Tuesday 06th December 2016,

Hobby

Ξ Leave a comment

Review Sony Xperia Ion HSPA

posted by Akmal Fahmi
Review Sony Xperia Ion HSPA

Akhir-akhir ini Sony Xperia sedang getol-getolnya mengeluarkan smartphone Android dengan spesifikasi kelas atas, sebut saja Xperia SL, Xperia Ion (HSPA dan LTE), dan Xperia acro S. Rata-rat 3 produk tersebut mempunyai standar spesifikasi seperti Mobile BRAVIA Engine, kamera 12MP dengan sensor Exmor R dan fitur Fast Capture, sampai prosesor dual-core. Karena Xperia Ion yang mempunyai 2 versi, HSPA dan LTE lalu di Indonesia banyak jaringan operator yang belum mendukung LTE, maka kita akan membahas versi HSPA-nya.

Desain Body

Xperia Ion mempunyai desain unibody, artinya anda tidak bisa otak atik baterai alias tidak bisa melepas baterai. Hanya bagian atas penutup slot microSIM dan slot microSD yang bisa dilepas. Dengan body berbahan logam, membuat tampilan Xperia Ion menjadi lebih kokoh dan ada tekstur garis halus di bagian belakan body. Dalam versi HSPA, akan ada 2 macam warna, merah dan hitam. Untuk versi LTE-nya, hanya disediakan warna hitam.

Pada bagian bawah layar sentuh, terdapat panel sentuh Menu, Home, Back, dan Search. terdapat kamera 1,3 MP di bagian muka dan 12 MP di bagian belakang. Jack 3,5 mm terpasang di atas body, untuk port USB mikro dan HDMI ada di kiri body. Untuk tombol Power, volume, dan Shutter kamera ada di kanan body.

Spesifikasi

Kinerja

Xperia Ion HSPA sudah didukung oleh Android Ice Cream Sandwich, berbeda dengan versi LTE yang masih mengusung Android 2.3 Gingerbread. Dengan prosesor dual-core 1,5 GHz, Xperia Ion HSPA didukung Flash memory 16 GB dan RAM 1 GB. Jika masih merasa kurang di media penyimpanan, , ada slot microSD yang bisa diisi kartu memori hingga 32 GB.

Secara default, ada 5 homescreen dengan dimodifikasi sejumlah shortcut. Satu halaman di desain untuk Timescap dan satu halaman di-default untuk musik. Sony juga siapkan 7 tema tambahan. Timescape adalah salah satu fitur unik milik Sony dimana dapat mengumpulkan status Facebook dan Twitter. Pada veris LTE-nya, Foursqure juga masuk ke Timescape.

Ciri khas Sony yang lain adalah TrackID. Di versi HSPA ada Walkman, tapi de versi LTE ada PSM (PlayStation Mobile). Karena baterai sudah tertanam dalam body dan tidak bisa di otak atik, maka bila baterai sudah mulai soak solusinya adalah harus membawanya ke gerai Sony atau membeli smartphone baru.

Jaringan HSPA

Walau “hanya” menggunakan jaringan HSPA, namun bisa dibilang cukup handal sajikan akses cepat mengakses dunia maya. Setting internet operator sudah langsung dikenali. Perlu diingat sekali lagi, Xperia Ion menggunakan microSIM dan anda jangan bingung dimana mencari microSIM, karena anda bisa mengakalinya dengan memotong SIM anda. Untuk Browser masih menggunakan bawaan Sony. Mengakses internet melalui WiFi pun dinilai lebih stabil. Web dengan animasi Flash pun juga dapat dibuka dengan baik. WiFi di Xperia Ion bisa d-share dengan perangkat lainnya menggunakan Tathering.

Layar Lebar 4.6 Inch

Layar yang lebar merupakan daya tarik tersendiri bagi Sony Xperia Ion. Layar 4.6 inch pada Xperia Ion telah didukung Reality HD yang dikombinasikan dengan Mobile BRAVIA Engine. 2 teknologi ini membuat tampilan layar menjadi benar-benar jernih dan tajam bahkan ketika dibuat untuk melihat foto dan menonton video. Menonton video HD pun terasa seperti melihat aslinya. Untuk Brightness, tidak ada pengaturan otomatis, sehingga anda harus mengatur sendiri. Sony sendiri mengklaim bahwa layarnya sudah tahan gores sehingga anda tidak perlu lagi membeli pelindung kaca tambahan. Layar sentuh terasa sangat responsif dan nyaman.

 

 

Kamera 12 MP

Kamera dengan resolusi 12 MP berada di atas rata-ta ponsel yang ada di pasaran. Lampu Flash terang tetapi terasa kurang membantu saat berada di tempat yang gelap gulita. Dengan tombol Shutter yang ada di body, memudahkan anda dalam mengambil foto dan video. Fast Capture diklaim mampu aktifkan kamera hanya 1,5 detik dari kondisi stand by.

Berbagai mode yang ada dalam Xperia Ion ini adalah Scene recognition dengan hasil yang cukup bagus dengan objek benda bergerak tapi dengan catatan anda harus sedikit latihan agar hasilnya tajam. Fitur lainnya adalah Smile detection dan hebatnya lagi terdapat pilihan senyuman yang bisa dideteksi, seperti: Big smile, Avarege smile, dan Small smile. Geotangging bisa menandai anda dimana lokasi anda mengambil foto. Tidak hanya disitu, terdapat fitur 3D Sweep Panorama, Sweep Multi Angle, dan Sweep Panorama yang cukup baik hasilnya.

Untuk video, ada pilihan full HD atau HD 720p pada resolusi video, Focus mode (Single autofocus, Face Detection, dan Infinity), dan image stabilizer selain Geotagging. Hasil foto dan video bisa di-share dengan Picasa, Evernote, dan WhatsApp. Bahkan bisa di-share dengan perangkat lain dengan DLNA.

Konektivitas

Selain dilengkapi port HDMI dan port USB mikro, Xperia Ion juga dilengkapi NFC, jadi anda bisa “tap” dengan perangkat yang dukung NFC. Sony juga sudah siapkan SmartDock untuk Xperia Ion, tapi aksesori ini dijual terpisah. Xperia Ion juga sudah bisa disambungkan dengan SmartWatch (salah satu produk Sony yang singkatnya sama seperti MITO jam tangan), dan Smart Wireless Headset, semuanya dijual terpisah.

Kesimpulan

Kemampuan multimedia memang layak diacungi dua jempol dari layar HD hingga kamera 12 MP. Andaikan di Indonesia sudah mendukung jaringan LTE, maka smartphone ini pasti akan lebih mumpuni lagi.

Movie Review

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super
3.5

Jack Reacher, Kembalinya Sang Penyelidik Super

Yap! setelah Rock of Ages, kini Tom Cruise kembali ke layar lebar. Jack Reacher, film bergenre aksi ini sepertinya akan mengobati kerinduan penggemar atas absennya Mission Impossible tahun ini. Well,  Full Article »

Dec 29, 2012 Ξ Leave a comment