Sabtu lalu (22/12), selain bertepatan dengan Hari Ibu, tanggal 22 juga menjadi hal yang bersejarah bagi Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga Surabaya. Ditemui di sela-sela acara, Maria Cyntia, selaku ketua panitia mengungkapkan, Suravation (Surabaya Heritage Innovation) hadir untuk menjembatani semua isu luruhnya kebudayaan dalam negeri oleh budaya-budaya asing, dengan semangat akulturasi budaya yang tinggi, diadakanlah Suravation, untuk mengangkat kembali budaya tradisional Surabaya dengan cara yang populer. Malam itu, Balai Pemuda menjadi tempat yang dibanjiri oleh pengunjung. Masyarakat Surabaya sangat antusias mengikuti serangkaian acara yang bertemakan “Food and Creative Industry Festival”.
Acara ini berhasil menarik perhatian publik Surabaya khususnya para pecinta kuliner berkat Festival makanan khas Surabaya serta industri kreatif yang sangat beragam, serta paduan budaya tradisional dan modern dalam acara tersebut. Selain itu, pengunjung Balai Pemuda pun dihibur dengan performance yang atraktif dari sekitar 11 performers diantaranya band yang berasal dari SMA di Surabaya dan sekitarnya, komunitas seniman jalanan Surabaya, band Indie Surabaya dan special performance dari Kunto Band yang telah memecahkan rekor dunia bermain drum selama 122 jam 25 menit di Balaikota Malang (Guinnes World Records).
Kunto Band yang beranggotakan Irfan (Vocal), Joe (Keyboard), Frangky (Bass), Novi (Gitar) & Kunto (Drum) ini mengaku baru pertama kali melakukan show di Surabaya secara utuh dan menargetkan di awal tahun 2013 nanti sudah merilis Mini Album perdana. Selain itu, pada moment ini Kunto Hartono dengan Siti Rafika Hardhiansari yang merupakan Ketua Pembina Bonek Mengzoonk.
“Harapan saya, semoga apa yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Unair ini dapat ditiru oleh entertainer di Jawa Timur (khususnya) & Indonesia (umumnya) yang harus berani mengangkat seniman/musisi lokal,” ujar Kunto semangat.