone atau stereo Bluetooth speaker jika anda ingin menghasilkan suara yang lebih baik. Smartphone ini hadir dengan 16 GB internal storage, yang cukup untuk sebagian besar pengguna. Sebagai tambahan, tersedia microSD sampai 32 GB. Prosesor yang digunakan Dual Core 1,5 Ghz dan RAM 1 GB, cukup mumpuni dikelasnya.

Software

Agak aneh memang, Google adalah pemilik Motorola Mobility, namun tidak membekali Droid RAZR HD dengan OS Android terbaru. Smartphone ini memang ‘hanya’ mengusung Android 4.0 Ice Cream Sandwich, dan dapat diupgrade ke 4.1 Jelly Bean.

Pada tampilan pertama Circle widget hadir kembali, menampilkan informasi cuaca, waktu, baterai, missed call, dan text message. Home screen tidak dapat ditampilkan secara landscape.

Home screen layout tampil dengan doktrin utama Android, dengan home screen bagian tengah menjadi awal mula tampilan. Jika anda menggeser kekanan, anda dapat memasukkan page baru di homescreen.

SmartAction juga masih tersedia. Fitur ini memungkinkan anda mengatur aksi tertentu yang akan muncul ketika trigger-nya memenuhi. Misalnya, anda bisa mengatur ketika baterai kurang dari 50% dan tidak sedang charging, akan muncul reminder untuk mencharge smartphone anda. Aplikasi ini sangat berguna dan keren karena anda bisa mengatur action anda sendiri.

Dengan spesifikasi yang diusung, aplikasi yang dijalankan semua bisa berjalan dengan baik, Beberapa game 3D juga bisa berjalan tanpa gangguan.

Kualitas yang bagus, baterai yang tahan lama, display yang lebar dan tajam, dan kustomisasi software yang bagus menjadikan RAZR HD perangkat yang solid.

Motorola Droid RAZR HD akan hadir 18 Oktober ini dengan harga $299 (Rp 2,8 Juta). Kita tunggu saja apakah pasar Indonesia akan ramah terhadap smartphone terbaru Motorola ini.

 

 

 

 

 


Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment